√ Likuiditas : Pengertian, Rumus, Fungsi, Komponen dan Contoh Terlengkap

Diposting pada
√ Likuiditas : Pengertian, Rumus, Fungsi, Komponen dan Contoh Terlengkap
5 (100%) 12 votes

√ Likuiditas : Pengertian, Rumus, Fungsi, Komponen dan Contoh Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda. Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Likuiditas. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Likuiditas : Pengertian, Rumus, Fungsi, Komponen dan Contoh Terlengkap
√ Likuiditas : Pengertian, Rumus, Fungsi, Komponen dan Contoh Terlengkap

 

Pengertian Likuiditas

 

Likuiditas adalah sesuatu hal bentuk dari kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya membayar utang jangka pendeknya, yaitu hutang usaha, hutang dividen, hutang pajak, dan sebagainya.

Likuiditas dari suatu perusahaan juga dapat diukur dengan kemampuannya untuk membayar kewajiban jangka pendek sehingga rasio-rasio ini juga berfokus pada current assets dan current liabilities.

Salah satu keunggulan dalam menggunakan suatu current assets dan current liabilities adalah karena nilai buku dan nilai pasar akun-akun ini juga kemungkinan besar sama sehingga dapat langsung digunakan.

 

 

Pengertian Likuiditas Menurut Para Ahli

 

1. Rambe, dkk.

Rasio Likuiditas merupakan salah satu bentuk rasio yang mengukur kemapuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial jangka pendeknya atau juga Current liabilities.

Dengan menghubungkan jumlah kas dalam sebuah aktiva lancar lain dengan kewajiban jangka pendek bisa juga memberikan ukuran yang mudah dan cepat dipergunakan dalam suatu mengukur likuiditas. Dua ratio likuiditas yang umum dapat dipergunakan, yaitu current ratio dan quick ratio.

 

2. Syafrida Hani

Likuiditas adalah sebuah kemampuan perusahaan untuk dapat melunasi kewajiban (utang) jangka pendek tepat pada waktunya, termasuk melunasi bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan.

 

3. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Likuiditas adalah sebuah perihal yang menggambarkan suatu posisi uang kas suatu perusahaan dan kemampuannya untuk melunasi kewajiban hutang tepat pada waktu jatuh tempo.

 

4. Bambang Riyanto

Likuiditas yakni sesuatu  hal yang berhubungan dengan masalah kemampuan suatu perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi.

Jumlah pada alat-alat pembayaran (alat-alat likuid) yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada suatu saat merupakan suatu kekuatan membayar dari perusahaan yang bersangkutan.

 

5. Handono Mardiyanto

Likuiditas adalah berbagai kemampuan perusahaan untuk dapat membayar kewajiban jangka pendek (utang) tepat waktu, termasuk juga melunasi hutang jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun yang bersangkutan.

 

6. S. Munawir

Likuiditas adalah sebuah kemampuan dari suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih.

 

7. Junior Tirok

Likuiditas merupakan serangkaian rasio yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan untuk bisa memenuhi kewajiban jangka pendek.

 

8. J. Fred Weston

Likuiditas adalah suatu rasio yang bisa mengukur tingkat kemampuan perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban bila jatuh tempo.

 

9. Hanafi

Likuiditas yakni salah satu bentuk Rasio yang dapat mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

 

10. Subramanyam

Likuiditas merupakan serangkaian kemampuan sebuah perusahaan dalam menghasilkan kas dalam jangka pendek untuk memenuhi kewajibannya.

 

 

Fungsi Likuiditas

 

  • Sebagai media dalam melakukan suatu kegiatan bisnis perusahaan sehari-hari.
  • Sebagai alat untuk dapat mengantisipasi kebutuhan dana yang mendesak atau tiba-tiba.
  • Untuk memudahkan para nasabah (bagi Bank atau lembaga keuangan) yang hendak melakukan pinjaman atau penarikan dana.
  • Sebagai acuan tingkat fleksibilitas suatu perusahaan dalam mendapatkan sebuah persetujuan investasi atau usaha lain yang menguntungkan.
  • Sebagai alat untuk bisa memicu perusahaan dalam upaya perbaikan kinerja.
  • Sebagai alat untuk dapat mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek.
  • Dapat membantu suatu manajemen dalam memeriksa efisiensi modal kerja.
  • Membantu sebuah perusahaan dalam melakukan analisis dan menginterpretasikan posisi keuangan jangka pendek.

 

 

Komponen Likuiditas

 

  1. Kerapatan yakni suatu celah atau jarak yang terjadi antara harga normal suatu barang dengan harga yang disepakati.
  2. Kedalaman yaitu sejumlah atau volume suatu barang yang dijual dan dibeli pada tingkat harga tertentu.
  3. Ketahanan uialah salah sat laju perubahan kecepatan harga dalam arah harga yang efisien setelah terjadi penyimpangan atau ketidakstabilan harga.

 

 

Rumus dan Jenis Mengukur Likuiditas

 

1. Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio lancar adalah serangkaian tingkat kemampuan perusahaan untuk menggunakan aset lancar untuk bisa membayar semua kewajiban atau utang lancar.

 

Current Ratio = Current Assets / Current Liabilities

 

2. Rasio Cepat (Quick Ratio)

Rasio cepat adalah suatu tingkat kemampuan perusahaan untuk dapat membayar utang jangka pendek menggunakan aset lancar tanpa memperhitungkan inventaris karena inventaris ini memerlukan proses panjang untuk diuangkan daripada aset lainnya.

 

Quick Ratio = (Current Assets – Inventory) / Current Liabilities

 

3. Rasio Kas (Cash Ratio)

Rasio kas adalah salah satu bentuk dari suatu tingkat kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendek menggunakan dana tunai, misalnya rekening koran.

 

Cash Ratio = Cash Equivalent/ Current Liabilities

 

4. Rasio Perputaran Kas (Cash Turnover Ratio)

Rasio perputaran uang tunai adalah salah satu rasio yang menunjukkan nilai relatif dari nilai penjualan bersih ke pekerjaan bersih. Dalam hal ini, modal kerja bersih adalah semua komponen dari aset lancar dikurangi total utang lancar.

 

Cash Turnover Ratio = Penjualan Bersih / Modal Kerja Bersih

 

5. Rasio Modal Kerja Terhadap Total Aset (Working Capital to Total Asset Ratio)

Rasio Modal Kerja terhadap Total Aset (WCTA) adalah salah satu rasio yang dapat menilai likuiditas total aset dan posisi modal kerja.

 

WCTA = (Current Asset – Current Liabilities) / Total Assets

 

Tujuan Likuiditas

  • Untuk dapat mengukur suatu kemampuan perusahaan membayar kewajiban atau utaang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih.
  • Untuk bisa mengukur sebuah kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar secara keseluruhan.
  • Untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan sediaan atau piutang.
  • Untuk bisa juga mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.
  • Untuk dapat mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.
  • Sebagai alat pada suatu perencanaan ke depan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan utang.
  • Untuk dapat melihat kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu dengan membandingkannya untuk beberapa periode.
  • Untuk melihat suatu kelemahan yang dimiliki perusahaan dari masing- masing komponen yang ada di aktiva lancar dan hutang lancar.
  • Menjadi alat pemicu bagi para pihak manajemen untuk memperbaiki kinerjanya, dengan melihat rasio likuiditas yang ada pada saat ini.

 

 

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Likuiditas

 

  • Distribusi atau proporsi dari pada suatu aktiva lancar.
  • Data trend daripada sebuah aktiva lancar dan hutang lancar.
  • Syarat yang diberikan oleh Kreditor kepada sebuah perusahaan dalam mengadakan pembelian maupun syarat kreadit yang diberikan oleh perusahaan.
  • Present value (nilai sesungguhnya) dari suatu aktiva lancar, sebab ada kemungkinan perusahaan mempunyai beberapa saldo pihutang yang cukup besar tetapi pihutang tersebut sudah lama terjadi dan yang sulit ditagih sehingga nilai realisasinya mungkin lebih kecil dibandingkan dengan yang sudah dilaporkan.
  • Kemungkinan perubahan pada aktiva lancar.
  • Perubahan persedian dalam suatu hubungannya dengan volume penjualan sekarang atau dimasa yang akan datang, yang mungkin adanya over invesment dalam suatu persedian.
  • Kebutuhan pada jumlah modal kerja.
  • Type atau jenis suatu perusahaan.

 

 

Contoh Likuiditas

 

PT Makmur Jaya memiliki aktiva lancar sebesar Rp. 500 juta yang terdiri dari Rp. 250 juta dalam bentuk uang tunai dan Rp. 50 juta berupa rekening giro di bank. Sedangkan utang lancar perusahaan sebesar Rp. 200 juta. Berapakah Rasio Kas Perusahaan PT Makmur Jaya?

Diketahui :

Kas dan Setara Kas = Rp. 300 juta yang diperoleh dari perhitungan (Rp. 250 juta + Rp. 50 juta)
Utang lancar = Rp. 200 juta
Rasio Kas = ?

Jawaban :

Rasio Kas = (Kas + Setara Kas) / Hutang Lancar
Rasio Kas = Rp. 300 juta / Rp. 200 juta = 1,5 kali

Jadi rasio kas PT. Makmur Jaya sebesar 1,5 kali

 

Demikianlah penjelasan mengenai √ Likuiditas : Pengertian, Rumus, Fungsi, Komponen dan Contoh Terlengkap. Semoga dengan adanya penjelasan dari artikel ini bisa bermanfaat dan berguna serta bisa menambah ilmu pengetahuan bagi sobat sekalian. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Likuiditas : Pengertian, Rumus, Fungsi, Komponen dan Contoh Terlengkap

Baca Juga :  √ Likuiditas : Pengertian, Rumus, Fungsi, Komponen dan Contoh Terlengkap

Baca Juga :  √ Likuiditas : Pengertian, Rumus, Fungsi, Komponen dan Contoh Terlengkap

Baca Juga :  √ Reksadana : Pengertian, Jenis, Unsur, Macam, Karakteristik, Manfaat, dan Resiko Secara Lengkap