√ Label Produk : Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Jenis Terlengkap

Diposting pada

√ Label Produk : Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Jenis Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Label Produk. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Label Produk : Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Jenis Terlengkap
√ Label Produk : Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Jenis Terlengkap

 

Pengertian Label Produk

 

Label Produk adalah salah satu bagian dari sebuah produk yang berisikan informasi yang perlu dicantumkan dan diketahui bersama-sama dan umumnya ditempatkan di badan produk dan di packaging produk.

Label terdiri dari keterangan yang direpresentasikan dengan kata-kata maupun berupa gambar dimana perannya ialah sebagai sumber informasi mengenai produk tersebut lengkap dengan penjualnya.

Label pada produk umumnya memang berupa nama atau singkatnya merek produk.

 

 

Tujuan Label Produk

 

  • Memberi informasi tentang isi produk yang diberi label tanpa harus membuka kemasan.
  • Berfungsi sebagai sarana komunikasi produsen kepada konsumen tentang hal-hal yang perlu diketahui oleh konsumen tentang produk tersebut, terutama hal-hal yang kasat mata atau tak diketahui secara fisik.
  • Memberi petunjuk yang tepat pada konsumen hingga diperoleh fungsi produk yang optimum.
  • Sarana periklanan bagi produsen.
  • Memberi rasa aman bagi konsumen.

 

 

Fungsi Label Produk

 

  • Label mengidentifikasi produk atau merek.
  • Label menentukan kelas produk.
  • Label menggambarkan beberapa hal mengenai produk (siapa pembuatnya, dimana dibuat, kapan dibuat, apa isinya, bagaimana menggunakannya, dan bagaimana menggunakan secara aman).
  • Label mempromosikan produk lewat aneka gambar yang menarik.
Baca Juga :  √ Kemasan : Pengertian, Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contoh Terlengkap

 

 

Jenis – Jenis Label Produk

 

  • Brand Label merupakan penggunaan label yang semata-mata digunakan sebagai brand.
  • Grade Label ialah label yang menunjukkan tingkat kualitas tertentu dari suatu barang. Label ini dinyatakan dengan suatu tulisan atau kata-kata.
  • Label Deskriptif (Descriptive Label) yaitu informasi objektif tentang penggunaan, konstruksi, pemeliharaan penampilan dan cirri-ciri lain dari produk.
  • Label Produk (Product Label) ialah bagian dari pengemasan sebuah produk yang mengandung informasi mengenai produk atau penjualan produk.
  • Label Merek (Brand Label) yakni nama merek yang diletakkan pada pengemasan produk.
  • Label Tingkat (Grade Label) mengidentifikasi mutu produk, label ini bisa terdiri dari huruf, angka atau metode lainya untuk menunjukkan tingkat kualitas dari produk itu sendiri.
  • Label Deskriptif (Descriptive Label) menggambarkan isi, pemakaian dan ciri-ciri produk. Pemberian label (labeling) merupakan elemen produk yang sangat penting yang patut memperoleh perhatian saksama dengan tujuan untuk menarik para konsumen.

 

 

Ketentuan dan Peraturan Label Produk

 

1. Nama Produk Pangan

Pada setiap produk pangan terdapat nama produk. Nama produk pangan tersebut memberikan keterangan mengenai identitas produk pangan yang menunjukkan sifat dan keadaan produk pangan yang sebenarnya.

Untuk produk pangan yang sudah terdapat dalam Standar Nasional Indonesia penggunaan nama produk menjadi bersifat wajib.

 

2. Keterangan Bahan yang Digunakan dalam Pangan

Keterangan ini diurutkan dari bahan yang paling banyak digunakan kecuali vitamin, mineral dan zat penambah gizi lainnya. Bahan tambahan pangan atau pengawet yang digunakan juga harus dicantumkan.

Pernyataan mengenai bahan yang ditambahkan, diperkaya, atau difortifikasi juga harus dicantumkan selama itu benar dilakukan pada proses produksi dan tidak menyesatkan.

Baca Juga :  √ 32 Pengertian Dividen Menurut Para Ahli Terlengkap

 

3. Berat Bersih Atau Isi Bersih Pangan

Berat bersih atau isi bersih menerangkan jumlah produk pangan yang terdapat dalam kemasan produk tersebut. Keterangan tersebut dinyatakan dalam satuan metrik seperti gram, kilogram, liter atau mililiter.

Untuk produk makanan padat dinyatakan dalam ukuran berat, produk makanan cair dinyatakan dalam ukuran isi dan produk makanan semi padat atau kental dinyatakan dalam ukuran isi atau berat.

 

4. Nama dan Alamat Pabrik Pangan

Keterangan mengenai nama dan alamat pabrik pada produk pangan berisi keterangan mengenai nama dan alamat pihak yang memproduksi, memasukkan dan mengedarkan pangan ke wilayah Indonesia.

Untuk nama kota, kode pos dan Indonesia dicantumkan pada bagian utama label sedangkan nama dan alamat dicantumkan dalam bagian informasi.

 

5. Tanggal Kedaluwarsa Pangan

Setiap produk pangan mempunyai keterangan kedaluwarsa yang tercantum pada label pangan. Keterangan kedaluwarsa yaitu batas akhir suatu pangan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan oleh produsen.

Keterangan kedaluwarsa dicantumkan terpisah dari tulisan “Baik Digunakan Sebelum” dan disertai dengan petunjuk tempat pencantuman tanggal kedaluwarsa.

 

6. Nomor Pendaftaran Pangan

Dalam hal peredaran pangan, pada label pangan tersebut wajib mencantumkan nomor pendaftaran pangan. Adapun tanda yang diberikan untuk pangan yang diproduksi baik di dalam negeri maupun yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia adalah tanda MD untuk pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri dan tanda ML untuk pangan olahan yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia.

 

7. Kode Produksi Pangan

Kode produksi yang dimaksud adalah kode yang dapat memberikan penjelasan mengenai riwayat suatu produksi pangan yang diproses pada kondisi dan waktu yang sama.

Baca Juga :  √ Diversifikasi : Pengertian, Manfaat, Tujuan, Jenis dan Strategi Terlengkap

Kode produksi tersebut disertai dengan atau tanggal produksi. Tanggal produksi yang dimaksud adalah tanggal, bulan dan tahun pangan tersebut diolah.

 

8. Penggunaan atau Penyajian dan Penyimpanan Pangan

Keterangan tentang petunjuk penggunaan dan atau petunjuk penyimpanan dicantumkan pada pangan olahan yang memerlukan penyiapan sebelum disajikan atau digunakan.

Selain itu, cara peyimpanan setelah kemasan dibuka juga harus dicantumkan pada pangan kemasan yang tidak mungkin dikonsumsi dalam satu kali makan.

Kemudian pada pangan yang memerlukan saran penyajian atau saran penggunaan dapat mencantumkan gambar bahan pangan lainnya yang sesuai dan disertai dengan tulisan “saran penyajian”.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Label Produk : Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Jenis Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :