√ Supplier : Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis dan Cara Kerja Terlengkap

Diposting pada
√ Supplier : Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis dan Cara Kerja Terlengkap
5 (100%) 17 votes

√ Supplier : Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis dan Cara Kerja Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Supplier. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Supplier : Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis dan Cara Kerja Terlengkap
√ Supplier : Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis dan Cara Kerja Terlengkap

 

Pengertian Supplier

 

Supplier merupakan salah satu pihak (perorangan atau perusahaan) yang menjual atau memasok sumber daya dalam bentuk bahan mentah kepada pihak lain (perorangan atau perusahaan) untuk diolah menjadi barang atau jasa tertentu.

 

 

Pemilihan Supplier Baru

 

  • Setiap Supplier baru harus dilakukan seleksi untuk memastikan bahwa supplier tersebut dapat memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
  • Purchasing Manager akan mencari data mengenai supplier tersebut mengenai Mutu Produk atau Jasa yang dihasilkan, Harga Jual, Waktu Pengiriman, Aspek K3L (L-PRC-01) dan lainnya.
  • Berdasarkan data yang ada, Purchasing Manager bersama-sama dengan pihak/bagian lain yang terkait akan meninjau untuk memastikan kesesuaian atas kriteria persyaratan yang telah ditetapkan.
  • Jika diperlukan, Purchasing Manager akan meminta contoh produk dari supplier untuk dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang ditunjuk terlebih dahulu.
  • Peninjauan dilakukan sesuai dengan pelaksanaan evaluasi supplier diatas (point 1.3, 1.4 & 1.5), kecuali : 1.3.1. Mutu Produk/Jasa yang akan diberikan berdasarkan spesifikasi tertulis dan contoh produk, 1.3.3.
  • Waktu pengiriman yang dijanjikan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan 1.3.6. Pemenuhan aspek K3L sesuai dengan persyaratan hukum dan/atau perusahaan (L-PRC-01).
  • Hasilnya dicatatkan dalam lembar Evaluasi Supplier dengan mencantumkan data-data supplier yang ditinjau serta hasil kesimpulan dari peninjauan yang dilakukan.
  • Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, maka Purchasing Manager akan menentukan apakah supplier dapat memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
  • Purchasing Manager akan memberitahukan Supplier yang terpilih dan kemudian melakukan proses pembelian sesuai dengan Prosedur Pembelian yang ada serta memasukkan data supplier tersebut kedalam Daftar Supplier.
Baca Juga :  √ NPWP : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Syarat Pembuatannya [ TERLENGKAP ]

 

 

Ciri – Ciri Supplier

 

  • Berfungsi sebagai pemasok bahan baku atau barang mentah kepada perusahaan lain.
  • Produk yang dijual masih berbentuk mentah (sayur, buah, tanah, emas, logam, dan lain-lain) maupun barang setengah jadi (kertas, plastik, dan lain-lain).

 

 

Fungsi dan Tugas Supplier

 

  • Sebagai pihak yang memastikan tersedianya bahan baku atau bahan mentah bagi pihak (individu atau perusahaan) yang membutuhkannya.
  • Memastikan bahan baku yang dipasok masih dalam keadaan baik saat diterima oleh pihak pembeli.
  • Mengatur proses penyimpanan bahan baku sebelum dikirim ke perusahaan yang membutuhkannya.
  • Mengatur pengiriman bahan baku dengan tepat waktu kepada para pihak yang membutuhkannya.

 

 

Evaluasi Supplier

 

  • Evaluasi Supplier ini dilakukan secara periodik setiap 6 (enam) bulan sekali oleh Purchasing Manager.
  • Evaluasi juga dilakukan terhadap supplier yang tercatat dalam Daftar Supplier dengan melihat semua catatan-catatan pembelian dan penerimaan suatu barang dari supplier yang ada.
  • Penilaian yang dilakukan terhadap kriteria seperti berikut :
  1. Mutu Produk atau Jasa yang diterima sesuai dengan spesifikasi, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak yang ditunjuk ataupun bukti lain.
  2. Harga, yang diajukan supplier masih sesuai dan dapat disetujui oleh perusahaan.
  3. Waktu Pengiriman, yang sesuai dengan jadwal.
  4. Syarat Pembayaran, yang disepakati oleh kedua belah pihak.
  5. Pelayanan, yang diberikan oleh supplier.
  6. Aspek K3L (dan lainnya), yang sesuai dengan sifat barang/jasa (L-PRC-01).

 

  • Evaluasi dilakukan dengan memberikan penilaian terhadap kriteria tersebut diatas dengan nilai SANGAT BAIK (A) atau BAIK (B) atau CUKUP (C) atau KURANG (K) (penjelasan lihat hal. 3), dan kemudian menjumlahkan nilai dari masing-masing penilaian.
  • Supplier dinyatakan lulus evaluasi/memenuhi syarat jika hasil penilaiannya tidak memiliki nilai KURANG untuk semua kriteria yang ada.
  • Penilaian akan dicatatkan pada lembar Hasil Evaluasi Supplier yang mencantumkan data-data supplier dan hasil penilaian serta kesimpulan yang diambil.
  • Supplier yang dapat memenuhi hasil penilaian pada point 1.5. akan digunakan kembali untuk periode berikutnya dan dimasukkan dalam Daftar Supplier.
  • Sedangkan supplier yang tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut tidak akan dipergunakan untuk periode berikutnya dan dikeluarkan dari Daftar Supplier.
  • Berdasarkan hasil evaluasi supplier ini maka akan dikeluarkan satu Daftar Supplier yang baru yang telah lulus evaluasi.
Baca Juga :  √ Uang Kartal : Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap

 

 

Cara Kerja Supplier

 

  • Pengadaan bahan baku, dalam proses pengadaan bahan mentah dapat dilakukan sendiri oleh supplier atau bekerjasama dengan pihak lain.
  • Membuat informasi bahan baku, sebelum dijual ke pihak lain maka supplier harus menyiapkan informasi mengenai bahan baku yang dijual.
  • Melakukan pemasaran, proses pemasaran bisa melalui offline maupun online. Secara online misalnya dengan membuat website dan iklan untuk menjual bahan baku tertentu.
  • Bekerjasama dengan pebisnis, pada tahap ini supplier harus berkomitmen untuk dapat memasok bahan baku berkualitas kepada pebisnis secara rutin.
  • Menjaga kualitas, dalam hal ini kualitas layanan dan kualitas bahan baku sangat mempengaruhi keberhasilan supplier dalam menjalankan usahanya.

 

 

Jenis – Jenis Supplier

 

1. Supplier Produk Barang

Ini adalah jenis pemasok yang memasok bahan baku untuk membuat produk dalam barang.

Dalam hal ini, pemasok hanya memasok bahan mentah untuk diproses oleh pihak lain menjadi barang jadi.

 

Contoh :

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan notebook. Jadi perusahaan ini membutuhkan bahan baku untuk kertas, plastik dan bahan lainnya untuk memproduksi notebook.

Perusahaan kemudian bekerja sama dengan pemasok yang dapat memasok bahan baku yang diperlukan (kertas, plastik dan bahan lainnya).

Kolaborasi bisa dilakukan dengan beberapa pihak yang menyediakan bahan baku berbeda.

 

2. Supplier Produk Jasa

Ini adalah jenis pemasok yang memasok bahan baku untuk menghasilkan produk dalam bentuk layanan.

Dalam hal ini pemasok hanya memasok bahan baku yang kemudian diolah oleh pihak lain menjadi produk layanan yang dapat dijual kepada konsumen.

 

Contoh :

Perusahaan jasa keuangan memerlukan perangkat lunak atau aplikasi khusus untuk membantu klien mereka memantau dan mengelola keuangan perusahaan mereka.

Baca Juga :  √ Likuiditas : Pengertian, Rumus, Fungsi, Komponen dan Contoh Terlengkap

Pemasok layanan produk kemudian menyediakan perangkat lunak atau aplikasi dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan jasa keuangan.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Supplier : Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis dan Cara Kerja Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :