√ Distribusi : Pengertian, Tujuan, Jenis, Fungsi, dan Pelakunya Secara Lengkap

Diposting pada

√ Distribusi : Pengertian, Tujuan, Jenis, Fungsi, dan Pelakunya Secara Lengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id pada pembahasan kali ini akan membahas tentang Distribusi. Mulai dari pengertian, tujuan, jenis, fungsi dan pelakunya secara lengkap. Simak penjelasannya dibawah ini.

 

√ Distribusi : Pengertian, Tujuan, Jenis, Fungsi, dan Pelakunya Secara Lengkap
√ Distribusi : Pengertian, Tujuan, Jenis, Fungsi, dan Pelakunya Secara Lengkap

 

Pengertian Distribusi

Distribusi adalah salah satu kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen sehingga barang dan jasa tersebut dapat berguna dan bermanfaat.

Bayangkan apabila kegiatan distribusi ini tidak ada. Jika tidak ada distribusi, suatu barang dan jasa hasil produksi tidak akan sampai ke konsumen yang membutuhkannya. Akibatnya, barang-barang hasil produksi tersebut kurang bermanfaat.

Orang atau sebuah badan usaha yang melakukan kegiatan penyaluran barang dan jasa sampai ke tangan konsumen disebut juga dengan distributor atau lembaga distribusi.

Lembaga distribusi merupakan suatu badan usaha yang melakukan kegiatan perdagangan dengan cara memindahkan suatu barang atau jasa, baik langsung maupun tidak langsung dari produsen kepada konsumen. Distributor juga sering dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu pedagang dan perantara khusus.

 

 

Pengertian Distribusi Menurut Para Ahli

 

1. Winardi (1989)

Distribusi merupakan sekumpulan perantara yang terhubung erat antara satu dengan yang lainnya dalam suatu kegiatan penyaluran produk-produk kepada konsumen (pembeli).

 

2. Philip Kotler (1997)

Distribusi merupakan suatu organisasi yang telah membuat sebuah proses kegiatan sebagai penyaluran suatu barang atau jasa siap untuk di pakai atau di konsumsi oleh para konsumen (pembeli).

 

3. Alma (2007)

Distribusi ini merupakan suatu lembaga yang saling terhubung antara satu dengan lainnya untuk dapat melakukan kegiatan penyaluran barang atau jasa sehingga tersedia untuk dipergunakan oleh para konsumen (pembeli).

 

4. Tjiptono (2008)

Distribusi merupakan suatu proses kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk dapat mempermudah kegiatan penyaluran suatu barang atau jasa dari pihak produsen ke pihak konsumen.

 

5. Daniel (2001)

Distribusi merupakan salah satu kegiatan dari sebuah organisasi yang bertujuan untuk memperlancar kegiatan penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen.

 

6. Soekartawi

Distribusi adalah salah satu kegiatan untuk menyalurkan atau mengirimkan barang dan jasa supaya sampai hinga konsumen akhir.

 

7. Assauri

Distribusi adalah suatu kegiatan untuk memindahkan produk dari sumber ke konsumen akhir dengan saluran distribusi pada waktu yang tepat.

 

8. Basu Swastha

Distribusi adalah suatu saluran pemasaran yang dipakai oleh pembuat produk untuk dapat mengirimkan produknya ke industri atau konsumen. Lembaga yang terdapat pada saluran distribusi adalah seorang produsen, distributor, konsumen atau industri.

 

 

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Distribusi

 

  • Aspek Pasar yang dalam cakupan pada aspek ini yaitu saluran distribusi yang dipengaruhi oleh pola pembelian pelanggan, adalah jumlah pelanggan, posisi geografis pelanggan dan jumlah pesanan serta rutinitas dalam pembelian.
  • Aspek Barang Estimasi dari segi barang ini juga bersangkut-paut dengan nilai unit, besar dan berat barang, mudah rusaknya barang, tolak ukur barang dan pengepakan.
  • Aspek Industri Estimasi yang dibutuhkan di sini ialah suatu sumber anggaran, pengalaman dan kemampuan manajemen bersama pengawasan dan jasa yang diberikan.
  • Aspek Kebiasaan dalam Pembelian Estimasi yang dibutuhkan dalam kebiasaan pembelian ialah sebuah kegunaan penghubung, tindakan penghubung akan kebijaksanaan produsen, kapasitas pemasaran dan biaya distribusi barang.

 

 

Tujuan dan Manfaat Distribusi

 

Tujuan Distribusi yaitu sebagai berikut :

  1. Mempercepat distribusi suatu barang dan pelayanan hasil pembuatan dari produsen pada pelanggan.
  2. Pemerataan dalam penyaluran hasil pembuatan secara menyeluruh kepada pelanggan.
  3. Mengawasi kelangsungan suatu kegiatan produksi.
  4. Meningkatkan mutu dan jumlah hasil dari suatu produksi.

 

Manfaat Distribusi yaitu sebagai berikut :

  1. Bagi Produsen, untuk membantu menyalurkan barang dan jasa yang dihasilkan produsen ke tangan pelanggan sehingga dapat mengawasi kesinambungan produksi.
  2. Bagi Pelanggan, dengan mudah dapat langsung membeli barang atau jasa yang dibutuhkan.
  3. Dapat menambah nilai guna suatu barang, karena barang yang bertumpuk di suatu industri (produsen) tanpa terpenuhi tidak akan dapat dirasakan manfaat dan kegunaannya oleh masyarakat.
  4. Mengawasi stabilitas harga, karena suatu barang yang bertumpuk disuatu tempat dapat merendahkan harga sementara di kawasan yang kesukaran harga barang cenderung bakal naik.

 

 

Fungsi Distribusi

 

1. Pembelian Produk

Fungsi pertama yakni pembelian. Pada setiap proses distribusi pastilah melalui suatu kegiatan yang dinamakan pembelian. Pada kegiatan ini akan terjadi suatu transaksi jual-beli yang akan memindahkan hak milik suatu produk dari satu lembaga pemsaran ke lembaga pemasaran lainnya.

Contoh dari fungsi distribusi yang pertama ini sangat sering dijumpai pada masyarakat misalnya pada pembelian dari pedagang ke produsen atau pembelian dari pedagang oleh konsumen.

 

2. Klasifikasi Produk

Dalam suatu kegiatan distribusi setelah dilakukan proses pembelian atau sebelumnya biasa dilakukan proses klasifikasi produk. Klasifikasi pada produk ini ditentukan berdasarkan fungsi dan jenis produk yang sesuai atau hampir sama.

Manfaat pengklasifikasian terhadap suatu produk ini agar lebih mudah dipasarkan dan juga lebih mudah dalam penanganannya selama proses distribusi.

Perlu diketahui bahwa terdapat produk yang memiliki suatu penanganan khusus terlebih bila didistribusikan dalam jumlah yang banyak.

Sebagai contoh adalah pada produk-produk pertanian, peternakan, dan hasil hutan. Pengklasifikasian terhadap produk tersebut tentu saja akan lebih memudahkan dalam penanganan selama proses distribusi.

 

3. Promosi Produk

Setelah dilakukan klasifikasi suatu produk maka akan lebih diketahui berapa banyak jumlah produk sejenis. Hal ini juga akan dapat mempermudah dalam proses pemasarannya khususnya dalam melakukan promosi.

Pengklasifikasian dengan mengetahui jumlah suatu produk akan berpengaruh terhadap bahasa promosi. Promosi produk yang dapat dilakukan dengan berbagai macam cara tergantung dengan jenis produk.

Metode promosi juga dapat dilakukan secara offline seperti pamflet, baliho, expo, leaflet, poster dan juga online seperti sosmed, Google Adword, FB ads, Website, TV, Radio.

Hal yang perlu digarisbawahi pada suatu kegiatan promosi adalah sesuaikan dengan target pasar. Jika target pasar tidak sesuai maka kebanyakan praktisi akan jauh lebih banyak mengeluarkan dana untuk kegiatan promosi.

 

4. Penyaluran Produk

Kegiatan yang terakhir dan paling utama dari distribusi adalah penyaluran produk. Proses penyaluran sebuah produk harus dilakukan seefisien dan seefektif mungkin.

Perhitungan jangka waktu lama distribusi, resiko penyusutan, kerusakan dan kehilangan harus dapat dipertimbangkan sedetail mungkin.

Pertimbangan tersebut yang akan menentukan suatu sarana transportasi apakah yang sesuai agar produk sampai tepat pada waktunya dengan resiko seminimal mungkin.

Hal ini berlaku juga saat akan memilih ekspedisi pengiriman dengan melihat trackrecord dan jenis paket pengiriman sebagai pertimbangan utamanya.

 

 

Pelaku Distribusi

Berdasarkan pada kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen, pelaku distribusi (distributor) dapat dibedakan menjadi 6 kelompok, yaitu diantaranya :

 

1. Pedagang

Pedagang adalah sebagai pihak yang membeli barang dari produsen dan menjualnya kembali ke konsumen akhir. Pedagang dapat menentukan harga jual dari suatu produk sesuai dengan kondisi pasar dan sosial ekonomi di suatu masyarakat.

 

2. Agen

Agen merupakan suatu perusahaan yang memiliki tanggungjawab untuk menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen. Keuntungan yang didapatkan oleh para agen adalah dari nilai komisi yang telah ditentukan.

 

3. Makelar

Makelar adalah seorang pihak yang mempertemukan produsen dengan para calon pembeli suatu produk, baik itu berupa barang atau jasa. Makelar ini tidak mengeluarkan modal pada saat proses distribusi dan keuntungan yang didapatkan adalah berupa fee dari produsen dan konsumen atas jasanya.

 

4. Eksportir

Eksportir yaitu suatu pihak yang menyalurkan barang dari produsen dalam negeri kepada konsumen yang berada di luar negeri.

 

5. Importir

Kebalikan dari eksportir, importir yakni salah satu pihak yang menyalurkan barang dari luar negeri kepada konsumen di dalam negeri.

 

6. Komisioner

Komisioner adalah salah satu pihak yang melakukan pembelian dan penjualan atas namanya sendiri.

 

 

Jenis – Jenis Distribusi

Berdasarkan komunikasi yang sudah terjalin antara produsen dan konsumen, maka terdapat 3 jenis distribusi. 3 Jenis distribusi tersebut diantaranya yaitu :

 

  • Distribusi Langsung

Kegiatan pendistribusian yang dilakukan langsung oleh produsen kepada konsumen tanpa ada perantara. Contoh distribusi langsung adalah seorang petani yang langsung menjual hasil panennya kepada konsumen.

 

  • Distribusi Semi Langsung

Distribusi semi langsung dilaksanakan melalui saluran yang dimiliki oleh suatu perusahaan produsen. Pihak lembaga pemasaran ini miliki produsen atau perusahaan mengantar produk kepada konsumen.

 

  • Distribusi Tidak Langsung

Kegiatan distribusi yang dijalankan oleh lembaga pemasaran di luar dari suatu perusahaan produsen. Pihak distributor luar dapat menyalurkan produk dari produsen ke konsumen. Contoh kegiatan adalah seorang penjual produk kecantikan yang menjual produknya melalui agent atau retail.

 

 

Jangkauan dan Sasaran Distribusi

Cara distribusi sering disebut juga dengan saluran distribusi, yaitu suatu hubungan antar pihak yang menyalurkan barang hasil produksi dari produsen hingga ke tangan konsumen.

5 saluran distribusi yang umum digunakan oleh para produsen untuk menyalurkan hasil produksinya adalah sebagai berikut ini :

  1. Produsen akan menjual ke agen tunggal (sole agent) yang umunya dimiliki oleh pabrik itu sendiri.
  2. Produsen akan menjual ke agen tunggal dan langsung distribusikan ke konsumen.
  3. Produsen akan melakukan penjualan langsung (direct sales) melalui agen tunggal.
  4. Produsen akan mengandalkan tenaga penjual yang menjual langsung kepada konsumen tanpa melalui pengecer.
  5. Produsen akan menyalurkan hasil produksi dengan menggunakan jaringan tokonya (own retail outlet).

 

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Distribusi : Pengertian, Tujuan, Jenis, Fungsi, dan Pelakunya Secara Lengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi para pembaca. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Strategi Pemasaran : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Konsep, dan Contohnya Terlengkap

Baca Juga :  √ Administrasi Kepegawaian : Pengertian, Perumusan, Tujuan, dan Fungsi Terlengkap

Baca Juga :  √ Pengertian Operasional Menurut Para Ahli Terlengkap

Baca Juga :  √ Pasar Modal : Pengertian, Manfaat, Jenis, Instrumen, dan Peranannya Terlengkap