√ Manajemen Personalia : Pengertian, Tugas, Fungsi, Tujuan, dan Aktivitas Terlengkap

Diposting pada
√ Manajemen Personalia : Pengertian, Tugas, Fungsi, Tujuan, dan Aktivitas Terlengkap
5 (100%) 11 votes

√ Manajemen Personalia : Pengertian, Tugas, Fungsi, Tujuan, dan Aktivitas Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id pada pembahasan kali ini akan membahas tentang Manajemen Personalia. Mulai dari pengertian, fungsi, tujuan, serta aktivitasnya secara lengkap. Simak penjelasannya dibawah ini.

 

√ Manajemen Personalia : Pengertian, Tugas, Fungsi, Tujuan, dan Aktivitas Terlengkap
√ Manajemen Personalia : Pengertian, Tugas, Fungsi, Tujuan, dan Aktivitas Terlengkap

 

Pengertian Manajemen Personalia

Manajemen Personalia adalah salah satu dari seni dan ilmu memperoleh, memajukan dan memanfaatkan tenaga kerja sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi dapat direalisir secara berdaya guna dan berhasil dan adanya kegairahan kerja dari para tenaga kerja.

Manajemen Personalia adalah suatu bidang ilmu atau cara bagaimana untuk dapat mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga akan tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.

Manajemen Personalia atau disebut juga dengan sumber daya manusia yang didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia – bukan mesin – dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian Manajemen Personalia (sumber daya manusia) ini dapat menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll.

 

 

Pengertian Manajemen Personalia Menurut Para Ahli

 

1. Prof. Edwin B. Filippo

Manajemen Personalia adalah sesuatu hal dari sebuah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat.

 

2. T. Hani Handoko

Manajer Personalia yaitu seorang manajer dan sebagai manajer harus dapat melaksanakan fungsi –fungsi dasar manajemen tanpa memperdulikan apapun hakekat fungsi operasional.

 

3. James A.F. Stoner

Manajemen adalah salah satu proses dari sebuah  perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

4. Dale Yolder

Manajemen sumber daya manusia atau personalia adalah salah satu penyedia kepemimpinan dan pengarahan para karyawan dalam bekerja atau hubungan kerja karyawan.

 

5. Gary Dessler

Manajemen personalia disamakan dengan suatu fungsi-fungsi manajemen khususnya staffing yaitu salah satu dari penetapan jenis pegawai yang perlu diangkat, perekrutan calon pegawai, penyusunan prestasi kerja, penyuluhan pegawai, training dan pengembangan pegawai.

 

6. Manulang

Manajemen Personalia yakni sebuah bidang ilmu yang dapat dan hanya mempelajari tentang bagaimana cara memberikan suatu fasilitas untuk perkembangan, pekerjaan, dan juga rasa partisipasi pekerjaan di dalam suatu kegiatan atau aktivitas.

 

7. Malayu S. P. Hasibuan

Manajemen Personalia yaitu sebuah bidang ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.

 

8. Alex S. Nitisemito

Manajemen Personalia yakni sebuah bidang ilmu seni dalam melakukan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, sehingga proses kerja menjadi lebih efektif serta efisiensi personalia dapat ditingkatkan semaksimal mungkin dalam mencapai tujuan.

 

9. John Soeprihanto

Manajemen Personalia merupakan suatu hal dari pengawasan terhadap fungsi-fungsi manajemen, pengadaan, penarikan, pengembangan dan pemberian kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharaan, untuk membantu tercapainya tujuan organisasi atau peruasahaan.

 

10. Heidjrachman Ranupandojo dan Suad Husnan

Manajemen Personalia adalah salah satu bidang perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dari pengadaan, pemberian kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharaan tenaga kerja dengan maksud agar tujuan perusahaan tercapai.

 

 

Fungsi Manajemen Personalia

 

Secara sederhana, fungsi manajemen personalia dibedakan menjadi 2 fungsi, yaitu sebagai berikut :

1. Fungsi Manajemen

  • Fungsi Perencanaan ( Planning )
    Yaitu sebagai penentuan yang terlebih dahulu program personalia yang akan membantu mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.
  • Fungsi Pengorganisasian ( Organization )
    Merupakan suatu alat untuk dapat mencapai tujuan yang menggambarkan secara sistematis tentang hubungan tugas, wewenang dan pertanggungjawaban.
  • Fungsi Pengarahan ( Directing )
    Merupakan suatu alat untuk dapat memperlancar tujuan perusahaan agar karyawan mau bekerja sama secara efektif.
  • Fungsi Pengawasan ( Controlling )
    Adalah suatu pengamatan atas tindakan dan perbandingan dengan rencana dan mengoreksinya bila terjadi penyimpangan.

 

2. Fungsi Operasional

  • Fungsi Pengadaan Tenaga Kerja ( Procurement )
    Menyangkut usaha untuk dapat memperoleh jenis dan jumlah yang tepat dari personalia yang dibutuhkan untuk mencapai ssasaran organsiasi.
  • Pengembangan Tenaga Kerja ( Training Development )
    Merupakan salah satu kegiatan untuk dapat meningkatkan ketrampilan melalui latihan agar dapat menjalankan tugas dengan baik.
  • Pemberian Kompensasi ( Compensation )
    Pemberian suatu penghargaan yang adil dan layak terhadap para karyawan sesuai dengan sumbangan mereka dalam mencapai tujuan organsasi.
  • Pengintegrasian ( Integration )
    Penyesuaian keinginan antara keinginan suatu organisasi dengan perorangan atau kelompok dalam organisasi sehingga karyawan mau bekerja sama untuk mencapai organisasi.
  • Pemeliharaan ( Maintenance )
    Adalah suatu usaha-usaha untuk dapat mempertahankan kondisi fisik para karyawan, sikap yang menyenangkan yang berhubungan dengan pelayanan karyawan.

 

 

Tugas Dan Wewenang Manajer Personalia

 

Secara umum, tugas Manajemen Personalia yaitu sebagai berikut :

  • Melakukan seleksi pada tenaga kerja sesuai dengan yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan dan memastikan calon karyawan yang direkrut berada di posisi yang tepat.
  • Merancang suatu anggaran tenaga kerja.
  • Membuat sebuah job description, job specification dan job analysis.
  • Menentukan dan memberikan sumber daya manusia pada suatu perusahaan.
  • Mengurus, mendidik, dan mengembangkan sebuah sumber daya manusia. Ini juga meliputi proses pendidikan sumber daya manusia.
  • Mengurus segala hal tentang pensiun dan pemberhentian tenaga kerja.
  • Mengurus kesejahteraan para karyawan.

 

 

Tujuan Manajemen Personalia

 

Tujuan manajemen personalia yaitu yang berhubungan dengan tujuan suatu perusahaan secara umum. Hal ini dikarenakan manajemen suatu perusahaan berusaha untuk dapat menimbulkan efisiensi dalam bidang tenaga kerja sebagai efisiensi keuntungan dan kontinuitas.

Tujuan manajemen personalia menurut (Manullang, 2001:165) ada 2 macam, yaitu sebagai berikut :

  1. Production Minded (efisiensi dan daya guna).
  2. People Minded (Kerja sama).

Karena itu manajemen personalia ini dapat menyangkut usaha untuk menciptakan suatu kondisi dimana setiap karyawan didorong untuk dapat memberikan sumbangan sebaik mungkin bagi majikannya, karena tidak dapat mengharapkan efisiensi yang maksimal tanpa kerjasama yang penuh dari para karyawan.

 

 

Aktivitas Bagian Personalia

 

1. Procuring

Melakukan sebuah persiapan dan seleksi tenaga kerja (Preparation and selection). Dalam suatu proses persiapan dilakukan sebuah perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul.

Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan suatu perkiraan atau forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya. Ada 2 faktor yang perlu dan harus dapat diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan para karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain.

Faktor eksternal seperti hukum Atau dengan kata lain tugas personalia adalah sebagai berikut :

  • Memperoleh sebuah tenaga kerja.
  • Membuat suatu anggaran tenaga kerja.
  • Menarik para tenaga kerja.
  • Membuat suatu job analysis, job description, dan job specification.
  • Menetapkan dan menghubungi para sumber-sumber tenaga kerja.
  • Mengadakan seleksi terhadap para calon tenaga kerja.

 

2. Developing

  • Pengembangan dan evaluasi pada karyawan (Development and evaluation). Tenaga kerja yang bekerja pada suatu organisasi atau perusahaan harus bisa menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Untuk itu dapat diperlukan suatu pembekalan supaya tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada.
  • Memberikan suatu kompensasi dan proteksi pada pegawai (Compensation and protection). Kompensasi adalah suatu imbalan atas kontribusi kerja para pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan.
  • Kompensasi yang tidak pernah sesuai dengan suatu kondisi yang ada dapat menyebabkan suatu masalah ketenagakerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan.
  • Proteksi juga perlu dan harus diberikan kepada para pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu.
  • Memajukan atau mengembangkan para tenaga kerja.
  • Melatih dan mendidik para tenaga kerja.
  • Mempromosikan dan memindahkan para tenaga kerja.
  • Mengadakan penilaian kecakapan para tenaga kerja.

 

3. Mantaining

  • Promosi adalah sebuah jenis bentuk transfer yang meliputi penugasan kembali seorang pegawai pada sebuah posisi yang kemungkinan besar dapat diberikan pembayaran yang lebih tinggi dan tanggung jawab, hak dan kesempatan yang lebih besar.
  • Pemisahan disebut juga dengan pemberhentian, bahkan sering disebut downsizing, adalah perpindahan sementara atau tidak definitive seorang pegawai dari daftar gaji. Umumnya adalah untuk dapat mengurangi kelebihan beban biaya tenaga kerja dan permasalahan keuangan perusahaan semakin serius.
  • Terminasi adalah suatu tindakan manajemen berupa pemisahan pegawai dari organisasi karena melanggar aturan organisasi atau karena tidak menunjukkan kinerja yang cukup memensiunkan tenaga kerja
  • Pemberhentian sukarela adalah suatu hal pemisahan pegawai dari organisasi atas inisiatif organisasi atau kemauan pegawai sendiri.
  • Pengunduran diri adalah sebuah pemisahan pegawai yang telah menyelesaikan masa kerja maksimalnya dari organisasi atau umumnya di kenal dengan istilah pensiun.
  • Mengurus kesejahteraan para pegawai termasuk pembayaran upah, perumahan, rekreasi, pengobatan dan lain sebagainya.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Manajemen Personalia : Pengertian, Tugas, Fungsi, Tujuan, dan Aktivitas Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pembaca. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Laporan Perubahan Modal : Pengertian, Fungsi, Unsur, Tujuan, dan Contoh Terlengkap

Baca Juga :  √ Analisis SWOT : Pengertian, Manfaat, Unsur, dan Contoh Terlengkap

Baca Juga :  √ Manajemen Produksi : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Ruang Lingkup, dan Tugasnya Terlengkap

Baca Juga :  √ Manajemen Industri : Pengertian, Fungsi, Tingkatan, Sejarah, dan Pendidikanya Terlengkap