√ Manajemen Risiko : Pengertian, Manfaat, Tujuan,Tahapan & Jenisnya Lengkap

Diposting pada
√ Manajemen Risiko : Pengertian, Manfaat, Tujuan,Tahapan & Jenisnya Lengkap
5 (100%) 11 votes

√ Manajemen Risiko : Pengertian, Manfaat, Tujuan,Tahapan & Jenisnya Lengkap – Dalam memulai bisnis di dalam bisnis untuk dapat mengatasi risiko bisnis perlu adanya sebuah strategi yang tertata dengan baik. Dalam Ilmu risk management atau manajemen risiko bisnis sudah pasti harus perlu dipahami sebagai entrepreneur. Jika berani untuk menghadapi risiko, Anda juga harus memiliki persiapan yang matang sebelumnya dalam menghadapi ketidakpastian dalam bisnis. Artikel ini akan mengupas tuntas dalam memahami manajemen risiko seperti : sehingga artikel ini sangat tepat sekali untuk para bisnis yang memulainya untuk memahami manajemen risiko untuk meminiamlisir risiko yang akan di hadapi, selamat membaca.

 

Manajemen Risiko : Pengertian, Manfaat, Tujuan,Tahapan & Jenisnya Lengkap

 

 

Pengertian Manajemen Risiko :

 

Manajemen resiko adalah suatu pendekatan yang tersusun secara metodologi dalam mengelola sumber ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu tahapan aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dapat menggunakan sumber daya. Ada 3 sumber manajemen Risiko Menurut Para ahli yaitu :

1. Menurut Djohanputro (2008),

Manajemen risiko merupakan suatu proses yang di lakukan secara terstruktur dan sistematis dalam mengidentifikasi sebuah data, mengukur, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan resiko, dan memonitor dan mengendalikan dalam penanganan resiko.

2. Menurut Fahmi (2010;2)

Manajemen resiko adalah suatu tahapan ilmu yang telah membahas tentang bagaimana suatu organisasi menerapkan ukuran dalam memetakan berbagai permasalahan yang ada dengan mempersiapkan berbagai pendekatan manajemen secara lengkap dan sistematis.

3. Menurut Darmawi

Manajemen resiko adalah suatu tindakan untuk memahami, menganalisis serta mengatur risiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi dan baik.

 

Manfaat Manajemen Risiko:

 

Manajemen risiko dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas-aktivitas manajemen dalam mengidentifikasi, menganalisis dan mengambil keputusan respon risiko secara formal, konsisten, dan komprehensif dan Manafaat dalam menerapkan manajemen Risiko dalam bisnis yaitu sebagai berikut :

  • Melakukan kontribusi tujuan perusahaan.
  • Mencapai tujuan dalam kelanjutan pemberian pelayanan kepada stakeholders, sehingga akan meningkatkan kualitas dan nilai perusahaan.
  • Mendapatkan hasil yang lebih baik berupa efisiensi dan efektivitas pelayanan, seperti: meningkatkan pelayanan kepada publik atau meningkatkan penggunaan sumber daya yang lebih baik (masyarakat, informasi, dana, dan peralatan)
  • Dapat melaksanakan penyusunan rencana strategi sebagai hasil dari pertimbangan yang disusun terhadap elemen kunci risiko.
  • mengatasi biaya-biaya yang tidak diinginkan, demi perusahaan mengidentifikasi dan mengelola risiko yang tidak diinginkan, termasuk mengatasi biaya dan waktu yang habis dalam suatu perkara.
  • Mengatasi pengeluaran dan membuka kesempatan bagi perusahaan agar dapat menciptakan pelayanan yang terbaik.
  • Sukses dalam pengambilan keputusan yang tercipta dan berlangsungnya proses manajemen
  • Memajukan akuntabilitas dan perusahaan.
  • memperbaiki pandangan agar risiko menjadi lebih terbuka, ada toleransi terhadap mistakes namun tidak terhadap hiding errors. Perubahan pandangan ini agar perusahaan dapat belajar dari kesalahan yang telah terjadi untuk terus memperbaiki kinerjanya.
  • Perusahaan akan lebih konsisten terhadap kebijakan-kebijakannya sehingga dapat mengecilkan hambatan-hambatan yang tidak diinginkan.

 

 

Tujuan Manajemen Risiko

Ada beberapa yang menjadi tujuan penerapan manajemen risiko yang mampu dalam memecahkan masalah dalam risiko dalam tujuan dan pencapaian :

 

1. Menetapkan risiko-risiko

yang ada di dalam perusahaan telah teridentifikasi dan dinilai, serta sudahdibuatkan rencana tindakan untuk mencegah dampak dan sesuatu yang akan terjadinya.

 

2. Menetapkan terhadap rencana

tindakan yang akan dilaksanakan secara efektif dan dapat meminimalisasi dampak dan kemungkinan terjadi dalam risikomanajemen.

 

3. Menaikan efektivitas dan efisiensi manajemen

dengan semua risiko yang dapat menghalangi proses perusahaan yang akan diidentifikasikan dengan benar, terlibat cara untuk menyelesaikan masalah kelancaran proses perusahaan telah diantisipasi sebelumnya sehingga jika akan terjadi gangguan tersebut terjadi, perushaan dengan siap untuk menyelesaikan dengan baik.

 

4. Membangun manajemen perusahaan

dalam pengambilan keputusan dengan memberi informasi terhadap risiko-risiko yang ada di perusahaan, baik risiko strategis maupun kegiatan fungsi-fungsi/proses bisnis di unit kerja.

 

5. lebih dapat menjamin

yang wajar atas pencapaian sasaran perusahaan dengan terselenggaranya manajemen yang lebih efektif dan efisien, hubungan dengan pemangku kepentingan yang semakin membaik, kemampuan mengatasi risiko perusahaan yang juga telah meningkatkan, termasuk risiko kepatuhan dan hukuman.

 

Dalam suatu tujuan sebelum terjadinya risiko tersebut antara lain adalah mengetahui tentang:

 

  • sesuatu yang bersifat ekonomis
  • sesuatu yang bersifat non ekonomis
  • sesuatu yang harus di lakukan terhadap pihak ke-3/ diluar perusahaan.

 

Adapun tujuan sesudah terjadinya risiko, yaitu:

 

  • menyelamatkan permasalahan perusahaan
  • menjalankan tugas perusahaan sehingga tetap berlanjut.
  • mengatasi agar pendapatan peusahaan tetap berjalan.
  • pertumbuhan usaha bagi perusahaan yang sedang dijalankan mengembangkan usaha tetap berlanjut.
  • tanggung jawab internal di perusahaan.

 

 

Jenis Manajemen Risiko

 

Manajemen Risiko di Manajemen merupakan hal yang pastinya umum terdengar. Tidak ada kemenangan tanpa kekalahan. Tidak ada keberhasilan tanpa tantangan mengambil risiko. Pada kenyataannya tidak ada perusahaan yang bisa terhindar dari risiko, namun perusahaan harus mencoba untuk menghadapi risiko. Risiko merupakan kekuatan untuk menjadikan usaha perusahaan lebih besar dan kuat terlebih produktif dalam mempromosikan barang atau jasa yang hendak dipasarkannya.

Kelemahan yang berlebihan akan berdapak pada risiko akan menyebabkan usaha perusahaan stagnan tidak berjalan dengan lancar dan berakhir pada kehancuran bisnis itu sendiri yang telah di bangun. Risiko bukan untuk cegah, akan tetapi dilawan dengan penuh sengat akn keberhasilan dalam perusahaan.

Berikut adalah Jenis-jenis Risiko yang Mungkin yang harus di hadapi:

 

1. Risiko Reputasi

Reputasi merupakan hal yang sangat vital dalam suatu perusahaan. Momen suatu reputasi jatuh, maka kehancuran suatu perusahaan pasti akan melanda didepan mata sesuatu yang bisa dilakukan manajemen puncak untuk pemulihan risiko reputasi:
Mengakui bahaya dalam risiko yang telah di ambil, Mengevaluasi dampak dari risiko dari perusahaan terhadap keputusan yang di ambil,Mengelompokan sumber daya yang luas untuk pengendalian perusahaan,Mencoba mendapatkan kembali reputasi perusahaan dan keyakinan partner dengan berbagai strategi,Melakukan prosedur pembatasan kerusakan lebih lanjut dimasa akan datang

 

2. Risiko Pasar

Risiko pasar berkaitan dengan perubahan harga pasar yang bisa merugikan suatu perusahaan ataupun bisa menguntungkan. Misalkan adanya penurunan harga saham yang mengakibatkan penurunan nilai pasar saham perusahaan tersebut. Hal ini akan berpengaruh terhadap perusahaan sehingga dapat merugikan perusahaan karena harga saham bergerak pada arah yang tidak menguntungkan.

 

3. Risiko Kredit

Risiko ini sering terjadi pada perusahaan yang menjalankan skema penjualan secara kredit. Risiko ini juga bisa berdampak kepada perusahaan yang bergerak dalam bidang lembaga keuangan. Risiko ini merupakan bahaya lama yang disebabkan ketidakmampuan untuk membuat perjanjian (pinjam meminjam) dalam mitra bisnis. Perusahaan harus bisa menjalankan manajemen utang dengan baik. Termasuk harus mengetahui tingkat kesehatan perusahaan yang akan menjadi mitra bisnisnya. Sehingga nantinya bisa mengetahui apakah perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk membayar pinjamannya.

 

4. Risiko Operasional

Risiko yang terjadi karena kurang berfungsinya suatu proses internal, kesalahan sumber daya manusia, kegagalan sistem atau adanya masalah di luar perusahaan. Risiko ini akan menyebabkan kerugian yang dapat berpengaruh akan hilangnya potensi keuntungan bagi perusahaan.

 

Proses Manajemen Risiko

 

Proses manajemen risiko ini merupakan bagian yang sangat penting dari manajemen risiko karena merupakan penerapan atas prinsip dan kerangka kerja manajemen risiko yang sudah dibangun. Adapun proses manajemen risiko terdiri atas tiga proses utama, yaitu penetapan konteks, penilaian risiko, dan penanganan risiko.

Penetapan konteks manajemen risiko melakukan penetapan tujuan, strategi, ruang lingkup dan parameter-parameter lain yang berkaitan dengan proses pengelolaan risiko suatu perusahaan. Proses ini menunjukkan kaitan atau hubungan antara permasalahan hal yang akan dikelola risikonya dengan lingkungan perusahaan (eksternal & internal), proses manajemen risiko, dan ukuran atau kriteria risiko yang hendak dijadikan standar.

 

Penilaian risiko meliputi tahapan identifikasi risiko yang bertujuan untuk mengelola risiko-risiko yang dapat memengaruhi pencapaian sasaran organisasi. Berdasarkan risiko-risiko yang telah di dapat dapat disusun sebuah daftar risiko untuk kemudian dilakukan pengukuran risiko untuk melihat tingkatan risiko.Proses pengukuran risiko terdapat analisis risiko yang bertujuan untuk menganalisis kemungkinan dan dampak dari risiko yang telah diindentifikasi. Hasil pengukuran terhadap status risiko yang menampilkan ukuran tingkatan risiko dan peta risiko yang merencanakan gambaran sebaran risiko dalam suatu peta.

 

Tahapan lainnya dalam penilaian risiko adalah mengukur risiko yang ditujukkan untuk membedakan dibandingkan hasil analisis risiko dengan kriteria risiko yang telah ditentukan untuk menetapkan sebagai dasar penerapan penanganan risiko.

 

Penanganan risiko adalah berupa perencanaan atas mitigasi risiko-risiko untuk memperoleh cara alternatif solusinya agar penanganan risiko dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Ada beberapa alternatif penangangan risiko yang dapat diambil antara lain yang bertujuan untuk menghindari risiko, memitigasi risiko untuk mengurangi kemungkinan atau dampak negatif, mengirim risiko kepada pihak ketiga (risk sharing) dan menerima risiko (risk acceptance).

 

Proses pendukung lainnya dalam penerapan manajemen risiko adalah komunikasi terhadap manajemen dan kelompok kerja perusahaan agar setiap individu dalam perusahaan mengetahui atas kesadaran risiko, budaya risiko, kematangan risiko. Proses komunikasi ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengukur kesiapan organisasi dalam mengatasi risiko dan untuk mengevaluasi penerapan manajemen risiko tersebut.

 

 

Tahapan Manajamen Risiko

 

Untuk menerapkan manajemen risiko secara komprehensif ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan oleh suatu perusahaan, yaitu:

 

1. Identifikasi risiko

Identifikasi risiko adalah suatu kegiatan yang mengidentifikasi semua risiko usaha yang dihadapi, baik risiko yang bersifat spekulatif maupun risiko yang sifatnya murni. Identifikasi risiko bertujuan mengidentifikasi risiko-risiko apa saja yang dihadapi oleh suatu organisasi. semua informasi yang berkenaan dengan usaha yang di dapatkan kemudian dianalisis, tahapan-tahapan yang akan muncul sebagai penyebab kemungkinan terjadinya suatu kerugian.
Pada tahap ini pihak manajemen perusahaan melakukan tindakan berupa mengidentifikasi setiap bentuk risiko yang dialami perusahaan.

 

2. Mengidentifikasi bentuk-bentuk risiko

Pada tahap ini diharapkan manajemen perusahaan akan mampu menemukan bentuk dan perubahan risiko yang dimaksud.

 

3. Menempatkan ukuran-ukuran risiko

Pada tahap ini pihak manajemen perusahaan telah menentukan ukuran atau skala yang akan dipakai, termasuk rancangan metodologi penelitian yang akan digunakan.

 

4. Menempatkan alternatif-alternatif

Pada tahap ini pihak manajemen perusahaan telah melakukan pengolahan data secara berkala.

 

5. Menganalisis setiap alternatif

Pada tahap ini dimana setiap alternatif yang ada selanjutnya dianalisis dan dikembangkan sebagai sudut pandang serta pengaruh yang mungkin timbul.

 

6. Memutuskan satu alternatif

Pada tahap ini setelah berbagai alternatif ditetapkan dan terbukti baik dalam bentuk lisan maupun tulisan oleh para manajemen perusahaan maka diharapkan pihak manajer perusahaan sudah memiliki perencanaan secara khusus dan mendalam.

 

7. Melaksanakan alternatif yang dipilih

Pada tahap ini setelah alternatif ditentukan dan ditegaskan serta dibentuk tim untuk melaksanakan ini,artinya manajer perusahaan sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) yang dilengkapi dengan rincian biaya.

 

8. Mengontrol alternatif yang dipilih tersebut

Pada tahap ini alternatif yang dipilih telah dilaksanakan dan pihak tim manajemen beserta para manajer perusahaan.

 

9. Mengevaluasi jalannya alternatif yang dipilih

Evaluasi dan pengukuran risiko adalah kegiatan untuk menilai bagian-bagian yang diperkirakan dapat menjadi penyebab terjadinya suatu kerugian. Tujuan evaluasi risiko adalah dapat memahami karakteristik risiko dengan lebih baik. Oleh karena itu memperoleh pemahaman yang lebih baik, maka risiko akan lebih mudah dikendalikan. Evaluasi yang lebih sistematis dilakukan untuk ‘mengukur’ risiko tersebut.Pada tahap ini setelah alternatif dilakukan dan dilakukan maka selanjutnya pihak tim manajemen secara sistematis menginformasikan kepada pihak manajer perusahaan.

 

Komponen Manajemen Risiko

Ada beberapa komponen dan proses dalam manajemen risiko antara lain :

1. Lingkungan Internal (Internal Environment)

Komponen ini adalah sikap manajemen di semua level terhadap operasi secara umum dan konsep kontrol khusus. Mencakup etika, kompetensi, serta integritas dan kepentingan terhadap kesejahteraan organisasi. Mengidentifikasi kondisi internal perusahaan, meliputi kekuatan dan kelemahannya serta pandangan entitas terhadap risiko dan manajemen risiko.

 

2. Penentuan Sasaran (Objective Setting)

Perusahaan menentukan tujuan operasional sebagai dasar untuk mengidentifikasi dan mengelola segala risiko. Sasaran dibagi menjadi 2, yaitu :
Strategic Objective : fokus pada upaya realisasi visi dan misi.
Activity Objective : fokus pada kegiatan operasional, reportasi, dan kompliansi.
Sasaran kegiatan manajemen risiko harus sejalan dengan sasaran dari perusahaan, serta konsisten dengan risk appetite perusahaan.

 

3. Identifikasi Peristiwa (Event Identification)

Manajemen harus melaksanakan identifikasi terhadap berbagai kejadian potensial yang berpengaruh pada strategi dan pencapaian tujuan perusahaan. Kejadian internal dan eksternal yang akan mempengaruhi pencapaian sasaran perusahaan harus diidentifikasi, meliputi risiko dengan kesempatan yang dapat muncul.

 

4. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Memungkinkan sebuah organisasi untuk menilai sebuah kejadian atau keadaan dan kaitannya dengan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen perlu melakukan analisis mengenai dampak yang mungkin terjadi akibat resiko dengan 2 perspektif, yaitu :
Likelihood (kecenderungan/peluang)
Impact/consequence (besaran dari realisasi risiko)

 

5. Tanggapan Risiko (Risk Response)

Manajemen melakukan penilaian terhadap risiko, menentukan sikap atau respon terhadap risiko tersebut. Respon dari manajemen tergantung risiko apa yang dihadapi.
Respon atau tanggapan tersebut bisa dalam bentuk :

  • Menghindari risiko (avoidance)
  • Mengurangi risiko (reduction)
  • Memindahkan risiko (sharing)
  • Menerima risiko (acceptance)

 

 

 

6. Aktivitas Pengendalian (Control Activities)

Penyusunan prosedur dan kebijakan yang membantu memastikan bahwa respon terhadap risiko yang dipilih memadai dan terlaksana dengan baik.
Aktivitas ini meliputi :

  • Pembuatan kebijakan dan prosedur
  • Delegasi wewenang
  • Pengamanan kekayaan perusahaan
  • Pemisahan fungsi
  • Supervisi

 

 

 

7. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

Aktivitas ini berfous pada identifikasi informasi dan menyampaikannya kepada pihak terkait melalui media komunikasi. Informasi yang relevan diidentifikasi, diperoleh, dan dikomunikasikan dalam bentuk dan waktu yang tepat agar personil dapat melakukan tanggung jawabnya dengan baik.

 

 

8. Pemantauan (Monitoring)

Monitoring adalah komponen terakhir dalam manajemen risiko. Proses pemantauan dilakukan secara terus menerus untuk memastikan setiap komponen lainnya berfungsi sebagaimana mestinya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses monitoring adalah pelaporan yang tidak lengkap atau berlebihan.

 

Itulah paparan tentang √ Manajemen Risiko : Pengertian, Manfaat, Tujuan,Tahapan & Jenisnya Lengkap yang dapat di berikan buat para pembaca sehingga semua yang di lakukan terhadap pengambilan Risiko dapat di lakukan kita sendiri bagaimana kita dapat mengatur dalam meminimalisir yang tidak di harapkan dalam perusahaan semoga artikel ini dapat bermanfaat banyak bagi pembaca dalam membangun usaha dalam membentuk sdm nya.

 

Baca Juga :

Baca Juga :  √ Manajemen Risiko : Pengertian, Manfaat, Tujuan,Tahapan & Jenisnya Lengkap
”]

Baca Juga :  √ Pengambilan Keputusan Manajemen : Pengertian, Dasar, Konsep, Proses, & Faktor Lengkap
Baca Juga :  √ Manajemen Kas : Pengertian, Tujuan, Sumber, Aspek, Motif Dan Faktornya Lengkap
Baca Juga :  √ Manajemen Bisnis : Pengertian, Fungsi, Kompenan, dan Perencanaannya Lengkap