√ Anggaran : Pengertian, Fungsi, Jenis, Manfaat dan Contoh Terlengkap

Diposting pada
√ Anggaran : Pengertian, Fungsi, Jenis, Manfaat dan Contoh Terlengkap
5 (100%) 5 votes

√ Anggaran : Pengertian, Fungsi, Jenis, Manfaat dan Contoh Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel ini. Pada pembahasan kali ini juga akan dibahas mengenai Anggaran. Mulai dari pengertian, jenis-jenis, fungsi, tujuan dan contohnya yang akan dibahas secara lengkap. Simak penjelasannya dibawah ini.

 

√ Anggaran : Pengertian, Fungsi, Jenis, Manfaat dan Contoh Terlengkap
√ Anggaran : Pengertian, Fungsi, Jenis, Manfaat dan Contoh Terlengkap

 

 

Pengertian Anggaran

Anggaran merupakan salah satu rencana keuangan untuk masa depan dimana merupakan komponen utama dari perencanaan.

Perencanaan itu sendiri merupakan suatu pandangan kedepan untuk melihat tindakan apa yang seharusnya dilakukan agar dapat mewujudkan tujuan-tujuan tertentu.

Anggaran adalah sebuah rencana yang dapat disusun dan dibuat dalam bentuk angka yang dinyatakan dalam sebuah unit monetor yang mana hal itu meliputi semua kegiatan dalam suatu perusahaan dalam jarak waktu (periode) tertentu pada masa mendatang.

Oleh sebab itu, suatu rencana yang telah dibentuk dan disusun serta dinyatakan dalam bentuk unit monetor sering disebut juga dengan rencana keuangan.

Perkara ataupun peran yang paling penting dalam suatu anggaran adalah satuan kegiatan dan satuan uang.

 

 

Pengertian Anggaran Menurut Para Ahli

 

1. Glenn A Welsch

Budget is a profit with planning and control may be broadly as de fined as sistematic and formalized approach for accomplishing the planning, coordinating and control responsibility of management”.

Yang sebagai artinya “Anggaran merupakan suatu anggaran yang dikaitkan dengan fungsi – fungsi dasar manajemen yang meliputi fungsi perencanaan, koordinasi, dan pengawasan. “

Jadi bila suatu anggaran dihubungkan dengan seorang manajer di perusahaan maka anggaran tersebut dapat meliputi fungsi perencanaan, mengarahkan, mengorganisasi dan mengawasi setiap satuan dan bidang-bidang organisasional di dalam suatu badan usaha.”

 

2. Munandar (2011)

Anggaran yaitu salah satu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit atau kesatuan moneter yang berlaku untuk jangka waktu yang akan datang.

 

3. Gomes (1995, p.87-88)

Anggaran merupakan salah satu dokumen yang berusaha untuk mendamaikan prioritas-prioritas program dengan sumber-sumber pendapatan yang diproyeksikan.

Anggaran ini menggabungkan suatu pengumuman dari kegiatan organisasi atau tujuan untuk suatu jangka waktu yang telah ditentukan dengan informasi mengenai dana yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut atau untuk mencapai tujuan tersebut.

 

4. Nafarin (2000)

Anggaran adalah suatu rencana tertulis tentang sebuah organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif untuk jangka waktu tertentu.

Biasanya anggaran ini dinyatakan dalam satuan moneter, tapi bisa juga dinyatakan dalam satuan barang atau jasa.

 

5. Welsch (2000:5)

Anggaran adalah salah satu perencanaan untuk pengendalian laba menyeluruh dapat didefenisikan secara luas sebagai suatu anggaran sistematis dan formal untuk perencanaan, pengkoordinasian dan pengendalian tanggung jawab manajemen.

 

6. Mulyadi

Anggaran merupakan salah satu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain yang mencakup jangka waktu 1 tahun.

 

7. Supriyono (1990, p.15)

Penganggaran merupakan salah satu kegiatan perencanaan keuangan perusahaan yang dipakai sebagai dasar pengendalian (pengawasan) keuangan perusahaan untuk periode yang akan datang.

 

8. Sofyan (1996:14)

Anggaran merupakan salah satu hal pendekatan yang sistematis dan formal untuk tercapainya pelaksanaan fungsi perencanaan sebagai alat membantu pelaksanaan tanggung jawab manajemen.

 

 

Fungsi Anggaran

 

1. Fungsi Perencanaan Perencanaan

 

Fungsi Perencanaan Perencanaan yaitu salah satu fungsi dari manajemen dan fungsi ini merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan dasar dari pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya.

Winardi juga memberikan suatu definisi mengenai perencanaan sebagai berikut: “Perencanaan meliputi suatu tindakan memilih dan menghubungkan suatu fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasikan serta merumuskan suatu kegiatan yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai basil yang diinginkan”.

Dari kutipan di atas disimpulkan bahwa sebelum suatu perusahaan melakukan operasinya, pimpinan dari perusahaan tersebut harus lebih dahulu merumuskan suatu kegiatan-kegiatan apa yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang dan hasil yang akan dicapai dari suatu kegiatan-kegiatan tersebut, serta bagaimana melaksanakannya. Dengan adanya suatu rencana tersebut, maka aktifitas akan dapat terlaksana dengan baik.

 

2. Fungsi Pengawasan Anggaran

Fungsi Pengawasan Anggaran merupakan salah satu cara untuk mengadakan pengawasan dalam perusahaan. Pengawasan itu merupakan salah satu usaha-usaha yang ditempuh agar rencana yang telah disusun sebelumnya dapat dicapai.

Dengan demikian pengawasan adalah hal untuk dapat mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan apabila perlu.

Aspek pengawasan adalah sebagai hal untuk dapat membandingkan antara prestasi dengan yang dianggarkan, apakah dapat ditemukan efisiensi atau apakah para manajer pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola suatu perusahaan.

Tujuan pengawasan itu bukanlah untuk mencari kesalahan akan tetapi mencegah dan memperbaiki kesalahan. Sering terjadi dalam fungsi pengawasan itu disalah artikan yaitu untuk mencari kesalahan orang lain atau sebagai alat menjatuhkan hukuman atas suatu kesalahan yang telah dibuat pada hal tujuan pengawasan itu untuk menjamin tercapainya tujuan-tujuan dan rencana perusahaan.

 

3. Fungsi Koordinasi

Fungsi koordinasi menuntut adanya keselarasan suatu tindakan bekerja dari setiap individu atau bagian dalam perusahaan untuk mencapai tujuan.

Dengan cara demikian dapat dikatakan bahwa untuk dapat menciptakan adanya koordinasi yang diperlukan perencanaan yang baik, yang dapat menunjukkan keselarasan rencana antara satu bagian dengan bagian lainnya.

Anggaran yang berfungsi sebagai suatu perencanaan harus dapat menyesuaikan rencana yang dibuat untuk berbagai bagian dalam perusahaan, sehingga suatu rencana kegiatan yang satu akan selaras dengan lainnya.

Untuk itu dalam anggaran ini juga dapat dipakai sebagai alat koordinasi untuk seluruh bagian yang ada dalam perusahaan, karena semua kegiatan yang saling berkaitan antara satu bagian dengan bagian lainnya sudah diatur dengan baik.

 

4. Anggaran Sebagai Pedoman Kerja Anggaran

Anggaran Sebagai Pedoman Kerja Anggaran merupakan salah satu rencana kerja yang disusun sistematis dan dinyatakan dalam unit 2 moneter.

Lazimnya dalam penyusunan anggaran ini berdasarkan pengalaman masa lalu dan taksir-taksiran pada masa yang akan datang, maka ini dapat menjadi sebuah pedoman kerja bagi setiap bagian dalam perusahaan untuk menjalankan kegiatannya.

Tujuan yang paling utama dari suatu anggaran adalah untuk pengawasan bagian luar, yaitu untuk dapat membatasi sumber-sumber daya keseluruhan yang tersedia untuk suatu instansi dan untuk dapat mencegah pengeluaran-pengeluaran bagi hal-hal atau kegiatan yang tidak dibenarkan oleh undang-undang.

 

 

Manfaat Anggaran

 

Anggaran memiliki banyak manfaat untuk sebuah perusahaan, berikut beberapa manfaat anggaran diantaranya :

  • Bisa memotivasi para pegawai.
  • Tumbuhnya rasa tanggung jawab pada para pegawai.
  • Bisa dipakai sebagai alat menilai kekurangan dan kelebihan pegawai.
  • Semua bentuk kegiatan perusahaan bisa diarahkan dengan suatu tujuan yang sudah ditetapkan.
  • Untuk alat pendidikan para manajer.
  • Untuk bisa memperbaiki sumber daya seperti peralatan, tenaga kerja, dan dana yang bisa dimanfaatkan seefisien mungkin.
  • Dapat menghindari dari pemborosan dan pembayaran yang tidak penting.
  • Bisa menghubungkan suatu kegiatan perusahaan degnan trend yang ada di dunia usaha.
  • Dapat membantu menunjang suatu kebijaksanaan suatu persahaan.
  • Memerintah semua tenaga kerja di suatu perusahaan untuk dapat menentukan arah atu kegiatan yang sangat menguntungkan.
  • Mengawasi suatu kegiatan perusahaan.
  • Adanya suatu perencanaan yang terpadu dalam pekerjaaan perusahaan.
  • Mententukan suatu tujuan perusahaan.
  • Membantu dalam menunjang kebijakan suatu perusahan.
  • Membantu untuk koordinasi faktor manusia dengan perusahan.

 

 

Faktor – Faktor Menyusun Anggaran

 

  • Pengetahuan tentang suatu tujuan dan kebijakan umum perusahaan.
  • Data-data dari tahun sebelumnya.
  • Kemungkinan  dalam perkembangan kondisi ekonomi.
  • Pengetahuan tentang sebuah tak tik, sebagai pesaing dan gerak gerik pesaing.
  • Kemungkinan adanya perubahan kebijakan pada pemerintah.
  • Penelitian untuk pengembangan suatu perusahaan.

 

 

Keuntungan Anggaran

 

Sistem anggaran juga memiliki biaya dan memerlukan pengorbanan tetapi dibalik pengorbanan itu banyak keuntungan. Keuntungan anggaran yaitu sebagai berikut :

  • Mempercepat dan mengefesienkan pencapaian suatu tugas.
  • Mengurangi berbagai tugas-tugas rutin operasional pimpinan sehingga ia lebih terfokus kepada hal-hal yang bersifat jangka panjang dari stategis.
  • Meningkatkan daya kopetensi, motivasi dan menimbulkan suatu proses penilaian yang lebih objektif.
  • Dapat menilai kemajuan kerja (progress) dalam pencapaian tujuan.
  • Dapat mengetahui lebih dini setiap penyimpangan dari suatu tujuan.
  • Dapat membedakan antara yang efisien atau yang tidak efisien.
  • Mengurangi berbagai hal-hal yang bersifat kabur, ambivalen, atau ambigius.
  • Dapat memantapkan suatu pelaksanaan manajemen, pengawasan, akuntansi secara lebih baik.
  • Dapat mengarahkan suatu kegiatan kebidang yang lebih menguntungkan.
  • Dapat menilai prestasi para karyawan atau bagian yang lebih objektif.

 

 

Kelemahan Anggaran

 

  • Aggaran dibuat berdasarkan taksiran dan asumsi sehingga mengandung suatu unsur ketidakpastian.
  • Menyusun sebuah anggaran yang cermat memerlukan waktu, uang dan tenaga.
  • Pihak yang merasa dipaksa untuk dapat melaksanakan anggaran, dapat menggerutu dan menentang. Sehingga pelaksanaan anggaran tersebut menjadi kurang efektif.

 

 

Proses Penyusunan Anggaran

 

  • Mengumpulkan suatu data dan informasi yang diperlukan dalam menyusun anggaran.
  • Pengolahan suatu data dan informasi yang telah dikumpulkan untuk melakukan penaksiran-penaksiran.
  • Menyusun suatu anggaran serta menyajikannya secara sistematis.
  • Pengkoordinasian suatu pelaksanaan anggaran.
  • Pengumpulan suatu data dan informasi untuk keperluan pengawasan kerja dengan melakukan penilaian.
  • Untuk pengolahan dan penganalisaan suatu data untuk dapat menghasilkan kesimpulan terhadap kegiatan kerja yang telah dilaksanakan serta menyusun kebijakan-kebijakan sebagai tindak lanjut dari kesimpulan yang telah di ambil.

 

 

Tipe Anggaran

 

1. Ceiling Budget

Tipe anggaran yang dipakai untuk suatu tujuan-tujuan pengawasan dinamakan Ceiling Budget. Anggaran jenis ini mengawasi suatu instansi secara langsung dengan cara menentukan suatu batas-batas pengeluaran melalui peraturan penggunaan atau pemberian, atau secara tidak langsung dengan cara membatasi penghasilan instansi pada sumber yang diketahui dan jumlah yang terbatas.

 

2. A Line-Item Budget

Tipe ini menggolongkan pada suatu pengeluaran-pengeluaran berdasarkan jenis, digunakan untuk mengawasi jenis-jenis pengeluaran dan juga jumlah totalnya.

 

3. Performance and Program Budgets

Tipe ini berguna juga untuk menspesifikasi kegiatan-kegiatan atau program-program berdasarkan mana dana digunakan, dan dengan cara demikian membantu dalam evaluasinya.

Dengan cara memisahkan suatu pengeluaran-pengeluaran berdasarkan fungsi seperti kesehatan atau keamanan public atau berdasarkan jenis pengeluaran seperti kepegawaian dan peralatan.

Atau juga berdasarkan sumber penghasilan seperti pajak kekayaan atau biaya-biaya pemakaian (user fees), para administrator dan para anggota legislatif bisa mendapatkan suatu laporan-laporan yang tepat mengenai transaksi-transaksi keuangan, untuk mempertahankan baik efisiensi ke dalam maupun pengawasan dari luar.

 

 

Tujuan Penyusunan Anggaran

 

  • Untuk dapat menyatakan harapan sasaran perusahaan secara jelas dan formal, sehingga bisa menghindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai manajemen.
  • Untuk dapat mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak terkait sehingga anggaran dimengerti, didukung dan dilaksanakan.
  • Untuk menyediakan suatu rencana terinci mengenai aktivitas dengan maksud mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
  • Untuk dapat mengkoordinasi cara atau metode yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan sumber.
  • Untuk dapat menyediakan sebuah alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan kelompok, menyediakan informasi yang mendasari perlu tidaknya tindakan koreksi.

 

 

Jenis – Jenis Anggaran

 

1. Anggaran Penjualan

Anggaran ini memuat mengenai suatu rencana penjualan selama periode atau waktu anggaran (pada umumnya satu tahun), yang dinyatakan dalam satuan uang dan juga kuantitas penjualan. Anggaran ini juga disusun berdasarkan Proyeksi Penjualan yang dibuat oleh perusahaan.

Anggaran Penjualan sering disebut juga sebagai suatu anggaran kunci dalam suatu proses penyusunan anggaran, sebab anggaran tersebut merupakan suatu dasar dari penyusunan jenis-jenis anggaran yang lain, diantaranya yaitu Anggaran Produksi, Anggaran Kas , Anggaran Biaya Nonproduksi, serta Anggaran Rugi-Laba.

Definisi dari suatu anggaran penjualan tersebut adalah suatu anggaran yang menerangkan secara terperinci dan juga teliti tentang penjualan perusahaan dimasa dating, dimana didalamnya terdapat rencana tentang suatu jenis-jenis barang, jumlah, harga, waktu maupun tempat penjualan barang tersebut.

 

2. Anggaran Produksi

Anggaran ini memuat mengenai suatu rencana-rencana unit yang diproduksi selama periode anggaran. Taksiran produksi ini ditentukan berdasarkan suatu rencana penjualan maupun persediaan yang diharapkan.

Anggaran produksi ini merupakan suatu dasar dari penyusunan anggaran biaya produksi, diantaranya yaitu anggaran biaya overhead pabrik, biaya bahan baku dan juga biaya tenaga kerja langsung. Anggaran produksi ini dapat juga dipakai sebagai dasar penyusunan Anggaran Persediaan ataupun sebaliknya.

 

3. Anggaran Biaya Bahan Baku

Anggaran ini mengenai sebuah taksiran bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi, yang dinyatakan dalam satuan uang dan kuantitas bahan baku.

Lalu dari anggaran ini juga akan diketahui pembelian bahan baku yang dianggarkan, yang selanjutnya dipakai sebagai dasar penyusunan Anggaran Kas dan Rugi-Laba.

 

4. Anggaran Tenaga Kerja Langsung

Pada Anggaran ini sudah dijelaskan tentang taksiran biaya tenaga kerja langsung selama periode anggaran. Anggaran ini juga menjadi suatu dasar dalam menyusun Anggaran Kas dan Anggaran Rugi-Laba.

Untuk menyusun anggaran ini biasanya dapat digunakan dua macam dasar perhitungan, yaitu upah per unik produk, dan upah per jam.

 

5. Anggaran Overhead Pabrik

Pada Anggaran Overhead Pabrik ini dijelaskan tentang taksiran biaya overhead pabrik selama periode anggaran. Anggaran ini juga menjadi suatu dasar dalam menyusun Anggaran Kas dan Rugi-Laba.

 

6. Anggaran Persediaan

Anggaran Persediaan adalah salah satu anggaran yang merencanakan secara detail berapa besar nilai persediaan untuk periode yang akan datang. Pada sebuah perusahaan manufaktur ada tiga jenis persediaan, diantaranya ialah persediaan material, persediaan barang setengah jadi, dan persediaan barang jadi.

 

7. Anggaran Biaya Produksi

Anggaran ini terdiri dari suatu Anggaran biaya pemasaran dan juga anggaran biaya administrasi serta umum yang masing-masing memuat mengenai sebuah taksiran biaya pemasaran, biaya administrasi dan juga umum. Anggaran ini juga dapat dipakai sebagai dasar penyusunan anggaran kas dan rugi-laba.

 

8. Anggaran Program

Adalah suatu anggaran operasi yang disusun berdasarkan berbagai program utama suatu perusahaan yang berupa jenis ataupun keluarga produk misalkan pada program penelitian dan juga pengembangan. Anggaran pada program ini pada umumnya dipakai untuk dapat menganalisis keselarasan diantara berbagai program perusahaan.

 

9. Anggaran Pertanggung Jawaban

Adalah suatu anggaran operasi yang disusun berdasarkan pusat pertanggung jawaban yang terdapat di dalam perusahaan. Program pertanggung jawaban ini juga digunakan sebagai alat pengendalian setiap manajer dan juga sebagai pusat pertanggung jawaban yang dipimpinnya.

 

10. Anggaran Pengeluaran Modal

Dalam Anggaran ini dijelaskan tentang suatu rencana perubahan aktiva tetap perusahaan selama periode anggaran dan dibuat berdasarkan proyeksi penjualan. Anggaran Pengeluaran Modal ini biasanya digunakan sebagai dasar dalam menyusun anggaran kas, biaya overhead pabrik, dan biaya non-produksi.

 

11. Anggaran Kas

Pada Anggaran Kas terdapat suatu informasi tentang taksiran sumber dan juga penggunaan kas selama periode anggaran. Anggaran Kas juga dibuat berdasarkan anggaran operasi dan pengeluaran modal.

Menyusun Anggaran Kasa adalah hal yang sangat penting bagi sebuah organisasi untuk dapat menjaga likuiditas organisasi tersebut. Anggaran Kas ini biasanya digunakan untuk dapat menyusun anggaran neraca.

 

12. Anggaran Rugi-Laba

Di dalam anggaran Rugi-Laba terdapat suatu informasi tentang taksiran rugi dan laba perusahaan selama periode anggaran. Anggaran ini juga dibuat berdasarkan anggaran operasi, dan kemudian digunakan sebagai bahan untuk menyusun anggaran neraca.

 

13. Anggaran Neraca

Anggaran yang berisi mengenai suatu rencana posisi keuangan (aktiva, utang, dan modal) perusahaan pada awal dan akhir periode anggaran. Anggaran neraca ini disusun dari anggaran kas dan anggaran rugi-laba, dan dapat dipakai untuk dasar penyusunan anggaran perubahan posisi keuangan.

 

14. Anggaran Perubahan Posisi Keuangan

Anggaran ini isinya mengenai suatu rencana perubahan utang, aktiva, modal perusahaan selama periode (waktu) anggaran. Anggaran ini juga disusun dari anggaran neraca.

 

 

Syarat – Syarat Anggaran

 

1. Adanya suatu organisasi perusahaan yang sehat yaitu salah satu organisasi yang memberi tugas fungsional dengan jelas dan menentukan garis wewenang dan tanggung jawab yang tegas.

2. Adanya sistem akuntansi yang memadai seperti :

  • Penggolongan suatu rekening yang sama antara anggaran dan realisasi anggaran.
  • Pencatatan akuntansi untuk memberikan informasi mengenai realisasi.
  • Laporan yang didasarkan pada akuntansi pertanggungjawaban.

3. Adanya suatu penilaian dan analisis diperlukan untuk menetapkan alat pengukur prestasi, sehingga anggaran dapat dipakai untuk menganalisa prestasi.

4. Adanya dukungan dari para pelaksana anggaran dapat dipakai sebagai alat yang baik bagi manajemen jika ada dukungan aktif para pelaksana.

 

 

Karakteristik Perencanaan Anggaran

 

1. Anggaran yang Penyusunannya Berdasarkan Program

Meskipun anggaran adalah suatu bentuk perencanaan, namun untuk penyusunannya harus sesuai dengan rencana strategis suatu perusahaan. Anggaran juga harus mengikuti apa yang sudah menjadi tujuan perusahaan.

Jika anggaran dibuat hanya karena pembagian dana dari kegiatan saja, dikhawatirkan menjadi tidak sesuai dengan tujuan utama perusahaan.

Karena setiap kegiatan atau program suatu perusahaan memiliki nominal anggaran yang berbeda-beda sesuai dengan tujuannya.

 

2. Anggaran yang Dibuat Berdasarkan Pusat Pertanggungjawaban

Pusat pertanggung jawaban suatu perusahaan dibagi menjadi 4 pusat, yaitu pusat biaya, pusat investasi, pusat laba dan pusat pendapatan.

Penyusunan anggaran suatu perusahaan yang tidak sesuai dengan karakter masing-masing pertanggung jawaban pusat tersebut akan menghasilkan tolak ukur kinerja yang tidak sesuai pada setiap karakter. Ini berakibat pada ketidakteraturan dalam pembagian suatu anggaran.

 

3. Anggaran yang  Realisasinya Mampu Sebagai Suatu Bentuk Pengendalian dan Pengawasan

Anggaran ini dibentuk dengan tujuan untuk pengendalian dan pengawasan setiap kegiatan yang membutuhkan keluar masuknya pendapatan perusahaan.

Perencanaan anggaran juga dibutuhkan supaya suatu perusahaan dapat berjalan seimbang antara jalannya keuangan dan jalannya kegiatan.

Bagi suatu bisnis perusahaan yang sedang berkembang, anggaran tersebut menjadi hal vital yang harus benar-benar disusun berdasarkan tujuan dasar bisnis.

 

 

Contoh Anggaran

 

√ Anggaran : Pengertian, Fungsi, Jenis, Manfaat dan Contoh Terlengkap
√ Anggaran : Pengertian, Fungsi, Jenis, Manfaat dan Contoh Terlengkap

 

 

Demikianlah penjelasan teelengkap mengenai √ Anggaran : Pengertian, Fungsi, Jenis, Manfaat dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi para pembaca. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Pasar Modal : Pengertian, Manfaat, Jenis, Instrumen, dan Peranannya Terlengkap

Baca Juga :  √ Strategi Pemasaran : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Konsep, dan Contohnya Terlengkap

Baca Juga :  √ Pengertian, Konsep, Cara Menghitung, dan Manfaat Pendapatan Nasional Terlengkap

Baca Juga :  √ Manajemen Pemasaran : Pengertian, Konsep, Fungsi, dan Tujuan Terlengkap