√ Kartel : Pengetian, Ciri, Tujuan, Jenis, Dampak dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

√ Kartel : Pengetian, Ciri, Tujuan, Jenis, Dampak dan Contoh Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Kartel. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

√ Kartel : Pengetian, Ciri, Tujuan, Jenis, Dampak dan Contoh Terlengkap
√ Kartel : Pengetian, Ciri, Tujuan, Jenis, Dampak dan Contoh Terlengkap


Pengertian Kartel

Kartel merupakan salah satu kerja sama atau penggabungan yang didasarkan atas sukareka dan beberapa badan usaha sejenis untuk memproduksi atau menjual barang hasil produksinya.

Kartel bahasa Inggris disebut “cartel” dan dalam bahasa Belanda disebut “kartel”.

Cartel atau yang sering disebut juga sebagai “syndicate” ialah berbagai kesepakatan (tertulis) antara beberapa perusahaan seperti perusahaan produsen dan lainnya yang sejenis.


Pengertian Kartel Menurut Para Ahli

1. Richard Postner

Kartel yaitu sebuah kontrak antara penjual yang bersaing untuk memperbaiki harga produk yang mereka jual yang kemungkinan ada kontrak lain dalam arti bahwa para pihak tidak akan menandatanganinya kecuali jika mereka mengharapkannya untuk menjadikannya semua lebih baik.

2. Winardi

Kartel ialah suatu gabungan atau persetujuan (conventie) dari para pengusaha yang secara yuridis maupun ekonomis berdiri sendiri.

3. Samuelson dan Nordhaus

Kartel yakni salah satu organisasi perusahaan independen, menghasilkan produk serupa, yang bekerja sama untuk menaikkan harga dan membatasi output (produksi).


Tujuan Kartel

  • Dapat mengurangi persaingan atau meniadakan persaingan antar pengusaha.
  • Untuk bisa menguasai pasar.
  • Untuk memaksimalkan suatu keuntungan anggota kartel.
Baca Juga :  √ Transaksi : Pengertian, Jenis, Bukti, Alat dan Pelaku Terlengkap


Ciri – Ciri Kartel

  • Organisasi suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya, dalam memproduksi barang-barang yang sejenis.
  • Persetujuan yang dilakukan oleh sekelompok perusahaan, dengan bertujuan untuk mengendalikan harga komoditi tertentu.


Jenis – Jenis Kartel

  • Kartel Harga – Dalam kartel harga ini telah disepakati sebuah harga minimun sebuah barang yang boleh dijual. Anggota kartel dilarang menjual barang di bawah harga minimum yang sudah disepakati.
  • Kartel Syarat – Dalam kartel syarat ini sudah disepakati syarat-syarat yang seragam dalam hal penyerahan, pembayaran dan pembungkusan barang.
  • Kartel Rayon – Di dalam kartel rayon ini juga disepakati daerah penjualan setiap kartel, tujuan penerapan daerah pemasaran ini yaitu agar tidak terjadi persaingan antar anggota rayon.
  • Kartel Produksi – Dalam kartel produksi yang disepakati jumlah maksimum barang yang boleh di produksi setiap anggota kartel. Tujuan pembatasan produksi ini yaitu agar tidak terjadi kelebihan produksi yang berakibat pada turunnya harga barang.
  • Sindikat Penjualan – Dalam kartel sindikat para penjualan ini disepakati bahwa setiap anggota kartel harus menyerahkan barang hasil produksinya untuk dijual dengan satu harga.
  • Kartel Pool – Dalam kartel pool ini sebuah keuntungan yang dodapatkan anggota kartel dikumpulkan dalam kas bersama lalu dibagi sesuai perjanjian yang sudah disepakati. untuk itu jenis kartel ini sering disebut juga dengan kartel pembagian keuntungan.


Contoh Kartel

1. Indonesia

  • PT Semen Gresik
  • PT Holcim Indonesia
  • PT Indocement yang bisa mengontrol harga semen di dalam negeri, karena menguasaa pangsa pasar sampai 88%

2. Inggris

  • Buxton Lime Indsutries
  • Castle “Heidelberg”
  • Cemex UK

3. Jerman

  • Schwenk Zement KG
  • Readymix AG “Kini Cemex Deustchland AG”
  • Lafarge Zement GmbH
  • Heidelberg Cement AG
  • Alsen AG “Kini Holcim Deutschland AG” Dyckerhoff
Baca Juga :  √ Ekuitas : Definisi, Jenis-Jenis, dan Contoh Ekuitas Dalam Akuntansi [ TERLENGKAP ]

4. Eropa

  • Perusahaan semen Holcim, Heidelberg, Dyckerhoff AG, Lafarge dan Cemex yang tersebar di Jerman, Inggris, Perancis, Belgia, Belanda dan Luxemburg.
  • Perusahaan di bidang pertanian seperti Cargill Inc dan Bunge Ltd yang melakukan kerjasama kartel dalam bidang pedagang dan distributor sereal dan produk pertanian.


Keuntungan Kartel

  • Kedudukan monopoli kartel di pasar tersebut menyebabkan kartel mempunyai posisi yang baik di dalam menghadapi persaingan.
  • Risiko penjualan barang-barang yang dihasilkan serta risiko kapital anggota-anggotanya itu bisa diminimalkan. Disebabkan karna baik produksi atau penjualan itu bisa diatur serta dijamin jumlahnya.
  • Kartel ini dapat menjalankan rasionalisasi, sehingga harga barang yang dijual diproduksi kartel ini cenderung turun.


Kerugian Kartel

  • Di dalam berbagai kemungkinan, persaing kartel ini bisa menyelundup ke dalam anggota kartel.
  • Di dalam kehidupan masyarakat luas, kartel ini dianggap sebagai sesuatu yang merugikan masyarakat. Sebab kartel ini secara praktis dapat meninggikan harga dengan lebih leluasa.
  • Peraturan yang dibuat secara bersama diantara anggota dengan sanksi interen kartel ini akan mengikat kebebasan anggota yang tergabung di dalam kartel tersebut.


Dampak Positif Kartel

  • Kartel memungkinkan hubungan kerja antara manajemen perusahaan dengan pekerja lebih kondusif, karena segala tuntutan yang menjadi sumber konflik seperti kenaikan upah dan kesejahteraan pekerja dapat lebih mudah dikabulkan.
  • Risiko pemutusan hubungan kerja dapat diminimalisir bahkan dihindari, karena perusahaan yang tergabung dalam kartel cenderung memiliki kedudukan yang lebih stabil dalam persaingan bebas.
  • Risiko kerugian akibat rendahnya tingkat penjualan dapat diminimalisir, karena baik produksi atau penjualan sudah diatur dan dijamin jumlahnya.


Dampak Negatif Kartel

  • Kurangnya pengembangan inovasi karena laba yang diperoleh perusahaan cenderung stabil dan pasti.
  • Perusahaan tidak memiliki kebebasan untuk melakukan pengembangan inovasi dan ekspansi usaha karena adanya peraturan yang telah disepakati dalam kartel berikut sanksinya.
  • Merugikan masyarakat konsumen, karena kekuatan pasar yang dimiliki kartel mengakibatkan harga tidak stabil dan kartel memiliki kuasa untuk menaikkan harga produk sesuai keinginannya.
  • Iklim usaha menjadi kurang kondusif karena ketiadaan persaingan sehat diantara para produsen.
  • Mempengaruhi daya beli masyarakat, karena harga produk rentan dan tidak stabil.
  • Keuntungan yang didapatkan dan dinikmati oleh produsen anggota kartel dimungkinkan terlalu besar dan berjangka panjang.
  • Harga produk yang dikuasai kartel bisa memicu inflasi yang merugikan masyarakat secara makro.
Baca Juga :  √ 29 Pengertian Kompensasi Menurut Para Ahli Terlengkap

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Kartel : Pengetian, Ciri, Tujuan, Jenis, Dampak dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

Baca Juga Artikel :