√ Sejarah Uang, Definisi, Syarat, Fungsi, Nilai, Jenis, Dan Teorinya Terlengkap

Diposting pada

√ Sejarah Uang, Definisi, Syarat, Fungsi, Nilai, Jenis, Dan Teorinya Terlengkap – Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel ini. Pada pembahasan kali ini juga akan dibahas mengenai Uang. Pasti sobat semua sudah paham apa itu uang? Digunakan sebagai apa saja uang tersebut? Mulai dari pengertian, syarat, fungsi,dan jenisnya akan dibahas secara lengkap. Simak penjelasannya dibawah ini.

 

√ Sejarah Uang, Definisi, Syarat, Fungsi, Nilai, Jenis, Dan Teorinya Terlengkap
√ Sejarah Uang, Definisi, Syarat, Fungsi, Nilai, Jenis, Dan Teorinya Terlengkap

 

 

Sejarah Uang

Uang tidak datang tiba-tiba begitu saja, tetapi uang ini juga muncul karena ada alasan tertentu yang melatarbelakanginya. Apabila sekarang masyarakat menggunakan uang sebagai alat transaksi, pada zaman dahulu tidaklah demikian.

Zaman dahulu orang dapat melakukan transaksi dengan cara barter. Barter yakni suatu transaksi penukar suatu barang untuk mendapatkan barang lain.

 

Sistem Barter

Sistem barter sudah digunakan cukup lama, hingga berabad-abad. Sampai akhirnya manusia mendapati kendala pada sistem tersebut karena kehidupan yang lebih kompleks lagi.

Kendala pada sistem barter ini misalnya sulit ketemunya dua orang pemilik barang yang saling membutuhkan satu sama lain. Contoh, Si A punya buah dan butuh ikan, ketemunya dengan B yang punya ikan tetapi butuhnya bukan buah, melainkan pakaian.

Pertukaran barang akan terjadi apabila orang dengan orang lainnya membutuhkan barang tertentu saja yang pada saat itu memang sedang mereka butuhkan.

Apabila tidak sedang membutuhkan barang tersebut seseorang juga tidak akan menukar barang mereka. Seiring perkembangan zaman, masyarakat mulai merasa akan kesulitan dengan transaksi yang seperti ini.

Berikut beberapa kesulitan yang terjadi pada saat itu antara lain :

  • Orang tidak dapat menentukan nilai barang yang akan ditukarkan.
  • Terkadang seseorang kesulitan menemukan seseorang yang mempunyai barang yang mereka butuhkan dan menukarnya.

 

Uang Barang

Menghadapi masalah seperti di atas, manusia mulai memikirkan lagi hingga menemukan solusi baru. Yakni menggunakan benda-benda tertentu sebagai alat tukar.

Benda-benda yang ditetapkan biasanya yang dapat diterima secara umum. Misalnya pada orang Romawi zaman dulu menggunakan garam.

Kalau diilustrasikan pada si A dan B di atas, maka seperti ini. A akan menemui penghasil garam dan menukarnya dengan buah. Setelah garam dimiliki, barulah akan menemui B yang memiliki ikan.

Meskipun butuhnya pakaian, B akan menerima garam karena sudah ditetapkan sebagai uang barang. Sehingga B pun akan lebih mudah lagi untuk menukarnya dengan orang lain yang memiliki pakaian.

Meski lebih mudah dari sistem barter, seiring perkembangan kehidupan manusia yang jauh lebih kompleks, sistem uang barang memiliki kelemahan juga.

Hal ini juga karena uang barang tidak mempunyai pecahan kecil sehingga kesulitan menentukan nilai, penyimpan dan pengangkutan yang susah, dan mudah hancur atau tidak tahan lama.

Akhirnya dicarilah benda yang mempunyai syarat-syarat sebagai berikut ini :

  • Dapat diterima secara umum
  • Lebih mudah dibawa serta tahan lama

Ini merupakan awal orang mulai mencari alternatif yang bisa digunakan untuk mengatasi beberapa kesulitan di atas. Mereka sudah mulai berpikir untuk menetapkan suatu benda yang bisa digunakan dan memiliki nilai tertentu.

Benda yang digemari banyak orang, tidak akan mudah rusak, dan mudah untuk dibawa kemana saja. Akhirnya pada saat itu orang-orang memilih menggunakan logam saja (emas dan perak) sebagai alat transaksi.

Pada awalnya tidak ada nilai tertentu pada logam tersebut, nilainya hanya dihitung dari persatuan keping logam saja. Belum ada nilai pasti yang tertera pada logam tersebut.

Pada waktu itu pemilik uang logam berhak penuh pada uang tersebut. Ia bebas menimbun sebanyak-banyaknya bahkan menempa untuk dapat dijadikan perhiasan pun tak ada larangan.

Hingga muncul ketakutan para pedagangan makin maju tidak bisa dilayani oleh uang logam. Hal ini juga mengingat jumlah emas dan perak yang terbatas.

Lagi pula, uang logam juga akan menemui kendala lain bila dalam transaksi tukar-menukar menukar berskala besar. Jumlah nya juga yang dibutuhkan makin banyak tentu akan menyulitkan dipindahtangankan. Sampai pada akhirnya terciptalah uang kertas.

Namun, jangan salah uang kertas yang beredar saat itu ialah bukti kepemilikan emas atau perak. Kertas-kertas itu dijamin seratus persen dibuat oleh emas dan perak yang tersimpan pada pandai. Sewaktu-waktu uang ini juga dapat ditukar kembali dengan jaminannya secara penuh.

Pada perkembangan selanjutnya, inilah yang akan menjadi cikal bakal uang yang kita pakai seperti sekarang ini. Orang-orang tidak lagi menggunakan emas secara langsung lagi untuk transaksi. Mereka lebih suka memakai kertas-kertas untuk bukti tersebut.

Semakin lama logam semakin menjadi barang yang amat langka, sehingga orang mulai mencari alternatif kembali. Pada saat inilah uang kertas pun mulai menjadi alternatif untuk mengatasi hal itu. Nilai uang kertas ini juga dapat ditentukan tergantung dari angka yang tercantum di dalam mata uang tersebut.

Seiring perkembangan zaman uang kertas ini sudah mulai di atur oleh pejabat kepemerintahan suatu negara. Pejabat pemerintahan inilah yang akan membuat dan mencetak uang yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Jika kita melihat ke situasi sekarang ini, Bank Indonesia (BI) itulah suatu institusi pemerintah yang berhak untuk mencetak uang untuk keperluan masyarakat.

 

 

Definisi Uang

Dalam ilmu ekonomi, pengertian uang ialah suatu benda yang dapat diterima oleh masyarakat umum sebagai alat tukar-menukar atau alat pembayaran yang sah dalam kegiatan ekonomi.

Ada juga yang mengatakan jika definisi uang adalah suatu benda yang telah diterima oleh masyarakat umum untuk mengukur nilai, alat tukar atau alat untuk melakukan pembelian barang dan jasa dimana keberadaannya telah diatur di dalam undang-undang.

Dalam ekonomi modern dikatakan bahwa uang tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran jual-beli barang dan jasa, tapi juga sebagai alat untuk membayar utang.

Definisi uang dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :

  1. Dalam ekonomi tradisional yaitu pengertian uang didefinisikan sebagai alat tukar. Tidak hanya uang seperti sekarang ini, benda lain seperti emas, perak, bahkan garam pun dapat dijadikan uang barang. Syaratnya adalah benda itu diterima secara umum oleh seluruh masyarakat setempat.
  2. Ilmu ekonomi modern dapat mendefinisikan pengertian uang lebih luas lagi. Bukan hanya sebagai alat pembayaran jual beli barang, jasa, dan kekayaan lain, melainkan juga pembayaran suatu utang. Beberapa ahli juga telah menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

 

 

Definisi Uang Menurut Para Ahli Ekonomi

 

Definisi Uang Menurut Para Ahli Ekonomi
Definisi Uang Menurut Para Ahli Ekonomi

 

1. Albert Gailort Hart

Pengertian uang menurut Albert Gailort Hart ialah suatu kekayaan yang oleh pemiliknya bisa digunakan untuk melakukan transaksi ataupun membayar hutang dengan segera dan tidak adanya tunda menunda.

 

2. R.S Sayers

Pengertian uang menurut RS Sayear ialah segala sesuatu yang umum diterima dalam masyarakat sebagai pembayaran utang.

 

3. Robertson

Uang adalah sesuatu yang umum dan bisa diterima untuk melakukan transaksi pembayaran barang dan jasa.

 

4. Rolling G. Thomas

Pengertian uang menurut R. G. Thomas tertuang di dalam bukunya yang berjudul Our Modern Banking and Monetary System, ia mengatakan bahwa “money is something that is readily and generally accepted by public in payment for goods, services and other valuable assets and for the payments for debts” yang dapat diartikan bahwa “uang ialah suatu benda yang dengan mudah dan secara umum diterima oleh masyarakat untuk pembayaran pembelian suatu barang, jasa dan barang berharga lainnya serta untuk pembayaran utang”.

 

5. A. C. Pigou

Definisi uang menurut A. C. Pigou tertuang dalam bukunya yang berjudul the Veil of Money “money are those things that are widely used as a media for exchange” yang artinya menyatakan jika “uang ialah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat penukaran”.

 

6. George Simmel

Uang mempunyai kemampuan untuk mentransformasikan dan mengubah dunia sosial pada dunia aritmatik dan sebagai sarana reifikasi paling murni.

 

7. George N. Halm

Pengertian uang menurut George N. Halm ialah suatu alat yang digunakan untuk mempermudah dan memperlancar pertukaran dan untuk mengatasi segala kesulitan dalam melakukan barter atau transaksi.

 

8. Dennis Home Robertson

Uang menurutnya dalam bukunya yang berjudul Money mengatakan bahwa “money is something accepted in payment for goods” yang artinya menyatakan jika “uang ialah segala sesuatu yang dapat diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang”.

 

9. Tri Kunawangsih & Anto Pracoyo

Definisi uang menurut Tri Kunawangsih & Anto Pracoyo yaitu alat tukar yang diterima oleh masyarakat sebagai alat pembayaran yang saha atas kesatuan hitungnya.

 

10. Anto Pracoyo & Tri Kunawangsih

Uang ialah sebagai alat tukar yang mampu untuk dipergunakan oleh para pelaku ekonomi global secara umum.

 

11. Walker

Uang adalah “money is what money does”, yang artinya “uang ialah semua hal yang dapat dilakukan oleh uang itu”, dengan kata lain uang itu adalah uang yang karena fungsinya sebagai uang dan bukan karena fungsi-fungsi yang lain.

 

12. Irma Rahmawati

Definisi uang dikemukakan oleh Irma Rahmawati merupakan suatu benda yang mampu untuk disetujui oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai alat untuk penukaran dalam perdagangan.

 

13. Rismsky K. Judisseno

Uang yaitu satu media yang mampu untuk diterima yang digunakan oleh setiap pelaku ekonomi atau pun pelaku pasar uang guna mempermudah pada saat bertransaksi.

 

14. Hukum

Pengertian uang menurut hukum yakni benda yang merupakan alat pembayaran yang sah, secara fungsional uang ialah suatu benda yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, bila dilihat menurut nilainnya, uang itu juga merupakan satuan hitungan yang dapat menyatakan sebuah nilai.

 

15. Ensiklopedia Indonesia

Uang merupakan segala sesuatu hal yang dapat digunakan dan juga pada umumnya dapat diterima sebagai alat penukar atau sebagai alat standar dalam pengukur sebuah nilai, seperti, pengukur standar uang, garansi penanggung utang serta sebagai pengukur standar daya beli.

 

16. Mankiw

Pengertian uang yang dikemukakan oleh Mankiw ialah persediaan aset yang bisa dengan segara digunakan untuk melakukan transaksi, selain itu uang juga merupakan segala sesuatu yang dapat dipakai atau diterima untuk dapat melakukan pembayaran baik barang, jasa maupun hutang, ataupun uang memiliki satu tujuan fundamental dalam sistem ekonomi, memudahkan pertukaran barang dan jasa, mempersingkat waktu dan usaha yang diperlukan untuk melakukan perdagangan.

 

17. Kasmir

Uang yaitu alat tukar menukar, dalam hal ini uang digunakan sebagai alat untuk membeli atau menjual suatu barang maupun jasa. Dengan demikian,uang dapat dilakukan untuk membayar terhadap barang yang akan dibeli atau diterima sebagai akibat dari penjualan barang dan jasa.

 

18. KBBI

Uang adalah sebagai alat penukar atau standar pengukur nilai “kesatuan hitungan” yang sah dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak atau logam lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu.

 

19. Wikipedia

Uang ialah sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.

 

20. Adam Smith

Pengertian uang menurut adam smith merupakan media penukaran, namun uang tidak dibutuhkan untuk uang itu sendiri. Artinya, ialah uang diciptakan untuk memperlancar pertukaran dan penetapan nilai yang wajar dari pertukaran tersebut, dan uang bukan merupakan sebuah komoditi.

 

 

Syarat Uang

 

Syarat Uang
Syarat Uang

 

Suatu benda dapat dijadikan sebagai uang jika memenuhi syarat-syarat berikut diantaranya :

  1. Benda itu harus dapat diterima secara umum (acceptability).
  2. Untuk memenuhi kriteria poin 1, benda tersebut harus bisa bernilai tinggi atau setidaknya dijamin oleh pemerintah.
  3. Terbuat dari bahan yang tahan lama (durability).
  4. Kualitasnya adalah sama (uniformity).
  5. Jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang itu.
  6. Tidak dapat dipalsukan (scarcity).
  7. Mudah dibawa kemana saja (portable).
  8. Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai nya (divisibility).
  9. Memiliki kecenderungan yang stabil dari waktu ke waktu (stability of value).
  10. Memiliki tanda yang dapat membantu orang yang memiliki keterbatasan, seperti tuna netra.

 

 

Fungsi Uang

 

Fungsi Uang
Fungsi Uang

 

**Ada dua macam fungsi uang, yaitu sebagai berikut :

 

Fungsi Asli

Berikut ini fungsi asli uang adalah sebagai berikut :

  • Uang berfungsi sebagai alat tukar (medium of exchange) yang bisa mempermudahkan pertukaran.
  • Uang berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) yaitu menunjukan nilai barang/ jasa (alat penunjuk harga), dan sebagai satuan hitung yang mempermudahkan pertukaran.
  • Uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) tertentu.

 

Fungsi Turunan

Berikut ini fungsi turunan uang adalah sebagai berikut :

  • Uang sebagai alat pembayaran yang sangat sah.
  • Uang sebagai alat pembayaran suatu utang.
  • Uang sebagai alat penimbun suatu kekayaan.
  • Uang sebagai alat pemindah suatu kekayaan.
  • Uang sebagai alat pendorong suatu kegiatan ekonomi.

 

 

Nilai Dan Jenis Uang

Menurut Nilainya uang dibedakan menjadi dua:

  • Uang penuh (full bodied money). Yaitu nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan demikian, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut.
  • Uang tanda (token money). Yakni apabila nilai yang tertera pada uang lebih tinggi daripada nilai bahan yang digunakan untuk membuatnya. Dengan demikian, nilai nominal lebih besar daripada nilai intrinsik. Contohnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.

 

Menurut Jenisnya, uang dibedakan menjadi 2, yaitu sebagai berikut :

  • Uang kartal yakni suatu alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari (common money).
  • Uang giral yakni suatu uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan, contohnya cek.

 

Uang menurut Bahan Pembuatannya dibedakan menjadi 2, yakni sebagai berikut :

  • Uang logam

Merupakan uang yang terbuat dari logam. Dipilih menggunakan logam karena dapat tahan lama. Pada awal kemunculannya dibuat dengan bahan emas ataupun perak. Semakin tinggi kadarnya semakin tinggi juga daya tukarnya. Dengan demikian, uang seperti ini memiliki tiga nilai yaitu :

  1. Nilai Intrinsik yakni nilai bahannya.
  2. Nilai Nominal yakni nilai yang tercetak/tercantum pada uang.
  3. Nilai Tukar yakni nilai daya tukarnya.

Contohnya  :

  1. Rp100.00 nilai tukarnya dapat permen karet,
  2. Rp15.000.00 nilai tukarnya bisa dapat sepiring nasi uduk.

 

  • Uang kertas

Yaitu uang yang terbuat dari bahan kertas. Uang jenis ini hanya dapat mempunyai nilai nominal dan nilai tukar yang tinggi, sedangkan nilai intrinsiknya tidak. Begitu pula pada zaman sekarang, uang logam dibuat dengan logam biasa sehingga nilai intrinsiknya tidak sebanding dengan nilai nominal.

 

 

 

Teori Nilai Uang

Teori nilai uang dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :

1. Teori Uang Statis

Teori ini disebut juga statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai uang yang diakibatkan perkembangan ekonomi. Teori ini juga dibuat dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan seperti : apakah sebenarnya uang itu? Mengapa uang ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar luas?

Teori ini meliputi sebagai berikut :

  • Teori Metalisme. Ialah teori yang hampir sama dengan pengertian nilai intrinsik.
  • Teori Konvensi. Adalah teori yang menyatakan uang bisa diterima secara umum di masyarakat karena atas dasar perjanjian/mufakat.
  • Teori Nominalisme. Merupakan teori yang menyatakan diterimanya uang berdasarkan nilai daya belinya.
  • Teori Negara. Teori ini juga menyatakan bahwa uang adalah benda yang ditetapkan oleh negara yang berfungsi sebagai alat tukar dan alat bayar. Jadi nilainya pun dapat ditetapkan oleh pemerintah yang diatur oleh undang-undang.

 

2. Teori Uang Dinamis

Kalau teori diatas tidak mempersoalkan perubahan nilai uang, maka teori uang dinamis ini ialah sebaliknya.

Teori ini meliputi sebagai berikut :

  • Teori Kuantitas. Yaitu pada teori ini David Ricardo menyatakan kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Kemudian Irving Fisher juga menyempurnakan teori diatas dengan menyatakan tidak hanya tergantung pada jumlah saja, melainkan juga pada kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang memengaruhi nilai uang.
  • Teori Persediaan Kas. Artinya teori ini menyatakan bahwa perubahan nilai uang tergantung dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
  • Teori Ongkos Produksi. Merupakan teori yang menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

 

 

Fitur Teknologi Cetak Uang NKRI

 

Fitur Teknologi Cetak Uang NKRI
Fitur Teknologi Cetak Uang NKRI

 

Pada tahun 2016 dalam pembuatannya Bank Indonesia menyatakan bahwa uang dicetak menggunakan teknologi yang berbeda dari sebelumnya. Perbedaan tersebut terutama pada kertas yang akan digunakan untuk mencetak uang, kertas tersebut memiliki beberapa fitur-fitur sekuriti intaglio.

Intaglio ialah teknik percetakan uang yang digoreskan pada permukaan kertas, sehingga apabila dipegang uang tersebut akan terasa timbul.

** Lebih lanjut, berikut fitur-fitur baru tersebut ialah :

  • Rainbow feature yakni suatu fitur gambar pada uang yang apabila dilihat dari sudut tertentu akan nampak gambar tersembunyi yang memiliki banyak warna.
  • Ultraviolet Feature yaituapabila dilihat di bawah sinar UV akan nampak gambar yang memendar menjadi dua warna.
  • Laten image maksudnya ialah ada gambar tersembunyi berupa logo BI (di bagian depan uang) dan nominal uang (bagian belakang uang).
  • Colour Shifting dimaksudkan apabila di lihat dari sudut pandang tertentu akan nampak uang memiliki warna yang kontras.
  • Rectoverso diartikan apabila diterawang ada logo BI yang terdapat pada uang.
  • Blind code adalah untuk memudahkan tuna netra mengetahui nilai uang yang dibawanya dengan cara meraba di bagian nominal, karena di bagian ini apabila diraba seperti terasa timbul.

 

Demikian pembahasan tentang √ Sejarah Uang, Definisi, Syarat, Fungsi, Nilai, Jenis, Dan Teorinya Terlengkap yang di dalam artiket ini menunjukkan kepada Anda beberapa hal. Sekian pembahasan kali ini, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan untuk Anda yang membacanya. Terima kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Sejarah Uang, Definisi, Syarat, Fungsi, Nilai, Jenis, Dan Teorinya Terlengkap
Baca Juga :  √ Neraca Saldo : Pengertian, Fungsi, Manfaat, Jenis, Bentuk Format, dan Contohnya Secara Lengkap
Baca Juga :  √ Manajemen Aset: Pengertian, Tujuan, Klasifikasi, Siklus dan Contoh Asset Management
Baca Juga :  √ Sejarah Uang, Definisi, Syarat, Fungsi, Nilai, Jenis, Dan Teorinya Terlengkap