√ Akuntansi Keuangan : Pengertian, Fungsi, Tujuan,Tahapan Pembelajaran dan Standarisasi Akuntansi Keuangan [ TERLENGKAP ]

Diposting pada
√ Akuntansi Keuangan : Pengertian, Fungsi, Tujuan,Tahapan Pembelajaran dan Standarisasi Akuntansi Keuangan [ TERLENGKAP ]
5 (100%) 10 votes

√ Akuntansi Keuangan : Pengertian, Fungsi, Tujuan,Tahapan Pembelajaran dan Standarisasi Akuntansi Keuangan [ TERLENGKAP ]Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel ini. Pada pembahasan kali ini juga akan dibahas mengenai Akuntansi Keuangan. Mulai dari pengertian, tujuan, fungsi, tahapan dan standarisasinya akan dibahas secara lengkap. Simak penjelasannya dibawah ini.

 

√ Akuntansi Keuangan : Pengertian, Fungsi, Tugas dan Standarisasi Akuntansi Keuangan [ TERLENGKAP ]
√ Akuntansi Keuangan : Pengertian, Fungsi, Tugas dan Standarisasi Akuntansi Keuangan [ TERLENGKAP ]

Pengertian Akuntansi Keuangan Secara Umum

Akuntansi Keuangan merupakan salah satu bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan yang akan diperiksa atau dilihat oleh pihak luar seperti pemegang saham, pemasok, kreditor, pihak pajak, dan pihak lainnya yang berkepentingan dengan suatu perusahaan.

Sistem akuntansi yang dapat mengatur berbagai jenis pencatatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan sampai kepada penyusunan laporan keuangan tentang transaksi yang telah terjadi.

Akuntansi keuangan harus dapat memfokuskan diri pada transaksi keuangan yang berhubungan dengan perubahan aset, ekuitas serta kewajiban perusahaan.

Laporan keuangan ini juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti pengajuan untuk penambahan modal kepada bank atau pasar modal melalui penjualan saham sehingga laporan keuangan harus dibuat secara akurat.

Laporan keuangan pada umumnya dipakai untuk berbagai kepentingan pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan.

Prinsip yang utama dan dapat dipakai dalam akuntansi keuangan ialah persamaan akuntansi sebagai berikut :

 

(Aset = Liabilitas + Ekuitas)

 

Akuntansi keuangan juga berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut.

Laporan ini sudah disusun untuk kepentingan umum dan biasanya dapat digunakan para pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham.

Hal yang terpenting dari akuntansi keuangan ialah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang harus digunakan di dalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal.

Dengan demikian, diharapkan untuk para pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK. SAK ini mulai diterapkan di Indonesia di tahun 1994, menggantikan Prinsip-prinsi Akuntansi Indonesia tahun 1984.

 

 

Jenis – Jenis Laporan Keuangan

  • Laporan Arus Kas yakni suatu jenis laporan yang memaparkan informasi tentang penerimaan atau pemasukan kas serta manajemen kas suatu perusahaan pada periode tertentu.
  • Laporan Laba Rugi adalah suatu laporan yang memaparkan suatu informasi tentang hasil kegiatan berupa laba (keuntungan) atau rugi yang dialami oleh perusahaan pada periode tertentu. Cara membuat laporan laba rugi tersebut juga termasuk dalam akuntansi keuangan.
  • Neraca Keuangan ialah suatu jenis laporan keuangan yang memaparkan informasi tentang aset, ekuitas serta kewajiban (utang) suatu perusahaan pada periode tertentu saja.
  • Laporan Ekuitas merupakan suatu laporan keuangan yang memaparkan informasi-informasi tentang ekuitas atau modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan atau pihak luar perusahaan selama periode tertentu.
  • Catatan Atas Laporan Keuangan adalah suatu informasi yang berbentuk secara fisik maupun tidak berbentuk secara fisik yang menjadi bukti transaksi keuangan dan non-keuangan. Catatan keuangan tersebut juga berguna untuk memberikan informasi tentang kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh pihak manajemen suatu perusahaan.

 

 

Pengertian Akuntansi Keuangan Menurut Para Ahli :

1. Akuntansi Keuangan Menurut Pendapat Warren Reeve Fess

Di dalam bukunya yang berjudul “Accounting Pengantar Akuntansi”,

Warren Reeve Feves juga menjelaskan bahwa : “ The Financial accounting is primarily concerned with the recording and reporting of economic data and activites for a business. Although suchreports provide can useful information for managers, they are the primary reports for owners, creditors, governmental agencies, and the public.”

Yang maksudnya ialah bahwa : “Akuntansi keuangan merupakan pencatatan dan pelaporan data serta kegiatan ekonomi suatu perusahaan. Meskipun laporan tersebut dapat menghasilkan informasi yang berguna bagi manajer, namun hal itu merupakan laporan utama bagi pemilik(owner), kreditor, lembaga pemerintah dan masyarakat umum.”

 

2. Akuntansi Keuangan Menurut Pendapat Donald  E.  Kieso & Weygant

Di dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Intermediate

“Akuntansi keuangan merupakan sebuah proses yang berakhir pada pembuatan laporan keuangan menyangkut perusahaan secara keseluruhan untuk digunakan baik pihak-pihak internal maupun pihak eksternal.”

 

3. Arti Akuntansi Keuangan Menurut Pendapat Martani

Akuntansi keuangan ini berorientasi pada pelaporan pihak eksternal. Berbagai pihak eksternal dengan tujuan spesifik bagi masing-masing pihak membuat pihak penyusun laporan keuangan menggunakan prinsip dan asumsi-asumsi dalam penyusunan laporan keuangan.

Untuk itu diperlukan standar akuntansi yang dapat dijadikan pedoman baik oleh penyusun maupun oleh pembaca laporan keuangan. Laporan yang dihasilkan dari akuntansi keuangan yaitu berupa laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement).

 

4. Pengertian Menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) merupakan suatu kerangka di dalam prosedur pembuatan suatu laporan keuangan supaya terjadi keseragaman dalam penyajian laporan keuangan.

 

5. Akuntansi Keuangan Menurut Pendapat Sugiarto

Sugiarto menyatakan bahwa Akuntansi Keuangan merupakan suatu bidang dalam akuntansi yang berfokus pada penyiapan laporan keuangan secara berkala oleh suatu perusahaan.

Laporan ini sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen kepada pemegang sahamnya. Persamaan akuntansi yang dapat digunakan ialah mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan.

 

 

Fungsi Utama Laporan Keuangan bagi Pihak Ekternal

  • Pemegang Saham maksudnya ialah informasi yang memungkinkan mereka menilai kemampuan perusahaan untuk membayar deviden.
  • Investor artinya sebagai penanaman modal sangat rentan terhadap risiko, mereka sangat membutuhkan informasi data keuangan apakah dana yang mereka investasikan adalah layak (Feasible) atau tidak.
  • Kreditur maksudnya ialah informasi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar imbalan jasa dan pengembalian hutang pokok saat jatuh tempo.
  • Supplier ialah suatu informasi untuk menilai apakah tagihan penjualan mereka akan dibayar perusahaan pada saat jatuh tempo.
  • Pemerintah adalah informasi mengenai penetapan kebijakan pajak dan data statistik pendapatan nasional.

 

 

Fungsi dan Tugas Akuntansi Keuangan dalam Perusahaan

Berikut adalah beberapa fungsi dan tugas akuntansi keuangan dalam perusahaan secara umum akan dijelaskan sebagai berikut ini :

  • Akuntansi keuangan yang berfungsi untuk penyusunan laporan laba rugi perusahaan selama suatu periode (biasanya satu tahun).
  • Akuntansi biaya berfungsi untuk menyusun laporan keuangan secara keseluruhan yang berisi suatu informasi untuk pihak internal (manajemen perusahaan).
  • Akuntasi keuangan ini juga berfungsi untuk menetapkan hak semua pihak yang berhubungan dengan perusahaan, baik itu pihak internal (manajemen perusahaan, para pekerja, dan lainnya) maupun pihak eksternal (bank, investor dan lainnya).
  • Akuntansi keuangan berfungsi untuk mengawasi seluruh kegiatan perusahaan terutama yang melibatkan transaksi keuangan.
  • Akuntansi keuangan berfungsi di dalam pembuatan anggaran perusahaan yang dapat membantu dalam pencapaian target yang telah ditentukan pada awal tahun atau pada awal periode baru untuk transaksi selanjutnya.
  • Akuntansi keuangan berfungsi dalam penyusunan suatu informasi yang akurat tentang perubahan sumber ekonomi netto suatu perusahaan akibat adanya aktivitas atau transaksi keuangan untuk mendapatkan laba.
  • Akuntansi keuangan berfungsi sebagai penyusunan laporan yang akurat dan terpercaya tentang Aktiva, Kewajiban, dan Modal atau harta yang dimiliki perusahaan pada suatu periode (biasanya satu tahun).
  • Akuntansi keuangan berfungsi untuk menyusun laporan yang bisa membantu para pemakai data atau laporan tersebut sehingga bisa memperkirakan potensi perusahaan supaya laba yang dihasilkan semakin besar.
  • Akuntansi keuangan berfungsi untuk meyediakan suatu informasi penting lainnya tentang perubahan sumber-sumber ekonomi seperti kegiatan belanja perusahaan sehingga saat transaksi atau aktivitas berlebihan bisa dikurangi atau dicegah agar tidak terjadi pemborosan yang merugikan perusahaan.
  • Akuntansi keuangan berfungsi sebagai pemetaan penjualan, persediaan, serta berbagai pengeluaran perusahaan seperti gaji karyawan dan biaya listrik sehingga perusahaan bisa terus melakukan kegiatannya dengan benar.

 

 

Tujuan Akuntansi Keuangan

Untuk memberikan sebuah informasi yang bisa dipercaya mengenai sebuah perubahan sumber ekonomi netto suatu perusahaan yang dapat muncul dari suatu kegiatan dalam rangka mendapatkan laba.

Tujuan akuntansi keuangan diantaranya sebagai berikut :

  • Bertujuan untuk memberikan sebuah informasi yang sudah terpercaya mengenai Aktiva, Kewajiban dan Modal.
  • Bertujuan untuk membantu para pemakai di dalam memperkirakan suatu potensi perusahaan untuk menghasilkan sebuah laba yang besar.
  • Bertujuan untuk memberikan suatu informasi penting lainnya yang mengenai suatu perubahan sumber-sumber ekonomi & kewajiban yang seperti informasi mengenai kegiatan belanja.
  • Bertujuan untuk mengungkapkan suatu informasi lain yang berkaitan dengan suatu laporan keuangan yang sangat relevan untuk sebuah kebutuhan pemakai laporan keuangan.

 

 

Tahapan Dalam Pembelajaran Akuntansi Keuangan

  1. Pengantar Akuntansi Dasar yakni : Pemahaman tentang Persamaan Dasar-Dasar Akuntansi, Siklus Akuntansi, Penyusunan Kode Akun (Chart of Account), Pencatatan Transaksi dan Perkiraan, Jurnal Umum (General Ledger), dan Pembuatan Kertas Kerja (Worksheets) Laporan Keuangan.
  2. Akuntansi Keuangan Menengah yakni : Akuntansi Biaya, Penyusunan Laporan Keuangan (Contoh Laporan Akuntansi Keuangan), serta Pemahaman tentang Prosedur Akuntansi dan Keuangan, meliputi Kebijakan dan Prosedur : Kas dan Setara Kas, Persediaan, Piutang, Aktiva Tetap, Hutang, dan Pajak.
  3. Akuntansi Keuangan Lanjutan yakni : Mempelajari tentang Pembentukan Persekutuan atau Penggabungan Usaha (Merger), Integritas Penyajian Laporan Keuangan, Analisa Laporan Keuangan, Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi, Perubahan Kepemilikan Saham, Penjualan Konsinyasi, Likuidasi Penjualan Angsuran, dan juga Investasi saham.

 

 

Standarisasi Akuntansi Keuangan

Laporan Keuangan yang disajikan hendaknya harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum atau sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

Yaitu tentang petunjuk dan prosedur akuntansi yang berisi tentang peraturan tentang standar pencatatan, penyusunan, dan penyajian laporan keuangan mengacu pada teori-teori tentang penanfsiran dan penalaran yang mendalam oleh suatu lembaga yang disebut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

PSAK mulai diterapkan di Indonesia di tahun 1994, namun dalam perkembangan penyusunan standarisasi akuntansi di Indonesia oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) tidak dapat terlepas dari perkembangan penyususunan standar akuntansi internasional yang dapat dilakukan oleh International Accounting Standards Board (IASB).

Standar Akuntansi Keuangan Internasional di dalam suatu proses konvergensi nya secara penuh dengan International Financial Reporting Standard (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB, suatu standar laporan keuangan yang bisa diterima secara internasional dan mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 2012.

 

 

Setelah memahami dari fungsi akuntansi keuangan dalam perusahaan maka para pelajar, mahasiswa, atau pihak dewasa lainnya bisa lebih mudah dalam mempelajari akuntansi keuangan.

Terkadang kesulitan dalam mempelajari berawal dari ketidaktahuan tentang fungsi suatu hal yang ada dalam akuntansi keuangan.

Bila pengetahuan tentang fungsi sudah cukup didapatkan maka semua hal terkait akuntansi keuangan akan lebih mudah dipelajari terutama jika ada tujuan dan contoh analisis laporan keuangan.

 

Demikianlah pembahasan tentang √ Akuntansi Keuangan : Pengertian, Fungsi, Tujuan,Tahapan Pembelajaran dan Standarisasi Akuntansi Keuangan [ TERLENGKAP ]. Semoga dapat menambah ilmu dan wawasan kita lebih lagi serta bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari kita. Terima kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Siklus Akuntansi : Pengertian, Tahapan, Contoh dan Penjelasan Terlengkap
Baca Juga :  √ Akuntansi Keuangan : Pengertian, Fungsi, Tujuan,Tahapan Pembelajaran dan Standarisasi Akuntansi Keuangan [ TERLENGKAP ]
Baca Juga :  √ Akuntansi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Dan Macam Akuntansi Menurut Para Ahli Terlengkap
Baca Juga :  √ Akuntansi Keuangan : Pengertian, Fungsi, Tujuan,Tahapan Pembelajaran dan Standarisasi Akuntansi Keuangan [ TERLENGKAP ]