√ Kepemimpinan : Pengertian, Fungsi, Sifat, Sejarah, dan Tugasnya Terlengkap

Diposting pada
√ Kepemimpinan : Pengertian, Fungsi, Sifat, Sejarah, dan Tugasnya Terlengkap
5 (100%) 11 vote[s]

√ Kepemimpinan : Pengertian, Fungsi, Sifat, Sejarah, dan Tugasnya Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id pada pembahasan kali ini akan membahas tentang Kepemimpinan. Mulai dari pengertian, fungsi, sejarah, tugas, serta sifatnya secara lengkap. Simak penjelasannya dibawah ini.

 

√ Kepemimpinan : Pengertian, Fungsi, Sifat, Sejarah, dan Tugasnya Terlengkap
√ Kepemimpinan : Pengertian, Fungsi, Sifat, Sejarah, dan Tugasnya Terlengkap

 

Pengertian Kepemimpinan

 

Kepemimpinan merupakan salah satu dari kekuatan yang bisa menggerakkan suatu kegiatan atau perjuangan untuk menuju kesuksesan. Suatu kepemimpinan ini bisa diartikan juga dengan suatu proses dalam mempengaruhi serta memberikan contoh dari pemimpin kepada kelompoknya dalam suatu organisasi demi mencapai suatu tujuan bersama dalam kolompoknya.

Kata kepemimpinan ini juga berasal dari kata pemimpin, dan pengertian pemimpin adalah terjadinya suatu peranan ketua didalam sebuah sistem pada suatu kelompok atau organisasi.

Sehingga kepemimpinan yang memang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi orang lain untuk bekerja demi mencapai suatu tujuan.

 

 

Sejarah Kepemimpinan

Awalnya, kepemimpinan dapat dipercaya oleh suatu masyarakat dahulu bahwa kepemimpinan merupakan suatu bapak yang tidak semua orang dapat memiliki bakat kepemimpinan karena kepemimpinan juga merupakan kemampuan yang dibawa sejak lahir. Sehingga banyak orang yang berpendapat bahwa teori dan ilmu kepemimpinan tersebut tidak dibutuhkan.

Kepemimpinan juga dapat sukses dijalankan tanpa didasari oleh teori, tanpa pelatihan dan pendidikan sebelumnya. Kepemimpinan adalah suatu jenis pemimpin yang tidak ilmiah yang dilakukan berdasarkan bakat menguasai seni memimpin.

Dalam perkembangannya, kepemimpinan juga secara ilmiah ini bermunculan dan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan manajemen ilmiah (scientific managemen), yang dipelopori oleh ilmuwan yang bernama  Frederick W. Taylor abad ke-20.

Dan perkembangannya memunculkan satu ilmu kepemimpinan yang tidak didasari dari bakat dan suatu pengalaman saja, tetapi juga mempersiapkan secara berencana dan melatih yang dilakukan dengan perencanaan, percobaan, penelitian, analisis, suprevisi dan penggemblengan secara sistematis untuk dapat membagikan sifat-sifat pemimpin yang unggul, agar mereka berhasil dalam setiap tugasnya.

Berkembangnya ilmu kepemimpinan, kepemimpinan ini juga berdasarkan bakat alam tidak lagi menjadi acuan, namun kepemimpinan melalui pelatihan dan pendidikan menjadi suatu kemampuan untuk memengaruhi menggerakkan suatu karya bersama.

 

 

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

 

1. G U. Cleeton dan C.W Mason (1934)

Kepemimpinan menunjukan suatu kemampuan mempengaruhi orang-orang dan mencapai hasil melalui himbauan emosional dan ini lebih baik dibandingkan dengan penggunaan kekuasaan.

 

2. Locke & Associates (1997)

Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai sebuah proses membujuk (inducing) orang-orang lain untuk mengambil langkah menuju sasaran bersama.

 

3. John W. Gardner (1990)

Kepimpinan adalah sebagai proses pada pemujukan dimana individu-individu meransang kumpulannya meneruskan objektif yang ditetapkan oleh pemimpin dan dikongsi bersama oleh pemimpin dan pengikutnya.

 

4. R.K. Merton “ The Social Nature of Leadership”, American Journal of Nuns, 1969

Kepemimpinan adalah sebagai suatu hubungan antar pribadi dalam pihak lain untuk mengadakan penyesuaian karena mereka berkeinginan untuk itu, bukannya karena mereka harus berbuat demikian.

 

5. Wikipedia

Kepemimpinan adalah salah satu proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

6. S. P. Siagian

Kepemimpinan adalah suatu kemampuan dan keterampilan seseorang ketika menjabat sebagai pimpinan dalam suatu organisasi untuk mempengaruhi perilaku orang lain, khususnya bawahannya agar berpikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga dapat memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.

 

7. Thoha (1983)

Kepemimpinan yaitu suatu organisasi yang akan berhasil atau bahkan gagal, sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan yang ada.

 

8. Kartini Kartono (1994:48)

Kepemimpinan itu mempunyai karakternya khas, spesifik, dibutuhkan pada satu situasi tertentu. Sebab didalam sebuah kelompok yang melakukan suatu kegiatan-kegiatan tertentu & memiliki sebuah tujuan serta berbagai macam peralatan yang khusus. Pemimpin sebuah kelompok dengan ciri-ciri yang karakteristik tersebut merupakan fungsi dari situasi tertentu.

 

9. Tannenbaum, Weschler dan Massarik (1961)

Kepemimpinan ialah sebuah pengaruh antar pribadi, yang dapat dijalankan pada keadaan tertentu, serta diarahkan lewat proses komunikasi, menuju arah pencapaian satu tujuan tertentu atau lebih.

 

10. P. Pigors (1935)

Kepemimpinan ialah suatu proses dorong mendorong lewat keberhasilan sebuah interaksi dari berbagai perbedaan individu, mengontrol daya seseorang dalam mengejar tujuan bersama.

 

11. George R. Terry

Kepemimpinan merupakan suatu hubungan yang ada didalam diri seseorang atau pemimpin dan dapat mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan sadar dalam hubungan tugas agar tercapainya sebuah tujuan yang diinginkan.

 

12. William G. Scott (1962)

Kepemimpinan ialah suatu proses mempengaruhi kegiatan atau aktifitas yang diorganisir dalam suatu kelompok dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

 

13. F. A. Nigro (1965)

Inti dari kepemimpinan ialah untuk dapat mempengaruhi aktifitas orang lain.

 

14. F. I. Munson “The Management of Man”

Kepemimpinan sebagai kesanggupan atau suatu kemampuan untuk mengatasi orang-orang yang sedemikian rupa supaya dapat mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan kemungkinan pergesekan yang sekecil-kecilnya dan sebesar mungkin terjalinnya kerja sama.

 

15. Ordway Tead (1929)

Kepemimpinan sebagai penggabungan perangkai yang dapat membuat seseorang mungkin dapat mendorong beberapa pihak lain untuk menyelesaikan pekerjaannya.

 

16. Stephen J. Carrol dan Henry L. Tosj (1977)

Kepemimpinan ialah suatu proses yang dapat mempengaruhi orang lain untuk mengerjakan apa yang kamu kehendaki dari mereka untuk mengerjakannya.

 

17. Theo Haiman dan William G. Scott

Kepemimpinan merupakan suatu proses beberapa orang yang dapat diarahkan, dipimpin, & dipengaruhi didalam sebuah pemilihan & pencapaian sebuah tujuan.

 

18. Duben (1954)

Kepemimpinan ialah suatu kegiatan para pemegang kekuasaan & pembuat suatu keputusan.

 

19. Reed (1976)

Kepimpinan ialah suatu cara yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang agar perjuangan dapat dilakukan mengikuti kehendak dari seorang pemimpin.

 

20. Hemhill dan Coon (1995)

Kepemimpinan merupakan salah satu sikap dari seorang individu yang memimpin berbagai kegiatan dari suatu kelompok menuju suatu tujuan yang ingin dicapai bersama-sama.

 

21. Rauch dan Behling (1984)

Kepemimpinan merupakan suatu proses untuk dapat mempengaruhi kegiatan-kegiatan suatu kelompok yang diorganisasi menuju arah pencapaian sebuah tujuan.

 

22. G. L. Feman dan E. K. Taylor (1950)

Kepemimpinan merupakan suatu hal kemampuan untuk dapat menciptakan aktifitas suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi dengan efektifitas yang maksimal & kerjasama dari tiap individu.

 

23. James M. Black (1961)

Kepemimpinan ialah suatu kemampuan yang mampu meyakinkan orang lain agar mau bekerjasama dibawah pimpinannya menjadi kesatuan dari tim untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

 

24. P. Pigors “Ledearship and Domination”

Kepemimpinan merupakan suatu proses dorong-mendorong yang mengontrol pada daya manusia guna mengejar tujuan bersama, lewat interaksi yang berhasil dari bermacam-macam perbedaan individual.

 

25. Hemhiel dan Coons (1957:7)

Kepemimpinan adalah sebuah perilaku dari seorang individu yang memimpin kegiatan suatu kelompok ke suatu tujuan yang akan dicapai bersama (shared goal).

 

26. Jacobs dan Jacques (1990:281)

Kepemimpinan adalah sebuah proses untuk memberi arti terhadap usaha kolektif, dan mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran.

 

27. Wahjosumidjo (1987:11)

Kepemimpinan yang pada hakikatnya yakni suatu hal yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti kepribadian (personality), kemampuan (ability) dan kesanggupan (capability).

Kepemimpinan ini juga sebagai rangkaian dari suatu kegiatan (activity) pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan (posisi) serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri. Kepemimpinan adalah sebuah proses antar hubungan atau suatu interaksi antara pemimpin, pengikut, dan situasi.

 

28. Koontz Dan O’donnel

Kepemimpinan sebagai proses untuk dapat mempengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya.

 

29. Wexley & Yuki (1977)

Kepemimpinan mengandung arti untuk dapat mempengaruhi orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau merubah tingkah laku mereka.

 

30. C. Schenk “Leadership”: Infantry Journal. 1928

Kepemimpinan ialah sebuah manajemen mengenal seseorang dengan jalan persuasi & inspirasi bukan melalui pengarahan dan semacamnya, atau bahkan paksaan, ancaman yang terselubung.

 

31. H. Kootz & O’ Donnel “Principles of Management”

Kepemimpinan merupakan sebuah aktifitas mempersuasi orang agar mau bekerjasama dalam suatu pencapaian tujuan bersama.

 

32. Ralph M. Stogdill dalam Sutarto (1998b:13)

Kepemimpinan adalah suatu proses untuk dapat mempengaruhi kegiatan-kegiatan sekelompok orang yang terorganisasi dalam usaha mereka menetapkan dan mencapai tujuan.

 

33. Sutarto (1998b:25)

Kepemimpinan adalah berbagai rangkaian kegiatan penataan berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

34. Stoner

Kepemimpinan adalah suatu proses mengenai pengarahan dan suatu usaha untuk dapat mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan anggota kelompok.

 

35. Fiedler (1967)

Kepemimpinan pada dasarnya merupakan suatu pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan.

 

36. John Pfiffner

Kepemimpinan adalah suatu kemampuan mengkoordinasikan dan memotivasi orang-orang dan kelompok untuk mencapai tujuan yang di kehendaki.

 

37. Davis (1977)

Kepemimpinan adalah suatu kemampuan untuk dapat mengajak orang lain mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan penuh semangat.

 

38. Ott (1996)

Kepemimpinan adalah sebagai proses hubungan antar pribadi yang di dalamnya seseorang dapat mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan khususnya perilaku orang lain.

 

39. Locke et.al. (1991)

Kepemimpinan merupakan sebuah proses membujuk orang lain untuk dapat mengambil langkah menuju suatu sasaran bersama Dari kelima definisi ini, para ahli ada yang dapat meninjau dari sudut pandang dari pola hubungan, kemampuan mengkoordinasi, memotivasi, kemampuan mengajak, membujuk dan mempengaruhi orang lain.

 

40. Tead, Terry, Hoyt (dalam Kartono, 2003)

Kepemimpinan adalah suatu kegiatan atau juga disebut seni untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

 

41. Young (dalam Kartono, 2003)

Kepemimpinan adalah sebuah bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.

 

42. Moejiono (2002)

Leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat dalam pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya.

Para ahli teori juga dengan sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai sebuah pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin.

 

43. Katz & Kahn (1978)

Kepemimpinan adalah suatu peningkatan pada pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.

 

44. Dr. Thomas Gordon

Kepemimpinan ini juga dapat diartikan sebagai salah satu interaksi antara seseorang dengan suatu kelompok, tepatnya antara seorang dengan anggota-anggota kelompok setiap peserta didalam interaksi memainkan peranan dan dengan cara-cara tertentu peranan itu harus dipilah-pilahkan dari suatu dengan yang lain. Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, pemimpin untuk mempengaruhi dan orang lain dipengaruhi.

 

45. Anoraga dan Widiyanti (2003)

Kepemimpinan merupakan sebuah hubungan dimana satu orang yakni pemimpin mempengaruhi pihak lain untuk bekerja sama secara suka rela dalam usaha mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan untuk mencapai hal yang diinginkan oleh pemimpin tersebut.

 

46. A. Dale Timple (2000: 58)

Kepemimpinan merupakan sebuah proses pengaruh sosial di dalam mana manajer mencari keikutsertaan sukarela dari bawahan dalam usaha mencapai tujuan organisasi.

Dengan kepemimpinan yang dilakukan seorang pemimpin juga dapat menggambarkan arah dan tujuan yang akan dicapai dari sebuah organisasi. Sehingga dapat dikatakan kepemimpinan juga sangat berpengaruh bagi nama besar organisasi.

 

47. Miftah Thoha (2010: 9)

Kepemimpinan adalah sebuah kegiatan untuk memengaruhi perilaku orang lain, atau seni memengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok.

 

48. C. Turney (1992)

Kepemimpinan sebagai suatu group proses yang dapat dilakukan oleh seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik- teknik manajemen.

 

49. Sudarwan Danim (2004: 56)

Kepemimpinan adalah setiap perbuatan yang dapat dilakukan oleh para individu atau kelompok untuk mengkoordinasi dan memberi arah kepada individu atau kelompok yang tergabung di dalam wadah tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

 

50. Martinis Yamin dan Maisah (2010: 74)

Kepemimpinan adalah suatu proses untuk mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi.

Kepemimpinan merupakan suatu bentuk strategi atau teori memimpin yang tentunya dilakukan oleh orang yang biasa kita sebut sebagai pemimpin. Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya untuk mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.

 

 

Sifat atau Karakteristik Kepemimpinan

 

1. Kecerdasan

Kepemimpin harus mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang dipimpin.

2. Kedewasaan dan Keleluasaan Hubungan Sosial

Kepemimpin juga cenderung menjadi matang dan mempunyai emosi yang stabil, serta mempunyai perhatian yang luas terhadap kegiatan sosial.

3. Motivasi Diri dan Dorongan Prestasi

Para pemimpin secara relatif juga mempunyai dorongan motivasi yang kuat untuk berprestasi. Mereka berusaha mendapatkan suatu penghargaan yang intrinsic dibandingkan dari yang ekstinsik.

4. Sikap – Sikap Hubungan Manusia

Pemimpin-pemimpin yang berhasil harus mau mengakui harga diri dan kehormatan para pengikutnya dan mampu berpihak padanya.

 

 

Fungsi Kepemimpinan

  • Memprakarsai struktur suatu organisasi.
  • Menjaga koordinasi dan integrasi di dalam suatu organisasi agar dapat berjalan dengan efektif.
  • Merumuskan sebuah tujuan institusional atau organisasional dan menentukan sarana serta cara-cara yang efisien dalam mencapai tujuan tersebut.
  • Mengatasi suatu pertentangan serta konflik-konflik yang muncul dan mengadakan evaluasi serta evaluasi ulang.
  • Mengadakan suatu revisi, perubahan, inovasi pengembangna dan penyempurnaan dalam organisais.

 

Pada hakikatnya, fungsi kepemimpinan terdiri dari dua aspek yaitu sebagai berikut ini :

  • Fungsi Administrasi yaitu untuk dapat mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
  • Fungsi Sebagai Top Manajemen adalah untuk dapat mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controlong, dsb.

 

Fungsi Kepemimpinan Menurut Hadari Nawawi

 

1. Fungsi Instruktif

Merupakan seorang pemimpin sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagiamana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) supaya keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah dapat melaksanakan suatu perintah.

 

2. Fungsi Konsultatif

Adalah seorang pemimpin menggunakan fungsi konsultatif sebagai bentuk dari komunikasi dua arah untuk suatu usaha menetapkan keputusan yang membutuhkan pertimbangan  dan konsultasi dengan orang yang dipimpinnya.

 

3. Fungsi Partisipasi

Adalah seorang pemimpin dapat mengaktifkan anggotanya dalam pengambilan keptuusan maupun dalam melaksanakannya.

 

4. Fungsi Delegasi

Adalah seorang pemimpin memberikan pelimpahan wewenang yang membuat atau sampai dengan menetapkan keputusan. Fungsi delegasi ini merupakan kepercayaan seorang pemimpin kepada seorang yang sudah diberikan pelimpahan wewenang untuk bertanggung jawab.

 

5. Fungsi Pengendalian

Adalah seorang pemimpin dapat membimbing, mengarahkan, koordinasi dan pengawasan terhadapa kegiatan anggotanya.

 

 

Tugas Pemimpin

Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah sebagai berikut :

 

1. Pemimpin bekerja dengan orang lain

Seorang pemimpin juga bertanggung jawab untuk dapat bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organjsasi sebaik orang diluar organisasi.

 

2. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas)

Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan.

 

3. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas

Proses kepemimpinan dibatasi pada sumber, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas.

Dalam upaya pencapaian suatu tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas – tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin juga harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.

 

4. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual

Seorang pemimpin juga harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi suatu masalah dengan akurat. Pemimpin juga harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadf lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.

 

5. Manajer adalah forcing mediator

Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan setiap organisasi. Oleh karena itu, pemimpin juga harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).

 

6. Pemimpin adalah politisi dan diplomat

Seorang pemimpin harus mampu bisa mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin juga harus dapat mewakili tim atau organisasinya.

 

7. Pemimpin membuat keputusan yang sulit

Seorang pemimpin juga harus dapat memecahkan masalah.

 

 

Prinsip – Prinsip Dasar Kepemimpinan

 

1. Seorang yang belajar seumur hidup

Tidak hanya melalui pendidikan formal saja tetapi juga diluar sekolah. Contohnya yaitu belajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang sangat baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.

 

2. Berorientasi pada pelayanan

Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi harus melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada sebuah pelayanan yang baik.

 

3. Membawa energi yang positif

Setiap orang mempunyai suatu energi dan semangat. Menggunakan energi yang sangat positif dapat didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung suatu kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan suatu energi positif untuk membangun hubungan baik.

Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang sangat lama dan kondisi tidak ditentukan.

Oleh karena itu, seorang pemimpin juga harus dapat menunjukkan energi yang positif, seperti dibawah ini :

  • Percaya pada orang lain

Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk para staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus juga diikuti dengan kepedulian.

 

  • Keseimbangan dalam kehidupan

Seorang pemimpin juga harus dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada sebuah prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan di dalam dunia dan akherat.

 

  • Melihat kehidupan sebagai tantangan

Kata ‘tantangan’ juga sering diinterpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti suatu kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya.

Sebab kehidupan merupakan suatu tantangan yang sangat dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman juga tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.

 

  • Sinergi

Orang yang sangat berprinsip senantiasa hidup dalam suatu sinergi dan satu katalis perubahan, Mereka selalu dapat mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi adalah kerja kelompok dan dapat memberi keuntungan kedua belah pihak.

Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah salah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus juga dapat bersinergis dengan setiap orang, atasan, staf, teman sekerja.

 

  • Latihan mengembangkan diri sendiri

Seorang pemimpin juga harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada sebuah proses saja.

Proses dalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan pada :

  • Pemahaman sebuah materi.
  • Memperluas suatu materi melalui belajar dan pengalaman.
  • Mengajar suatu materi kepada orang lain.
  • Mengaplikasikan sebuah prinsip-prinsip.
  • Memonitoring sebuah hasil.
  • Merefleksikan kepada suatu hasil.
  • Menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan suatu materi.
  • Pemahaman hal baru.
  • Kembali menjadi diri sendiri lagi.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Kepemimpinan : Pengertian, Fungsi, Sifat, Sejarah, dan Tugasnya Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pembaca. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Anggaran : Pengertian, Fungsi, Jenis, Manfaat dan Contoh Terlengkap

Baca Juga :  √ Manajer : Pengertian, Fungsi, Etika, Keterampilan, Tingkatan, dan Peranannya Terlengkap

Baca Juga :  √ Supervisor : Pengertian, Fungsi, Tugas, Ciri - Ciri, dan Jenis Kegiatannya Terlengkap

Baca Juga :  √ Marketing : Pengertian, Fungsi, Konsep, dan Tugas Terlengkap