√ Pengertian Manajemen : Bahasa, Ahli, Fungsi, Prinsip, Tujuan, Unsur, Jenis, Jenjang Manajemen [ TERLENGKAP ]

Diposting pada
√ Pengertian Manajemen : Bahasa, Ahli, Fungsi, Prinsip, Tujuan, Unsur, Jenis, Jenjang Manajemen [ TERLENGKAP ]
Rate this post

√ Pengertian Manajemen : Bahasa, Ahli, Fungsi, Tujuan, Unsur, Jenis, Jenjang Manajemen [ TERLENGKAP ] – Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel ini. Pada pembahasan kali ini juga akan dibahas mengenai Manajemen. Mulai dari pengertian, tujuan, unsur, jenis dan jenjangnya akan dibahas secara lengkap. Simak penjelasannya dibawah ini.

 

√ Pengertian Manajemen : Bahasa, Ahli, Fungsi, Tujuan, Unsur, Jenis, Jenjang Manajemen [ TERLENGKAP ]

 

Pengertian Manajemen Secara Etimologi atau Bahasa

 

” Secara bahasa atau etimologi manajemen didapat dari bahasa Perancis Kuno yakni ménagement yang berarti seni melaksanakan serta mengatur “.

 

 

 

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa definisi manajemen menurut pakar manajemen baik dari Indonesia maupun luar negeri diantaranya ialah :

 

1. Chaster I Bernard

Manajemen ialah “manajemen ialah seni dan ilmu”. Dari definisi singkat tersebut dapat kita ambil bahwa menurut Chaster I Bernard benar bahwa manajemen ialah sebuah seni sama seperti penjelasan sebelumnya. Seni untuk mengatur apapun yang perlu dan bisa diatur.

 

2. Kimball dan Kimball (1951)

Ialah semua tugas dan fungsi yang terdiri dari penyusunan suatu perusahaan, pembiayaan, pembuatan garis besar kebijakan, penyedia alat sumber daya yang dapat dibutuhkan serta membuat rancangan struktur suatu organisasi untuk pemilihan dan penetapan jabatan-jabatan dalam struktur tersebut.

 

3. Peter Drucker

Manajemen yaitu suatu organ atau bagian yang memiliki banyak goal atau tujuan yang ingin dicapai untuk mengelola suatu bisnis, manajer, pekerja dan bekerja (pekerjaan).

Jadi, menurutnya manajemen juga mengatur semua aspek dari suatu organisasi dari struktur teratas hingga terbawah. Hal ini dapat dilakukan untuk memastikan goal yang ditetapkan dapat dicapai dengan baik sesuai waktu yang ditentukan.

 

4. Davis

Manajemen yakni suatu fungsi dari setiap eksekutif kepemimpinan (pimpinan tinggi organisasi) dimanapun. Jadi menurut Davis, setiap pimpinan itulah yang dinamakan sebuah manajemen. Maka dari itu dalam suatu perusahaan pimpinan biasa disebut juga dengan manajer, diatasnya manajer ada general manajer.

 

5. Ensiclopedia of The Social Sciences

Manajemen merupakan suatu proses implementasi atau pelaksanaan untuk meraih tujuan tertentu yang diselenggarakan atau dilakukan serta diawasi.

 

6. Milet

Manajemen ialah suatu proses memimpin serta melancarkan pekerjaan orang yang dipimpinnya secara terorganisir formal sebagai suatu kelompok untuk mencapai tujuan tertentu yang diinginkan.

 

7. Drs. Oey

Manajemen yaitu suatu proses perancangan, pengorganisasian, arah, koordinasi serta kontrol. Definisi ini juga lebih mengarah kepada fungsi manajemen.

 

8. Hilman

Manajemen adalah sebuah peranan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menggunakan bantuan orang lain dan mengawasi pekerjaannya.

 

9. Oxford

Manajemen merupakan suatu proses yang berurutan dengan mengendalikan (bantuan) orang lain atau sumber daya yang dibutuhkan.

 

10. Renville Siagian

Manajemen yakni suatu bidang usaha dibidang jasa pelayanan, dikelola oleh ahli terlatih dan berpengalaman.

 

11. Henry Fayol

Manajemen yaitu sebuah manajemen yang terdiri dari 5 peran utama yaitu proses planning, organizing, memerintah, koordinasi dan pengendalian.

 

12. Mulayu S.P. Hasibuan

Manajemen adalah suatu ilmu & seni untuk mengatur proses penggunaan SDM dan atau sumber daya lain dengan efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan.

 

 

Fungsi Manajemen

Menurut buku karya Louis A Alen yang berjudul The Professional Management, manajemen juga mempunyai beberpa fungsi diantaranya sebagai berikut :

 

1. Memimpin (Leading)

Tugas utama dari seorang manajer ialah memimpin suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan oleh suatu organisasi tersebut.

Fungsi manajemen sebagai pemimpin diantaranya :

  • Pengambilan suatu keputusan (decision maker)
  • Komunikasi (communication)
  • Memotivasi (motivating)
  • Pemilihan orang (selecting people)
  • Mengatur serta mengorganisasikan orang lain, baik pemberian saran dan masukan, training ataupun pelatihan serta penilaian dari hasil kerja.

 

2. Perencanaan (Planning)

Fungsi manajemen yang berikutnya ialah sesuatu hal merencanakan atau perencanaaan (planning). Fungsi perencanaan tersebut adalah suatu kegiatan yang dilakukan dimana suatu kegiatan tersebut menjadi tujuan dari  sebuah perusahaan dengan suatu rencana ataupun sebagai acuan agar bisa meraih tujuan yang telah ditentukan perusahaaan sebelumnya.

Perencanaan ini juga merupakan suatu cara terbaik untuk mewujudkan dan meyakinkan bahwa tujuan suatu perusahaan yang telah ditentukan dapat tercapai, dikarenakan tanpa adanya perencanaan maka apapun fungsi manajemen tidak dapat berjalan dan tujuannya tidak dapat tercapai.

Tugas perencanaan atau planning diantaranya sebagai berikut :

  • Membuat estimasi pada waktu atau periode tertentu.
  • Membuat sasaran serta target suatu perusahaan.
  • Merencanakan urutan suatu kegiatan yang diperlukan untuk pencapaian target tertentu.
  • Mengatur suatu kebutuhan waktu didalam pelaksanaan kegiatan.
  • Untuk dapata menyusun rencana anggaran biaya (RAB).
  • Menyusun SOP atau Standard Operating Procedure tentang suatu pekerjaan yang telah disepakati.
  • Menganalisa dan menetapkan berbagai kebijakan dalam pelaksanaan suatu pekerjaan.

 

3. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian atau Organizing ialah suatu kegiatan yang dapat menelaah dan memetakan berbagai kegiatan yang sifatnya lebih besar menjadi beberapa kegiatan yang lebih kecil dengan cara membagi tiap tugas supaya diperoleh kegiatan yang lebih sederhana sehingga tujuan suatu perusahaaan dapat tercapai dengan lebih cermat.

Kegiatan pengorganisasian tersebut diantaranya menghubungkan serta mengatur pekerjaan sehingga mampu dilaksanakan secara lebih efisien dan lebih efektif diantaranya ialah :

  • Menentukan desain struktur suatu organisasi.
  • Menentukan job description atau pembagian pekerjaan dari tiap-tiap jabatan guna meraih sasaran suatu organisasi.
  • Memastikan pendelegasian wewenang serta tanggung jawab, untuk dapat memastikan pertangungjawaban dari hasil pekerjaan yang telah dicapai.
  • Memastikan hubungan yang dapat membedakan antara atasan dengan para staff.
  • Mendeskripsikan berbagai kegiatan ataupun suatu pekerjaan yang dianggap lebih efektif dan efisien sehubungan dengan pengoptimalan sumber daya manusia untuk meraih tujuan suatu perusahaan.

 

4. Pengarahan (Directing)

Pengarahan atau directing yaitu suatu tindakan yang berupaya agar semua anggota kelompok dapat berusaha untuk meraih tujuan yang sesuai dengan rencana manajerial serta usaha.

Proses implementasi suatu program tersebut supaya bisa untuk dilakukan oleh semua pihak dalam suatu organisasi tersebut dan juga proses memotivasi supaya seluruh pihak dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan mampu menhasilkan produktifitas yang tinggi dan penuh kesadaran.

Fungsi pengarahan serta implementasi memiliki tugas diantaranya adalah :

  • Menginflementasikan sebuah proses pembimbingan, kepemimpinan, serta pemberian motivasi untuk tenaga kerja.
  • Memberikan suatu penjelasan serta tugas yang teratur mengenai pekerjaan.
  • Menjelaskan beberapa kebijakan-kebijakan yang sebelumnya sudah ditetapkan.

 

5. Pengawasan (Controlling)

Proses mengawasi atau yang disebut juga sebagai pengawasan dan pengendalian yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, dilaksanakan secara terorganisasi dapat berjalan dengan lancar.

Pengawasan tersebut mempunyai beberapa fungsi diantaranya :

  • Menilai serta dapat melakukan evaluasi pada sebuah keberhasilan dalam meraih tujuan suatu perusahaan serta target bisnis yang disesuaikan dengan tolok ukur yang telah ditentukan.
  • Melakukan langkah cepat dalam mengoreksi serta mengklarifikasi dari suatu ketidaksesuain hasil kerja yang mungkin dapat terjadi.
  • Pengambilan sebuah keputusan untuk membuat alternative solusi disaat terjadinya masalah yang berkaitan dengan tidak tercapainya tujuan suatu perusahaaan yang telah ditentukan.

 

Selain itu juga klasifikasi terhadap pembagian tugas sumber daya juga penting dilakukan, supaya manajer tidak terlalu mendominasi dalam sebuah group. Jika hanya satu orang saja yang mendominasi maka suatu organisasi tersebut akan sangat sulit berkembang.

 

Dalam melakukan fungsi pengawasan, hal-hal yang perlu di perhatikan ialah sebagai berikut :

  • Routing yaitu seorang manajer harus memastikan setiap orang berada pada jalur yang telah ditentukan dengan resiko kesalahan minimum.
  • Scheduling yaitu kegiatan yang memberikan jadwal terhadap deadline pekerjaan yang harus diselesaikan.
  • Dispatching yakni seorang manajer harus bisa memberikan perintah dan dorongan terhadap yang dipimpinnya supaya bisa menjalankan pekerjaannya dengan benar dan tepat waktu.
  • Follow Up adalah seorang manajer harus aktif melakukan evaluasi berkala dan memberikan solusi jika terjadi deadlock terhadap pekerjaan yang dilakukan bawahannya. Hal ini dapat dilakukan supaya meminimalisir terjadinya kesalahan.

 

Selain itu menurut T. Hani Handoko, suatu manajemen perlu dilakukan dengan 3 alasan sebagai berikut :

  • Supaya tujuan suatu organisasi atau pribadi bisa dicapai.
  • Menjaga balancing atau keseimbangan antara tujuan, goal ataupun suatu kegiatan yang bisa saling bertentangan dari pihak berkepentingan dalam suatu organisasi.
  • Supaya proses kerja suatu organisasi dapat berjalan secara efektif dan efisien.

 

 

Prinsip – Prinsip Manajemen

Setelah mengetahui definisi maka yang perlu diketahui ialah prinsip-prinsip dari manajemen. Berikut ini adalah prinsip manajemen yang perlu diketahui diantaranya :

  • Discipline (Disiplin)
  • Authority and responsibility(Wewenang dan tanggung jawab)
  • Unity of direction (Kesatuan pengarahan)
  • Unity of command (Kesatuan perintah)
  • Renumeration (Penggajian yang adil)
  • Lebih mementingkan kepentingan umum / suatu organisasi daripada kepentingan pribadi
  • Hierarchy (Hirarki)
  • Centralisation (Pemusatan)
  • Equity (Keadilan)
  • Order (Tata tertib)
  • Inisiative (Inisiatif)
  • Stability of tenure of personnel (Stabilitas kondisi karyawan)
  • Semangat untuk bisa bersatu
  • Division of work (Pembagian kerja)

Prinsip tersebut harus bisa dimiliki oleh setiap elemen atau orang yang berada di dalam ruang lingkup manajemen tersebut. Tanpa adanya penerapan suatu prinsip-prinsip tersebut dengan efektif dan efisien maka manajemen tersebut tidak bisa diterapkan dengan baik.

 

 

Tujuan Manajemen

Manajemen ada tentu ada tujuannya yaitu yang paling utama tujuannya ialah untuk mencapai target yang telah ditentukan. Lebih jelasnya berikut ini adalah tujuan-tujuan diperlukannya manajemen yang baik antara lain :

  • Bisa menentukan suatu strategi yang efektif serta efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
  • Melakukan sebuah evaluasi kerja, dan mengkaji ulang akan situasi yang akan terjadi yang bertujuan untuk melakukan penyesuaian strategi jika terjadi hal-hal yang diluar strategi.
  • Mengatur dan menjaga kesehatan emosi (personal), keuangan, dan semua sektor pada suatu perusahaan supaya perusahaan tersebut bisa mencapai profit yang maksimal.
  • Mengevaluasi dan meninjau kembali suatu kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang maupun ancaman yang ada, dan sebagainya.

 

 

Unsur – Unsur Manajemen

Untuk membuat sebuah sistem dengan manajemen yang baik tentu dibutuhkan beberapa elemen ataupun unsur-unsur yang lengkap dan bisa bekerja dengan maksimal mungkin.

Unsur-unsur manajemen itu diantaranya ialah :

1. Metode / Methode

Suatu perusahaan harus memiliki sebuah metode yang pas dalam menjalankan roda pemerintahan, hal ini bisa dalam bentuk suatu SOP atau standard operational procedure yang harus bisa ditaati dan dilakukan oleh siapapun dalam ringkup manajerial tersebut.

Setiap divisi atau setiap elemen organisasi memiliki tugasnya masing-masing yang saling terintegrasi untuk mencapai suatu organisasi bersama.

 

2. Sumber Daya Manusia / Man

Setelah perusahaan tersebut menentukan metode dan tujuannya dengan jelas, maka metode tersebut harus dilakukan oleh manusia atau orang-orang yang ada pada ruang lingkup manajemen tersebut.

Tanpa adanya SDM yang ahli dalam melakukan tugas tersebut, maka metode hanyalah sebuah metode dalam secarik kertas tanpa adanya makna apapun.

Karena itulah, dalam suatu perusahaan sangat penting dalam memilih SDM yang ahli. Hal ini supaya tujuan suatu perusahaan dapat tercapai dengan efektif dan efisien.

 

3. Bahan Baku / Materials

Setelah SDM terpenuhi, hal yang perlu diperhatikan ialah kelengkapan suatu bahan baku nya. Tanpa adanya kelengkapan ini walaupun SDMnya sangat handal atau ahli, kalau bahannya saja tidak ada maka akan percuma saja. Maka, perlu adanya sebuah manajemen bahan baku yang benar supaya proses produksi tersebut bisa berjalan dengan baik.

 

4. Uang / Money

Untuk mendapatkan SDM berkualitas, bahan baku yang cukup maka dibutuhkan jug dana atau uang. Tanpa adanya uang atau dana yang cukup maka hal itu tidak dapat dicapai. Karena itulah, suatu perusahaan harus mampu mengelola keuangan dengan baik.

Supaya income dan outcome suatu perusahaan stabil, tidak besar pasak daripada tiang. Uang itu dapat digunakan untuk menggaji karyawan, membeli keperluan kantor seperti alat tulis, makanan, biaya perjalanan dinas, dsb.

 

5. Mesin / Machines

Teknologi pada saat ini semakin maju, karena itulah suatu perusahaan harus bisa meng-update atau memperbaharui dalam membeli mesin terbaru. Hal ini supaya karyawan bisa bekerja secara efektif dan efisien.

Sebagai contohnya, dalam industri IT tanpa adanya dukungan dari mesin komputer yang canggih maka pekerjanya tidak bisa secara maksimal menjalankan tugasnya. Selain itu, dengan mesin yang bagus dan canggih maka akan mengurangi human error.

 

6. Pasar / Market

Setelah aspek 1-5 terpenuhi, terakhir ialah konsumennya. Percuma jika suatu perusahaan menciptakan suatu produk yang bagus tetapi tidak ada konsumen yang menggunakannya. Karena itulah, perlu adanya riset pasar terlebih dahulu sebelum dapat menetapkan tujuan produksi.

 

 

 

Jenis – Jenis Manajemen

1. Manajemen Marketing / Manajemen Pemasaran

Pengertian manajemen marketing atau pemasaran ialah suatu seni atau cara-cara yang perlu dilakukan untuk mencapai segala target dan tujuan yang telah ditetapkan oleh sautu perusahaan, dengan memanfaatkan, memaksimalkan serta mempretimbangan sumber daya dan peluang yang ada. Kemudian setelah itu dapat dilakukan maka diukur apakah strategi tersebut efektif atau tidak.

Manajemen ini juga sangat penting diperhatikan terutama pada sebuah perusahaan, baik skala kecil maupun besar. Setiap definisi marketing dan pemasaran harus dapat menguasai manajemen pemasaran ini terutama kepala marketingnya.

Karena, marketing ialah ujung tombak kehidupan suatu perusahaan. Jika marketingnya lemah maka pendapatan yang masuk tentu saja akan minimal, jika pendapatan minimal otomatis keadaan keuangan suatu perusahaan akan melemah.

 

2. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Manajemen K3)

Pengertian atau definisi manajemen keselamatan & kesehatan kerja (Manajemen K3) yaitu suatu manajemen yang diaplikasikan atau diterapkan pada lingkungan kerja, mulai dari struktur organisasi, dari tahap perencanaannya sampai pelaksanaan di lapangan, prosedural, ataupun berbagai sumber daya yang diperlukan guna untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, produktif, ideal, efisien dan tentunya aman.

Manajemen K3 ini sangat penting diterapkan terutama di dalam lingkungan kerja yang membutuhkan keterampilan dan kehati-hatian yang tinggi, contohnya di proyek bangunan, pertambangan, laboratorium, pabrik, dsb.

Jika tidak diterapkan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja akan sangat mudah terjadinya kecelakaan dan tidak efisien pekerjaannya, baik dari level pekerja hingga direktur utama.

Apabila manajemen k3 sudah diterapkan dengan baik di suatu perusahaan, maka tujuan-tujuan yang telah ditentukan sebelumnya akan lebih mudah dicapai, karena sudah ditentukan SOP dan blueprintnya sehingga apabila terjadi pergantian karyawan maupun direksinya tidak terlalu berpengaruh pada produktivitas kerja.

Jika tidak ada SOP yang telah ditentukan, maka jika ada karyawan baru, direksi baru juga otomatis semuanya harus mengulang dari awal. Dan ini tidak baik untuk suatu perusahaan, karena sangat tidak efisien.

 

3. Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Pengertian manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) adalah salah satu cabang ilmu manajemen yang secara spesifik mempelajari hubungan atau relasi atau juga networking antar manusia baik secara personal ataupun secara organisasi atau tempat kerja (obyek utamanya adalah manusia) supaya setiap orang bisa melakukan kerja sama yang efisien dan efektif sehingga tujuan yang ditetapkan bisa dicapai dengan baik dan benar.

Manajemen SDM ini biasanya dapat ditemukan disebuah organisasi, lembaga, maupun suatu perusahaan baik skala kecil maupun besar seperti lembaga pemerintahan maupun perusahaan multi nasional.

Manajemen SDM sangat penting untuk dipelajari, karena jika dalam suatu organisasi terdapat hubungan yang kurang harmonis dari setiap manusia yang ada didalamnya maka roda kegiatan suatu organisasi tersebut tentu tidak bisa berputar dengan efisien, hal ini akan berdampak pada tujuan sautu organisasi yang sulit untuk dicapai.

 

4. Manajemen Diri dan Emosi

Pengertian atau definisi manajemen emosi atau manajemen diri yaitu sebuah seni atau cara untuk mengendalikan emosi yang terdapat pada diri manusia, supaya emosi tersebut dapat disalurkan dengan baik sehingga bisa menyelesaikan suatu masalah secara lebih cepat, efisien dan lebih baik.

Manajemen emosi ini sangatlah penting untuk bisa dimiliki jika Anda ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Karena, hampir mustahil seseorang bisa mencapai derajat yang tinggi baik dari segi keilmuan ataupun harta jika tidak memiliki suatu manajemen diri yang baik.

Contohnya jika Anda boros dalam mengatur keuangan, maka mustahil bisa cepat kaya. Salah satu syarat biar cepat kaya ialah memanajemen keuangan pemasukan dan pengeluaran dengan baik. Untuk bisa memanajemen keuangan dengan baik, diperlukan suatu manajemen emosi yang baik juga.

Salah satu contohnya ialah dengan tidak terlalu tergiur membeli barang-barang yang bersifat konsumtif. Belilah barang yang memang sangat diperlukan, jangan menuruti gengsi ataupun gaya hidup. Karena hal ini tidak akan ada habisnya.

 

5. Manajemen Organisasi

Definisi manajemen organisasi yakni suatu cabang ilmu manajemen yang fokus mempelajari proses pengorganisasian dari proses perencanaan hingga pelaksanaan dan pengendalian (kontrol), serta memimpin setiap sumber daya yang ada pada suatu organisasi dengan tujuan untuk mencapai tujuan suatu organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam suatu organisasi, baik organisasi profit maupun non profit pastilah memiliki beberapa tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Mustahil tujuan tersebut bisa dicapai jika tidak ada sebuah manajemen organisasi yang baik dalam organisasi tersebut.

Manajemen sebuah organisasi ini berkaitan erat dengan manajemen sumber daya manusia. Karena dalam suatu organisasi obyek utamanya adalah manusia-manusia yang ada didalamnya.

Jadi, fokus pada manajemen organisasi ini pada manusianya, kemudian baru pada suatu elemen-elemen pendukungnya.

 

6. Manajemen Laboratorium

Pengertian dari manajemen laboratorium merupakan sebuah cabang ilmu manajemen yang bertujuan untuk menggerakkan orang-orang yang ada dalam suatu laboratorium tersebut (pimpinan hingga pengguna lab) supaya bisa mengelola dan memanfaatkan laboratorium sesuai dengan SOP / standard yang telah ditentukan.

Setiap laboratorium yang baik pasti dapat memiliki manajemen laboratorium yang efektif pula. Mulai dari tingkatan pimpinan, penanggung jawab lab, hingga pengguna lab sehingga keselamatan pada saat menggunakan laboratorium lebih terjamin.

Hal ini juga sangat penting, apalagi jika pada laboratorium kimia. Jika tidak ada SOP yang benar, maka bisa-bisa keselamatan pengguna lab tidak terjamin akan berakibat pada kecelakaan kerja.

 

7. Manajemen Hubungan Masyarakat (Humas) / Public Relation

Definisi manajemen hubungan masyarakat / humas / PR yakni suatu cabang ilmu manajemen yang mempelajari tentang sebuah proses / usaha yang bertujuan untuk membangun serta mempertahankan reputrasi, komunikasi maupun citra yang baik serta berguna antara suatu perusahaan/organisasi dengan masyarakat setempat.

Setiap organisasi maupun perusahaan pasti memiliki divisi humas, ini penting karena divisi ini yang mengatur komunikasi dari pihak eksternal dengan internal perusahaan. Jadi, perlu adanya suatu manajemen PR yang efisien supaya tujuan organisasi dapat dicapai dengan baik dan efisien.

 

8. Manajemen Keuangan

Definisi manajemen keuangan merupakan salah satu cabang ilmu manajemen yang bertujuan untuk mengatur dan mempelajari arus keuangan (cashflow) suatu organisasi/perusahan / personal supaya arus keuangannya stabil dan besar pengeluaran tidak lebih besar daripada pendapatan.

Manajemen keuangan ini sangatlah penting karena bila tidak ada manajemen keuangan yang baik maka kesehatan keuangan suatu organisasi / perusahaan akan tidak sehat.

Jika tidak sehat maka umur dari suatu perusahaan tidak akan bertahan lama, karena walau bagaimanapun profit / income ialah nyawa dari suatu perusahaan. Tanpa adanya uang yang masuk maka suatu perusahaan tidak bisa menggaji karyawaran dan membayar tagihan-tagihan lainnya.

 

9. Manajemen Persediaan

Definisi manajemen persediaan merupakan salah satu cabang ilmu manajemen yang bertujuan untuk menjaga stok barang dari sebuah perusahaan / badan usaha supaya stok yang tersedia aman.

Manajemen persediaan ini hampir sama dengan suatu manajemen gudang, hal ini sangat penting terutama bagi perusahaan dalam skala besar.

Setiap arus barang yang sudah masuk dan keluar dari gudang harus dicatat supaya stok barang yang ada aman. Karena, jika tidak ada suatu manajemen stok yang baik maka pencatatan barangnya akan buruk, dan ini akan sangat dapat mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

 

10. Manajemen Kewirausahaan / Bisnis

Pengertian manjemen kewirausahaan/bisnis/usaha yaitu salah satu cabang ilmu manajemen untuk mengelola suatu bisnis dan usaha supaya bisnis tersebut kondisi keuangannya stabil dan atau naik yang berefek pada kesejahteraan karyawan, dalam manajemen bisnis diperlukan suatu kemampuan untuk manajemen sumber daya manusia, manajemen emosi, keuangan, pemasaran dan manajemen persediaan.

Suatu perusahaan tidak akan berkembang jika pihak manajemennya buruk, karena jika pada pihak manajemennya tidak efektif maka roda suatu organisasi internal perusahaan akan tidak sehat. Dan ini bisa berdampak pada semua pada divisi perusahaan, yang apabila tidak bisa diantisipasi maka perusahaan bisa terancam bangkrut.

 

11. Manajemen Resiko

Definisi manajemen risiko ialah suatu cabang ilmu manajemen yang bertujuan untuk melakukan pendekatan yang terstruktur sesuai dengan suatu metodologi untuk mengelola ketidakpastian / resiko yang berkaitan erat dengan ancaman baik dari internal maupun eksternal.

 

12. Manajemen Produksi

Manajemen produksi adalah salah satu cabang dari ilmu manajemen yang memiliki fungsi untuk mengkoordinasi semua kegiatan untuk mencapai tujuan.

Biasanya suatu manajemen produksi berkaitan dengan pengambil keputusan yang berkaitan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan suatu organisasi atau perusahaan.

Salah satu keberhasilan suatu perusahaan untuk memenangkan persaingan bisnis adalah kemampuan membuat standar dan sistem produksi yang efektif dan efisien.

Dalam merancang sistem suatu produksi yang efektif dan efisien mereka harus memperhatikan pilihan bahan baku, tempat produksi hingga hasil akhir produk yang dihasilakan.

Kegiatan produksi yang buruk dapat menjadi penyebab menumpuknya persediaan sehingga mengakibatkan suatu perusahaan mengalami pembororosan.

Suatu manajemen produksi yang buruk juga dapat berakibat pada rendahnya mutu produk yang di hasilkan sehingga produk tersebut sulit bersaing di pasaran.

Tim manajemen produksi harus dapat memiliki kompetensi tentang penentuan lokasi pabrik, merancang tata letak peralatan produksi, perencanaan produksi, proses produksi, teknik pemeliharaan serta memahami tentang perencanaan kebutuhan material, dsb.

 

13. Manajemen Informasi

Manajemen informasi dapat diartikan sebagai suatu pengelolaan data yang di dalamnya terdiri dari proses mencari, menyusun, proses klasifikasi serta memperlihatkan semua data yang terkait dengan kegiatan suatu perusahaan.

Dengan informasi tersebut yang dapat disajikan tersebut dapat dijadikan sebagai landasan untuk mengambil keputusan oleh manajemen.

Manajemen informasi juga dapat diartikan sebagai suatu perencanaan bagian dari pengendalian internal sebuah bisnis yang terdiri dari dokumen, teknologi, manusia serta prosedur oleh akutansi untuk pemecahan masalah seperti layanan, biaya produk dan strategi bisnis.

Tanggung jawab dari sebuah manajemen informasi ialah untuk memastikan setiap kegiatan yang dijalankan oleh suatu perusahaan dapat bertahan hingga waktu yang lama.

Untuk itu manajemen informasi harus menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Seseorang yang harus bertanggung jawab di bidang manajemen informasi harus mampu bekerja sama dengan tim, menyusun rencana bisnis, menguasai konsep jaringan, menguasai agoritma dan bahasa program , dsb.

 

14. Manajemen Strategi

Manajemen strategis yaitu suatu seni atau ilmu penyusunan, penerapan, mengimplementasikan dan pengevaluasian keputusan lintas fungsional sehingga memungkinkan suatu organisasi mencapai tujuan.

Fokus dari manajemen strategi yakni pada suatu proses penetapan tujuan perusahaan (organisasi), pengembangan kebijakan, perencanaan serta alokasi sumber daya untuk merealisasikan semua kebijakan serta merencanakan pencapaian tujuan suatu perusahaan (organisasi).

Manajemen strategi juga merupakan kombinasi dari suatu kegiatan dari seluruh bagian fungsional sebuah bisnis untuk mencapai tujuan suatu perusahaan.

 

15. Manajemen Operasi

Manajemen operasi adalah suatu wilayah bisnis yang hanya memiliki fokus pada proses produksi serta memastikan pemeliharaan dan perkembangan dapat berlangsung secara efisien dan efektif.

Pengertian manajemen operasi tersebut berbeda dengan manajemen operasional karena ruang lingkup manajemen operasi yang lebih sempit dibandingkan dengan manajemen operasional.

Jika manajemen operasional dapat mengelola semua hal yang berkaitan dengan aktivitas suatu perusahaan maka manajemen operasi hanya memiliki fokus pada kegiatan produksi saja.

Manajer operasi dapat memiliki tanggung jawab untuk mengelolal proses pengubahan input (material, tenaga kerja serta energi) menjadi output (barang atau jasa).

 

 

 

Jenjang Manajemen

Di dalam sebuah ilmu manajemen ini mempunyai beberapa tingkatan. Tapi suatu organisasi ataupun suatu perusahaaan umumnya mempunyai paling sedikit, 3 tingkatan manajemen, yaitu sebagai berikut :

 

1. Manajemen Puncak (Top Management)

Top management atau manajemen puncak ialah suatu tingkatan manajemen yang tertinggi. Manajemen puncak umumnya terdiri dari seorang direktur utama atau dewan direksi.

Dewan direksi memiliki tugas untuk melaksanakan serta memutuskan berbagai hal yang sifatnya penting untuk kelangsungan sebuah perusahaan.

Manajemen puncak mempunyai tugas yaitu diantaranya menetapkan standar operasional serta kebijaksanaan untuk mengatur interaksi semua orang didalam suatu organisasi ataupun suatu lingkungannya.

 

2. Manajemen Menengah (Middle Management)

Middle management atau manajemen menengah umumnya untuk memimpin dan bertanggungjawab atas suatu departemen atau suatu divisi.

Middle management harus mempunyai tugas untuk mengembangkan berbagai rencana operasi serta melaksanakan tugas yang telah disepakati oleh manajemen puncak. Manajemen menengah juga mempunyai tanggung jawab penuh kepada manajemen puncak.

 

3. Manajemen Pelaksana (Supervisory management)

Supervisory management atau manajemen pelaksana juga mempunyai fungsi sebagai pelaksana dalam menjalankan berbagia rencana yang sudah dibuat oleh middle management atau manajemen menengah.

Manajemen pelaksana juga mempunyai tugas untuk melaksanakan suatu pengawasan terhadap para pekerja-pekerja dan operasional suatu perusahaan sehari hari. Manajemen pelaksana yang mempunyai tanggung jawab kepada manajemen menengah.

 

Keterampilan Manajer Robert L. Katz mengemukakan pendapat di tahun 1970-an bahwa seorang manajer memerlukan minimal 3 keterampilan yang sangat dasar.

3 keterampilan dasar yang dimaksud ialah antara lain :

 

1. Keterampilan Konseptual

Manajer puncak wajib memiliki keterampilan dalam membuat suatu gagasan, ide, dan konsep untuk kemajuan suatu organisasinya tersebut.

Gagasan atau konsep tersebut kemudian dijabarkan menjadi rencana suatu kegiatan yang berguna untuk mewujudkan gagasan, konsep, atau ide tersebut. Proses penjabaran ide pada umumnya bisa dibilang juga sebagai suatu proses perencanaan.

Oleh karena itu, keterampilan konsepsional ini merupakan salah satu  keterampilan guna untuk dapat membuat rencana kerja.

 

2. Keterampilan dalam berkomunikasi dengan orang lain

Seorang manajer juga wajib memiliki suatu keterampilan dalam melakukan komunikasi atau sering disebut juga dengan keterampilan kemanusiaan.

Terjadinya suatu komunikasi persuasif merupakan diciptakan oleh seorang manajer terhadap anak buahnya atau bawahannya. Dengan terjadinya komunikasi yang persuasif itu dan bersahabat dapat membuat hati karyawan-karyawan lebih merasa dihargai serta mereka dapat bersikap lebih terbuka kepada pimpinannya. Keterampilan itu digunakan dalam berkomunikasi sangatlah diperlukan.

 

3. Keterampilan Teknis

Keterampilan teknik biasanya adalah suatu keterampilan atau bekal untuk para manajer yang ada pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan ini ialah suatu kemampuan atau kelebihan dalam menjalankan pekerjaan tertentu, seperti menjalankan program pada komputer, akuntansi, memperbaiki mesin-mesin yang rusak, dan lain sebagainya.

 

Selain 3 keterampilan dasar Ricky W. Griffin juga menambahkan 2 keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh para manajer, diantaranya ialah :

1. Keterampilan Manajemen Waktu

Keterampilan manajemen waktu lebih dapat menitikberatkan pada kemampuan yang dimiliki seorang manajer dalam menggunakan waktu yang dimiliki dengan sangat bijaksana. Misalnya pada kasus :

Lew Frankfort yang berasal dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai seorang manajer, Lew Frankfort telah menerima gaji sebesar $2.000.000 per tahun. Apabila diasumsikan bahwa bila Lew Frankfort bekerja sekitar 50 jam dalam 1 minggu dengan mempunyai waktu cuti sebanyak 2 minggu, maka gaji yang bisa diterima Lew Frankfort untuk 1 jamnya ialah $800 atau sekitar $13 per menit.

Oleh sebab itu dari kasus Lew Frankfort bahwa menit-menit yang terbuang mampu merugikan perusahaannya tersebut. Kebanyakan manajer pada umumnya tidak bisa menerima gaji yang sebesar Lew Frankfort.

Namun, waktu bagi seorang manajer sangatlah penting atau berharga, jadi menyianyiakan waktu sama saja ia membuang-buangkan uang dan bisa mengurangi produktivitas dari perusahaannya tersebut.

 

2. Keterampilan Membuat Keputusan

Keterampilan ini berguna untuk bisa memehami masalah serta menentukan cara terbaik dalam memecahkan masalahnya. Keterampilan ini sangat penting bagi para manajer, khususnya bagi kelompok manajer puncak. Ricky W. Griffin mengajukan 3 langkah dalam membuat keputusan yang baik dan benar diantaranya ialah :

  • Manajer harus bisa menjelaskan suatu masalah dan juga harus bisa mencari alternatiff yang diambil untuk menyelesaikan masalah tersebut.
  • Manajer juga harus mampu untuk mengevaluasi setiap alternatif-alternatif yang tersedia serta mampu memilih alternatif yang paling baik dibanding alternatif yang lain.
  • Manajer harus dapat mengimplementasikan alternatif yang sudah dipilih serta mengevaluasi dan mengawasi supaya tetap berada pada jalur yang benar.

 

Dengan demikian pembahasan mengenai √ Pengertian Manajemen : Bahasa, Ahli, Fungsi, Tujuan, Unsur, Jenis, Jenjang Manajemen [ TERLENGKAP ]. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi para pembaca. Sekian dan Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Manajemen Konstruksi : Pengertian, Peran, Fungsi, Tujuan dan Tugasnya Terlengkap

Baca Juga :  √ Manajemen Operasional : Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Terlengkap

Baca Juga :  √ Manajemen Agribisnis : Pengertian, Ruang Lingkup, Fungsi, Aspek, dan Contohnya Terlengkap

Baca Juga :  √ Manajemen Pemasaran : Pengertian, Konsep, Fungsi, dan Tujuan Terlengkap