√ Etika Bisnis : Pengertian, Aspek, Prinsip, Tujuan, Manfaat dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

√ Etika Bisnis : Pengertian, Aspek, Prinsip, Tujuan, Manfaat dan Contoh Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda. Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Etika Bisnis. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Etika Bisnis : Pengertian, Aspek, Prinsip, Tujuan, Manfaat dan Contoh Terlengkap
√ Etika Bisnis : Pengertian, Aspek, Prinsip, Tujuan, Manfaat dan Contoh Terlengkap

 

Pengertian Etika Bisnis

 

Etika Bisnis merupakan berbagai aturan yang tak tertulis soal bagaimana cara menjalankan suatu kegiatan bisnis dengan adil, serta sudah sesuai dengan hukum yang akan diberlakukan suatu negara dan tidak pula tergantung pada kedudukan individu maupun perusahaannya dalam bermasyarakat.

Etika bisnis dalam perusahaan yakni suatu bentuk etika terapan atau juga etika profesional yang akan meneliti prinsip-prinsip serta berbagai masalah etika dan moral yang muncul dalam lingkungan perusahaan.

 

 

Pengertian Etika Bisnis Menurut Para Ahli

 

1. Hill dan Jones

Etika Bisnis yakni berbagai ajaran untuk dapat membedakan antara salah dan benar guna memberikan sebuah pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk dapat mengambil keputusan strategis yang terkait dengan sebuah masalah moral yang kompleks.

 

2. Bertens

Etika Bisnis merupakan sebuah bentuk standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam sebuah kegiatan bisnis seringkali ditemukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

 

3. Sim

Etika Bisnis ialah sebuah karakter dalam menyampaikan suatu integritas moral dan nilai-nilai yg konsisten dalam pelayanan kepada masyarakat, yang berkaitan dengan suatu kepemimpinan yang efektif dalam organisasi.

 

4. Steade Et Al

Etika Bisnis yaitu salah satu dari standar etika yang berhubungan dengan tujuan dan cara mengambil suatu keputusan dalam sebuah bisnis.

 

5. Velasques

Etika Bisnis yakni sebuah studi khusus mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berfokus pada standar moral sebagaimana yang sudah diterapkan dalam kebijakan, institusi dan perilaku bisnis.

 

6. Brown dan Petrello

Etika Bisnis ialah suatu lembaga yang dapat menghasilkan sebuah barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila suatu kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis tersebut akan meningkat pula perkembangannya dan dapat memenuhi kebutuhan tersebut sambil memperoleh.

 

7. Muslich

Etika bisnis yakni salah satu ilmu pengetahuan mengenai bagaimana cara mengatur dan mengelola bisnis, dengan memperhatikan berbagai norma dan nilai-nilai moral yang berlaku di kalangan masyarakat.

 

8. Sumarni

Etika Bisnis ialah suatu penilaian dalam berbagai kegiatan berbisnis yang dapat menerapkan pada kejujuran dalam berusaha.

 

9. Yosephus

Etika Bisnis secara hakiki yaitu sebuah Applied Ethics (etika terapan). Di sini, etika bisnis akan menjadi wilayah penerapan pada berbagai prinsip-prinsip moral yang secara umum pada wilayah tindakan manusia di bidang ekonomi, khususnya sebuah bisnis. Jadi, secara hakiki sasaran dari etika bisnis ialah perilaku moral para pebisnis dengan berkegiatan ekonomi.

 

10. Budi Untung

Etika Bisnis merupakan sebuah ilmu pengetahuan mengenai tata cara yang ideal terhadap suatu pengelolaan dan pengaturan dari bisnis yang harus memperhatikan moralitas dan norma yang ada dan dikenali secara universal.

 

 

Aspek atau Sudut Pandang Etika Bisnis

 

  1. Sudut Pandang Ekonomi yaitu adanya sebuah interaksi antara produsen dengan para pekerja, produsen dengan produsen dalam sebuah organisasi. Kegiatan tersebut ini sama-sama bertujuan untuk dapat mencari profit, oleh karena itu menjadi sebuah kegiatan ekonomis.
  2. Sudut Pandang Etika yakni sebuah orientasi profit jangan sampai merugikan orang lain. Apa yang dapat dilakukan dalam menjalankan sebuah bisnis haruslah menghormati kepentingan dan juga hak orang lain.
  3. Sudut Pandang Hukum merupakan hal yang tetap harus memperhatikan berbagai aspek-aspek dari hukum tertulis sebagaimana tercantum dalam sebuah Hukum Dagang atau Hukum Bisnis karena hukum merupakan sebuah sudut pandang normatif yang menetapkan apa yang harus dilakukan dan juga apa yang tidak boleh dilakukan oleh pelaku bisnis.

 

 

Prinsip Etika Bisnis

 

1. Prinsip Otonomi
Prinsip ini dapat menunjukkan sikap kemandirian, kebebasan dan memiliki sebuah rasa tanggung jawab. Adapun orang yang sangat mandiri berarti orang yang dapat mengambil suatu keputusan atau melakukan berbagai tindakan berdasarkan kemampuan sendiri.

 

2. Prinsip Kejujuran
Prinsip kejujuran yakni untuk dapat menanamkan sikap bahwa apa yang dikatakan sesuai dengan apa yang dipikirkan dan apa yang akan dikatakan itulah yang dikerjakan.

Prinsip ini merupakan sebuah wujud dari kepatuhan dalam melaksanakan berbagai komitmen atau juga perjanjian yang telah disepakati bersama.

 

3. Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan yakni untuk dapat menanamkan sikap dalam memperlakukan semua pihak secara adil tanpa membeda-bedakan dari berbagai aspek baik dari suatu aspek hukum, ekonomi maupun aspek-aspek lain sebagainya.

 

4. Prinsip Aaling Menguntungkan
Prinsip ini juga menanamkan sebuah kesadaran bahwa dalam berbisnis harus menanamkan suatu prinsip win-win solution, yang artinya dalam mengambil sebuah keputusan dan tindakan bisnis harus diusahakan agar pihak lain merasa diuntungkan.

 

5. Prinsip Integritas Moral
Prinsip ini ialah salah satu prinsip untuk tidak merugikan pihak lain dalam segala keputusan maupun berbagai tindakan bisnis yang diambil. Prinsip ini juga didasari oleh suatu kesadaran bahwa setiap orang harus dihormati harkat dan martabatnya.

 

 

Manfaat Etika Bisnis

 

  1. Memberikan suatu keunggulan kompetitif di mata para pelanggan.
  2. Meningkatkan kebahagiaan bagi para karyawan.
  3. Menarik lebih banyak para investor.
  4. Meningkatkan suatu Kredibilitas Perusahaan.
  5. Meningkatkan sebuah Daya Saing Perusahaan.
  6. Meningkatkan suatu Kepercayaan Investor Pada Perusahaan.
  7. Membangun sebuah Citra Perusahaan Yang Positif.
  8. Tugas utama dari etika bisnis dipusatkan pada upaya mencari cara untuk dapat menyelaraskan kepentingan strategis suatu bisnis dengan tuntunan moralitas.
  9. Etika bisnis ini bertugas untuk melakukan sebuah perubahan kesadaran masyarakat tentang bisnis dengan memberikan suatu pemahaman yaitu bisnis yang tidak dapat dipisahkan dari etika.
  10. Memiliki budaya yang sangat khas yang bisa menjadi suatu keunggulan.
  11. Dapat memaksimalkan suatu keuntungan dan meminimalisir kerugian.

 

 

Tujuan Etika Bisnis

 

Tujuan dari etika bisnis untuk para pengusaha ialah untuk dapat mendorong kesadaran moral dan juga memberikan berbagai batasan – batasan untuk para pengusaha ataupun para pelaku bisnis dalam menjalankan suatu good business dan juga tidak dapat melakukan monkey business ataupun dirty business. Yang mana, hal tersebut bisa merugikan banyak belah pihak yang juga terkait.

Dengan suatu etika bisnis, bagi para pelaku bisnis mempunyai sebuah aturan yang bisa mengarahkan mereka dalam mewujudkan citranya dan manajemen bisnis yang sangat baik, jadi bisa diikuti oleh seluruh orang yang dapat mempercayai bahwa bisnis tersebut mempunyai sebuah etika yang baik.

Mempunyai sebuah etika bisnis juga bisa menghindari citra buruk seperti pada penipuan, dan cara kotor serta licik. Bisnis yang mempunyai etika yang sangat baik biasanya tidak akan pernah dapat merugikan bisnis lain, tidak melanggar sebuah aturan hukum yang berlaku, dan tidak akan membuat suasana yang tidak kondusif kepada saingan bisnisnya, serta juga mempunyai izin usaha yang sah.

 

 

Contoh Etika Bisnis

 

1. Menyebutkan Nama
Ketika bertemu dengan orang yang baru, biasanya seorang pengusaha akan menyebutkan sebuah namanya secara lengkap. Hal ini dapat dilakukan untuk menunjukkan kalau kamu memiliki suatu etika bisnis yang baik.

 

2. Berdiri Saat Berkenalan
Saat berkenalan, ada baiknya kamu juga berdiri untuk dapat menunjukkan kesopanan dan mempertegas kehadiranmu. Namun jika kamu tidak berada dalam kondisi yang memungkinan untuk berdiri, kamu bisa berkenalan sambil duduk tapi usahakan untuk sedikit membungkuk. Hal ini akan membuat rekan bisnismu terkesan.

 

3. Ucapkan Terima Kasih
Saat menghadiri suatu acara bisnis, ucapkanlah terima kasih kepada orang yang sudah mengundangmu. Tapi ingat, jangan pernah mengucapkan rasa terima kasih secara berlebihan karena hal ini akan membuatmu dipandang sangat rendah oleh mereka.

 

4. Bayar Tagihan Ketika Mengundang
Pertemuan bisnis juga seringkali dilakukan di tempat lain selain kantor. Seperti di suatu restoran, kafe, dan lain sebagainya.

Apabila kamu yang ingin mengadakan suatu pertemuan, maka sebaiknya kamu sebagai tuan rumah harus membayar tagihan tersebut.

 

 

Contoh Pelanggaran Etika Bisnis

 

1. Pelanggaran Hukum
Contoh pada pelanggaran hukum dari etika bisnis yakni sebuah perusahaan yang melakukan PHK namun tidak akan memberikan pesangon sama sekali. Padahal hal ini telah diatur dalam UU no 13 tahun 2003.

 

2. Pelanggaran Transparasi
Suatu perusahaan tidak akan memberikan biaya tambahan suatu kreditan barang terhadap para konsumen. Tentu hal ini, para konsumen akan dapat melakukan suatu protes karena tidak dijelaskan diawal.

 

3. Pelanggaran Kejujuran
Suatu perusahaan dapat dikatakan akan melakukan pelanggaran terhadap sebuah kejujuran apabila mereka tidak memberikan harga yang sejujurnya kepada para konsumen serta kualitas-kualitas dari barang yang ditawarkannya.

 

4. Pelanggaran Empati
Perusahaan tidak akan merespon keterlamabatan seorang klien bisnis yang memiliki suatu halangan seperti sakit dan bahkan pihak dari suatu perusahaan pun juga mengancam orang tersebut.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Etika Bisnis : Pengertian, Aspek, Prinsip, Tujuan, Manfaat dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Pemasaran Jasa : Pengertian, Karakteristik, Jenis, Faktor pendorong, Bauran, Tujuan & Strategi Lengkap

Baca Juga :  √ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) : Pengertian, Fungsi, Tugas, Wewenang dan Tujuan Terlengkap

Baca Juga :  √ Suku Bunga : Pengertian, Jenis, Fungsi dan Faktor Terlengkap

Baca Juga :  √ Negosiasi : Pengertian, Tujuan, Tahapan, Jenis, Proses dan Manfaat Terlengkap