10 Contoh Laporan Laba Rugi Serta Cara Membuat yang Benar

SarjanaEkonomi.Co.Id – Perusahaan perlu untuk dapat memahami apakah perusahaan sedang mengalami kerugian atau keuntungan. Dengan begitu perusahaan harus dapat membuat suatu laporan laba rugi agar dapat mengetahui keadaan keuangan pada saat ini. Bagian data keuangan pada sebuah laporan tersebut sangat menyeluruh sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara validitasnya. Bagi kamu pemilik usaha maupun secara individu yang memerlukan dalam mempelajari laporan laba rugi dengan lebih mendalam.

Dalam dunia perdagangan dan industri tentunya kamu kerap mendengar dengan kata laba rugi. Jika kamu adalah seorang pengusaha, pasti kamu sangat butuh yang namanya laporan laba rugi. Dalam akuntansi, laporan laba rugi ini termasuk salah satu yang sangat wajib untuk dipelajari di dalam dunia usaha jika perusahaan kamu ingin berkembang dengan baik. Bagi kamu yang bekerja di bagian bidang ekonomi atau bagian manajemen tentunya sudah banyak sekali dengan mengetahui tentang laporan laba rugi dan penyusunan laporannya. Namun, buat kamu yang belum paham bahkan belum mengenalnya, sediakan waktu kamu untuk dapat belajar terkait dengan laba rugi.

Jika kamu Ingin bisa cara untuk membuat Laporan Laba Rugi yang baik dan benar, maka kalian wajib untuk mengikuti dan membaca artikel ini sampai tuntas, karena saya akan memberi materi terkait tentang Laporan Laba Rugi ini dengan lengkap beserta dengan contoh nya, jadi sayang untuk kalian lewatkan jika tidak membaca artikel ini, apalagi kalian yang akan bekerja di sebuah perusahaan atau pemilik perusahaan pastinya kalian sedikit banyaknya harus dapat menguasai terkait tentang sebuah Laporan Laba Rugi , maka dengan itu mari kita simak artikel ini sampai habis.

10 Contoh Laporan Laba Rugi Serta Cara Membuat yang Benar


Laba Rugi

Laporan laba rugi salah satu bentuk sebuah laporan keuangan yang wajib untuk dibuat oleh setiap perusahaan. Karena ini yang menjadi panutan terkait dengan keadaan keuangan yang terjadi di saat ini. laporan Laba Rugi ini juga perlu untuk dibuat dengan sedetail mungkin jika perusahaan tersebut merupakan sebuah perusahaan besar atau mutinasional. Hal ini bertujuan jika dilakukan perbaikan, keterangan datanya secara menyeluruh dan dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.


Pengertian Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan sebuah laporan finansial perusahaan yang dibuat oleh seoarang yang berpengalaman di bidang keuangan tertentu. Isi dari sebuah laporan Laba Rugi ini adalah data-data pendapatan sekaligus beban yang dierima oleh perusahaan. Umumnya laporan ini dibuat untuk dapat menerangkan keadaan keuangan perusahaan pada periode tertentu. Oleh karena itu, sebagian besar laporan Laba Rugi dapat dikerjakan pada akhir tahun atau akhir bulan, sesuai dengan peraturan di dalam perusahaan tersebut. Dengan adanya sebuah laporan keuangan ini, maka pihak atasan dapat mengetahui keadaan keuangan yang ada di dalam perusahaan yang terkini. Sehingga laporan Laba Rugi tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dasar evaluasi untuk langkah berikutnya.


Fungsi Laba Rugi

Laporan laba rugi wajib untuk dapat dibuatpada setiap akhir bulan ataupun akhir tahun sekali dengan berdasarkan interval yang disetujui dari berbagai pihak, hal ini disebabkan dengan adanya fungsi-fungsi secara khusus yang diharapkan akan muncul darinya jika dilakukan dalam perhitungan secara berkala dan sesuai dengan jadwal. Berikut ini dapat dijelaskan fungsi-fungsi apa saja yang dimaksud dalam Laba Rugi:

1. Dapat Dijadikan Sebagai Bahan Evaluasi

Ketika di dalam sebuah perusahaan sudah berjalan dengan baik selama selama satu bulan atau satu tahun pasti ada transaksi yang terjadi dalam keuangan di sana. Baik yang mendapatkan sebuah kerugian maupun keuntungan. akumulasi dari semua total keuangan tersebut yang akan menjadi laba rugi di dalam perusahaan di bulan atau tahun tertentu.

2. Supaya Mengetahui Perkembangan Perusahaan

Perusahaan sedang berkembang dapat kita lilihat dari keadaan keuangan di dalam sebuah perusahaan tersebut. Jika lebih besar mendapatkan keuntungan atau laba dibandingkan dengan rugi, tentu saja prospek perusahaan ke depan akan semakin berkaulitas. Apalagi jika dipadukan dengan peningkatan alat produksi, sumber daya manusia dan lain sebagainya.

3. Dapat Mengatur Langkah Kebijakan Atasan

Fungsi yang ketiga dari sebuah laporan laba rugi merupakan untuk dapat mengatur langkah dalam sebuah kebijakan atasan terkait dengan pembiayaan. Jika di dalam sebuah laporan tersebut, kerugian terlalu banyak akibat alat produksi yang tidak bekerja dengan baik, maka di tahun selanjutnya, dapat kita diganti dengan menggunkan aplikasi yang lebih menjanjikan.

Baca Juga : Cara Membuat Laporan


Tujuan Penyusunan Laporan Laba Rugi

Berikut ini adalah beberapa dari tujuan dalam penyusunan laporan laba rugi, adalah sebagai berikut :

  • Memberikan sebuah informasi terkait dengan keuntungan atau kerugian terhadap perusahaan pada periode tertentu.
  • Memberikan sebuah informasi tentang total pajak yang wajib untuk dibayarkan.
  • Menunjukkan kreadibitas perusahaan dengan membandingkan laba dan rugi dari tahun ke tahun selanjutnya.
  • Mengevaluasi sumber pendapatan yang paling signifikan dan sumber pengeluaran terbesar yang pernah di lakukan oleh perusahaan.
  • Menjadi sebuah alat bantu untuk dapat menghitung dan Mengevaluasi masa perkembangan perusahaan.
  • Membantu Mengevaluasi bisnis supaya dapat mengembangkan usaha perusahaan.
  • Memvusialisasikan keseluruhan pada suatu perusahaan bagi para calon investor dan kreditur.
  • Menjadi bahan referensi bagi perusahaan agar dapat menjalankan evaluasi dan menentukan langkah di periode berikutnya.

Unsur-Unsur Dalam Membuat Laporan Laba Rugi

Unsur-unsur yang perlu untuk disusun dalam cara menyusun sebuah laporan neraca laba rugi sebagai berikut:

  • Pendapatan (Revenue). Revenue merupakan suatu meningkatnya aktiva atau arus masuk pada perusahaan yang berasal dari pendapatan kegiatan secara operasional. Revenue dapat dihitung dengan menggunakan cara: Total Pendapatan Kotor – Potongan Harga atau Diskon, Retur, Tunjangan Lain.
  • Beban (Expenses). Expenses merupakan sebuah penggunaan berupa aktiva atau arus keluar kas atau kehadiran liablitias (kewajiban) dalam sebuah periode karena produksi barang atau pengiriman.
  • Keuntungan (Profit). Profit merupakan suatu meningkatnya ekuitas akibat terjadinya sebuah transaksi atau investasi pemilik atau pendapatan.
  • Kerugian (Loss). Loss merupakan menurunnya sebuah ekuitas akibat terjadinya sebuah transaksi atau beban serta pendistribusian kepada pemilik.

Baca Juga : Laporan Perubahan Modal


Jenis Laba dalam Laporan

Laporan laba rugi tentunya akan menerapkan laba yang didapatkan. Ada beberapa jenis laba yang perlu untuk dapat ditampilkan dalam laporan ini, adalah sebagai berikut:

  • Laba Kotor

Laba kotor diukur dengan berdasarkan pendapatan yang belum dikurangi dengan biaya apa pun. untuk cara menghitungnya dengan mengurangi pendapatan laba bersih dikurangi dengan HPP (Harga Pokok Penjualan). Biasanya laba kotor dipergunakan agar dapat mengetahui kemampuan perusahaan dalam pemenuhan agar dapat menutupi biaya produksi yang akan di keluarkan.

  • Laba Bersih

Laba bersih merupakan dari laba kotor yang telah dikurangi dengan HPP dan biaya lain seperti pajak penghasil dan operasi. Biaya operasi, pada beban pokok penjualan serta pajak penghasilan menjadi faktor yang sangat berpengaruh kepada laba bersih.

  • Laba Operasi

Laba operasi merujuk pada suatu kemampuan perusahaan dengan mendapatkan pendapatan sesuai dengan sektor bisnis inti perusahaan. Pada laba operasi terdapat selisih antara penjualan dengan seluruh beban dan biaya operasi yang telah di lakukan.

  • Laba Sebelum Pajak

Perusahaan selalu memiliki tanggung jawab untuk dapat membayarkan pajak dengan penghasilan kepada negara. Jenis laba yang paling akhir merupakan sebuah laba sebelum pajak. Laba ini siperoleh dari besaran laba perusahaan sebelum pajak dari sebuah penghasilan.


Jenis Format Laporan Laba Rugi

Dalam penyusunan format laporan yang merujuk pada laba rugi, terdapat dua format secara umum yang dipergunakan oleh berbagai macam perusahaan. Berikut ini jenis format dan contoh laporan laba rugi yang umum di gunakan oleh perusahan-perusahan.

  • Single Step

Semua pendapatan dan keuntungan perusahaan dapat diletakkan pada bagian awal laporan dengan memakai format single step. Selanjutnya, beban serta kerugian dapat diletakkan di bagian setelah pendapatan dan keuntungan. Selisih antara total pendapatan dan keuntungan terhadap total beban dan kerugian meperoleh pada hasil laba operasi.

  • Multiple Step

Susunan dengan jenis format multi step dapat memisahkan antara sebuah transaksi operasi dan bukan operasi, serta membandingkannya dengan cost beban dan pendapatan yang masih berkaitan. Dari laba operasional dapat terlihat perbedaan antara aktivitas biasa dan aktivitas tidak biasa.

Suatu perusahaan tidak dapat bertahan tanpa mendapatkan sebuah keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan beban yang akan di keluarkan. Oleh karenanya perusahaan perlu untuk mengembangkan kualitas produksi dan penjualan agar memperoleh sebuah keuntungan yang besar. Keuntungan perusahaan ditentukan dengan berjalannya suatu operasional perusahan yang disupport oleh kinerja sumber daya manusia yang berkompeten yaitu pihak karyawan.


Persiapan Menyusun Laporan Laba Rugi

Kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut untuk dapat menyusn laba rugi dengan baik dan benar adalah sebagai berikut ini :

  • Membuat sebuah jurnal transaksi. urutannya adalah: akun pendapatan, beban dan bawahannya.
  • Lalu di catat ke dalam buku besar.
  • Laporan disusun setelah neraca saldo dan jurnal penyesuaian, atau setelah neraca lajur atau penyusunan kedalam kertas kerja.
  • Seperti perolehan keuntungan dan beban yang ada di dalam kertas kerja. Hal ini karena terdapat pada bagian kolom-kolom yang berasal dari kertas kerja.
  • Beban diambil dari kolom neraca, sementara pada laba-rugi merupakan sebuah selisih dari total perolehan keuntungan dan total beban.
  • Ketika pendapatan akan lebih besar dibandingkan dengan beban, maka dapat terjadi laba. Sementara pendapatan total yang lebih kecil daripada beban, maka akan mengalami sebuah rugi bagi pihak perusahaan.

Komponen Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi mungkin mempunyai suatu perbedaan antara perusahaan yang berbeda, karena dalam sebuah pengeluaran dan pendapatan akan tergantung pada suatu jenis operasi atau bisnis yang dijalankan. Namun, ada beberapa item baris dengan secara umum yang biasanya terdapat pada laporan laba rugi dimana pun berikut ini adalah Item laporan laba rugi yang paling umum:

1. Pendapatan / Penjualan

Pendapatan dari Penjualan merupakan suatu pendapatan perusahaan dari sebuah penjualan atau jasa, dipaparkan di bagian paling atas pada suatu pernyataan. Nilai ini akan menjadi kotor biaya yang berhubungan dengan pembuatan barang yang dijual atau dalam menyediakan layanan. Beberapa perusahaan mempunyai beberapa jalan pendapatan yang menambah garis pendapatan total.

2. Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga Pokok Penjualan (HPP) merupakan suatu item baris yang menggabungkan biaya secara langsung yang berhubung pada penjualan produk perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Item baris ini juga dapat disebut sebagai Cost of Sales jika perusahaan tersebut merupakan bisnis layanan jasa. Biayadapat langsung mencakup tenaga kerja, suku cadang, bahan, dan alokasi biaya lain seperti depresiasi.

3. Laba kotor

Laba Kotor dihitung dengan mengurangkan jumlah Harga Pokok dalam Penjualan (atau Harga Pokok Penjualan) dari Pendapatan Penjualan perusahaan.

4. Beban Pemasaran, Periklanan, dan Promosi

Sebagian besar bisnis mempunyai beberapa pengeluaran berhubungan dengan penjualan berupa barang / jasa. Biaya pemasaran, periklanan, dan promosi sering kali dikelompokkan bersama karena merupakan biaya yang sama, semuanya berhubungan dengan penjualan perusahaan.

5. Beban Umum dan Administrasi (G&A)

Biaya SG&A merupakan suatu bagian penjualan, umum, dan administrasi yang berisi semua biaya secara tidak langsung lainnya yang terhubung dengan melakukan bisnis. Ini termasuk gaji dan upah, biaya sewa dan kantor, asuransi, biaya perjalanan, dan terkadang depresiasi dan amortisasi, bersama dengan biaya operasional lain-lainnya.

6. EBITDA

Meskipun tidak ada di semua laporan laba rugi, EBITDA merupakan suatu akronim dari istilah Bahasa Inggris Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization atau Penghasilan sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi. Ini dihitung dengan mengurangi biaya SG&A  dari laba kotor.

7. Depresiasi atau Beban Penyusutan & Amortisasi

Depresiasi dan amortisasi merupakan sebuah biaya non tunai yang dibuat oleh akuntan agar dapat menyebarkan biaya aset modal seperti Properti, Pabrik, dan Peralatan (PP&E).

8. Pendapatan Operasional (atau EBIT)

Pendapatan Operasional mendapingi apa yang didapatkan dari operasi bisnis secara reguler. Dengan kata lain, ini merupakan sebuah laba sebelum pendapatan non-operasional, biaya non-operasional, bunga, atau pajak dikurangkan dari pendapatan. EBIT adalah istilah secara umum dipergunakan di bidang keuangan dan secara singkatan dari Earnings Before Interest and Taxes.

9. Bunga

Beban bunga. Perusahaan pada umumny telah membagi beban bunga dan pendapatan bunga sebagai item baris terpisah dalam laporan laba rugi. Ini dilakukan agar dapat merekonsiliasi perbedaan antara EBIT dan EBT. Beban bunga ditentukan oleh jadwal hutang.

10. Biaya lainnya

Bisnis sering kali mempunyai pengeluaran lain yang menarik untuk bagian industrinya. Pengeluaran lain mungkin termasuk dalam pemenuhan, teknologi, penelitian dan pengembangan (R&D), kompensasi berbasis saham (SBC), biaya penurunan nilai, keuntungan / kerugian atas penjualan investasi, dampak nilai tukar mata uang asing, dan banyak biaya lainnya yang khusus untuk industri atau perusahaan.

11. EBT (Pendapatan Sebelum Pajak)

EBT merupakan singkatan dari kata Earnings Before Tax, juga dikenal sebagai pendapatan sebelum pajak, dan ditemukan dengan mengurangkan pada beban bunga dari Pendapatan Operasional perusahaan. Ini merupakan sebuah subtotal terakhir sebelum sampai pada bagian laba bersih.

12. Pajak penghasilan

Pajak Pendapatan mengarah pada pajak relevan yang ditanggungkan pada pendapatan sebelum pajak. Total beban pajak dapat terdiri dari bagian pajak kini dan pajak masa yang akan datang.

13. Pendapatan bersih

Pendapatan bersih dapat dihitung dengan cara mengurangi pajak pendapatan dari pendapatan perusahaan sebelum pajak. Ini merupakan dari jumlah yang mengalir ke laba ditahan di neraca, setelah dikurangi untuk setiap dividen.

Baca Juga : Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Cara Membuat Laporan Laba Rugi

Untuk dapat membuat sebuah laporan laba rugi dan menginformasikan keuntungan yang diperoleh perusahan bisnis kamu, merupakanlangkah-langkah akuntansi sebagai berikut:

1. Pilih Periode

Langkah pertama dalam menyiapkan laporan laba rugi merupakan menentukan periode pelaporan yang akan ditetapkan oleh laporan kamu. Bisnis pada umumnya menentukan untuk menginformasikan sebuah laporan pada laba rugi mereka secara tahunan, triwulanan atau bahkan bulanan. Perusahaan yang dapat diperdagangkan dengan secara publik diwajibkan untuk dapat menyiapkan laporan keuangan setiap triwulan dan tahunan, tetapi bisnis kecil tidak dapat diatur secara ketat dalam pelaporan mereka.

2. Buat Neraca Percobaan

Untuk dapat membuat laporan laba rugi untuk bisnis kamu, kamu harus dapat mencetak laporan neraca dalam percobaan standar. kamu dapat dengan gampang memeperoleh neraca dengan menggunakan software akuntansi berbasis cloud kamu.

Neraca percobaan merupakan sebuah dokumen secara internal yang menampilkan jumlah saldo pada akhir setiap akun di buku besar untuk periode pelaporan tertentu. Ini akan memperoleh semua angka saldo akhir yang kamu perlukan untuk dapat membuat laporan laba rugi perusahaan.

3. Hitung Pendapatan

Knda harus menghitung total seluruh pendapatan penjualan bisnis perusahaan kamu untuk periode pelaporan. Pendapatan kamu merangkup pada semua saldo yang didapatkan untuk layanan kamu selama masa periode pelaporan, meskipun kamu belum menerima semua pembayaran.

4. Menentukan Harga Pokok Penjualan

Harga pada pokok penjualan kamu merangkup pada biaya tenaga kerja secara langsung, bahan dan biaya overhead yang kamu keluarkan agar dapat menyediakan barang atau jasa kamu. Tambahkan pada semua item baris harga pokok pada suatu penjualan di laporan saldo percobaan kamu dan buat daftar total harga pokok pada penjualan di laporan laba rugi, tepat di bawah item baris pendapatan perusahaan.

5. Menghitung Gross Margin

Kurangi total pada harga pokok penjualan dari total pendapatan pada laporan laba rugi kamu. Perhitungan ini akan memberi kamu margin kotor, atau jumlah kotor yang didapatkan dari penjualan barang dan jasa perusahaan kamu.

6. Tambahkan Biaya Operasi

Tambahkan pada semua biaya operasional perusahaan yang ditampalan di laporan neraca saldo kamu. Masukkan jumlah total ke dalam sebuah laporan laba rugi sebagai item baris biaya penjualan dan administrasi. Itu terletak di bagian bawah garis margin kotor.

7. Menghitung Penghasilan

Kurangi pada total biaya penjualan dan administrasi dari margin kotor. Ini dapat memberikan kamu pendapatan sebelum pajak. Masukkan pada jumlah di bagian bawah laporan laba rugi.

8. Menambahkan Pajak Penghasilan

Untuk dapat menghitung pajak pendapatan perusahaan, kalikan tarif pajak negara yang berlaku dengan jumlah angka pendapatan sebelum pajak kamu. Tambahkan ini ke dalam laporan laba rugi, di bawah angka pada penghasilan sebelum pajak perusahaan.

9. Menghitung Penghasilan Neto

Untuk dapat menentukan suatu pendapatan bersih bisnis kamu, kamu dapat kurangi pajak pendapatan dari angka pendapatan sebelum pajak. Masukkan jumlah angka tersebut ke dalam baris terakhir laporan laba rugi kamu.

10. Akhirkan Laporan Laba Rugi

Untuk dapat menyelesaikan sebuah laporan laba rugi kamu, kamu dapat tambahkan tajuk ke laporan yang mengidentifikasinya sebagai laporan laba rugi. Tambahkan secara detail bisnis kamu dan periode pelaporan yang dicakup oleh laporan laba rugi perusahaan.

Baca Juga : Contoh Laporan Keuangan


Contoh Laporan Laba Rugi

Ada 2 cara membuat laporan laba rugi perusahaan dagang yaitu dengan menggunakan format single step atau multiple step. Berikut adalah contoh dan format membuat laporan laba rugi yang bisa diikuti:


1. Contoh Laporan Laba Rugi Single-step PT Sari Saudara Kembar

Pendapatan dari jumlah total dan keuntungan serta aktifitas kegiatan secara operasional ditempatkan di bagian awal. Lalu selanjutnya dapat diikuti dengan beban dan kerugian dalam kegiatan operasional.

Laba operasi = Selisih Pendapatan dengan Keuntungan dan Beban Total serta Kerugian

Berikut ini merupakan contoh dalam membuat laporan perusahaan jasa dengan menerapkan metode single step.

PT Sari Saudara Kembar

Laopran Laba Rugi Single-step

Periode Agustus 2019

PT Sari Saudara Kembar


2. Contoh Laporan Laba Rugi Multi-step PT Karunia Berkah Sentosa

Terjadi pada suatu pemisahan antara sebuah transaksi operasional dan non-operasional. Selanjutnya dapat membandingkan dengan biaya serta beban dengan pendapatan perusahan PT Karunia Berkah Sentosa.

Laba operasi = Terlihat Perbedaan Aktivitas Biasa dan Tidak Biasa (Insidentil)

Berikut ini merupakan contoh dalam membuat laporan perusahaan jasa dengan menerapkan metode multi-step.

PT Karunia Berkah Sentosa

Laporan Laba Rugi Multi-step

Periode Desember 2019

PT Karunia Bekah Sentosa PT Karunia Bekah Sentosa PT Karunia Bekah Sentosa


3. Contoh Laporan Laba Rugi Single-step PT Pembangunan Nusantara

Laporan ini bersifat sederhana, tidak berisi secara detail pada perjalanan keuangan di dalam perusahaan yang terjadi periode tersebut dan umumnya diterapkan oleh pihak perusahaan UKM.

PT Pembangunan Nusantara

Laporan Laba Rugi Single-step

Periode April 2020

PT Pembangunan Nusantara


4. Contoh Laporan Laba Rugi Multi-step PT Permata Indah Group

Laporan keuangan jenis ini umumnya sudah dengan standar yang diterapkan untuk dapat menginformasika keuangan perusahaan besar atau perusahaan yang mempunyaii banyak pemangku pada kepentingan, seperti kreditor dan para investor. Berikut ini merupakan contoh dalam membuat laporan perusahaan jasa dengan menerapkan metode multistep.

PT Permata Indah Group

Laporan Laba Rugi Multi-step

Periode July 2020

PT Permata Indah Group


5. Contoh Laporan Laba Rugi Single-step PT Budi Berlian Panca

Nilai Harga Pokok Penjualan (HPP) dalam sebuah Laporan Laba Rugi akan diinformasikan dengan secara single-step. Laporan HPP dapat dibuat secara terpisah pada sebuah Laporan Laba Rugi. Berikut data Neraca Saldo PT Budi Berlian Panca yang sudah dipilah dan perlukan agar dapat membuat Laporan HPP:

Berikut ini merupakan contoh dalam membuat laporan perusahaan jasa dengan menerapkan metode Single-step

PT Budi Berlian Panca

Setelah menjalankan Stock Opname pada akhir bulan, diketahui pada nilai persediaan akhir PT Budi Berlian Panca sebesar Rp.40.000.000.

Berikut ini merupakan sebuah Laporan HPP PT Budi Berlian Panca:

PT Budi Berlian Panca

Laporan Laba Rugi Single-step {Harga Pokok Penjualan}

Periode 22 Mei 2020

PT Budi Berlian Panca


6. Contoh Laporan Laba Rugi Multi-step PT Budi Berlian Panca

Di bawah ini merupakan contoh komponen berupa Neraca Saldo yang dapat dimasukkan ke dalam Laporan Laba Rugi dengan menggunakan metode multi-step PT Budi Berlian Panca.

PT Budi Berlian Panca

Dari sebuah data Neraca Saldo Setelah Disesuaikan tersebut, maka kamu dapat mempersediakan sebuah laporan keuangan berupa laporan Laba Rugi dengan menggunakan metode Multi-Step PT Budi Berlian Panca.

PT Budi Berlian Panca

Laporan Laba Rugi Multi-step

Periode 22 Mei 2020

PT Budi Berlian Panca

PT Budi Berlian Panca


7. Contoh Laporan Laba Rugi Single-step PT Omega Trigakarsa

Dalam sebuah Laporan Laba Rugi dapat dilaporkan dengan secara single-step. Laporan HPP dapat dibuat secara terpisah dari Laporan Laba Rugi. Berikut ini adalah data Neraca Saldo PT Omega Trigakarsa yang sudah ditentuka dan diperlukan dalam membuat Laporan Harga Pokok Penjualan:

PT Omega Trigakarsa

Laporan Laba Rugi Single-step

Periode 10 Febuary 2021

PT Omega Trigakarsa


8. Contoh Laporan Laba Rugi Multi-step PT Sentosa Maju Bersama

Di bawah ini merupaka sebuah contoh komponen Neraca Saldo yang dapat dimasukkan ke dalam sebuah Laporan Laba Rugi dengan menggunakan metode multi-step PT Sentosa Maju Bersama, Dari data Saldo Setelah disamakan tersebut, kamu dapat memepersiapkan sebuah laporan keuangan seperti laporan Laba Rugi Multi-Step PT Sentosa Maju Bersama.

PT Sentosa Maju Bersama

Laporan Laba Rugi Multi-step

Periode 1 September 2021

PT Sentosa Maju Bersama


9. Contoh Laporan Laba Rugi Single-step PT Pemancar Pratama

Laporan laba rugi dengan menggunakan metode single step ini, kamu dapat mendapatkan data Neraca Saldo di PT Pemancar Pratama yang sudah ditentukan dan diperlukan agar dapat membuat sebuah Laporan Laba Rugi:

PT Pemancar Pratama

Laporan Laba Rugi Single-step

Periode 17 April 2018

PT Pemancar Pratama

Cara untuk dapat Membaca Hasil Laporan Laba Rugi dengan menggunakan metode Single step PT Pemancar Pratama seperti.

  • Penjualan

Laba Kotor pada Perusahaan PT Pemancar Pratama sebesar Rp 30.000.000 juta per 17 April 2018. Laba kotor ini diperoleh dari penjualan bersih sebesar Rp 100.000.000.- juta dikurangi dengan biaya harga pokok penjualan sebesar Rp 30.000.000 juta.

  • Beban operasional

Perusahaan PT Pemancar Pratama telah mengeluarkan biaya beban perusahaan sebesar Rp 3.500.000 juta. Sehingga laba usaha perusahaan yang diperoleh sebesar Rp 30.000.000 juta sampai Rp 3.500.000 juta merupakan dari Rp 26.000.000 juta 500.000 ribu.

  • Pendapatan diluar usaha

Untuk jumlah nominal pendapatan di luar usaha sebesar Rp 750.000 ribu. Agar dapat menghitung pada pendapatan diluar usaha maka Rp 750.000 ribu ditambah dengan Rp 26.000.000 juta 500.000 ribu sehingga memperoleh pendapatan diluar usaha sebesar Rp 27.000.000 juta 250.000 ribu.

  • Pajak

Setiap perusahaan tentunya akan dikenakan pembayaran pajak pada penghasilan maka agar dapat memperoleh keuntungan yang bersih setelah pajak Rp 5.000.000 juta merupakan sebuah Pendapatan diluar usaha sebesar Rp 27.000.000 juta 250.000 ribu dikurangi dengan jumlah Rp 5.000.000 juta sebesar Rp 22.000.000 juta 250.000 ribu.


10. Contoh Laporan Laba Rugi Multi-step PT Berkah Putra Tunggal

Untuk contoh sebuah laporan laba rugi dengan menggunakan metode multi step kamu dapat mempersiapkan sebuah laporan keuangan berupa laporan Laba Rugi Multi-Step PT Berkah Putra Tunggal berikut ini.

PT Berkah Putra Tunggal

Laporan Laba Rugi Multi-step

Periode 19 November 2021

PT Berkah Putra Tunggal


Itulah yang dapat saya sampaikan terkait dengan artikel ini yang sudah membahas tentang Contoh Laporan Laba Rugi dalam pembuatan Laporan Laba Rugi secara lengkap yang sudah saya bagikan, semoga bisa menjadi bahan refrensi kamu untuk membuat Laporan Laba Rugi dan dapat menambah ilmu pengetahuan kamu dalam membaca artikel ini, semoga bermanfaat, Terimakasih.

/* */