Sanering Adalah

By Guru Ekonomi #apa itu revaluasi, #apa yang dimaksud dengan redenominasi, #contoh devaluasi, #Contoh Kasus Sanering di Indonesia, #contoh redenominasi, #contoh redenominasi brainly, #contoh sanering, #dampak dari revaluasi, #dampak revaluasi, #Dampak Sanering Pada Perekonomian, #dampak terjadinya pemotongan nilai mata uang bagi kehidupan masyarakat, #dekon adalah, #denominasi adalah, #depernas menyusun program kerjanya berupa, #devaluasi adalah, #devaluasi dan revaluasi, #faktor faktor penyebab devaluasi, #gunting syafruddin adalah, #gunting syafrudin, #inflasi adalah, #jelaskan dampak diberlakukannya kebijakan sanering, #jelaskan penyebab dilakukannya kebijakan sanering mata uang dan penurunan nilai uang, #jelaskan tentang dekon, #kebijakan cadangan kas, #kebijakan devaluasi, #kebijakan gerakan benteng, #kebijakan gerakan benteng adalah, #kebijakan pemotongan nilai uang disebut, #kebijakan sanering, #kebijakan sanering mata uang pada masa demokrasi terpimpin, #kebijakan sistem ekonomi ali baba, #kelebihan redenominasi, #Kelemahan Kebijakan Sanering, #latar belakang kebijakan sanering mata uang, #latar belakang redenominasi, #makalah kebijakan sanering mata uang, #makalah redenominasi dan sanering mata uang, #manfaat sanering untuk masyarakat, #pembekuan simpanan di bank, #pemotongan mata uang, #pemotongan nilai uang disebut, #pengertian redenominasi, #Pengertian Sanering, #Pengertian Sanering Menurut Para Ahli, #Pengertian Sistem Ekonomi, #penyebab krisis ekonomi pada masa orde baru, #penyebab terjadinya sanering, #perbedaan sanering dan devaluasi, #perbedaan sanering dan redenominasi, #perekonomian indonesia pada masa orde baru, #perekonomian pada masa soekarno, #pola pembangunan semesta berencana, #politik cash ratio, #politik pasar terbuka, #redenominasi adalah, #redenominasi dan sanering mata uang, #redenominasi rupiah 1965, #redenominasi rupiah 2020, #revaluasi, #revaluasi adalah, #sanering 1965, #sanering adalah, #sanering adalah brainly, #sanering dan redenominasi, #sanering di indonesia, #sanering diprakarsai oleh, #sanering yang dikenal dengan sebutan, #sejarah inflasi di indonesia, #sistem ekonomi ali baba adalah, #syarat redenominasi mata uang, #tujuan kebijakan sanering, #tujuan kebijakan sanering yang dilakukan pemerintah pada 25 agustus 1959 adalah, #tujuan pemerintah mengadakan sanering
√ Sanering : Pengertian, Dampak, Contoh dan Kelemahan Terlengkap
√ Sanering : Pengertian, Dampak, Contoh dan Kelemahan Terlengkap

Sarjana Ekonomi Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Sanering. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

√ Sanering : Pengertian, Dampak, Contoh dan Kelemahan Terlengkap


Pengertian Sanering

Sanering yaitu salah satu kegiatan pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang. Hal yang sama tidak dilakukan pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat menurun. Sanering ini diartikan juga sebagai devaluasi.

Sanering merupakan suatu kebijakan pemerintah untuk menurunkan milai mata uang dengan tujuan agar daya beli masyarakat menurun.

Redenominasi dimaksudkan untuk menyederhanakan mata uang misalnya Rp100.000 menjadi Rp 100 dan tidak mengurangi nilainya dengan kata lain keduanya masih dianggap sama.

Kebijakan sanering di Indonesia pernah dilakukan beberapa kali dengan tujuan untuk mengatasi perekonomian yang tidak sehat diantaranya pada 30 Maret 1950, 24 Agustus 1959, dan 1966 (sebenarnya redenominasi, tetapi gagal).


Dampak Sanering Pada Perekonomian

Seharusnya kebijakan sanering ini dibuat untuk dapat memperbaiki perekonomian masyarakat serta menekan laju inflasi. Namun, tetapi dalam sejarah Indonesia tahun 1959 pernah terjadi kekacauan perekonomian yang diakibatkan adanya kebijakan sanering dari pemerintahan Ir. Soekarno.

Singkatnya, dengan berdasarkan UU No 2 Prp. Th. 1959 mengatur mengenai keputusan pemerintah untuk dapat menerbitkan kebijakan sanering pada 25 Agustus 1959.

Pemerintahan Ir. Soekarno kemudian memutuskan untuk menurunkan nilai uang Rp500 (uang bergambar macan) serta uang Rp 1.000 (uang bergambar gajah) itu menjadi 10% yaitu Rp 50 serta Rp 100.

Tujuan dari munculnya kebijakan ini ialah untuk menekan laju inflasi yang terus berlangsung hingga tahun 1960-an. Namun tetapi, zaman dulu sistem informasi itu belum semudah kini, sehingga pada hari pertama pengumuman kebijakan itu tidak tersebar dengan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Akibatnya masyarakat yang sudah mengetahui informasi itu kemudian berlomba-lomba untuk membelanjakan uang macan serta uang gajah dengan secara serentak.

Hampir semua toko sembako, pedagang hewan ternak serta lainnya diserbu masyarakat untuk dapat membelanjakan kedua jenis uang tersebut.

Tentu hal itu merupakan bentuk kepanikan masyarakat serta menyebabkan kerugian besar bagi pelaku bisnis. Saat itu perekonomian masyarakat Indonesia itu sangat kacau disebabkan mereka tidak mau memiliki uang gajah serta macan yang nilainya menjadi turun.

Parahnya, kebijakan sanering ini justru meningkatkan beban pemerintah dan juga semakin menguatkan inflasi. Pada tahun 1961 pemerintah mengalami defisit hingga 29,7% serta pada 1965 terus menurun hingga 63,4%.


Kelemahan Kebijakan Sanering

  • Pembangunan ekonomi nasional itu menjadi terlantar.
  • Nilai mata uang Rupiah itu menurun terhadap mata uang asing.
  • Terjadi penurunan daya beli dari masyarakat sehingga kerugian meningkat.
  • Masyarakat Indonesia mengalami kesulitan dari ekonomi, terutama masyarakat kecil.

Contoh Kasus Sanering di Indonesia

1. Sanering Tahun 1950

Pada tanggal 19 Maret 1950, kebijakan sanering pertama kali dilakukan pemerintah Indonesia. Kebijakan sanering pada saat itu dikenal dengan sebutan “gunting Syarifudin” dimana uang kertas benar-benar digunting menjadi dua, baik secara fisiknya maupun nilainya.

Uang kertas yang digunting yaitu pecahan Rp 5 yang secara fisik digunting dimana hanya bagian kiri nilainya Rp2,5. Sedangkan bagian kanan uang kertas tersebut tidak ada lagi nilainya.


2. Sanering Tahun 1959

Pada tanggal 25 Agustus 1959, kebijakan sanering kedua diberlakukan. Pada saat itu uang pecahan Rp 1000 (dijuluki gajah) menjadi Rp 100, dan pecahan Rp 500 (dijuluki Macam) menjadi Rp 50.


3. Sanering Tahun 1965

Pada tanggal 13 Desember 1965 kembali dibuat kebijakan sanering ketiga. Pada saat itu, pecahan Rp1000 berubah nilainya menjadi Rp 1 (uang baru).


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Sanering : Pengertian, Dampak, Kelemahan & Contohnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.


Baca Juga Artikel Lainnya :

/* */