√ Manajemen Industri : Pengertian, Fungsi, Tingkatan, Sejarah, dan Pendidikanya Terlengkap

Diposting pada
√ Manajemen Industri : Pengertian, Fungsi, Tingkatan, Sejarah, dan Pendidikanya Terlengkap
5 (100%) 10 votes

√ Manajemen Industri : Pengertian, Fungsi, Tingkatan, Sejarah, dan Pendidikanya Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id pada pembahasan kali ini akan membahas tentang Manajemen Industri. Mulai dari pengertian, fungsi, sejarah, tingkatan, serta pendidikannya secara lengkap. Simak penjelasannya dibawah ini.

 

√ Manajemen Industri : Pengertian, Fungsi, Tingkatan, Sejarah, dan Pendidikanya Terlengkap
√ Manajemen Industri : Pengertian, Fungsi, Tingkatan, Sejarah, dan Pendidikanya Terlengkap

 

Pengertian Manajemen Industri

 

Manajemen Industri yaitu salah satu kemampuan manajemen dalam suatu pengembangan industri atas berbagai pengertiannya dengan sebuah prinsip perencanaan hingga kontrol (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling atau POAC).

Pemenuhan fungsi-fungsi manajerial untuk dapat mencapai tujuan usaha, tingkatan manajemen dengan dukungan keterampilan yang diperlukan menurut sarana penggerak usaha seperti pada sumber daya manusia (SDM) hingga pasar (6 M : Men, Materials, Methods, Machines, Money dan Markets).

Manajemen industri ini disebut juga dengan manajemen operasi. Manajemen operasi atau manajemen industri merupakan suatu usaha-usaha pengelolahan secara optimal penggunaan sumberdaya-sumberdaya atau faktor-faktor suatu produksi dalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk dan jasa.

 

 

Sejarah Manajemen Industri

Sebelum adanya manajemen industri sudah terlebih dahulu ada sebuah manajemen pabrik yang merupakan cikal bakal dari manajemen industri. Keduanya ini memiliki kemiripan yang kuat dengan manajemen teknis dan lebih mengarah pada bidang teknik.

Sejalan dengan hal tersebut, ada juga manajemen pabrik yang lebih condong dalam suatu bidang ekonomi bisnis. Manajemen ini menangani pertanyaan suatu organisasi pabrik dan administrasi kantor serta akuntansi keuangan, misalnya saja pada pembukuan pabrik dan juga akuntansi manajemen.

Istilah dan isi manajemen industri masa kini yang sangat dipengaruhi oleh suatu pembentukan MIT School of Management Industri pada tahun 1952. Kemudian berganti nama menjadi sebuah Sloan School of Management pada tahun 1964.

MIT School of Management Industri sendiri memiliki suatu tujuan mendidik “manajer ideal” melalui program manajemen pascasarjana. Program manajemen ini pun menjadi sebagian referensi pada suatu lembaga pendidikan manajemen lainnya.

 

 

Tingkatan Manajemen

Pada sebuah organisasi atau perusahaan yang bergerak pada multi usaha biasanya secara vertikal dibagi menjadi tiga tingkatan manajemen, yaitu sebagai berikut :

  1. Tingkat Pertama adalah sebuah manajemen puncak (corporate atau top management), yang dikenal dengan nama Chief Execcutive Officer (CEO), biasanya terdiri dari beberapa orang pimpinan. Tugas atau kewajibannya adalah untuk membuat kebijakan-kebijakan strategis yang harus diambil dalam jangka waktu yang panjang. Sifat pekerjaannya lebih banyak pada tugas manajerial dibandingkan operationalnya saja.
  2. Tingkat Kedua adalah suatu manajemen menengah (business atau Midle Management), disebut juga dengan Divisional Manager. Tugas dan kewajibannya lebih banyak dalam hal pembuatan perencanaan dan pelaksanaan yang taktis.
  3. Tingkat Ketiga adalah salah satu manajemen bawah (Fungsional atau first line manajemen) yang dikenal dengan nama functional manager. Tingkat ini terdiri dari para mandor atau penyelia yang tugasnya untuk dapat mengarahkan atau merencanakan pekerjaan operasional berdasarkan suatu perencanaan-perencanaan yang telah dibuat oleh para manager tingkat di atasnya. Perencanaan yang dibuatnya merupakan suatu perencanaan jangka pendek.

 

Sedangkan secara horisontal didasarkan pada fungsi di dalam organisasi itu sendiri yaitu sebagai berikut :

  1. Administrasi adalah suatu Devisi administrasi bertugas dan bertanggungjawab atas pembuatan, pengarsipan serta ekspedisi surat menyurat dari dan untuk suatu organisasi atau perusahaan.
  2. Akuntan ialah suatu Devisi akunting bertugas mencatat seluruh kegiatan transaksi keuangan, baik pemasukan atau pengeluaran oleh organisasi atau perusahaan. Kemudian secara berkala, minimal satu tahun sekali dapat dilakukan tutup buku dan membuat laporan neraca laba rugi.
  3. Keuangan yaitu suatu Devisi keuangan bertugas mengelola dan mengalokasikan dana organisasi atau perusahaan agar dapat memenuhi kebutuhan dana pada semua bagian yang menjadi anggota organisasi atau perusahaan.
  4. Personalia yakni suatu Devisi ini bertanggungjawab atas pengelolaan sumberdaya manusia termasuk pengadaan atau pemeliharaannya. Antara lain mengirimkan SDMnya untuk dapat ditraining, promosi karier sampai penilaian prestasinya.
  5. Produksi yaitu suatu Devisi ini bertanggungjawab untuk perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian produksi dengan cara mengolah materi atau bahan baku menjadi suatu produk atau jasa yang memiliki nilai tambah bagi organisasi atau perusahaan.
  6. Litbang merupakan suatu Divisi ini bertanggungjawab atas riset pasar, pengembangan produk atau jasa baru, menganalisa pesaing untuk dapat mengantisipasi kebutuhan pasar.

 

 

Pendidikan Manajemen Industri

Sebagian lulusan manajemen industri memulai karirnya dalam program rotasi pengembangan kepemimpinan dalam organisasi yang memungkinkan mereka mendapat pengetahuan di bidang teknis dan bisnis.

Sebagian lainnya lulusan manajemen industri memulai karier mereka sebagai penyelia produksi, analis operasio, analis sumber strategis, dan juga sebagai analis bisnis software.

Beberapa jurusan manajemen yang fokus pada bidang tertentu diantaranya adalah :

  1. Analytical Consulting
  2. Ilmu Komputer
  3. Ekonomi
  4. Teknik
  5. Rekayasa Keuangan
  6. Sistem Informasi Manajemen
  7. Manufaktur dan Jasa Manajemen Operasi
  8. Operasi & Supply Chain Management
  9. Metode Kuantitatif
  10. Statistik dan Ilmu (Biologi, Kimia, Matematika, fisika, dan Bumi, Atmosfer dan juga Planetary Sciences).

 

 

Fungsi Manajemen Industri

 

1. Planning

  • Mendefinisikan suatu tujuan atau sasaran.
  • Membangun suatu strategi.
  • Mengembangkan suatu rencana untuk koordinasi kegiatan.

 

2. Organizing

  • Menentukan apa yang perlu dan dilakukan.
  • Siapa yang melakukannya.
  • Bagaimana bisa melakukannya.
  • Siapa dan kepada siapa melaporkannya.

 

3. Leading

  • Mengarahkan dan dapat memotivasi.
  • Memilih suatu komunikasi yang paling efektif.
  • Menyelesaikan suatu konflik.

 

4. Controlling

  • Memonitor suatu kegiatan apakah sesuai dengan rencana.
  • Memperbaiki suatu penyimpangan.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Manajemen Industri : Pengertian, Fungsi, Tingkatan, Sejarah, dan Pendidikanya Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Anggaran : Pengertian, Fungsi, Jenis, Manfaat dan Contoh Terlengkap

Baca Juga :  √ Manajemen Konstruksi : Pengertian, Peran, Fungsi, Tujuan dan Tugasnya Terlengkap

Baca Juga :  √ Marketing : Pengertian, Fungsi, Konsep, dan Tugas Terlengkap

Baca Juga :  √ Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Komponen & Strateginya Lengkap