√ Definisi, Fungsi, Manfaat, Ciri, Komponen dan Contoh Kwitansi [ TERLENGKAP ]

Diposting pada
√ Definisi, Fungsi, Manfaat, Ciri, Komponen dan Contoh Kwitansi [ TERLENGKAP ]
5 (100%) 6 vote[s]

√ Definisi, Fungsi, Manfaat, Ciri, Komponen dan Contoh Kwitansi [ TERLENGKAP ]Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel ini. Pada pembahasan kali ini juga akan dibahas mengenai Kwitansi. Mulai dari pengertian, manfaat, fungsi, ciri dan contohnya akan dibahas secara lengkap. Simak penjelasannya dibawah ini.

 

√ Definisi, Fungsi, Manfaat, Ciri, Komponen dan Contoh Kwitansi [ TERLENGKAP ]
√ Definisi, Fungsi, Manfaat, Ciri, Komponen dan Contoh Kwitansi [ TERLENGKAP ]

Definisi Dan Fungsi Kwitansi

Kwitansi adalah suatu alat bukti penerimaan sejumlah uang yang akan ditandatangani oleh penerima, lalu dapat diserahkan kepada yang telah membayar atau dapat digunakan juga sebagai bukti transaksi.

Kwitansi yaitu suatu surat bukti yang akan menyatakan telah akan terjadinya penyerahan sejumlah uang, dari pemberi kepada penerima atau yang ditandatangani oleh penerima sejumlah uang yang dapat ditulis pada surat tersebut.

Kwitansi juga dilengkapi dengan keterangan tempat, tanggal maupun alasan yang penyerahaannya sejumlah uang tersebut. Biasanya juga bisa untuk memperkuat tanda bukti transaksi pada kwitansi yang akan ditempelkan materai sebesar yang sudah ditentukan oleh UU perpajakan.

Kwitansi ini ialah suatu surat dokumen yang akan sering digunakan sebagai tanda bukti bahwa telah terjadinya transaksi penerimaan sejumlah uang dari pemberi uang kepada penerima uang, yang akan dilengkapi dengan beberapa rincian seperti tujuan dari pembayaran ataupun juga transaksi, tempat dan tanggal dimana akan terjadinya suatu transaksi tersebut.

Terdapat beberapa transaksi yang akan dapat menggunakan bukti kwitansi dalam pendatanganannya yang akan diwajibkan untuk disertai materai sebagai legalitas dari kwitansi yang akan dibuat sebagai bukti dari suatu transaksi.

 

 

Manfaat Kwitansi

Kwitansi mempunyai fungsi sebagai surat bukti yang sudah menyatakan terjadinya transaksi dan penyerahan sejumlah uang dari pemberi kepada para penerima dan ditandatangani oleh para penerima sejumlah uang yang ditulis dalam surat kwitansi tersebut.

Kwitansi ini bisa dilengkapi dengan keterangan seperti halnya seperti tempat, tanggal dan serah terima sejumlah uang. Biasanya untuk bisa memperkuat tanda bukti dari kwitansi yaitu akan ditempel materai sebesar Rp.6000 yang sudah ditentukan oleh undang-undang perpajakan.

Kwitansi kosong juga menjadi salah satu dari dokumen yang sering diguakan sebagai tanda bukti suatu transaksi antara pemberi dan penerima yang bisa dilengkapi dengan beberapa rincian seperti halnya pembayaran, tempat dan tanggal dan dimana terjadinya sebuah transaksi tersebut.

Adapun hal-hal yang perlu kamu perhatikan saat akan membuat sebuah kwitansi yang nantinya akan digunakan sebagai bukti suatu transaksi, yang diantaranya sebagai berikut :

  • Janganlah menandatangani kwitansi yang masih kosong.
  • Tulislah secara lengkap dan tepat nama orang yang akan menerima sejumlah uang.
  • Pada akhir uraian atau penjelasan sebaiknya berikanlah tanda akhir pada tulisan. Tujuannya supaya penjelasan pada kwitansi tidak dapat ditambahkan dengan penjelasan yang lain, yang nantinya berpotensi dapat merugikan.
  • Tempat dan tanggal seharusnya berdekatan dengan tandatangan orang yang akan menerima sejumlah uang.
  • Jika dalam pembuatan kwitansi diwajibkan atau diharuskan menggunakan materai, maka tandatangan harus mengenai materai yang dibubuhkan atau ditempelkan.
  • Dan kamu juga harus dapat membedakan antara kwitansi dengan nota jual beli.

 

√ Definisi, Fungsi, Manfaat, Ciri, Komponen dan Contoh Kwitansi [ TERLENGKAP ]

 

Ciri – Ciri Kwitansi

Adapun beberapa ciri-ciri dari kwitansi, yang diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Kwitansi di bagi dalam 2 bagian diantaranya adalah bagian kiri yang disebut dengan sub kwitansi “bagian ini digunakan sebagai bukti bagi yang menerima uang. Dan bagian sebelah kanan akan diberikan kepada yang membayar atau menyerahkan sejumlah uang.
  2. Adapun kwitansi yang bisa dibuat rangkap, dimana bagian paling atas atau bagian yang aslinya diberikan kepada yang membayar dan bagian bawah atau arsipnya bagi yang menerima sejumlah uang tersebut.
  3. Informasi yang dimuat dalam kwitansi diantaranya adalah nama lengkap yang menyerahkan sejumlah uang, jumlah uang yang diserahkan atau dibayarkan, tempat ataupun tanggal penyerahan uang dan nama lengkap ataupun tandatangan penerima.

 

√ Definisi, Fungsi, Manfaat, Ciri, Komponen dan Contoh Kwitansi [ TERLENGKAP ]
√ Definisi, Fungsi, Manfaat, Ciri, Komponen dan Contoh Kwitansi [ TERLENGKAP ]

 

Komponen Kwitansi

Berikut ini adalah  beberapa hal yang butuh diperhatikan dalam pembuatan kwitansi yakni sebagai berikut :

  • Nomer kwitansi yaitu nomer ini akan berperan untuk dapat membedakan antara kwitansi satu dengan kwitansi lainnya. Anda juga dapat membuatnya dengan urutan memakai angka atau mungkin dengan memberikan huruf.
  • Untuk format penomorannya dapat dikerjakan sesuai dengan keperluan yang akan diinginkan.
  • Nama lengkap orang yang akan melakukan transaksi tersebut  atau suatu instansi yang akan menyerahkan uang.
  • Jumlah uang yang akan diserahkan yakni sebesaran nominal uang yang telah ditulis sama dengan angka maupun huruf.
  • Tempat, hari ataupun tanggal terjadinya transaksi harus sesuai dengan nominal yang dkeluarkan pada saat itu.
  • Tujuan pembayaran, dalam hal ini akan dijelaskan untuk apa pembayaran tersebut di lakukan.
  • Nama lengkap orang serta jabatan dalam suatu instansi yang menerima uang tersebut yang akan di sertai dengan tanda tangannya juga.
  • Cap atau stempel Dinas atau suatu perusahaan yang akan menerima pembayarannya juga.
  • Bila memakai materai, tanda tangan mesti mengenai materai yang akan di tempelkan pada kwitansi tersebut.

 

 

Contoh Kwitansi Pembayaran

Kwitansi merupakan suatu dokumen yang akan di jadikan tanda bukti transaksi pembayaran yang pada umumnya ikut di tanda tangani oleh pihak penerima uang.

Kwitansi yang sudah diisi dengan berbagai keterangan pembayaran serta telah ditandatangani oleh penerima uang tersebut pada selanjutnya akan di serahkan kepada pihak yang membayar sejumlah uang tersebut.

Supaya lebih memperkuat legalitas, biasanya juga penandatanganan suatu  kwitansi juga akan disertakan dengan materai yang bisa di sesuaikan dengan keperluan nya.

 

√ Definisi, Fungsi, Manfaat, Ciri, Komponen dan Contoh Kwitansi [ TERLENGKAP ]

Jika menggunakan materai, maka tanda tangan harus dapat mengenai materai yang akan di tempelkan. Khusus untuk kwitansi dengan materai, berikut ini ada ketentuannya sesuai peraturan Menteri Keuangan yaitu sebagai berikut :

  • Transaksi atau apapun pembelian di bawah Rp. 250.000 tidak bisa menggunakan materai.
  • Transaksi atau apapun pembelian antara Rp. 250.000 – Rp. 1.000.000 harus menggunakan materai Rp. 3000
  • Transaksi di atas Rp. 1.000.000 boleh dan harus menggunakan materai Rp. 6.000

 

Hanya itulah uraian dan penjelasan tentang suatu √ Definisi, Fungsi, Manfaat, Ciri, Komponen dan Contoh Kwitansi [ TERLENGKAP ] yang dapat kami berikan. Semoga penjelasan ini dapat dipahami dan mohon maaf bila memang terdapat beberapa kesalahan atau kekurangan. Sekian dan Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Reksadana : Pengertian, Jenis, Unsur, Macam, Karakteristik, Manfaat, dan Resiko Secara Lengkap
Baca Juga :  √ Desentralisasi : Pengertian, Contoh, Tujuan, Ciri, dan Dampaknya Terlengkap
Baca Juga :  √ Pengertian Assessment, Fungsi, Tujuan, Jenis dan Contoh Terlengkap
Baca Juga :  √ Strategi Pemasaran : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Konsep, dan Contohnya Terlengkap