√ Return on Assets (ROA) : Pengertian, Fungsi, Unsur dan Faktor Terlengkap

Diposting pada

√ Return on Assets (ROA) : Pengertian, Fungsi, Unsur dan Faktor Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Return on Assets (ROA). Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Return on Assets (ROA) : Pengertian, Fungsi, Unsur dan Faktor Terlengkap
√ Return on Assets (ROA) : Pengertian, Fungsi, Unsur dan Faktor Terlengkap

 

Pengertian Return on Assets (ROA)

 

Return on assets (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas yang dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan.

ROA mampu mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada masa lampau untuk kemudian diproyeksikan di masa yang akan datang.

Return on Assets atau dalam bahasa Indonesia sering dikenal dengan Tingkat Pengembalian Aset adalah rasio profitabilitas yang menunjukan persentase keuntungan (laba bersih) yang diperoleh perusahaan sehubungan dengan keseluruhan sumber daya atau rata-rata jumlah aset.

 

 

Pengertian Return on Assets (ROA) Menurut Para Ahli

 

1. Lukman Syamsudin

ROA adalah sebuah pengukuran kemampuan perusahaan dengan keseluruhan di dalam menghasilkan laba dengan jalan keseluruhan aktiva yang tersedia.

 

2. Kasmir

ROA merupakan suatu rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang di gunakan di dalam perusahaan.

 

3. Munawari

ROA ialah salah satu bentuk rasio profitabilitas yang di tujukan untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan seluruh dana yang digunakan untuk operasional perusahaan untuk menghasilkan laba.

 

4. Sawir

ROA yaitu salah satu rasio yang digunakan perusahaan untuk mengukur kekuatan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan (laba) secara keseluruhan.

 

5. Eduardus Tandelilin

ROA yakni rasio yang menggambarkan sejauh mana kemampuan aset-aset yang dimiliki perusahaan bisa menghasilkan laba.

 

6. Horne dan Wachowicz

Baca Juga :  √ Kartel : Pengertian, Karakteristik, Tujuan, Jenis dan Contoh Terlengkap

ROA mengukur efektivitas keseluruhan dalam menghasilkan laba melalui aktiva yang tersedia; daya untuk menghasilkan laba dari modal yang diinvestasikan.

 

7. Fahmi

ROA melihat sejauh mana investasi yang telah ditanamkan mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan dan investasi tersebut sebenarnya sama dengan aset perusahaan yang ditanamkan atau ditempatkan.

 

8. Bambang Riyanto

ROA dengan Net Earning Power Ratio (Rate of Return on Investment / ROI) yaitu kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan neto.

 

 

Fungsi Return on Assets (ROA)

 

  • Sebagai salah satu kegunaannya yang prinsip ialah sifatnya yang menyeluruh. Apabila perusahaan sudah menjalankan praktek akuntansi yang baik maka manajemen dengan menggunakan teknik analisa Return on Assets dapat mengukur efisiensi penggunaan modal yang bekerja, efisiensi produksi dan efisiensi bagian penjualan.
  • Apabila perusahaan dapat mempunyai data industri sehingga dapat diperoleh rasio industri, maka dengan analisa Return on Assets dapat dibandingan efisiensi penggunaan modal pada perusahaannya dengan perusahaan lain yang sejenis, sehingga dapat diketahui apakah perusahaannya berada di bawah, sama atau di atas rata-ratanya. Dengan demikian akan dapat diketahui dimana kelemahannya dan apa yang sudah kuat pada perusahaan tersebut dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis.
  • Analisa Return on Asset juga dapat digunakan untuk mengukur efisiensi tindakan-tindakan yang dilakukan oleh divisi/bagian yaitu dengan mengalokasikan semua biaya dan modal ke dalam bagian yang bersangkutan. Arti pentingnya mengukur rate ofretum pada tingkat bagian adalah untuk dapat membandingkan efisiensi suatu bagian dengan bagian yang lain didalam perusahaan yang bersangkutan.
  • Analisa Return on Asset juga dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas dari masing-masing produk yang dihasilkan perusahaan dengan menggunakan product cost system yang baik, modal dan biaya dapat dialokasikan kepada berbagai produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan, sehingga dengan demikian dapat dihitung profitabilitas dari masing-masing produk. Dengan demikian manajemen akan dapat mengetahui produk mana yang mempunyai profit potential.
  • Return on Assets selain berguna untuk keperluan kontrol juga berguna untuk keperluan perencanaan, misalnya Return on Assets dapat digunakan sebagian dasar untuk pengembalian keputusan kalau perusahaan akan mengadakan ekspansi.
Baca Juga :  √ Akuntansi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Dan Macam Akuntansi Menurut Para Ahli Terlengkap

 

 

Keunggulan Return On Assets (ROA)

 

  • Return on Asset sangat mudah untuk di hitung serta di pahami.
  • ROA ialah alat ukur prestasi manajemen yang sensitif terhadap pengaruhi kondisi keuangan perusahaan.
  • Tim manajemen akan berfokus untuk memaksimalkan pendapatan laba.
  • Mendorong untuk mencapai tujuan perusahaan.
  • Menjadi alat evaluasi atas pelaksanaan kebijakan manajemen.

 

 

Kelemahan Return On Asset (ROA)

 

  • Return On Asset (ROA) sebagai pengukur divisi sangat dipengaruhi oleh metode depresiasi aktiva tetap.
  • Return On Asset (ROA) mengandung distorsi yang cukup besar terutama dalam kondisi inflasi. Return On Asset (ROA) akan cenderung tinggi akibat dan penyesuaian (kenaikan) harga jual, sementara itu beberapa komponen biaya masih dinilai dengan harga distorsi.

 

 

Faktor yang Mempengaruhi Return on Assets (ROA)

 

1. Rasio Likuiditas

Rasio Likuiditas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kejawajiban jangka pendek yang dihitung dengan membandingkan aktiva lancar perusahaan dengan kewajiban lancar.

Rasio likuiditas yaitu terdiri dari :

  • Current ratio, untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan membandingkan seluruh aktiva likuid yang dimiliki perusahaan dengan kewajiban lancar.
  • Acid Test, yaitu mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang lebih likuid tanpa memasukkan persediaan di bagi dengan kewajiban lancar.

 

2. Rasio Manajemen Aktiva

Rasio Manajemen aktiva atau Asset Management Ratio adalah rasio untuk mengukuru efektivitas perusahaan dalam mengelolal aktivanya.

Manajemen aktiva ini yakni terdiri dari :

  • Inventory Turnover yaitu kemampuan untuk mengetahui frekuensi pergantian persediaan yang masuk kedalam perusahaan, di mulai dari bahan mentah lalu diolah dan dikeluarkan dalam bentuk jadi melalui penjualan dalam satu periode.
  • Days Sales Outstanding, mengetahui jangka waktu rata-rata penagihan hutang hingga menjadi kas yang berasal dari penjualan kredit perusahaan.
  • Fixed Assets Turnover, Mengetahui efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva tetapnya dengan membandingkan dengan penjualan atas total aktiva.

 

3. Rasio Manajemen Utang

Rasio Manajemen Utang bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka panjang yang dipergunakan untuk membiayai seluruh kegiatan perusahaan.

Manajemen utang ini ialah terdiri dari :

  • Debts Ratio, Untuk mengetahui perrsentase uang yang di sediakan kreditur.
  • Times Interest Earned, Bertujuan untuk mengukur seberapa besar laba operasional dapat menurun hingga perusahaan tidak bisa memenuhi beban bunga tahunan.
  • Fixed Charge Coverage Ratio, Poin ini sebenarnya hampir sama dengan rasio Times Interest Earned, tapi mengakui bahwa banyak aktiva perusahaan yang di pinjam dan melakukan pembayaran pelunasan utang.
Baca Juga :  √ Profesional : Pengertian, Prinsip, Ciri, Konsep dan Syarat Terlengkap

 

 

Unsur – Unsur Pembentuk Return on Assets (ROA)

 

  • Pendapatan adalah arus masuk aktiva atau peningkatan lainnya dalam aktiva entitas atau pelunasan kewajibannya selama seuatu periode yang ditimbulkan oleh pengiriman atau produksi barang, penyedia jasa atau aktivitas lainnya yang merupakan bagian dari operasi utama perusahaan.
  • Beban adalah arus keluar atau penurunan lainnya dalam aktiva sebuah entitas atau penambahan kewajibannya selama satu periode yang ditimbulkan oleh pengiriman atau produksi barang, penyedia jasa atau aktivitas lainnya yang merupakan bagian dari operasi utama perusahaan.
  • Keuntungan adalah kenaikan ekuitas “aktiva bersih” perusahaan dari transaksi sampingan atau insidentil kecuali yang dihasilkan dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.
  • Kerugian adalah penurunan ekuitas “aktiva bersih” persahaan dari transaksi sampingan ataun insidentil kecuali yang berasal dari beban atau distribusi kepada pemilik.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Return on Assets (ROA) : Pengertian, Fungsi, Unsur dan Faktor Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :