√ Branding : Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Unsur Terlengkap

Diposting pada

√ Branding : Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Unsur Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda. Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Branding. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Branding : Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Unsur Terlengkap
√ Branding : Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Unsur Terlengkap

 

Pengertian Branding

 

Kata branding itu berasal dari sebuah kata brand, yang dalam bahasa Indonesia mempunyai arti sebagai merek.

Brand pertama kali ini diketahui di negara Mesir Kuno pada tahun 2700 SM, ketika itu Brand dimaknai atau dapat difungsikan untuk dipakai oleh orang-orang dalam menandai binatang peliharaan mereka.

Sedangkan pengertian Branding yaitu berbagai kegiatan komunikasi yang dikerjakan oleh sebuah perusahaan dengan destinasi untuk dapat membangun, menumbuhkan dan membesarkan suatu brand atau merek.

Dalam perdagangan, branding ini sangat diperlukan. Pentingnya branding memang sangat kuat besar pada suksesnya pemasaran. Branding juga menjadi sebuah reputasi sebuah perusahaan semoga public percaya & menentukan brand tersebut.

Branding ialah sebuah nama, simbol, tanda, rancangan, istilah atau kombinasi semuanya untuk dapat mengidentifikasikan barang atau jasa serta membedakan dari pesaingnya.

 

 

Pengertian Branding Menurut Para Ahli

 

1. Neumeier

Branding yakni suatu pernyataan terhadap siapa (identitas), suatu kegiatan apa saja yang dilakukan (produk atau jasa yang di jual), serta kenapa pada suatu merk layak untuk dipilih (Istimewa).

 

2. Landa

Branding ini bukanlah sekedar merek atau juga nama dagang dari sebuah produk, jasa atau perusahaan. Namun semuanya yang berkaitan dengan berbagai hal-hal yang kasat mata dari sebuah merek.

 

3. Wikipedia

Branding yaitu suatu proses dari penciptaan atau peninggalan jejak-jejak tertentu di ingatan dan hati konsumen dengan berbagai cara yang dapat memberikan akibat untuk kehidupan konsumen tersebut.

 

4. Kotler

Branding yakni pemberian sebuah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi dari kesemuanya, yang dibuat dengan tujuan untuk dapat mengidentifikasikan barang atau jasa atau kelompok penjual dan untuk membedakan dari suatu barang atau jasa pesaing.

 

5. Bilson Simamora

Brand adalah pemberian suatu nama, tanda, istilah, simbol, desain atau kombinasinya yang ditunjukan untuk mengidentifikasi dan mendiferensiasi (membedakan) barang atau juga layanan suatu penjual dari barang atau layanan penjual lain.

 

6. Janita

Brand ialah sebuah ide, kata, desain grafis dan suara atau bunyi yang mensimbolisasikan suatu produk, jasa, dan perusahaan yang memproduksi produk dan jasa tersebut.

 

7. Lamb, Hair, dan Mc. Daniel

Brand yaitu sebuah istilah, simbol, desain, atau gabungan keempatnya, yang dapat mengidentifikasi produk para penjual dan membedakannya dari produk pesaing.

 

8. Rangkuti

Brand yakni sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dan juga melekat di benak konsumen.

 

9. Keller

Brand ialah the brand image is perception about brand, as reflected by the brand association to held in consumer memory.

 

10. Setiadi

Brand yaitu keseluruhan dari persepsi terhadap suatu merek yang dibentuk dengan memproses suatu informsi dari berbagai sumber setiap waktu.

 

11. Alina Wheeler

Brand dapat juga berupa sesuai dengan konteksnya. Kadang brand ini sebagai kata benda, kada pula brand berarti kata kerja. Kadang juga menjadi sama dengan nama suatu perusahaan, pengalaman perusahaan dan harapan konsumen.

 

12. American Marketing Association

Branding yaitu sebuah nama, istilah, tanda, simbol atau rancangan atau juga kombinasi dari hal-hal tersebut. Tujuan dari pemberian merek ini untuk dapat mengindentifikasi produk atau jasa yang dihasilkan sehingga berbeda dari produk jasa yang dihasilkan oleh pesaing.

 

13. Anholt

Branding yakni sebuah kegiatan membangun sebuah brand. Membuat suatu identitas, termasuk logo, merupakan salah satu kegiatan branding. Branding adalah suatu proses mendesain, merencanakan, dan mengkomunikasikan nama beserta identitas dengan tujuan untuk membangun atau mengelolah reputasi.

 

14. Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 Pasal 1 Ayat 1

Branding ialah suatu tanda yang berupa gambar nama, kata, huruf-huruf angka-angkan susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur terebut yang mempunyai daya pembeda dan dapat digunakan dalam kegiatan perdagangan barang ataupun jasa.

 

15. Aaker

Branding merupakan sebagai sebuah janji seorang penjual atau suatu perusahaan yang konsisten dalam memberikan nilai, manfaat, fitur, dan kinerja tertentu bagi pembelinya.

 

16. Edelman, Silverstein dan Chapluis

Branding yakni sesuatu yang lebih dari sekedar nama dalam suatu produk. Mendesain brand ini dengan baik untuk menyesuaikan dengan sistem bisnis, insight dari konsumen, maka dampak yang dapat diberikan akan signifikan dalam jangka waktu yang panjang.

 

17. Susanto dan Wijanarko

Branding adalah sebuah merek sebagai nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk atau jasa yang dapat menimbulkan arti psikologis atau asosiasi. Hal demikian yang membedakan suatu produk dan merek.

 

18. Crainer

Branding adalah sebuah pernyataan legal (secara hukum) atas sebuah kepemilikan.

 

19. Chernatony dan Dall’Olmo Riley

Branding yakni suatu tindakan untuk dapat memberikan identitas kepemilikan.

 

20. Gobe

Branding yaitu sebagai sebuah tanda pada penciptaan merek.

 

21. Broadbent dan Cooper

Branding ialah sebagai sebuah tanda yang menunjukkan suatu kepemilikan resmi.

 

22. Schultz

Branding yaitu sesuatu yang dapat diidentifikasi oleh para pembeli dan penjual sehingga menciptakan nilai bagi keduanya.

 

 

Jenis – Jenis Branding

 

  • Product Branding

Bertujuan untuk dapat mendorong konsumen agar lebih memilih produk yang dibranding ketimbang produk pesaing.

 

  • Personal Branding

Personal branding adalah sebuah alat pemasaran yang digunakan untuk mengangkat nama seorang publik figur, misalnya politisi, musisi, selebriti, dan lain-lain. Dengan begitu publik figur tersebut mendapat suatu citra yang baik di mata masyarakat.

 

  • Corporate Branding

Tujuan corporate branding yakni untuk dapat meningkatkan reputasi sebuah perusahaan di pasar, meliputi semua aspek perusahaan tersebut mulai dari suatu produk atau jasa yang ditawarkan hingga kontribusi karyawan mereka terhadap masyarakat.

 

  • Geographic Branding

Bertujuan untuk dapat memunculkan gambaran dari sebuah produk atau jasa ketika nama lokasi tersebut disebutkan oleh seseorang.

 

  • Cultural Branding

Bertujuan untuk bisa mengembangkan reputasi mengenai lingkungan dan orang-orang dari lokasi tertentu atau kebangsaan.

 

  • Wood Branding

Wood Branding (pencetakan merek kayu) yakni salah satu cara mudah dan ekonomis untuk menandai sesuatu yang terbuat dari kayu, kulit, plastik, serta karet, gabus, makanan, sabun, lilin, dan lain sebagainya secara permanen.

 

  • Livestock Branding

Livestock branding (Pencitraan merek ternak) merupakan suatu teknik yang digunakan untuk bisa menandai ternak sehingga dapat diidentifikasi pemiliknya. Hal ini dilakukan dengan cara memberi tanda berupa suatu tatto dengan cat warna, memberi microchip atau yang lainnya.

 

  • Human Branding

Human Branding (Pencitraan atau stigmatisasi manusia) ialah berbagai proses menandai kulit orang yang masih hidup dengan melukai kulit tersebut supaya menjadi bekas luka permanen, biasanya berupa simbol atau pola hias lain (tatto).

 

  • Freeze Branding

Freeze branding yakni sebuah proses branding yang melibatkan penggunaan nitrogen cair dan alkohol untuk mendinginkan merek zat besi.

Sehingga zat besi tersebut dapat digunakan untuk dapat mengubah folikel rambut hewan, menghilangkan pigmentasi atau menghilangkan semua bulu, tergantung warna binatang. Hal ini paling sering dilakukan guna untuk memberi tanda identifikasi kepemilikan.

 

  • Internet Branding

Internet Branding (Pencitraan Branding) atau Online branding yaitu sebuah teknik manajemen merek yang menggunakan World Wide Web sebagai media untuk memposisikan merek di pasar.

 

  • National Branding

National Branding ini bertujuan untuk dapat mengukur, membangun dan mengelola reputasi negara. Para penulis mendefinisikan nation branding ini sebagai penerapan konsep dan teknik pemasaran perusahaan ke negara-negara, demi meningkatkan suatu reputasi mereka dalam hubungan internasional.

 

 

Tujuan Branding

 

  1. Membentuk Persepsi.
  2. Membangun Kepercayaan.
  3. Membangun Cinta (kepada brand).

 

 

Unsur – Unsur Branding

 

1. Nama Merk
Unsur yang pertama dan paling utama ialah nama merk, baik itu brand produk, jasa ataupun suatu perusahaan.

 

2. Logo
Logo suatu brand ini berbeda-beda. Untuk dapat menciptakan logo brand, buatlah seunik mungkin dan berbeda dengan brand lain. Logo brand yang sangat unik akan lebih gampang diingat oleh publik.

 

3. Penampilan Visual
Pengertian branding ini bukan hanya sekedar brand saja namun juga sebagai penampilan visual. Pasalnya, setiap brand akan mengatakan suatu penampilan yang khas ibarat desain kemasan, desain kendaraan, desain suatu produk, dan lain sebagainya.

 

4. Juru Bicara
Untuk dapat memperkenalkan brand, maka dibutuhkan juru bicara. Juru bicara ini akan sangat kuat pada brand tersebut. Untuk itulah juru bicara harus juga dipilih sebaik mungkin, dihentikan asal-asalan. Misalnya ialah seorang tokoh ciptaan, tokoh perusahaan, toko pendiri, artis terkenal, dsb.

 

5. Kata-kata
Jika dilihat dari makna branding, maka brand juga harus sanggup menciptakan sebuah produk gampang diingat. Salah satu caranya ialah dengan sebuah kata-kata.

Kata-kata disini juga sanggup berupa jingle, tag line, slogan, nama panggilan, atau akronim. Semakin simple dan juga unik kata-kata tersebut, semakin mudah diingat pula brand tersebut oleh masyarakat.

 

6. Suara
Unsur yang terakhir ialah suara. Unsur bunyi ini juga dapat berupa lagu, nada, atau bunyi tertentu yang menciptakan brand semakin menarik dan gampang diingat.

 

 

Fungsi Branding

 

  • Pembeda

Suatu produk atau barang akan mempunyai suatu perbedaan dengan pesaingnya jika memiliki brand yang kuat, sehingga sebuah brand bisa dengan mudah dapat dibedakan dari brand merk lain.

 

  • Promosi Dan Daya Tarik

Produk yang mempunyai suatu brand akan lebih mudah untuk dipromosikan dan menjadi daya tarik konsumen. Promosi sebuah brand akan membuat mudah untuk mempromosikan produk dengan menampilkan logo brand tersebut.

 

  • Pembangunan Citra, Pemberi Keyakinan, Jaminan Kualitas, Dan Prestise

Fungsi brand adalah untuk dapat membentuk citra dengan memberi alat pengenalan pertama kepada konsumen. Keyakinan, pada kualitas dan prestise sebuah produk akan melekat dalam sebuah brand yang berdasarkan pengalaman dan informasi dari produk tersebut.

 

  • Pengendali Pasar

Pasar juga bisa dengan mudah dikendalikan oleh suatu brand yang kuat. Barang tersebut akan menjadi suatu peringatan bagi para pesaingnya untuk dapat mengambil setiap langkah yang diambilnya, selain itu masyarakat akan mudah diberi suatu informasi tambahan dengan adanya brand yang di ingat olehnya.

 

 

Manfaat Branding

 

Manfaat Branding Bagi Perusahaan

 

  1. Memudahkan bagi para penjual dalam mengolah pesanan-pesanan dan memperkecil adanya kesalahan.
  2. Mendapat suatu perlindungan secara hukum dan juga menghindari atau mencegah adanya pemalsuan ciri-ciri produk.
  3. Memberikan sebuah peluang besar bagi penjual dalam mempertahankan kesetiaan konsumen. Sehingga mampu mencegah para pesaing dan melindungi penjual atau produksi, dalam rangka mencegah terjadinya perpindahan para konsumen dalam ketatnya persaingan pasar saat ini.
  4. Membantu para penjual dalam mengelompokkan pasar dalam segmen-segmen.
  5. Citra suatu perusahaan dapat dibina dengan adanya nama baik. Hal itu maka, suatu perusahaan memilik citra yang meningkatkan kualitas serta keuntungan dari perusahaan.

 

Manfaat Branding Bagi Konsumen

 

  1. Merek juga dapat membantu konsumen untuk mengidentifikasi produk yang
  2. Hendak dibeli, sehingga dengan adanya merek ini maka akan membantu
  3. Untuk membedakan sebuah mutu dari tiap-tiap merek yang ada.
  4. Dapat berjalan dengan mudah dan sangat efisien, terutama ketika membeli kembali produk yang sama.

 

Demikianlah penjelasan mengenai √ Branding : Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Unsur Terlengkap. Semoga bermanfaat dan menambaha wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Forecasting : Pengertian, Faktor, Fungsi, Tujuan dan Jenis Terlengkap

Baca Juga :  √ Pasiva : Definisi Akun Pasiva dan Penjelasan Terlengkap

Baca Juga :  √ Manajemen Kas : Pengertian, Tujuan, Sumber, Aspek, Motif Dan Faktornya Lengkap

Baca Juga :  √ Kewirausahaan : Pengertian, Manfaat, Tujuan, Ciri, & Tantangannya Lengkap