√ Transaksi : Pengertian, Jenis, Bukti, Alat dan Pelaku Terlengkap

Diposting pada
√ Transaksi : Pengertian, Jenis, Bukti, Alat dan Pelaku Terlengkap
5 (100%) 15 vote[s]

√ Transaksi : Pengertian, Jenis, Bukti, Alat dan Pelaku Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Transaksi. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Transaksi : Pengertian, Jenis, Bukti, Alat dan Pelaku Terlengkap

 

Pengertian Transaksi

 

Transaksi merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan seseorang yang dapat menimbulkan perubahan terhadap beberapa harta atau keuangan yang dimiliki baik itu bertambah ataupun berkurang.

Setiap transaksi juga harus dibuatkan keterangan tertulis seperti faktur atau nota penjualan atau kuitansi yang disebut dengan Bukti Transaksi.

Administrasi Transaksi ialah suatu kegiatan yang mencatat berbagai perubahan pada posisi keuangan pada suatu perusahaan yang dikerjakan secara kronologis, dengan berbagai metode tertentu yang akan kemudian hasil dari catatan tersebut dapat dikomunikasikan pada pihak lain.

Transaksi Keuangan ialah suatu kegiatan ekonomi yang bisa diukur dalam satuan uang tertentu, yang bisa mengubah suatu posisi keuangan suatu perusahaan.

Transaksi Bisnis ialah berbagai kejadian-kejadian ekonomi pada suatu bisnis dan secara langsung dapat juga mempengaruhi keadaan keuangan suatu bisnis, ini yaitu suatu kegiatan dasar dalam definisi status bisnis.

 

 

Pengertian Transaksi Menurut Para Ahli

 

1. Skousen

Transaksi yaitu suatu pertukaran barang dan jasa (baik individu, perusahaan-perusahaan dan suatu organisasi lain) kejadian lain yang memiliki pengaruh ekonomi atas bisnis.

 

2. Azhar Susanto

Transaksi yakni berbagai peristiwa terjadinya aktivitas bisnis yang dilakukan oleh suatu perusahaan.

 

3. Mursyidi

Transaksi ialah sebuah kejadian yang terjadi dalam dunia bisnis tidak hanya jual beli pembayaran dan penerimaan uang namun juga akibat adanya kehilangan kebakaran, arus dan juga berbagai peristiwa lain yang dapat dinilai dengan uang.

 

4. Williamson

Transaksi merupakan suatu transfer atau perpindahan barang dari satu tahap ke tahap lain melalui suatu teknologi yang terpisah. Satu tahapan selesai dan tahap berikutnya akan dimulai.

 

5. Furubotn dan Richter

Transaksi ialah suatu perpindahan barang, jasa, informasi, pengetahuan dsb, dari satu tempat (komunitas) ke tempat (komunitas) lain atau juga pemindahan barang dari produsen ke konsumen, atau pemindahan barang dari satu individu ke individu yang lain.

Baca Juga :  √ Overall Equipment Effectiveness (OEE) : Pengertian, Manfaat, Tujuan, Pengukuran dan Perhitungan Terlengkap

 

 

Pelaku Transaksi

 

1. Pemberi Dana

Pemberi adalah orang yang memberikan sejumlah dana atas aktivitas pembelian suatu produk baik berupa barang atau jasa. Pemberian dana dilakukan berdasarkan atas kesepakatan transaksi.

 

2. Penerima Dana

Penerima dana adalah orang yang menerima dana atas transaksi jual beli yang dilakukan terhadap suatu produk baik berupa barang atau jasa.

Penerimaan dana dilakukan berdasarkan jumlah, metode dan waktu pembayaran yang telah disepakati.

 

 

Alat Transaksi

 

  • Tunai berupa uang berbentuk kertas dan logam (uang kartal). Hingga sekarang ini uang kartal paling sering digunakan khususnya untuk transaksi bernilai kecil.
  • Non Tunai (Uang Elektronik) yaitu uang elektronik (electronic money) merupakan perwujudan atas system perbankan modern yang menggunakan system Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).

 

 

Jenis – Jenis Transaksi

 

1. Transaksi Akuntansi

Transaksi akuntansi merup[akan suatu kejadian atau transaksi yang dilakukan perusahaan yang terdapat suatu akibat dimana ada pertukaran antara sesuatu yang memiliki nilai ekonomi bagi suatu perusahaan.

Jenis transaksi akuntansi dapat terjadi secara formal yang ditangani oleh SIA, dimana banyak transaksi akuntansi yang terdapat didalamnya.

 

2. Transaksi Non Akuntansi

Transaksi Non Akuntansi yaitu berbagai kejadian atau peristiwa yang terjadi dan dilakukan oleh suatu perusahaan.

Namun, dalam peristiwa jenis transaksi non akuntansi tidak memberikan dampak pertukaran nilai ekonomi bagi perusahaan yang melakukannya.

 

3. Transaksi Internal

Transaksi internal merupakan suatu transaksi yang ada didalam perusahaan. Yakni transaksi yang hanya berhubungan dengan personalia yang ada didalam perusahaan tersebut.

Transaksi internal lebih menekankan kepada perubahan posisi keuangan yang terjadi pada bagian dalam perusahaan.

Contohnya adalah memo dari pimpinan kepada seorang karyawannya, perubahan nilai keuangan karena kemunduran perusahaan, pemakaian perlengkapan kantor.

Transaksi keuangan dibuat dan dikeluarkan oleh perusahaan itu sendiri. Transaksi internal bisa juga dimaksudkan sebagai bukti catatan terhadap kegiatan-kegiatn yang terjadi di dalam perusahaan itu sendiri yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan tersebut.

Contoh transaksi internal yaitu pada penghapusan tanggungan hutang sebuah sektor usaha suatu perusahaan dan lain sebagainya.

Baca Juga :  √ 18 Pengertian Pengawasan Menurut Para Ahli Terlengkap

 

4. Transaksi Eksternal

Transaksi eksternal merupakan suatu transaksi yang melibatkan pihak luar perusahaan. Yakni transaksi yang melibatkan orang luar atau organisasi lain. Transaksi eksternal dapat pula diartikan dengan bukti catatan atas kegiatan-kegitan yang terjadi pada perusahaan yang berkaitan dengan pihak luar dari perusahaan tersebut.

Contoh transaksi eksternal yakni transaksi penjualan, pembelian, pembayaran hutang piutang dan lain sebagainya.

 

 

Bukti – Bukti Transaksi

 

Bukti trasaksi merupakan suatu bukti yang dapat membuktikan akan terjadinya suatu kegiatan transaksi yang telah di lakukan di suatu perusahaan, bukti ini dapat berupa bukti tertulis.

Fungsi dari bukti transaksi ini adalah ketika pada suatu hari terjadi kesalahan atau sengketa maka akan dapat di gunakan bukti ini sebagai alat bukti terjadinya suatu transaksi.

 

Bukti Transaksi dibedakan menjadi 2, yaitu sebagai berikut ini :

 

1. Bukti Internal

Bukti jenis ini dapat merupakan suatu pencatatan yang terjadi di dalam perusahaan itu yang pada umumnya dapat berupa memo yang dapat di berikan kepada pimpinan atau orang yang memiliki kepentingan.

 

Bukti Internal yakni sebagai berikut ini :

 

  • Bukti Memorandum
    Bukti memorandum adalah bukti transaksi berupa surat perintah yang dikeluarkan oleh pimpinan perusahaan yang memiliki wewenang untuk melakukannya. Bukti memorandum dikeluarkan pada periode tertentu, misalnya untuk membayar gaji karyawan.

 

  • Bukti Kas Masuk
    Bukti kas masuk yaitu bukti transaksi atas peristiwa penerimaan uang (kas) yang telah dilengkapi dengan buktinya.

 

  • Bukti Kas Keluar
    Bukti kas keluar yaitu bukti transaksi pengeluaran kas ataupun pembayaran.

 

2. Bukti Eksternal

Bukti jenis ini merupakan suatu pencatatan yang di lakukan dengan pihak dari luar perusahaan.

 

Bukti Eksternal ini yaitu sebagai berikut :

 

  • Kwitansi (Official Receipt) yaitu bukti transaksi penerimaan uang atas pembayaran suatu barang atau yang lainnya.

 

  • Faktur (Invoice) yaitu perhitungan penjualan barang yang dilakukan secara kredit yang dibuat oleh pebjual dan diberikan kepada pembeli.

 

  • Nota Debet (Debit Memo) yaitu perhitungan atau pemberitahuan yang dikirim perusahaan atau badan usaha kepada konsumen, bahwa akunnya telah didebet dengan nominal atau jumlah tertentu.
Baca Juga :  √ 10 Pengertian Wiraswasta Menurut Para Ahli Terlengkap

 

  • Nota Kredit yaitu suatu bukti transaksi tentang pemberitahuan atau perhitungan yang dikirim suatu perusahaan atau badan usaha kepada pelanggannya. Nota kredit tersebut diberikan pada konsumen agar konsumen mengetahui jika akunnya telah dikredit dengan jumlah tertentu. Penerima nota kredit tersebut akan mencatat pada akun pihak pengirim nota yang ada di sisi debet.

 

  • Cek (Cheque) yaitu surat perintah yang tidak bersyarat pada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu saat waktu surat tersebut diserahkan kepada bank, lalu ditandatangani oleh pihak yang menjadi nasabah suatu bank serta memiliki simpanan pada bank tersebut dalam bentuk giro.

 

  • Bilyet Giro yaitu surat perintah dari nasabah bank pada bank yang berkaitan untuk memindah bukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya telah disebut dalam bilyet giro pada bank yang sama ataupun pada bank yang lain.

 

  • Rekening Koran yaitu suatu bukti mutasi kas di bank yang disusun oleh para pihak bank untuk para nasabah dan digunakan sebagai salah satu dasar penyesuaian pencatatan antara saldo kas menurut perusahaan dan saldo kas menurut bank.

 

  • Bukti Setoran Bank yaitu sebuah catatan transaksi atau slip setoran yang disediakan para pihak bank untuk dapat digunakan pada setiap melakukan setoran uang ke bank.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Transaksi : Pengertian, Jenis, Bukti, Alat dan Pelaku Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :