√ Dropship : Pengertian, Sistem, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap

Diposting pada
Rate this post

√ Dropship : Pengertian, Sistem, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Dropship. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

√ Dropship : Pengertian, Sistem, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap
√ Dropship : Pengertian, Sistem, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap

Pengertian Dropship

Dropship adalah peranan pihak ketiga dalam memperdagangkan produk si pemilik barang (supplier) di internet, dengan melakukan pemasaran menggunakan Blog atau website.

Dropshipper merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan di jaman digital sekarang ini.

Selain mudah untuk dilakukan dan dijalankan, sebagai penghasilan online tambahan, bahkan beberapa orang yang sukses melakukan dopship dengan cara yang benar bisa menjadikan dropship sebagai penghasilan utama mereka.

Dropship juga merupakan sebuah metode atau sistem jual beli online di mana penjual tidak melakukan stok barang ataupun proses pengiriman.

Oleh karena itu jika penjual mendapatkan pesanan maka ia hanya perlu meneruskan pesanannya ke dristibutor atau supplier.

Cara Menjadi Dropship

1. Cari Produk Yang Ingin Dijual
Sebelum memulainya, pastikan mencari produk yang ingin jual atau pasarkan.

Sebagai tips dan tambahan, usahakan mencari produk yang dipakai orang setiap harinya. Dengan demikian, mudah untuk menjualnya.

2. Cari Supplier Yang Terpercaya
Bagian ini sangat penting. Harus mencari supplier atau penjual yang terpercaya dari segi kualitas produk, review pelanggan dan lainnya.

Ini bertujuan agar nantinya pembeli tidak merasa kecewa pada barang yang ia beli.

3. Cari & Bandingkan Harga
Tahap paling krusial adalah menentukan harga jual. 10-20% profil adalah harga yang anjurkan oleh para senior dalam bisnis ini.

Jangan puas mencari hanya di satu atau dua tempat saja.

Intinya, semakin banyak referensi semakin baik. Anda juga harus membandingkan harga jual di toko satu dan toko lainnya agar anda bisa menentukan harga jual yang tepat.

Baca Juga :  √ Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Fungsi Terlengkap

Cara Menjual Produk Dropship

1. Buat Website Sendiri
Jika menjualnya secara online, bisa membuat toko online khusus produk dropship. Ini bertujuan agar terlihat seperti penjual yang profesional dan terpercaya.

2. Gunakan SEO
Dengan membuat toko online sendiri, bisa menggunakan teknis SEO agar jualan kamu semakin laris. Apa lagi, produk yang dijual dengan low kompetitor di search engine, maka harus akan terus kebanjiran order dari online.

3. Manfaatkan Sosial Media
Sosial media adalah ladang empuk yang bisa digarap untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Bisa menjual berbagai produk-produk di sosial media  agar semakin banyak orang yang mengetahui bawah yang menjual produk tersebut.

4. Jual di Marketplace
Anda juga bisa menjual produk dropship keberbagai marketplace lokal.

Manfaatkan situs seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Kaskus Jual Beli, Blanja, dan beberapa marketplace lokal yang bisa mendongkrak penjualanmu.

5. Jual Secara Offline
Selain menjual produk dropship secara online, bisa juga menjualnya secara offline.

Apa lagi, produk yang akan jual adalah produk yang digunakan sehari-hari, maka akan lebih mudah untuk menjualnya.

Sistem Kerja Dropship

Cara kerja droship adalah kita tidak memerlukan modal dalam menjalankannya.

Kita yang bertindak sebagai penjual hanya perlu memajang dan mempromosikan foto-foto yang diberikan dari supplier atau distributor kepada para konsumen kita.

Di saat konsumen kita ada yang ingin membelinya, kita tinggal memberitahukan kepada supplier atau distributor untuk mengirimkan langsung barang yang dipesan konsumen kita secara langsung bahkan memakai nama toko online (online shop) kita sendiri.

Itulah cara kerja menjadi dropshiper (orang yang menjalankan bisnis online droship).

Bahasa sederhanya adalah kita hanya cukup mengupload foto di media sosial atau blog, atau website kemudian mempromosikan pada channel tersebut.

Lalu ketika ada yang hendak membeli, kita melanjutkan ke supplier atau bertanya terlebih dahulu apakah barang yang ingin dibeli konsumen stoknya masih ada atau sudah habis.

Baca Juga :  √ Bank Sentral : Pengertian , Sejarah, Tugas dan Peran Terlengkap

Ketika barang ada di supplier, maka supplier akan mengkonfirmasikan ke kita dan kita bisa langsung meminta supplier untuk mengirimkan ke alamat pembeli dan secara langsung akan diberi nama sesuai dengan nama toko online kita.

Perbedaan Reseller dan Dropship

Reseller

  • Butuh modal untuk memiliki barang.
  • Bisa menjual barang dengan keuntungan yang lebih besar.
  • Packing dan kirim barang ke konsumen sendiri.
  • Bisa mengontrol dan mengetahui stok barang realtime.
  • Komplain pelanggan bisa ditangani langsung.
  • Proses transaksi lebih cepat dari penjual ke konsumen.
  • Barang yang dijual bisa menentukan model, warna dan ukuran sendiri.

Dropship

  • Tidak membutuhkan modal untuk memiliki barang.
  • Menjual barang dengan keuntungan yang kecil.
  • Packing dan kirim barang sudah langsung dari penjual ke konsumen sehingga tidak perlu repot lagi.
  • Tidak bisa mengontrol dan mengetahui stock barang realtime.
  • Komplain pelanggan menunggu konfirmasi dan penjual barang.
  • Proses transaksi lebih lama melibatkan penjual, dropship, dan konsumen.
  • Tergantung stock dari penjual.

Tips dan Cara Sukses Menjadi Dropship

  • Untuk menjadi dropship yang sukses cari supplier melalui tokopedia, bukalapak, dan shopee atau lainnya yang memiliki banyak stok dan harga murah.
  • Mencari supplier di marketplace dengan reputasi atau rating yang bagus, sehingga barang yang Kamu jual ke konsumen tidak mengecewakan.
  • Cari supplier yang memiliki fast respon, karena Kamu harus melayani banyak pertanyaan dari calon konsumen tentang produk yang dijual ke supplier.
  • Jual barang di tempat berbeda dari supplier yang Kamu ambil barangnya, misal Kamu mendapat supplier dari tokopedia.com, bukalapak.com, dan shopee.com.

Kelebihan dan Kekurangan Dropship

1. Kelebihan Dropship

  • Hampir tidak memerlukan modal (modal hanya paket internet dan siap menerima keluhan atau pertanyaan dari pembeli)
  • Tidak harus melakukan stok barang sebab barang sudah di stok oleh supplier atau distibutor.
  • Tidak membutuhkan tempat atau tkoko ketika berjualan. Sebab hanya memerlukan smartphone atau laptop untuk dapat berjualan.
  • Nama toko dapat dikenal orang banyak meskipun tidak ada toko fisiknya.
  • Dapat menentukan harga sendiri
  • Tidak harus pusing barang tidak habis atau tidak laku.
  • Dapat menjual produk tanpa berfikir terhadap gaji karyawan, produksi barang atau produk.
  • Bisa berjualan tanpa mempunyai produk atau barang sendiri.
Baca Juga :  √ Analisis : Pengertian, Jenis, dan Contoh Terlengkap

2. Kekurangan Dropship

  • Harus berhati-hati dalam memilih supplier atau distributor yang jujur
  • Pilih supplier yang bisa dipercaya dan memastikan supplier mengirimkan barang atau produk kepada pembeli.
  • Harus mengecek atau wajib memastikan telah menerima uang dari pembeli karena tidak boleh mengirimkan barang tanpa menerima uang pembelian.
  • Pastikan tidak atau jangan sampai terkena penipuan secara online.

Contoh Tata Urutan Dari Cara Kerja Dropshipping

  • Dropshipper mempromosikan barang/produk dari supplier dengan harga barang yang disesuaikan “ditambah/dinaikkan”.
  • Pembeli tertarik dan mengontak dropshipper untuk membeli produk yang dipromosikannya.
  • Dropshipper mengontak pihak supplier karena ada pembeli yang ingin membeli produknya.
  • Dropshipper membayar sejumlah uang ke pihak supplier dengan harga awal yang ditentukan supplier tadi.
  • Pihak supplier mengirimkan barang atau produk ke pembeli.

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Dropship : Pengertian, Sistem, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

Baca Juga Artikel :