√ 6 Pengertian Industri Kecil Menurut Para Ahli, Karakteristik dan Jenis Terlengkap

Diposting pada

√ 6 Pengertian Industri Kecil Menurut Para Ahli, Karakteristik dan Jenis Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Industri Kecil. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ 6 Pengertian Industri Kecil Menurut Para Ahli, Karakteristik dan Jenis Terlengkap
√ 6 Pengertian Industri Kecil Menurut Para Ahli, Karakteristik dan Jenis Terlengkap

 


Pengertian Industri Kecil Menurut Para Ahli

 

1. Bank Indonesia

Industri kecil yaitu suatu nilai aset tidak termasuk tanah dan bangunan berjumlah tidak melebihi dari Rp.600 juta.

Dalam hal ini kepemimpinan Bank Indonesia juga menetapkan bahwa industri kecil minimal 50 % modal usaha dimiliki pribumi dan sebagian pengurus usaha tersebut adalah pribumi.

 

2. Kwik Kian Gie

Para wiraswasta yang berprilaku mandiri dan tidak pernah menggantungkan diri pada siapapun juga, tidak pernah terdengar suara dan tuntutan- tuntutanya karena mereka terlalu lemah dan tidak mempunyai akses ke media massa.

Tidak pernah juga menuntut fasilitas yang diberikan dari pemerintah, tidak mengerti dan tidak mungkin mampu mengerti instrumen canggih dan serba abstrak, tetapi besar penghasilanya.

 

3. Badan Pusat Statistik

Industri kecil yakni sebuah industri yang hanya mempekerjakan 5-19 orang yang terdiri dari pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik dan pekerja keluarga yang tidak untuk dibayar.

Perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 1-4 orang disebut sebagai industri rumah tangga.

Baca Juga :  √ Kelangkaan : Pengertian, Penyebab, Mengatasi dan Dampak Terlengkap

 

4. UU No.9 /1999

Industri kecil ialah berbagai usaha yang memiliki nilai asset neto (tidak termasuk tanah dan bangunan) yang melebihi Rp 200 juta,atau penjualan per tahun tidak lebih besar dari Rp 1 miliar.

 

5. Mubyarto

Industri kecil dan industri pedesaan ini biasanya tidak bisa dipisahkan karena keduanya menunjukkan beberapa persamaan.

Industri pedesaan biasanya adalah industri kecil yang tujuan utamanya adalah menambah pendapatan keluarga.

 

6. Depperindag

Industri kecil sebagai industri kecil yang mempunyai nilai investasinya seluruhnya sampai dengan Rp 200 juta di luar tanah dan bangunan.

Hal ini di sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 254/MPP/Kep/1997 tanggal 28 juli 1997.

 


Karakteristik Industri Kecil

  • Sistem akuntansi kurang baik bahkan tidak memiliki sistem sama sekali.
  • Kemampuan pemasaran yang sangat terbatas hanya secara individu.
  • Skala ekonomi sangat kecil sehingga sangat sulit untuk menekan biaya.
  • Kegiatan cenderung tidak formal dan jarang mempunyai rencana dalam usaha.
  • Struktur organisasi yang sangat sederhana.
  • Kebanyakan tidak memisahkan kekayaan pribadi dengan kekayaan perusahaan.
  • Jumlah tenaga kerja yang terbatas dengan pembagian kerja yang terbatas.
  • Marjin keuntungan sangat terbatas.

 


Ciri – Ciri Industri Kecil

  • Segi Sosial Ekonomi dan Pasar – Sering menjalani kesulitan untuk bisa menembus pasar yang lebih luas karena tidak standarnya produk dibanding dengan produk industri besar.
  • Segi Sarana dan Teknologi – Menggunakan teknologi yang sangat terbatas dan sering kali out of date, mudah diungguli pesaing dan menjalani kesulitan manejerial dan finansial dalam proses pengembangan teknologi.
  • Segi Sistem Produksi – Mempunyai sistem produksi yang sangat rendah, sering kali menggantungkan diri kepada pekerja keluarga yang tidak dibayar dan sulit mengembangkan desain dari sebuah produknya.
  • Segi Kapital – Industri kecil ialah industri yang nilai kapitalnya relatif kecil, lambat melakukan ekspansi, tidak tahan dumping dan modal sering dipakai untuk kebutuhan rumah tangga.
  • Segi Manajemen – Industri kecil yaitu sebuah industri yang rentan terhadap pesaing, pasif dan tanpa integrasi dan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan kontrol.
  • Segi Personil – Industri kecil yakni salah satu industri yang sering yang dilakukan secara mandiri (self employment), tidak menuntut sebuah keterampilan yang lebih tinggi, lemah latar belakang bisnis maupun masalah latar belakang akademisnya, lemah kaderisasi, dan kurang wawasan perkembangan di luar.
Baca Juga :  √ Manajemen Persediaan : Pengertian, Jenis - Jenis, Fungsi, Tujuan dan Faktornya Terlengkap

 


Jenis – Jenis Industri Kecil

 

1. Industri Kecil Tradisional

  • Lokasi di daerah-daerah perdesaan.
  • Mesin yang digunakan dan alat kelengkapan modal hanya relatit sederhana.
  • Aksesnya untuk mencapai atau menjangkau pasar di luar lingkungannya yang berdekatan terbatas.
  • Proses teknologi yang digunakan sederhana.

 

2. Industri Kecil Modern

  • Dilibatkan dalam sistem produksi besar dan menengah dengan sistem pemasaran domestik dan ekspor.
  • Menggunakan teknologi proses madya (intermediate process technology).
  • Menggunakan mesin khusus dan alat perlengkapan lainnya.
  • Memiliki sekala produksi yang sangat terbatas.

 

3. Industri Kerajinan Besar

Industri kerajinan besar ini juga meliputi berbagai industri kecil yang sangat beragam mulai dari industri kecil yang menggunakan teknologi dalam proses madya atau teknologi proses maju.

Selain mempunyai potensi untuk bisa menyediakan lapangan kerja dan kesempatan untuk memperoleh pendapatan bagi kelompok berpendapatan rendah terutama di daerah-daerah pedesaan, industri kecil juga didorong dengan landasan dalam budaya.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 6 Pengertian Industri Kecil Menurut Para Ahli, Karakteristik dan Jenis Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :