√ Pengertian Pasar, Ciri – Ciri, Fungsi dan Jenisnya Terlengkap

Diposting pada
√ Pengertian Pasar, Ciri – Ciri, Fungsi dan Jenisnya Terlengkap
5 (100%) 2 votes

√ Pengertian Pasar, Ciri-Ciri, Fungsi dan Jenisnya Terlengkap Dalam kehidupan sehari-hari kita, keberadaan pasar sangatlah penting. Kebutuhan yang tidak bisa kita hasilkan sendiri, bisa kita peroleh di dalam pasar. Bayangkan saja kalau pasar tidak ada, semua kebutuhan kita pasti tidak akan pernah terpenuhi. Oleh sebab itu, pasar inni dibangun untuk mempermudahkan kita dalam memenuhi semua kebutuhhan sehari-hari kita. Untuk lebih lengkap lagi, mari kita simak pengertian pasar hingga jenis-jenis pasar yang ada di sekitar kita.

 

√ Pengertian Pasar, Ciri – Ciri, Fungsi dan Jenisnya Terlengkap

 

Pengertian Pasar

Pengertian Pasar dalam Arti Sempit

Dalam arti sempit, Pasar adalah sebuah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk mengadakan transaksi jual-beli barang atau jasa.

Pengertian Pasar dalam Arti Luas

Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi dewasa ini, transaksi dapat juga dilakukan tanpa pertemuan langsung antara penjual dan pembeli, maka muncul pengertian pasar dalam arti luas.

Dalam arti luas, Pasar adalah suatu proses interaksi penjual dan pembeli untuk mencapai harga pasar.

Pasar ini  tidak memiliki batas geografis sehingga definisi pasar tidak pernah merujuk pada sebuah tempat atau lokasi tertentu. Selain itu, kehadiran internet juga telah membuat pengertian pasar saat ini menjadi  semakin luas.

Pengertian pasar yang dimaksudkan di dalam artikel ini ada kaitannya dengan suatu kegiatan ekonomi, yaitu transaksi jual-beli, baik dilakukan di pasar tradisional maupun secara online. Pengertian pasar dalam ilmu ekonomi adalah beberapa jumlah permintaan dan juga penawaran pada barang atau jasa tertentu. Dalam hal ini, pasar merujuk pada segala kegiatan permintaan dan penawaran untuk suatu barang, tenaga kerja, modal, dan surat berharga.

 

Pengertian Pasar Menurut Para Ahli

1. William J. Stanton

Pasar adalah sekumpulan orang yang ingin meraih kepuasan dengan cara menggunakan uang untuk berbelanja, serta memiliki kemauan untuk membelanjakan uang tersebut.

2. Kotler dan Amstrong

Pasar adalah sejumlah pembeli yang aktual dan juga potensial dari sebuah produk atau jasa. Besarnya pasar tergantung pada jumlah orang yang punya sebuah kebutuhan dan mau melakukan transaksi. Banyak pemasar yang manganggap bahwa pembeli dan penjual adalah sebuah pasar, dimana pembeli ini akan menerima produk atau jasa yang diinginkan setelah melakukan pembayaran. Dan penjual akan mengirimkan produk atau jasa yang telah dibayar oleh si pembeli.

3. Simamora

Pasar adalah sekumpulan orang yang memiliki sebuah kebutuhan dan keinginan terhadap produk tertentu, memiliki kemampuan dan kemauan untuk dapat membeli produk tersebut, dan memiliki kesempatan untuk memutuskan membeli sebuah produk.

4. Handri Ma’aruf

Pasar adalah suatu tempat bertemunya antara penjual dan pembeli, dimana terjadi interaksi permintaan dan penawaran antara penjual dan pembeli hingga terjadi suatu transaksi jual dan beli.

Menurutnya pasar memiliki tiga pengertian yaitu sebagai berikut  :

  • Pasar dalam arti “tempat” yaitu suatu tempat bertemunya para penjual atau produsen dengan pembeli atau konsumen.
  • Pasar dalam arti “interaksi permintaan dan penawaran” yaitu pasar sebagai tempat terjadinya suatu transaksi jual beli.
  • Pasar dalam arti “sekelompok anggota masyarakat yang memiliki sebuah kebutuhan dan daya beli”, pengertian ini merujuk pada dua hal yaitu sebuah kebutuhan dan daya beli. Jadi pasar ialah orang-orang yang menginginkan sesuatu barang atau jasa dan memiliki suatu kemampuan untuk membeli.

5. Atep Adya Barata

Pasar adalah suatu tempat dimana berkumpulnya penjual dan calon pembeli, baik secara langsung maupun tak langsung saling berhubungan melaksanakan pertukaran, baik barang maupun jasa.

6. Dr. Winardi SE

Pasar adalah sebuah tempat dimana secara ideal harga-harga pada waktu tertentu ialah sama untuk semua penjual dan pembeli.

7. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pasar adalah sekumpulan orang yang melakukan suatu kegiatan transaksi jual-beli. Pasar merupakan sebuah tempat untuk suatu kegiatan jual-beli yang diselenggarakan oleh sebuah organisasi atau perkumpulan dengan maksud untuk mencari derma.

Dalam hal ini ada beberapa antaranya yaitu sebagai berikut :

  • Tempat orang berjual beli, pekan, tempat berjual beli ini ada  yang diadakan oleh perkumpulan dan sebagainya dengan maksud mencari derma.
  • Tempat berbagai pertunjukan yang diadakan pada malam hari untuk beberapa hari lamanya.

8. Philip & Duncanadan

Pasar sebagai sesuatu hal yang digunakan untuk menempatkan barang yang dibutuhkan oleh konsumen. Sehingga kedua pendapat ini menyakini bahwa pasar ialah sebuah tempat untuk meletakkan barang-barang untuk dibeli konsumen.

9. H. Nystrom

Pasar merupakan suatu tempat tertentu yang dapat digunakan sebagai tempat penyaluran barang dan jasa dari tangan produsen ke konsumen. Dengan kata lain bahwa pasar merupakan sebuah tempat transaksi barang dan jasa antara produsen dan konsumen.

10. Asosiasi Pemasaran Amerika Serikat Atau Amerika Marketing Association

Pasar merupakan suatu tempat pelaksanaan kegiatan usaha perdagangan yang kemudian dapat diarahkan secara khusus untuk barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

 

Ciri – Ciri Pasar

Pasar ini mempunyai beberapa ciri-ciri khusus yang perlu anda pahami dan anda ketahui, diantaranya adalah :

  1. Terdapat seorang calon pembeli dan penjual.
  2. Terdapat jasa ataupun barang yang ingin diperjualbelikan.
  3. Terdapat suatu proses permintaan dan penawaran dari kedua belah pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut.
  4. Terdapat suatu interaksi antara pembeli dan penjual, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

 

Fungsi Pasar

Ada tiga fungsi yang mendasar pada keberadaan pasar, yakni sebagai berikut :

  • Fungsi Distribusi yaitu pasar sebagai sarana untuk mendekatkan jarak antara konsumen dengan produsen dalam melaksanakan transaksi. Dalam fungsi distribusi, pasar berperan untuk memperlancar penyaluran barang atau jasa dari produsen kepada konsumen.
  • Fungsi Pembentukan Harga yaitu pasar sebagai pembentuk harga pasar, yaitu suatu kesepakatan harga antara penjual dan pembeli.
  • Fungsi Promosi yaitu pasar sebagai sebuah ajang promosi. Pelaksanaan promosi ini dapat dilakukan dengan cara memasang spanduk, membagikan brosur, membagikan sampel, dll.
Baca Juga :  √ Sistem Informasi Manajemen : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Ciri - Ciri, dan Contohnya Terlengkap

Adapun beberapa peranan pasar diantaranya sebagai berikut :

  • Sebagai tempat untuk bisa mempromosikan barang.
  • Sebagai tempat untuk bisa menjual hasil produksi.
  • Sebagai tempat untuk bisa memperoleh bahan produksi.
  • Memudahkan konsumen untuk mendapatkan suatu barang kebutuhan.
  • Sebagai tempat bagi konsumen untuk bisa menawarkan sumber daya yang dimiliki.
  • Sebagai penunjang kelancaran dalam hal pembangunan.
  • Sebagai sumber pendapatan suatu negara.

 

Jenis – Jenis Pasar

1. Jenis Pasar Menurut Barang yang Diperjualbelikan

Pasar menurut barang yang diperjualbelikan dibedakan menjadi dua, yaitu suatu pasar barang konsumsi dan pasar faktor produksi.

  • Pasar Barang Konsumsi

Pasar barang konsumsi adalah pasar yang memperjualbelikan suatu barang-barang konsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Barang yang diperjualbelikan pada pasar barang konsumsi ini dapat langsung digunakan oleh konsumen. Contoh pasar barang konsumsi yaitu suatu pasar beras, pasar tekstil, pasar sayur-mayur, pasar buah-buahan, dan pasar kelontong.

  • Pasar Faktor Produksi

Pasar barang produksi adalah pasar yang memperjualbelikan beberapa faktor suatu produksi yang berguna bagi kelancaran suatu proses produksi, seperti tembakau, beras, kopi, minyak bumi, tembaga, balai latihan kerja, mesin cetak, mesin tekstil, dan bursa efek. Pada pasar ini, para pemilik usaha (pengusaha) berperan juga sebagai pembeli, sedangkan penjualnya adalah pemilik faktor produksi. Berdasarkan pemilikan suatu faktor produksi, pasar barang produksi dibedakan menjadi tiga macam, yaitu pasar faktor produksi alam, pasar faktor produksi tenaga kerja, dan pasar faktor produksi modal.

1. Pasar Faktor Produksi Alam

Pasar faktor produksi alam adalah suatu kegiatan pertemuan antara calon penjual dan calon pembeli faktor produksi alam. Pasar ini berupa pasar abstrak yaitu barang yang diperdagangkan tidak berada di tempat. Mereka bertemu hanya untuk mengadakan suatu perjanjian jual beli. Misalnya pada pasar tembakau di Bremen (Jerman), pasar kopi di Sao Paulo (Brasil), dan pasar karet di New York (Amerika Serikat).

2. Pasar Faktor Produksi Tenaga Kerja

Pasar faktor produksi tenaga kerja adalah salah satu pasar yang menyediakan jasa tenaga kerja. Jasa itu diberikan kepada para pengusaha yang membutuhkan suatu tenaga kerja dan dengan memberi imbalan upah atau gaji. Pasar tenaga kerja terjadi apabila pemilik suatu perusahaan menggunakan jasa tenaga kerja dan terjadi perjanjian-perjanjian kerja antara pemilik perusahaan, tenaga kerja, dan serikat kerja. Misalnya saja
bursa tenaga kerja.

3. Pasar Faktor Produksi Modal

Pasar faktor produksi modal adalah salah satu pasar yang mempertemukan antara penjual dan pembeli atas modal yang berjangka waktu panjang. Modal yang diperdagangkan di dalam pasar modal berbentuk surat berharga. Surat berharga ini dapat berupa saham dan obligasi. Contoh pasar faktor produksi modal adalah Bursa Efek Indonesia gabungan antara BEJ dengan BES.

 

2. Jenis Pasar Menurut Waktu Bertemunya Penjual dan Pembeli

Pasar menurut waktu bertemunya penjual dan pembeli ini dibedakan menjadi lima macam, yaitu pasar kaget, pasar harian, pasar mingguan, pasar bulanan, dan pasar tahunan.

  • Pasar Kaget

Pasar kaget adalah salah satu pasar sesaat yang terjadi ketika terdapat sebuah keramaian atau perayaan. Contoh pasar kaget antara lain pada saat merayakan ulang tahun suatu daerah terdapat pasar malam, dan lain-lain.

  • Pasar Harian

Pasar harian adalah suatu kegiatan pertemuan antara penjual dan pembeli yang berlangsung setiap hari dan barang-barang yang diperjualbelikan merupakan barang-barang dari kebutuhan sehari-hari. Contohnya saja pasar sayur-mayur, pasar beras, pasar buah, dan pasar daging.

  • Pasar Mingguan

Pasar mingguan adalah suatu kegiatan pertemuan antara penjual dan pembeli yang berlangsung seminggu sekali. Contohnya saja pasar mingguan yaitu pasar kliwon, pasar pon, pasar wage, pasar pahing, dan pasar legi.

  • Pasar Bulanan

Pasar bulanan adalah salah satu pasar yang diselenggarakan satu kali dalam satu bulan dan biasanya menjual barang-barang tertentu. Pasar jenis ini sudah sangat jarang ditemukan. Meskipun ada juga itu hanya terdapat pada daerah tertentu saja. Contohnya saja pasar hewan, dan sebagainya.

  • Pasar Tahunan

Pasar tahunan adalah salah satu pasar yang diselenggarakan satu kali dalam satu tahun, dan biasanya bertujuan untuk memperkenalkan suatu produk baru. Biasanya pasar ini dapat dilakukan pada saat menjelang hari-hari besar. Contoh pasar tahunan yaitu Pekan Raya Jakarta, Pasar Malam Sekaten di Surakarta dan Yogyakarta, dan Pekan Semalam dilaksanakan setiap bulan Syawal.

 

3. Jenis Pasar Menurut Luasnya Kegiatan Distribusi

Pembagian pasar menurut luasnya suatu kegiatan distribusi disebabkan beberapa hal yaitu sifat barang, kelancaran transportasi dan jumlah serta penyebaran konsumen yang membutuhkan barang-barang. Pasar menurut luasnya kegiatan distribusi ini dibedakan menjadi empat macam, yaitu pasar setempat, pasar daerah, pasar nasional, dan pasar internasional.

  • Pasar Setempat atau Pasar Lokal

Pasar setempat adalah suatu kegiatan pertemuan antara penjual dan pembeli yang hanya meliputi tempat tertentu. Barang-barang yang diperjualbelikan pada pasar tersebut berupa barang-barang konsumsi atau barang-barang keperluan seharihari. Pasar setempat disebut juga dengan pasar lokal atau pasar tradisional. Contohnya ialah pasar sayur-mayur di Tawangmangu, pasar ikan di tempat pelelangan ikan, dan pasar buah di Malang.

  • Pasar Daerah

Pasar daerah adalah suatu kegiatan pertemuan antara penjual dan pembeli yang meliputi wilayah tertentu, misalnya wilayah kabupaten atau provinsi. Pedagang-pedagang yang ada di pasar daerah ini biasanya para pedagang besar yang melayani pedagang-pedagang eceran. Barang yang diperdagangkan sebagian besar adalah barang konsumsi dari suatu hasil industri seperti perlengkapan mandi, alat-alat dapur, pakaian, dan kebutuhan perlengkapan sekolah. Contohnya ialah Pasar Johar (Semarang), Pasar Kliwon (Kudus), Pasar Baru (Jakarta), Pasar Klewer (Solo).

  • Pasar Nasional
Baca Juga :  √ Pasar Monopoli : Pengertian, Ciri, Faktor, Jenis, Kelemahan & Kelebihannya Lengkap

Pasar nasional adalah suatu kegiatan pertemuan antara penjual dan pembeli yang meliputi wilayah suatu negara. Barang-barang yang dikonsumsi masyarakat seluruh negara yaitu seperti barang konsumsi, barang produksi, surat berharga, saham, valuta asing, dan modal. Contohnya ialah pasar modal, pasar valas, dan pasar bahan mentah.

  • Pasar Internasional

Pasar internasional adalah suatu kegiatan pertemuan antara penjual dan pembeli dari berbagai negara di seluruh dunia. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar tersebut berupa suatu komoditi yang diminati konsumen internasional. Contohnya ialah pasar karet di New York, pasar tembakau di Bremen, pasar intan di Amsterdam, pasar minyak bumi di Uni Emirat Arab, dan pasar kopi di Sao Paulo.

 

4. Jenis Pasar Menurut Fisik Pasar

Pasar menurut sifat atau jenis barang yang diperjualbelikan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

  • Pasar Konkrit (Pasar Nyata)

Pasar konkrit (pasar nyata) adalah sebuah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli yang dilakukan secara langsung. Penjual dan pembeli bertemu untuk dapat melakukan transaksi jual beli (tawarmenawar).

Barang-barang yang diperjualbelikan di pasar konkrit ini terdiri atas berbagai jenis barang yang ada di tempat tersebut. Contoh pasar konkrit yaitu sebuah pasar tradisional, supermarket, dan swalayan. Namun ada juga pasar konkrit yang menjual satu jenis barang saja. Misalnya pada pasar buah hanya menjual buahbuahan, pasar hewan hanya melayani jual beli hewan, pasar sayur hanya menjual sayur-mayur.

Pasar konkrit ini pada kenyataannya dapat dikelompokkan menjadi berbagai bentuk yaitu pasar konkrit YANG berdasarkan manajemen pengelolaan, manajemen pelayanan, jumlah barang yang dijual, banyak sedikit barang yang dijual, dan ragam barang yang dijual.

 

1. Berdasarkan Manajemen Pengelolaan

  • Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah salah satu pasar yang dibangun oleh pihak pemerintah, swasta, koperasi, dan swadaya masyarakat. Tempat usahanya dapat berbentuk toko, kios, los, dan tenda yang menyediakan suatu barang-barang konsumsi sehari-hari masyarakat. Pasar tradisional ini biasanya dikelola oleh pedagang kecil, menengah, dan koperasi. Proses penjualan dan pembelian dilakukan dengan cara tawar-menawar. Para pengelolanya pun bermodal kecil. Contoh pasar tradisional yaitu Pasar Lawang (Malang) dan Pasar Senen (Jakarta).

  • Pasar Modern

Pasar modern adalah salah pasar yang dibangun oleh pihak pemerintah, swasta, dan koperasi yang dikelola secara modern. Pada umumnya pasar modern ini menjual barang kebutuhan sehari-hari dan barang lain yang sifatnya tahan lama. Modal usaha yang dikelola oleh para pedagang jumlahnya besar. Kenyamanan berbelanja bagi pembeli ini sangat diutamakan. Biasanya penjual memasang suatu label harga pada setiap barang. Contoh pasar modern yakni plaza, supermarket, hipermart, dan shopping centre.

 

2. Berdasarkan Manajemen Pelayanan

  • Pasar Swalayan (Supermarket)

Pasar swalayan adalah salah satu pasar yang menyediakan barang-barang kebutuhan masyarakat, pembeli bisa memilih barang secara langsung dan melayani diri sendiri barang yang diinginkan. Biasanya barang-barang yang dijual adalah barang kebutuhan sehari-hari sampai elektronik. Seperti sayuran, beras, daging, perlengkapan mandi sampai radio hingga televisi.

  • Pertokoan (Shopping Centre)

Shopping centre (pertokoan) adalah suatu bangunan pertokoan yang berderet-deret di tepi jalan. Biasanya atas peran pemerintah yang ditetapkan sebagai wilayah khusus pertokoan. Shopping centre yang berbentuk ruko yaitu perumahan dan pertokoan, sehingga dapat dijadikan tempat tinggal pemiliknya atau penyewa.

  •  Mall atau Supermall

Mall atau plaza atau juga supermall adalah suatu tempat atau bangunan untuk usaha yang lebih besar yang dimiliki atau disewakan baik pada perorangan, kelompok tertentu masyarakat, atau koperasi. Pasar ini biasanya juga dilengkapi sarana hiburan, rekreasi, ruang pameran, gedung bioskop, dan seterusnya.

 

3. Berdasarkan Jumlah Barang Yang Dijual

  • Pasar Eceran

Pasar eceran adalah suatu tempat kegiatan atau usaha perdagangan yang menjual barang dalam partai kecil. Contoh toko-toko kelontong, pedagang kaki lima, pedagang asongan, dan lain-lain.

  • Pasar Grosir

Pasar grosir adalah suatu tempat kegiatan atau usaha perdagangan yang menjual barang dalam partai besar, misalnya lusinan, kodian, satu dos, satu karton, dan lain-lain. Pasar grosir ini dimiliki oleh pedagang besar dan pembelinya pedagang eceran. Contohnya yaitu Alfa gudang rabat, pusat-pusat grosir, makro, dan sebagainya.

 

  •  Pasar Abstrak (Pasar Tidak Nyata)

Pasar abstrak (pasar tidak nyata) adalah salah satu pasar yang kegiatan jual beli barang atau jasa yang diperdagangkannya dilakukan berdasarkan contoh-contoh yang kualitasnya yang sudah ditentukan. Barang yang dijualnya pun tidak tersedia pada tempat. Transaksi yang dilakukan ini antara penjual dan pembeli juga tidak harus bertemu secara langsung. Mereka dapat melakukannya melalui sebuah telepon, surat, internet, dan telegram. Contoh dan bentuk barang bisa juga dilihat melalui brosur, internet, televisi, majalah, koran, tabloid, dan lain-lain. Contohnya saat membeli laptop di toko online.

1. Pasar Uang

Pasar uang adalah salah satu pasar yang memperjualbelikan surat berharga jangka pendek (jangka waktunya kurang dari satu tahun), seperti saja Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), sertifikat deposito, interbank call money, bankers acceptance, commercial paper, treasury bills repurchase agreement, dan juga foreign exchange market.

2. Pasar Modal

Pasar modal adalah suatu tempat perdagangan saham, yaitu bukti kepemilikan dari sebuah perusahaan. Biasanya saham berbentuk surat, sehingga sering disebut juga dengan surat berharga. Saham atau surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal disebut juga dengan efek. Efek sebenarnya sebuah istilah yang penggunaannya yang sangat luas. Semua yang termasuk surat berharga biasa juga disebut efek seperti surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, dan sekuritas kredit, tanda bukti utang, right issue, waran, opsi, serta produk-produk lainnya yang ditetapkan sebagai efek oleh suatu Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Pelaksanaan perdagangan di pasar modal ini terdapat pialang (broker). Tugas dari broker adalah sebagai penghubung atau perantara perdagangan antara penjual dan pembeli.

3. Pasar Barang Berjangka

Pasar barang berjangka adalah suatu badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk suatu kegiatan jual beli komoditi berdasarkan kontrak berjangka seperti Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Bursa Berjangka Jakarta dikenal juga dengan Jakarta Futures Exchange (JFE). Barang yang dijual di JFE diiantaranya adalah kelapa sawit, minyak goreng, kopi, kedelai, dan gula.

Baca Juga :  √ Supervisor : Pengertian, Fungsi, Tugas, Ciri - Ciri, dan Jenis Kegiatannya Terlengkap

4. Pasar Tenaga Kerja

Pasar tenaga kerja atau bursa tenaga kerja adalah suatu kegiatan untuk dapat mempertemukan antara pencari kerja dengan yang membutuhkan pekerjaan. Hal-hal yang berkaitan dengan tenaga kerja yang di bawah naungan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang bertugas untuk mendaftar dan menyalurkan pencari kerja supaya penghidupan pencari kerja lebih layak. Selain Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, ada juga biro-biro jasa yang bergerak dalam penyaluran tenaga kerja. Pasar tenaga kerja ini berperan sebagai tempat untuk penyaluran tenaga kerja dan untuk memperoleh informasi lowongan pekerjaan di dalam negeri maupun luar negeri.

5. Pasar Valuta Asing

Pasar valuta asing sering disebut juga bursa valuta asing yaitu suatu tempat kegiatan memperjualbelikan valuta asing. Pada perdagangan valuta asing dikenal istilah kurs. Kurs adalah nilai pada mata uang suatu negara yang dinyatakan dengan nilai mata uang negara lain. Kurs ini terdiri atas kurs jual dan kurs beli. Selisih antara kurs jual dan kurs beli menjadi suatu keuntungan untuk para penjual valuta asing.

 

5. Jenis Pasar Menurut Bentuk dan Strukturnya

Pasar menurut struktur ini dibedakan menjadi dua macam yaitu pasar persaingan sempurna, dan pasar persaingan tidak sempurna.

  • Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna disebut juga dengan pasar persaingan murni adalah pasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli dan mereka sudah sama-sama mengetahui keadaan pasar.

Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna yaitu :

  1. Jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak.
  2. Produk yang di perdagangkan sama atau bisa juga dibilang homogen.
  3. Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam suatu proses pembentukan harga.
  4. Harga yang ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran.
  5. Posisi tawar konsumen yang kuat.
  6. Sensitif pada suatu  perubahan harga.
  7. Sulit mendapatkan keuntungan lebih atau diatas rata-rata.

 

  •  Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pasar persaingan tidak sempurna adalah suatu kebalikan dari pasar persaingan sempurna yaitu pasar yang terdiri atas sedikit penjual dan banyak pembeli. Pada pasar ini penjual dapat menentukan harga suatu barang. Barang yang diperjualbelikan ini jenisnya heterogen (berbagai jenis barang). Pasar persaingan tidak sempurna ini mempunyai beberapa bentuk pasar. Pasar persaingan tidak sempurna ini terdiri atas pasar monopoli, oligopoli, dan pasar persaingan monopolistik.

1. Pasar Monopoli

Pasar monopoli merupakan suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana hanya ada satu penjual atau produsen yang berhadapan dengan banyak pembeli atau konsumen.

Pasar monopoli memiliki ciri-ciri yaitu :

  • Hanya ada satu produsen yang menguasai penawarannya saja.
  • Tidak ada barang substitusi atau pengganti yang mirip.
  • Produsen ini memiliki kekuatan menentukan harga.
  • Tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena adanya suatu hambatan berupa keunggulan perusahaan

Contohnya yaitu PT Pertamina (persero), PT Perusahaan Listrik Negara (persero), dan PT Kereta Api (persero).

 

2. Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah salah satu pasar yang hanya terdiri atas beberapa penjual untuk suatu barang tertentu, sehingga antara penjual yang satu dengan yang lainnya bisa memengaruhi harga. Contohnya yaitu perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan rokok, industri telekomunikasi, dan perusahaan semen.

Pasar Oligopoli memiliki ciri-ciri yaitu :

  • Terdapat beberapa penjual atau produsen yang menguasai pasar.
  • Barang yang diperjual-belikan dapat berupa homogen dan dapat pula berbeda corak.
  • Terdapat suatu hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.

 

3. Pasar Monopolistik

Pasar persaingan monopolistis adalah salah satu pasar dengan banyak penjual yang menghasilkan barang yang berbeda corak. Pasar ini juga banyak dijumpai pada sektor jasa dan perdagangan eceran. Misalnya jasa salon, angkutan, toko obat atau apotik, dan toko kelontong.

Ciri –ciri dari pasar monopolistik yaitu :

  • Terdapat banyak penjual atau produsen yang saling berkecimpung di pasar.
  • Barang yang diperjual-belikan merupakan suatu differentiated product.
  • Para penjual ini memiliki kekuatan monopoli atas barang produknya sendiri.
  • Untuk memenangkan persaingan setiap penjual aktif melakukan promosi atau iklan.
  • Keluar masuk pasar barang atau produk relatif lebih mudah.

 

Peran dan Fungsi Pasar di Masyarakat

Secara umum, ada 5 fungsi dan peran pasar bagi masyarakat, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Menetapkan Harga; menetapkan harga suatu barang atau jasa sesuai dengan permintaan dan penawaran di pasar.
  2. Mengorganisir Produksi; menentukan suatu metode produksi yang paling sesuai dengan memaksimalkan rasio antara output produk dengan input sumber daya.
  3. Mendistribusikan Produksi; pasar yang berperan sebagai distributor pembayaran kepada para pelaku pasar, dalam hal ini tenaga kerja sesuai produktifitasnya.
  4. Menyelenggarakan Penjatahan; yang bertujuan untuk membatasi konsumsi dari produksi yang tersedia. Masing-masing pembeli akan mendapatkan jatah sesuai dengan daya belinya.
  5. Menyediakan Barang dan Jasa untuk Masa Depan; pasar turut berperan sebagai suatu fasilitator dalam hal pengelolaan tabungan dan investasi. Pasar yang memfasilitasi suatu investasi dan tabungan adalah pasar modal.

 

Terima kasih telah membaca artikel di atas yang mengenai √ Pengertian Pasar, Ciri – Ciri, Fungsi dan Jenisnya Terlengkap. Semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda. Apabila ada dari anda yang menemukan kesalahan baik berupa penulisan ataupun pembahasan, mohon kiranya kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan bersama. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

√ Pengertian Pasar, Ciri – Ciri, Fungsi dan Jenisnya Terlengkap