Scrip Dividend

Diposting pada

SarjanaEkonomi.Co.Id – Hai teman – teman online, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai artikel yang berjudul Scrip Dividend. Mari kita simak penjelasan secara lengkap di bawah ini.


Scrip Dividend


Pengertian Scrip Dividend

Scrip dividend adalah pembagian laba saham kepada para pemegang saham dalam bentuk janji tertulis dimana perusahaan akan membayarkan sejumlah kas di masa mendatang.

Dividen scrip bisa berbentuk bunga atau tidak berbunga, dan bisa diperjual belikan kepada para pemegang saham lainnya.


Pengertian Scrip Dividend Menurut Para Ahli

  • Menurut Baridwan (2014)

Dividen scrip adalah salah satu bentuk dari pembagian deviden dalam bentuk  berupa janji tertulis untuk dapat membayarkan sejumlah kas di masa yang akan datang. Dividen utang juga dibagikan karena laba yang dibagikan oleh perusahaan tidak mampu mencukupi saldonya untuk pembagian dividen dan saldo kas yang dimiliki juga tidak dapat mencukupi.


  • Menurut Brigham dan Houtston (2004:95)

Scrip dividend adalah salah satu dividen yang dapat dibayarkan dalam bentuk surat (scrip) janji hutang. Perseroan juga akan membayar sejumlah tertentu dan pada waktu tertentu, sesuai dengan yang tercantum dalam scrip tersebut. Pembayaran dalam bentuk ini akan menyebabkan perseroan mempunyai hutang jangka pendek kepada pemegang scrip.


Penyebab Perusahaan Menggunakan Scrip Dividend

Biasanya perusahaan memilih melakukan dividen skrip karena memang tidak memiliki uang tunai yang cukup. Oleh karena itu, dibuatlah surat janji hutang kepada pemilik saham untuk pelunasan dividen tersebut.

Baca Juga :  Dividen Interim

Kelebihan Scrip Dividend

Scrip dividend ini biasanya diikuti dengan bunga sampai dengan uang yang dibayarkan kepada pemilik saham bisa dipenuhi perusahaan tersebut.


Kekurangan Scrip Dividend

Scrip dividend ini ialah perusahaan menanggung hutang jangka pendek bagi pemegang surat beserta bunganya.


Contoh Kasus Scrip Dividend

PT Fajar mengumumkan pembagian scrip dividends sebesar Rp100.000,00 bunga 10% jatuh tempo 3 bulan kemudian. Jurnal yang dibuat oleh PT Fajar sebagai berikut:
Laba tidak dibagi                        Rp.100.000,00
Utang Dividend Scrip                Rp.100.000,00


Ketika jatuh tempo, scrip dan bunganya dilunasi dengan jurnal sebagai berikut:
Utang dividend scrip                 Rp.100.000,00
Biaya bunga                                Rp.    2.500,00
Kas                                                   Rp.102.500,00


Perhitungan:

  • Utang dividends scrip
    Rp100.000,00
  • Biaya bunga
    3/12 x 10% x Rp100.000,00 = Rp2.500,00
  •  Kas
    Utang dividends scrip + Biaya bunga = Rp100.000,00 + Rp2.500,00 = Rp102.500,00

Demikianlah pembahasan mengenai √ Scrip Dividend : Pengertian, Penyebab, Kelebihan, Kekurangan & Contohnya Lengkap. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu kita semua dalam menemukan solusi yang terbaik. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih.


Baca Juga Artikel :