√ Jasa : Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Contoh dan Klasifikasi Terlengkap

Diposting pada
√ Jasa : Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Contoh dan Klasifikasi Terlengkap
5 (100%) 11 vote[s]

√ Jasa : Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Contoh dan Klasifikasi Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Jasa. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Jasa : Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Contoh dan Klasifikasi Terlengkap
√ Jasa : Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Contoh dan Klasifikasi Terlengkap

 

Pengertian Jasa

 

Jasa merupakan pemberian suatu kinerja atau tindakan kasat mata dan satu pihak kepada pihak lain.

Dalam kegiatan sehari-hari jasa tidak terlepas dari manusia, sebagai contoh kita membutuhkan baju sebagai pakaian yang kita kenakan dala sehari-hari.

Untuk mendapatkan sebuah baju kita akan membutuhkan seorang penjual baju yang memberikan sebuah jasa pelayan maupun jasa dari seorang penjahit dan banyak contoh lainnya dalam kehidupan kita.

Jasa merupakan berbagai kegiatan ekonomi dengan hasil keluaran yang tidak berwujud yang ditawarkan dari penyedia sebuah jasa yakni perusahaan kepada pengguna jasa atau konsumen.

 

 

Pengertian Jasa Menurut Para Ahli

 

1. Christian Gronross

Jasa yaitu sebuah proses yang terdiri atas serangkaian kegiatan intangible yang biasanya terjadi pada sebuah interaksi antara pelanggan dan karyawan jasa dan atau sumber daya fisik atau suatu barang dan atau sistem penyedia jasa, yang disediakan sebagai sebuah solusi atas masalah pelanggan.

 

2. Djaslim Saladin

Jasa yakni setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak pada pihak lain dan pada dasarnya tidak berwujud, serta tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.

 

3. Adrian Payne

Jasa ialah aktivitas ekonomi yang mempunyai sejumlah elemen (nilai atau manfaat) intangibel yang berkaitan dengannya, yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan.

 

4. Ratih Hurriyati

Jasa yakni seluruh kegiatan ekonomi dengan output selain produk dalam pengertian fisik, dikonsumsi dan diproduksi pada saat bersamaan, memberikan suatu nilai tambah dan secara prinsip tidak berwujud (intangible) bagi para pembeli pertamanya.

 

5. Phillip Kotler

Jasa ialah setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun.

Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik.

 

6. Lovelock

Jasa adalah layanan yang ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak yang lain.

Adapun proses ini tidak terkait dengan produk fisik, jasa tidak berwujud, Umumnya tidak menyebabkan kepemilikan dari faktor produksi.

 

7. Norman

Jasa yaitu jasa terdiri dari tindakan dan interaksi yang merupakan kontak sosial. Jasa lebih dan sekadar hasil sesuatu yang tak terhalang, dan jasa merupakan interaksi sosial antara produsen dan konsumen.

Baca Juga :  √ Customer Service : Pengertian, Tugas, Fungsi, Syarat dan Etika Terlengkap

 

8. Mursid

Jasa yakni kegiatan yang mampu diidentifikasikan secara tersendiri, yang pada hakikatnya bersifat tidak teraba, untuk memenuhi suatu kebutuhan dan juga tidak harus terikat pada suatu penjualan produk atau jasa lain.

 

9. Gaspersz

Jasa merupakan suatu hasil yang diciptakan melalui aktivitas dalam keterkaitan antara pemasok dan pelanggan dan melalui aktivitas internal pemasok, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

 

10. Youeti

Jasa ialah suatu produk yang tidak nyata (intangible) dari hasil kegiatan timbal balik antara pemberi jasa (producer) dan penerima jasa (customer) melalui suatu atau beberapa aktivitas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

 

 

Ciri – Ciri Jasa

 

  • Sesuatu yang kasat mata atau tidak berwujud namun memenuhi kebutuhan konsumen.
  • Pada proses produksi jasa bisa menggunakan atau tidak menggunakan bantuan suatu produk fisik.
  • Jasa tidak menmyebabkan peralihan kepemilikan.
  • Interaksi antara penyedia jasa dan pengguna jasa.

 

 

Karakteristik Jasa

 

1. Tidak Berwujud (Intangibility)
Jasa bersifat abstrak dan tidak berwujud, jasa tidak dapat dilihat, diraba, di dengar, atau dicium sebelum jasa tersebut telah diterima.

 

2. Bervariasi (Variability)
Jasa bersifat nonstandart dan sangat variable. Berbeda dengan kualitas produk fisik yang sudah terstandart, pada kualitas pelayann jasa tergantung pada siapa yang menyediakan, kapan, dimana dan bagaimana jasa tersbut diberikan. Karena itulah jasa disebut bervariasi.

 

3. Tidak Dapat Dipisahkan (Insenparability)
Umumnya jasa diproduksi dan dikonsumsi pada waktu bersamaan dengan partisipasi konsumen di dalamnya.

 

4. Tidak Dapat Disimpan (Pershability)
Jasa tidak mungkin disimpan dalam bentuk persediaan. Nilai jasa hanya ada pada saat jasa tersebut diproduksi dan langsung diterima oleh penerimanya.

Karakteristik ini berbeda dengan barang terwujug yang dapat diproduksi terlebih dahulu, disimpan, dan dipergunakan lain waktu.

 

 

Klasifikasi Jasa

 

1. Segmen Pasar
Dalam segmen jasa dibedakan menjadi beberapa tipe jasa yakni jasa kepada konsumen akhir seperti Taksi, Asuransi jiwa, Pendidikan dan Jasa kepada konsumen organisasional misalnya seperti jasa akuntasni dan perpajakan.

 

2. Tingkat berkewujudan (Tangibility)
Klasifikasi satu ini berkaitan dengan tingkat keterlibatan produk fisik & konsumen.

Adapun klasifikasi ini dibedakan menjadi, Owned Good Service, Rented Goods Service, dan Non Goods Service.

 

3. Keterampilan Penyedia Jasa
Jasa ini terdiri dari profesional service (seperti konsultan hukum, konsultan manajemen, dan konsultan pajak) dan nonprofesional (seperti sopir taksi dan penjaga malam).

 

4. Tujuan Organisasi Jasa
Jasa ini dibagi menjadi 2 yakni commercial service atau profit service (bank & penerbangan), dan Non-Profit (yayasan, panti asuhan, Sekolah, & museum).

 

5. Regulasi
Jasa ini dibedakan menjadi dua yakni regulated service (Seperti angkutan umum dan perbankan) serta non-regulated (Seperti pengecatan rumah).

Baca Juga :  √ 10 Pengertian Wiraswasta Menurut Para Ahli Terlengkap

 

6. Tingkat Intensitas Karyawan
Klasifikasi jasa ini dibedakan menjadi equipment-based service (seperti ATM) dan People based service (seperti penjaga malam, jasa akuntasni & konsultan hukum).

 

7. Tingkat Kontak Penyedia Jasa dan Pelanggan
Klafikasi jasa ini dibedakan menjadi high-contact service (seperti Perawat, dokter) dan low-contact service (seperti layar tancap dan boiskop).

 

 

Jenis – Jenis Jasa

 

1. Usaha Rumah Tangga
Jenis jasa yang satu ini mencakup banyak hal yang ada didalam sebuah rumah tangga.

Contohnya : Untuk merawat sebuah kebun, memperbaiki rumah, Menjual air minum, kelengkapan alat-alat rumah tangga, sebagai pembersihan rumah, dan lain sebagainya.

 

2. Jasa Perumahan
Jenis jasa ini mencangkup penyewaan sebuah kamar hotel (penginapan), apartemen, kost-kostan, dan lain sebagainya.

 

3. Jasa Hiburan atau Rekreasi
Yang ketiga ini jenis jasa ini meliputi penyewaan alat-alat yang berhubungan dengan suatu hiburan, atau penyewaan tempat untuk melakukan suatu kegiatan hiburan.

 

4. Jasa Perawatan Pribadi
Jenis jasa yang ke empat ini ialah suatu perawatan kecantikan, pijit, salon, dan lain sebagainya.

 

5. Jasa Kesehatan
Jenis jasa yang satu ini termasuk jasa yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia.

Contohnya ialah perawatan dirumah sakit, bidan, puskesmas, dan lain sebagainya.

 

6. Jasa Bisnis
Jenis jasa yang satu ini meliputi jasa akuntan, jasa konsultan, jasa marketing, dan lain sebagainy.

 

7. Jasa Komunikasi
Contoh jasa komunikasi yaitu warnet, wartel pengiriman fax, kantor pos, dan lain sebagainya.

 

8. Jasa Transportasi
Jenis jasa ini sering kita gunakan saat kita berpergian disuatu tempat. contohnya angkutan darat, angkutan laut, angkutan udara, dan lain sebagainya.

 

9. Jasa Keuangan
Jenis jasa keungan yang digunakan yaitu bank. contohnya leasing, pajak, Bank pinjamandan lain sebagainya.

 

10. Jasa Pendidikan
Jenis jasa ini sangat penting untuk kelangsungan bangsa dan negara karena untuk mendidik anak-anak bangsa.

Contoh jenis jasa ini antara lian adalah guru privat, guru les, guru ngaji, guru sekolah.dan lain sebagainya.

 

 

Contoh Jasa

 

  • Layanan Bisnis : konsultasi, keuangan, perbankan.
  • Perdagangan Jasa : eceran, pemeliharaan dan perbaikan.
  • Layanan Infrastruktur : komunikasi, transportasi.
  • Layanan Pribadi atau Sosial : restoran, perawatan kesehatan.
  • Administrasi Umum : pendidikan, pemerintah.

 

 

Dimensi Kualitas Jasa

 

1. Kehandalan (Reliability)
Yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya.

Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap yang simpatik, dan dengan akurasi yang tinggi.

 

2. Jaminan (Assurance)
Yaitu pengetahuan, kesopansantunan, dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan.

Baca Juga :  √ Kepercayaan : Pengertian, Manfaat, Elemen dan Hal Terpenting Terlengkap

Terdiri dari beberapa komponen antara lain komunikasi (communication), kredibilitas (credibility), keamanan (security), kompetensi (competence), dan sopan santun (courtesy).

 

3. Bukti langsung (Tangible)
Yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal.

Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa.

Yang meliputi fasilitas fisik (gedung, gudang, dan lain sebagainya), perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan (teknologi), serta penampilan pegawainya.

 

4. Empati (Empathy)
Yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan konsumen.

Di mana suatu perusahaan diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang pelanggan, memahami kebutuhan pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan.

 

5. Daya tanggap (Responsiveness)
Yaitu kemauan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas.

Membiarkan konsumen menunggu tanpa adanya suatu alasan yang jelas menyebabkan persepsi yang negative dalam kualitas pelayanan.

 

 

Strategi Pemasaran Perusahaan Jasa

 

1. Pemasaran Eksternal (External Marketing)
Strategi pemasaran eksternal ini dikenal dengan 4P (product, price, promotion, place.

 

2. Pemasaran Internal (Internal Marketing)
Pemasaran jasa tidak cukup hanya dengan pemasaran ekternal (4P) tetapi harus diikuti pula dengan peningkatan kualitas atau keterampilan para personil yang ada dalam perusahaan.

Selain itu, juga harus ada kekompakan atau suatu tim yang tangguh dari personil yang ada dalam perusahaan tersebut, khususnya dalam menghadapi para pelanggan sehingga membawa kesan tersendiri yang meyakinkan pelanggan.

 

3. Pemasaran Interaktif (Interaktif Marketing)
Kepuasan konsumen tidak hanya terletak pada mutu jasa, misalnya restorannya yang megah dan makanannya yang bergizi.

Tetapi juga harus dipadukan dengan melakukan service quality improvement supaya peningkatan pelayanan benar-benar meyakinkan.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Jasa : Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Contoh dan Klasifikasi Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :