√ Aset : Pengertian, Unsur, Siklus, dan Penggunaannya Terlengkap

Diposting pada
√ Aset : Pengertian, Unsur, Siklus, dan Penggunaannya Terlengkap
5 (100%) 12 votes

√ Aset : Pengertian, Unsur, Siklus, dan Penggunaannya Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda. Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Aset. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Aset : Pengertian, Unsur, Siklus, dan Penggunaannya Terlengkap
√ Aset : Pengertian, Unsur, Siklus, dan Penggunaannya Terlengkap

 

Pengertian Aset

 

Secara etimologis aset didefinisikan sebagai segala sesuatu yang memiliki sebuah nilai (nilai ekonomis), nilai komersial (nilai komersial), atau juga nilai tukar (excange value) yang dimiliki oleh agensi, organisasi, badan usaha, perorangan atau perorangan.

Aset ialah semua sumber ekonomi atau juga kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas yang diharapkan dapat memberikan manfaat usaha di masa depan.

Sumber ekonomi atau yang biasa disebut kekayaan tersebut merupakan suatu sumber daya yang dimiliki, baik itu dalam bentuk benda ataupun hak kuasa yang dapat diperoleh di masa lalu dan dimaksudkan agar memberikan manfaat di kemudian hari.

Untuk bisa mendapatkan sebuah pengakuan sebagai aset, maka semua sumber ekonomi tersebut terlebih dahulu harus dapat diukur dengan satuan mata uang, baik itu dollar, rupiah, atau pula mata uang lainnya.

Ada beberapa cara yang umum dapat dilakukan untuk mendapatkan aset, misalnya dengan cara membeli, membangun sendiri, ataupun pertukaran aset.

 

 

Pengertian Aset Menurut Para Ahli

 

1. Siregar

Aset secara umum yaitu sesuatu barang yang mempunyai nilai guna atau juga ekonomi (economic value), nilai komersial (commercial value) ataupun nilai tukar (exchange value) yang dimiliki oleh suatu badan usaha, instansi atau perorangan.

 

2. PSAK No. 16 Revisi Tahun 2011

Aset yaitu semua kekayaan yang dimiliki masing-masing individu ataupun kelompok yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang juga memiliki nilai akan memiliki manfaat bagi tiap orang atau perusahaan.

 

3. Munawir

Aset ialah suatu sarana atau sumber daya yang memiliki nilai ekonomis yang dapat mendukung sebuah perusahaan dalam harga perolehannnya atau nilai wajar harus diukur secara obyektif.

 

4. Hidayat

Aset yakni berbagai barang yang dalam pengertian hukum disebut sebagai obyek, terdiri dari benda yang bisa bergerak dan juga benda tak bergerak, baik berwujud maupun tidak berwujud.

 

5. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)

Aset adalah segala sumber daya yang mampu memberikan manfaat ekonomi atau sosial yang dikuasai atau dimiliki oleh pemerintah dan dapat diukur dalam satuan uang.

Khususnya sumber keuangan non keuangan yang diperlukan dalam penyediaan layanan kepada masyarakat umum dan sumber daya yang dapat dipelihara karena beberapa alasan seperti sejarah dan budaya.

 

6. Scanning

Aset merupakan suatu jasa yang akan datang dalam bentuk jasa atau uang dimasa mendatang yang bisa ditukarkan menjadi uang (kecuali jasa yang timbul dari sebuah kontrak yang belum dijalankan kedua pihak secara sebanding) yang di dalamnya terkandung sebuah kepentingan yang bermanfaat yang dijamin menurut hukum atau keadilan.

 

7. FSAC No.6 prg 25

Aset ialah manfaat ekonomi dari masa depan kemungkinan diperoleh atau juga dikendalikan oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian pada masa lalu

 

8. International Accounting Standards Committe (IASC)

Aset yakni suatu sumber daya yang dapat dikendalikan oleh suatu perusahaan sebagai hasil kejadian masa lalu dimana diharapkan perusahaan akan mendapatkan manfaat ekonomis di masa depan.

 

9. International Financial Reporting Standards (IFRS)

Aset ialah suatu sumber yang bisa dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu (misalnya menciptakan sendiri atau membeli) dan juga dari manfaat ekonomis masa depan (arus kas masuk dan aset lain) yang diharapkan.

 

10. Peraturan Pemerinta RI No.24 Tahun 2005

Aset dapat diklasifikasikan ke dalam aset lancar (current asset) dan aset nonlancar (noncurret asset).

 

11. Pedoman Akuntansi BUMN revisi 2011

Aset adalah berbagai sumber daya yang dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat dari adanya peristiwa yang pernah terjadi dimasa lalu dan memiliki suatu manfaat ekonomi dikemudian hari yang diharapkan memiliki manfaat oleh perusahaan.

 

 

Unsur – Unsur Aset

 

1. Investasi atau Penyertaan
Investasi yaitu suatu aset yang dapat difungsikan untuk sebuah pertumbuhan kekayaan melalui adanya distribusi pada hasil investasi.

Investasi yang dapat dilakukan dalam aset itu dikelompokkan dalam dua jenis. Jenis-jenis investasi pada aset tersebut adalah investasi jangka pendek dan juga investasi jangka panjang.

 

2 . Aset Lancar
Aset Lancar merupakan salah satu bentuk aset yang diharapkan untuk mampu direalisasikan yang dapat menghasilkan sebuah manfaat jangka waktu yang lama sekitar satu tahun atau dalam siklus operasi normal suatu perusahaan.

Aset ini terdiri dari kas, investasi jangka pendek, persediaan, piutang, penghasilan yang masih diterima dan akun lainnya, dan biaya yang harus dibayar.

 

3. Aset Tetap
Aset Tetap yaitu salah satu aset berwujud yang didapat dalam sebuah bentuk yang siap untuk dipakai atau difungsikan atau juga dengan dibangun lebih dahulu, yang dapat difungsikan dalam operasi perusahaan, tak dimaksudkan untuk dijual.

Bertujuan untuk suatu kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat yang lebih dari satu tahun. Aset tetap terdiri dari tanah, gedung, investasi jangka panjang dan sebagainya.

 

4. Aset Tak Berwujud
Aset Tidak Berujuwd yaitu salah satu bentuk aset tetap yang tidak berwjud yang bermanfaat dengan memberi suatu hak ekonomi dan hukum kepada pemiliknya.

Aset tak berwujud ini mempunyai jenis bentuk atau macam bentuk contohnya : goodwill, merk dagang, hak cipta dan franchise.

 

5. Aset Lain
Adapun dari salah satu jenis aset lainnya yang menjadi unsur aset ini adalah menggambarkan pos-pos tidak bisa secara layak yang digolongkan dalam aset lancar, investasi atau peyertaan serta aset tak berwujud, dan aset tetap.

 

 

Siklus Hidup Aset

 

  • Fase Perencanaan yaitu salah satu tahapan dimana perusahaan mengidentifikasi kebutuhan akan adanya permintaan atas aset.
  • Fase Pengadaan yaitu salah satu tahapan ketika aset dibangun atau dibuat, bahkan dibeli. Pengadaan aset ini tergantung pada kebutuhan dan sesuai perencanaan.
  • Fase Operasi dan Pemeliharaan yaitu salah satu tahapan ketika aset digunakan atau juga dimanfaatkan untuk tujuan yang ditetapkan. Pada fase ini biasanya juga terdapat sebuah kegiatan pembaruan, perbaikan, dan pergantian yang dilakukan secara berkesinambungan atas aset.
  • Fase Penghapusan yaitu suatu tahapan yang dimana umur ekonomis suatu aset telah habis atau ketika kebutuhan akan aset tersebut telah hilang.

 

 

Penggunaan Aset

 

1. Efisiensi Pemakaian Aset

Rasio penjualan atau juga total aset merupakan salah satu ukuran dalam menilai aset. Asumsinya, penggunaan aset ini dianggap efisien jika perusahaan dapat mewujudkan penjualan yang semakin besar.

Angka penjualan tersebut dapat dilihat dari laporan laba-rugi perusahaan, sedangkan angka total aset dilihat dari neraca. Ini juga dapat dilihat dari rasio tahun terakhir dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.

 

2. Optimalisasi Keuntungan

Angka laba harta atau bisa disebut laba investasi juga bisa menjadi ukuran dalam menilai keuntungan atau profitabilitas. Angka ini berasal dari sebuah perbandingan angka keuntungan (dari laporan laba-rugi) dan total harta atau total aset, dimana nilainya sama dengan total investasi.

 

 

Karakteristik Aset

 

  • Aset juga merupakan manfaat ekonomi yang diperoleh disuatu hari mendatang.
  • Aset dikuasai oleh suatu perusahaan yang dalam artian dikendalikan oleh perusahaan.
  • Aset merupakan sebuah hasil dari transaksi atua peristiwa yang terjadi di masa lalu.

 

 

Perencanaan Aset

 

  • Menentukan adanya suatu kebutuhan aset dan membeli aset yang dibutuhkan
  • Mengoptimalkan adanya suatu penggunaan aset yang telah ada sehingga pengadaaan aset baru dapat dihindari.
  • Mengevaluasi adanya berbagai aset-aset yang telah ada untuk mengetahui adanya aset-aset yang memiliki kinjera buruk, atau membutuhkan biaya yang terlalu tinggi untuk dimiliki atau dioperasikan.
  • Rencananya pada suatu pengadaan aset hendaknya mampu menengaskan mengenai jenis dan waktu kebuuhan aset dan menguraikan suatu metode pengadaan dan pendanaan yang diusulkan.
  • Pendanaan dan penganggaran modal untuk dapat mempertimbangkan pilihan pengadaan dan penambahana aset dan membuat skala prioritas.
  • Mempertimbangkan solusi-solusi non-aset untuk dapat mengurangi adanya kebutuhan aset.

 

Demikianlah penjelasan mengenai √ Aset : Pengertian, Unsur, Siklus, dan Penggunaannya Terlengkap. Semoga bermanfaat dan menambaha wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Aset : Pengertian, Unsur, Siklus, dan Penggunaannya Terlengkap

Baca Juga :  √ Pasiva : Definisi Akun Pasiva dan Penjelasan Terlengkap

Baca Juga :  √ Bank Sentral : Pengertian , Sejarah, Tugas dan Peran Terlengkap

Baca Juga :  √ Hukum Permintaan dan Persamaan : Pengertian, Faktor dan Jenis Terlengkap