√ Kas : Pengertian, Jenis dan Ciri Terlengkap

Diposting pada
√ Kas : Pengertian, Jenis dan Ciri Terlengkap
5 (100%) 18 vote[s]

√ Kas : Pengertian, Jenis dan Ciri Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Kas. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Kas : Pengertian, Jenis dan Ciri Terlengkap
√ Kas : Pengertian, Jenis dan Ciri Terlengkap

 

Pengertian Kas

 

Kas atau Cash merupakan salah satu bagian dari aktiva yang paling likuid (paling lancar), yang bisa dipergunakansegera untuk memenuhi kewajiban finansial perusahaan.

Kas yang dibutuhkan perusahaan baik digunakan untukmembiayai operasi perusahaan sehari-hari (dalam bentukmodal kerja) maupun pembelian aktiva tetap, memiliki sifat continue (untuk pembelian bahan baku, membayar upah dangaji, membayar supplies kantor habis pakai, dll) dan tidak continue (untuk pembayaran deviden, pajak, angsuranhutang, dsb)

Tujuan perusahaan menyimpan atau membutuhkan kas yakni untuk sebuah kebutuhan kas untuk transaksi (diperlukan dalam pelaksanaan operasi usaha perusahaan)

Kas juga bisa diartikan sebagai aktiva perusahaan yang berbentuk uang tunai (uang kertas, uang logam, wesel, cek, dan lainnya) yang dipegang perusahaan tersebut maupun disimpan di Bank dan bisa digunakan untuk kegiatan umum perusahaan.

 

 

Ciri – Ciri Kas

 

  • Kas merupakan aset perusahaan yang paling likuid.
  • Kas dapat digunakan sebagai standar pertukaran yang paling umum.
  • Kas dapat digunakan sebagagi basis perhitungan dan pengukuran.

 

 

Jenis – Jenis Kas

 

1. Petty Cash (Kas Kecil)

Pengertian petty cash merupakan salah satu jenis kas dalam bentuk uang tunai yang disiapkan oleh suatu perusahaan untuk membayar berbagai pengeluaran yang nilainya cukup relatif kecil dan tidak ekonomis jika membayarnya dengan cek.

 

2. Kas di Bank

Pengertian kas di bank adalah uang yang disimpan oleh perusahaan di rekening bank tertentu yang jumlahnya relatif besar dan membutuhkan keamanan yang lebih baik.

Baca Juga :  √ Entrepreneur : Pengertian, Contoh, Kelebihan dan Karakteristik Terlengkap

Dalam hal ini, kas yang ada di bank selalu berhubungan dengan rekening koran perusahaan di bank tersebut.

 

3. Pelaporan Kas

Pelaporan kas bisa dilakukan secara langsung. Tapi dalam pelaksanaanya bisa terjadi beberapa masalah, diantaranya:

  • Cash Equivalents atau setara kas yaitu kelompok aset perusahaan yang jangka waktunya kurang dari tiga bulan.
  • Restricted Cash yakni kas yang dipisahkan khusus untuk membayar kewajiban di masa mendatang yang nilainya cukup besar.
  • Bank Overdrafts ialah rekening negatif yang terjadi karena nasabah menulis cek yang melebihi jumlah dana yang ada di rekeningnya dan dianggap sebagai utang sehingga bisa dilaporkan sebagai suatu ekspansi kredit.

 

 

Fungsi Kas

 

  • Kas kecil (petty cash) merupakan sejumlah dana dibuat secara khusus untuk pengeluaran secara rutin dan relative kecil jumlahnya. Namun memiliki jumlah yang terbatas secara berkala diisi kembali jika saldonya akan habis.
  • Kas atau Bank yakni berfungsi untuk menampung transaksi penerimaan dan pengeluaran kas melalui kasir didalam perusahaan.
  • Selisih kas yaitu untuk dapat menampung sebuah perbedaan dari jumlah fisik kas dengan jumlah kas yang menurut catatan pembukuanya. Namun, ini juga bersifat sementara saja atau sebelum penyebab selisihnya ditemukan.

 

 

Kategori Kas

 

  • Uang tunai ialah baik berupa uang kertas dan logam yang dikeluarkan oleh pemerintah indonesia atau oleh pemerintah negara lain (mata uang asing).
  • Uang tunai yang tersimpan dalam lembaga keuangan (bank) namun berbentuk giro ataupun rekening tabungan (saving deposit).
  • Intrument lainya yaitu money order personal check. Cashier’s sceck dan bank draft.

 

 

Yang Termasuk Kas (Cash)

 

  • Uang tunai dalam bentuk kertas atau logam.
  • Uang perusahaan yang disimpan di bank yang sewaktu-waktu dapat diambil.
  • Cek yang telah diterima sebagai pembayaran dari pihak lain.
  • Cek perjalanan (travell check) yakni yang sudah diterbitkan oleh suatu bank untuk bisa melayani para nasabah yang melakukan perjalanan jarak jauh.
  • Kasir cek ialah salah satu cek yang dibuat dan ditanda tangani oleh suatu bank, ditarik oleh bank itu sendiri untuk dapat melakukan pembayaran ke pihak lain.
  • Wesel post yaitu dapat juga dijadikan uang tunai pada saat diperlukan.
Baca Juga :  √ Organizational Citizenship Behavior (OCB) : Pengertian, Manfaat, Dimensi, Motif dan Faktor Terlengkap

 

 

Yang Tidak Termasuk Kas (Cash)

 

  • Deposito berjangka atau Time deposite ialah uang simpanan di bank yang hanya dapat diambil setelah jangka waktu tertentu berakhir.
  • Uang yang disediakan untuk tujuan-tujuan tertentu sehingga terikat penggunaannya contohnya yaitu Dana Pensiun.
  • Cek mundur atau Post date check yakni tidak dapat digolongkan ke dalam kas sebelum jangka waktunya.
  • Perangko.

 

 

Pengendalian Kas

 

1. Pengendalian untuk Penerimaan Kas

  • Semua penerimaan kas harus segera dicatat.
  • Hendaknya semua penerimaan kas pada hari itu juga harus disetor ke bank.
  • Adanya pemisahan fungsi antara petugas yang menangani penerimaan kas dilakukan dengan mesin cash register.

 

2. Pengendalian untuk Pengeluaran Kas

  • Semua pengeluaran kas ini harus dilakukan dengan menggunakan cek, kecuali pada pengeluaran yang jumlahnya kecil yang tidak efisien jika dilakukan dengan menggunakan cek dapat dilakukan dengan menggunakan dana kas kecil.
  • Cek yang harus ditandatangani minimal oleh 2 orang pejabat.
  • Cek yang batal digunakan atau juga salah tulis ini harus diasir dengan rapih.
  • Hendaknya diberikan cap lunas untuk sebuah bukti dan cek yang sudah dikeluarkan.

 

 

Pengawasan Kas

 

1. Penerimaan Kas

Karena uang yang diterima oleh perusahaan adalah berbagai sumber seperti penjualan tunai, pelunasan piutang dan pinjaman, maka prosedur pengawasan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Diadakan pembagian tugas antara fungsi penerimaan, pencatatan dan penyimpaanan kas.
  • Setiap penerimaan kas dibuatkan bukti penerimaan kas dan segera dicatat, kemudian disetorkan ke bank.
  • Dibedakan antara fungsi pengelolaan kas dan pencatat kas
  • Dibuat laporan kas setiap hari.
  • Secara intern tanpa pemberitahuan terlebih dahulu diadakan pemeriksaan kas.

 

2. Pengeluaran Kas

Pengeluaran uang dalam suatu perusahaan adalah untuk membayar berbagai macam transaksi, maka prosedur pengawasannya dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Semua Pengeluaran uang yang relatif cukup besar menggunakan cek.
  • Dibuat sebuah laporan kas setiap hari.
  • Dipisahkan antara yang menulis cek, menandatangani cek atau juga yang mencatat pengeluaran suatu perusahaan.
  • Diselenggarakan kas kecil untuk sebuah pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan juga yang sifatnya rutin.
  • Diadakan suatu pemeriksaan dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.
Baca Juga :  √ Stock Opname : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Periode dan Prosedure Terlengkap

 

3. Pemeriksaaan Kas

Pemeriksaan kas dapat dilakukan secara mendadak tanpa memberitahukan terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut :

  • Mencocokkan saldo kas perusahaan dengan keadaan fisik uang yang ada pada kas perusahaan dan benda-benda yang ada dalam kas perusahaan.
  • Mengadakan pengujian terhadap catatan-catatan dengan kegiatan-kegiatan perusahaan seperti perusahaan menyimpan uang di bank atau pengeluaran dengan menggunakan cek.

 

4. Perhitungan Kas

Perhitungan kas dapat dilakukan oleh petugas yang tidak bersangkutan dengan pengelola kas dan saksi-saksi yang telah ditunjuk.

Hasil perhitungan harus dilaporkan secara terperinci mengenai jenis, banyaknya nilai per satuan, dan jumlahnya harus sama dengan catatan pada laporan kas, kemudian dibuat berita acara.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Kas : Pengertian, Jenis dan Ciri Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :