√ Profitabilitas : Pengertian, Jenis, Fungsi & Rumusnya Lengkap

Diposting pada
√ Profitabilitas : Pengertian, Jenis, Fungsi & Rumusnya Lengkap
5 (100%) 7 vote[s]

√ Profitabilitas : Pengertian, Jenis, Fungsi, & Rumus Lengkap –  Hallo semuanya, kembali lagi di sarjanaekonomi.co.id , di artikel kali ini kami akan membahas mengenai Profitabilitas . apakah sebelumnya kalian sudah mengetahui apa itu Profitabilitas? , jika belum artikel ini dapat menambah pengetahuan kalian karena di artikel ini kalian bisa memahami secara lengkap.

 

 

Pengertian Profitabilitas :

Rasio Profitabilitas  adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait penjualan, aset, dan ekuitas berdasarkan pengukuran tertentu. Jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan yang memengaruhi catatan laporan keuangan yang harus sesuai dengan standar akuntansi keuangan perusahaan.

 

 

Jenis-Jenis Profitabilitas:

Dibawah ini adalah beberapa jenis dari profitabilitas:

 

a. Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

Margin laba kotor merupakan rasio profitabilitas untuk menilai persentase laba kotor terhadap pendapatan yang dihasilkan dari penjualan. Laba kotor yang dipengaruhi oleh laporan arus kas memaparkan besaran laba yang didapatkan oleh perusahaan dengan pertimbangan biaya yang terpakai untuk memproduksi produk barang atau jasa.

Margin Laba Kotor sering disebut juga Gross Margin Ratio (Rasio Marjin Kotor). Gross profit margin mengukur efisiensi perhitungan harga pokok atau biaya produksi. Semakin besar gross profit margin semakin baik (efisien) untuk kegiatan operasional perusahaan yang menunjukkan harga pokok penjualan lebih rendah daripada penjualan (sales) yang berguna untuk audit operasional. Ataupun sebaliknya, maka perusahaan kurang baik dalam melakukan kegiatan operasional. Untuk menghitung laba kotor bisa menggunakan rumus berikut:

Gros Profit Margin = (laba kotor/ total pendapatan) x 100%

 

b. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Net profit margin atau margin laba bersih merupakan rasio profitabilitas untuk menilai persentase laba bersih yang didapat setelah dikurangi pajak terhadap pendapatan yang diperoleh dari penjualan. Margin laba bersih sering disebut juga profit margin ratio. Rasio ini mengukur laba bersih setelah pajak terhadap penjualan. Semakin tinggi Net profit margin semakin baik operasi suatu perusahaan. Cara menghitung net profit margin bisa dengan menggunakan rumus berikut ini:

Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak : Penjualan

 

c. Rasio Pengembalian Aset (Return on Assets Ratio)

Tingkat pengembalian aset merupakan rasio profitabilitas untuk menilai persentase keuntungan (laba) yang diperoleh suatu perusahaan terkait sumber daya atau total asset sehingga efisiensi suatu perusahaan dalam mengelola asetnya bisa terlihat dari persentase rasio ini. Berikut adalah Rumus Rasio Pengembalian Aset :

ROA = Laba Bersih : Total Aset

 

d. Return on Equity Ratio (Rasio Pengembalian Ekuitas)

Return on Equity Ratio (ROE) adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi pemegang saham perusahaan yang dinyatakan dalam persentase. ROE dihitung dari penghasilan perusahaan terhadap modal yang diinvestasikan oleh pemilik perusahaan . Return on equity menunjukkan seberapa berhasil perusahaan mengelola modalnya, sehingga tingkat keuntungan diukur dari investasi pemilik modal atau pemegang saham perusahaan. ROE yaitu rentabilitas modal sendiri atau yang disebut rentabilitas usaha. Rumus untuk Return On Equity sebagai berikut.

ROE = Laba Bersih Setelah Pajak : Ekuitas Pemegang saham

 

e. Return on Sales Ratio (Rasio Pengembalian Penjualan)

Return on Sales ialah rasio profitabilitas yang menampilkan tingkat keuntungan perusahaan setelah pembayaran biaya variabel produksi seperti upah pekerja, bahan baku, dan lainnya sebelum dikurangi pajak dan bunga. Rasio ini menunjukkan tingkat keuntungan yang diperoleh dari setiap rupiah penjualan yang juga disebut margin operasional. Berikut dibawah ini rumus untuk menghitung return on sales (ROS).

ROS = (Laba sebelum Pajak dan Bunga / Penjualan) x 100%

 

f. Return on Capital Employed (Pengembalian Modal yang digunakan)

Return on Capital Employed (ROCE) merupakan rasio profitabilitas yang mengukur keuntungan perusahaan dari modal yang dipakai dalam bentuk persentase.  Modal yang dimaksud ialah ekuitas suatu perusahaan ditambah dengan kewajiban tidak lancar atau total aset dikurangi kewajiban lancar. ROCE mencerminkan efisiensi dan profitabilitas modal. Laba sebelum pengurangan pajak dan bunga dikenal dengan istilah ”EBIT” yaitu Earning Before Interest and Tax. Berikut ini 2 rumus ROCE yang sering digunakan:

ROCE = Laba Sebelum Pajak dan Bunga / Modal Kerja

atau

ROCE = Laba Sebelum Pajak dan Bunga / (Total Aset – Kewajiban)

 

g. Return on Investment (ROI)

Return on investment merupakan rasio profitabilitas yang dihitung mulai dari laba bersih setelah dikurangi pajak terhadap total aktiva. Return on investment berfungsi untuk mengukur kemampuan perusahaan secara keseluruhan dalam menghasilkan keuntungan terhadap jumlah aktiva secara keseluruhan yang tersedia pada perusahaan. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin baik kondisi suatu perusahaan. Dibawah ini adalah Rumus Return on Investment:

ROI= ( (Laba Atas Investasi – Investasi Awal) / Investasi )x 100 %

 

h. Earning Per Share (EPS)

Earning per share adalah rasio profitabilitas yang menilai tingkat kemampuan per lembar saham dalam menghasilkan laba untuk perusahaan. Manajemen perusahaan, pemegang saham biasa dan calon pemegang saham sangat memperhatikan earning per share karena menjadi indikator keberhasilan perusahaan. Dibawah ini Rumus earning per share .

EPS = Laba Bersih Setelah Pajak – Dividen Saham Preferen / Jumlah       Saham Biasa yang Beredar

 

 

Fungsi dari profitabilitas:

untuk menarik kesimpulan yang berguna tentang tingkat laba (profitabilitas) sebuah perusahaan. Rasio profitabilitas mengungkapkan hasil akhir dari seluruh kebijakan keuangan dan keputusan operasional yang dilakukan oleh manajemen suatu perusahaan di mana sistem pencatatan kas kecil juga berpengaruh dalam pencatatan profitabilitas.

 

 

Nah, dari penejelasan artikel diatas pastinya kalian sudah memahami apa itu Profitabilitas kan, semoga artikel Profitabilitas : Pengertian, Jenis, Fungsi & Rumusnya Lengkap ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kalian yaa, terima kasih telah mengunjungi sarjanaekonomi.co.id

 

 

Baca Juga Artikel lainnya :

Baca Juga :  √ Ekonomi Konvensional : Pengertian, Ciri, Kelebihan, Kekurangan, Tujuan & Manfaat Lengkap
Baca Juga :  √ Deplesi : Pengertian, Metode & Tujuannya Secara Lengkap
Baca Juga :  √ Annual Report : Pengertian, Fungsi, Ciri & Tujuannya Lengkap
Baca Juga :  √ Kliring : Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Formulir Terlengkap
Baca Juga :  √ Bank Syariah : Pengertian, Prinsip, Manfaat, Tujuan & Fungsinya Lengkap