√ Manajemen Aset: Pengertian, Tujuan, Klasifikasi, Siklus dan Contoh Asset Management

Diposting pada
√ Manajemen Aset: Pengertian, Tujuan, Klasifikasi, Siklus dan Contoh Asset Management
5 (100%) 15 vote[s]

√ Manajemen Aset: Pengertian, Tujuan, Klasifikasi, Siklus dan Contoh Asset Management – Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel ini. Pada pembahasan kali ini juga akan dibahas mengenai Manajemen Aset. Mulai dari pengertian, tujuan, klasifikasi, siklus dan contohnya akan dibahas secara lengkap. Simak penjelasannya dibawah ini.

 

√ Manajemen Aset: Pengertian, Tujuan, Klasifikasi, Siklus dan Contoh Asset Management
√ Manajemen Aset: Pengertian, Tujuan, Klasifikasi, Siklus dan Contoh Asset Management

 

Pengertian Manajemen Aset

Dalam KBBI sendiri kata aset memiliki arti sebagai segala sesuatu yang memiliki nilai tukar; modal atau kekayaan. Bisa dikatakan juga bahwa aset ini termasuk investasi atau sumber dana bagi suatu perusahaan. Maka dari itu agar dapat bermanfaat secara optimal diperlukan pengelolaan seperti manajemen aset nya.

 

Manajemen Aset – Suatu proses pengambilan keputusan dan implementasinya sesuai dengan akuisisi, penggunaan, dan pembagian dari aset tersebut.

 

Pengertian Aset sendiri yaitu segala sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi yang bisa dimiliki baik oleh individu, perusahaan, ataupun pemerintah yang dinilai secara finansial.

Secara eksplisit aset menurut sudut pandang ekonomi ialah barang (thing) atau sesuatu barang (anything) yang bisa dimiliki oleh seseorang, organisasi baik swasta maupun pemerintah yang memiliki diantaranya :

  1. Nilai Ekonomi (economic value)
  2. Nilai Komersial (commercial value)
  3. Nilai Tukar (exchange value)

 

Aset juga dapat diartikan dari sudut pandang akuntansi, yaitu diantarnya :

  • Kekayaan yang lancar (uang kas dan kekayaan lancar lainnya)
  • Aset dalam jangka panjang atau aset tetap (long-term assets misal real estate, pabrik, peralatan dan perlengkapan)
  • Prepaid and deferred assets (expenditures for future costs misalnya asuransi, hak sewa, dan bunga)
  • Harta yang tak berwujud (intangible assets) seperti hak merek (trademarks), hak paten, hak cipta (copyrights), dan nama baik atau goodwill

 

 

Manajemen Aset Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu manajemen aset, maka kita dapat merujuk pada pendapat ahli berikut ini:

1. Gima Sugiama

Manajemen Aset merupakan suatu ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang mencakup proses perencanaan kebutuhan aset, mendapatkan, inventarisasi, legal audit, menilai, mengoperasikan, memelihara, membaharukan atau menghapuskan, hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien.

 

2. Dolli D. Siregar

Manajemen Aset ialah suatu profesi atau keahlian yang belum sepenuhnya berkembang atau populer di lingkungan pemerintahan maupun di satuan kerja atau instansi.

 

3. Kaganova dan McKellar

Asset Management yaitu proses pengambilan keputusan dan implementasinya sesuaii dengan akuisisi, penggunaan, dan pembagian dari aset tersebut.

 

4. Danylo dan Lamer

Asset Management yakni metodologi untuk secara efisien dan adil mengalokasikan sumber daya di antara tujuan dan sasaran yang valid dan bersaing.

 

5. Departemen Transportasi Amerika Serikat

Manajemen Aset merupakan suatu proses yang sistematis guna memelihara, memperbaharui, dan mengoperasikan dengan biaya efektif aset fisik.

 

 

Tujuan Manajemen Aset

Pada dasarnya tujuan asset management ialah untuk membantu suatu perusahaan dalam mengambil keputusan yang tepat sehingga aset dapat dikelola secara efektif dan efisien.

Adapun beberapa tujuan manajemen aset ialah sebagai berikut :

  • Untuk dapat memastikan status kepemilikan suatu aset.
  • Untuk bisa menginventarisasi kekayaan dan masa pakai aset yang dimiliki.
  • Untuk bisa menjaga agar nilai aset tetap tinggi dan memiliki usia hidup yang panjang.
  • Untuk dapat meminimalisasi biaya selama umur suatu aset.
  • Untuk bisa memastikan suatu aset dapat menghasilkan keuntungan yang maksimum.
  • Untuk dapat mencapai penggunaan dan pemanfaatan aset secara optimal.
  • Untuk keperluan dari pengamanan aset.
  • Sebagai acuan di dalam menyusun neraca dalam akuntansi.

 

 

Klasifikasi dan Contoh Manajemen Aset

** Terdapat 2 jenis aset yaitu sebagai berikut :

1. Aset Berwujud yang berarti aset atau kekayaan tersebut nampak dan berbentuk.

Contoh aset berwujud diantaranya : Bangunan, Tanah, Jalan, Peralatan dan lain sebagainya.

 

2. Aset Tidak Berwujud adalah aset atau kekayaan tersebut tidak berbentuk secara fisik.

Contoh aset tak berwujud diantaranya : Hak Cipta dan Hak Paten.

** Berdasarkan tujuan penggunaannya ialah :

  1.  Aset yang bertujuan komersial misal aset diperusahaan seperti tanah dan bangunan pertokoan.
  2.  Aset yang bertujuan non komersial misal aset pemerintah seperti jalan raya, waduk dan irigasi, rumah sakit, sekolah, dll.

** Berdasarkan hubungannya dengan pengelolaan aset secara spesifik diantaranya sebagai berikut :

  1. Aset finansial
  2. Aset fisik
  3. Human aset
  4. Aset informasi
  5. Aset tidak berwujud

 

 

Siklus Manajemen Aset

 

Siklus Manajemen Aset
Siklus Manajemen Aset

 

Dalam pelaksanaan asset management terdapat 8 tahapan yang dapat dilakukan sehingga siklus dapat terbentuk.

** Adapun beberapa tahapan manajemen aset ialah sebagai berikut :

 

1. Perencanaan Kebutuhan Aset

Ini ialah tahapan awal proses asset management dimana dilakukan perencanaan mengenai apa saja hal yang dibutuhkan dalam mengelola aset. Contohnya kebutuhan untuk pengadaan, inventarisasi, perawatan, dan lain sebagainya.

 

2. Pengadaan Aset

Pada tahap ini dapat dilakukan kegiatan pengadaan aset, misalnya barang atau jasa yang diperoleh dengan biaya sendiri atau pihak lain.

 

3. Inventarisasi Aset

Pada tahap ini terdapat rangkaian kegiatan berupa identifikasi kualitas dan kuantitas aset, baik secara fisik/ non fisik ataupun secara yuridis/ legal. Masing-masing dari aset dapat didokumentasikan dan diberi kode tertentu untuk keperluang pengelolaan aset tersebut.

 

4. Legal Audit Aset

Pada tahap ini dapat dilakukan audit mengenai status aset, sistem dan prosedur pengadaan, sistem dan alur pengalihan. Selain itu, identifikasi kemungkinan terjadinya masalah legalitas juga harus dilakukan pada tahap ini dan sekaligus mempersiapkan solusinya.

 

5. Pengoperasian dan Pemeliharaan Aset

Pada tahap ini setiap aset yang dimiliki bisa digunakan untuk melakukan tugas dan pekerjaan sesuai dengan fungsinya untuk mencapai tujuan perusahaan.

 

6. Penilaian Aset

Pada tahap ini pihak asset management menentukan nilai aset yang dimiliki sehingga suatu perusahaan mengetahui dengan jelas nilai kekayaan yang dimiliki, yang dialihkan maupun yang dihapuskan.

 

7. Penghapusan Aset

Pada tahap ini perusahaan akan menilai aset apa saja yang dianggap tidak dapat menguntungkan dan akan dihapuskan. Proses tersebut juga dibagi dalam dua bagian, yakni :

  • Pengalihan Aset yakni sebuah pemindahan hak dan/atau tanggungjawab, wewenang, dan pemanfaatan suatu unit kerja ke unit kerja yang lainnya dalam lingkungan sendiri. Contohnya penyertaan modal, hibah, dan lainnya.
  • Pemusnahan Aset yakni sebuah tindakan memusnahkan atau menghancurkan aset untuk mengurangi aset karena dianggap tidak dapat dimanfaatkan lagi.

 

8. Pembaharuan Aset

Pada banyak kasus aset yang dapat dianggap tidak produktif bisa diperbaharui sehingga dapat dimanfaatkan lagi sampai umur ekonomisnya berakhir.

Pembaharuan atau peremajaan tersebut bisa dilakukan dalam bentuk perbaikan atau penggantian suku cadang sehingga aset dapat bekerja seperti kondisi semula.

 

Itulah penjelasan tentang pengertian √ Manajemen Aset: Pengertian, Tujuan, Klasifikasi, Siklus dan Contoh Asset Management. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca. Terima kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Manajemen Bisnis : Pengertian, Fungsi, Kompenan, dan Perencanaannya Lengkap
Baca Juga :  √ Manajemen Kas : Pengertian, Tujuan, Sumber, Aspek, Motif Dan Faktornya Lengkap
Baca Juga :  √ Manajemen Keuangan : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Prinsip, Aktivitas, Contoh dan Ruang Lingkupnya Lengkap
Baca Juga :  √ Manajemen Operasional : Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Terlengkap