Contoh Jurnal

Diposting pada

SarjanaEkonomi.Co.ID – Apakah Kalian para mahasiswa sedang disibukkan dengan membuat sebuah jurnal dengan tugas yang begitu banyak, berarti kamu sudah sering mendengar dengan kata jurnal namun apakah kamu sudah bisa cara membuat jurnal dengan benar apakah sebaliknya.

Tiap jurnal yang terbit pun tidak terlepas dari beberapa kaidah yang terkait atau aturan yang berbeda-beda, tergantung porsi yang diinginkan oleh penerbit. Kali ini penulis ingin mencoba berbagi sedikit pengetahuan tentang bagaimana cara dan prosedur dalam penulisan sebuah jurnal. Sebelum kita lebih jauh untuk membahas tentang pembuatan jurnal lebih baik kita kenalan dulu.

Contoh Jurnal Skripsi, Penelitian, Ilmiah dan Kesehatan


Apa itu jurnal ?

Pengertian jurnal adalah sebuah publikasi periodik dalam bentuk sebuah artikel yang telah  diterbitkan secara berkala, dalam hal ini biasanya jurnal diterbitkan pada interval waktu yang tertentu seperti setiap 4 bulan atau setiap 1 tahun.

Pada umumnya jurnal memiliki berupa cakupan materi yang luas namun sangat padat isinya, hanya terdiri dari 6 hingga 8 halaman saja, namun di setiap kalimatnya bernilai sebagai ilmu pengetahuan. Tujuan pembuatan jurnal adalah untuk mengembangkan suatu penelitian yang telah dituliskan serta menjadi bahan acuan untuk para peneliti lainnya yang sedang melakukan kegiatan penelitian yang sama.

Jurnal pada umumnya mempunyai sejumlah referensi yang menjadi rujukan suatu penulisan pada tiap artikel. Jenis artikel yang ditulis tidak sebatas laporan penelitian saja, namun bisa pula berupa review literatur di dalamnya.


Cara Membuat Jurnal

Supaya kita dengan mudah dalam menyusun sebuah jurnal, terlebih dulu harus tahu tentang susunan dalam cara membuat sebuah jurnal yang benar Selain waktu pengerjaannya bisa lebih efektif, kamu juga lebih yakin ketika mengerjakan suatu jurnal tersebut.  metode ini memiliki 9 tahapan untuk membuat suatu susunan jurnal yang lengkap adalah sebagai berikut :


1. Pemilihan Judul

Ketika kita membaca sebuah bacaan, tentu kita akan melihat judulnya terlebih dahulu pertama kalinya. Untuk itu, dalam memilih sebuah judul itu tidak bisa sembarangan dan judul harus jelas fungsinya.

Inti dari sebuah bacaan bisa langsung diketahui dari judul dan makna dari isi selanjutnya, nah untuk mempermudah para pembaca, judul jurnal yang dipilih haruslah jelas.Pemilihan judul yang cukup panjang juga bukan masalah, asalkan tidak melebihi dari 12 kata yang telah di tentukan.


2. Nama

Membuat nama dalam jurnal yang selanjutnya adalah dengan dapat memberi nama penulis, nama pembimbing, dan juga nama lembaga jika tanpa gelar akademik. Kamu juga bisa kok mencantumkan sertakan alamat rumah serta alamat email penulis beserta pembimbing.


3. Abstrak

Setelah memberikan judul pada jurnal, susunan selanjutnya adalah bagian abstrak. Bisa dibilang bagian ini merupakan intisari dari jurnal yang kita telah buat. Biasanya terdiri dari 250 kata yang berisikan tentang tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan dari penelitian yang telah kita dilakukan.


4. Bagian Pendahuluan

Pasti setiap karya yang dibikin dapat didukung oleh latar belakang yang baik yang mendasarinya, sama halnya dengan jurnal. kita bisa menuliskan tentang latar belakang yang berupa alasan dalam membuat suatu jurnal tersebut. Sertakan juga manfaat dengan ulasan dari sebuah jurnal agar para pembaca dapat memahamin suatu tujuan dari jurnal itu.

Meskipun kamu telah menyertakan  suatu tujuan dalam jurnal di bagian ini, kamu tidak perlu membahasnya menjadi cakupan yang terlalu meluas. Cukup ambil saja inti dari tujuan kemudian merangkumnya menjadi satu lembar.


5. Bahan dan Metode

Pada bagian ini biasanya kamu dapat menjelaskan tentang bagaimana percobaan yang dilakukan. Misalnya saja, bisa dicantumkan metode penelitian yang akan digunakan, peralatan yang digunakan, dan metode pengumpulan datanya. Kalau penelitian akan dilakukan di alam, maka kalian bisa menuliskan lokasi dan juga menjelaskan pekerjaan apa yang dilakukan.


6. Hasil

Cara membuat suatu jurnal selanjutnya adalah dengan menerapkan hasil penelitian. Pada bagian ini, kamu harus dapat menuliskan sebuah informasi yang terbilang cukup singkat dari hasil penelitian yang kamu buat.

Hasil yang dipaparkan bisa dalam bentuk teks, tabel, diagram, ataupun gambar-gambar yang relevan dengan penelitian. Data yang dapat disajikan juga harus secara relevan, bukan merupakan pendapat dari seseorang.


7. Bagian Pembahasan

Bagian pembahasan inilah kamu harus dapat menjelaskan data yang telah disajikan pada bagian hasil tadi dalam bentuk kalimat deskripsi. Dalam melakukan pembahasan di dalam sebuah jurnal, penting untuk diingat untuk membandingkan suatu acuan teori atau model yang digunakan. Hal ini bertujuan agar para pembaca nantinya bisa melihat perbedaan dan persamaannya.

Kalau dalam penulisannya sendiri, bagian pembahasan biasanya dibagi menjadi satu bagian dan diketik dalam 2 spasi. Walaupun tidak ada acuan seberapa banyak kamu dapat menulis pembahasan, tapi umumnya kamu bisa menulisnya kurang lebih 4 hingga 7 halaman.


8. Kesimpulan

Kesimpulan Bisa dibilang bahwa informasi yang dimuat dalam bagian ini merupakan rangkuman dari keseluruhan jurnal. kita dapat mencantumkan dan pembuktian hipotesis dari penelitian yang telah dilakukan.

Tujuan dari bagian kesimpulan ini sebenarnya untuk meyakinkan para pembaca bahwa penelitian yang kamu telah lakukan dapat dibuktikan, jadi bukan hanya sekedar dugaan saja.

Saran dibutuhkan untuk menilai apa saja sih yang jadi kekurangan dan kelebihan dari jurnal yang telah kamu buat. Kamu juga bisa mengemukakan potensi-potensi yang dimiliki dari metode penelitian yang digunakan untuk bisa dikembangkan lebih lanjut.


9. Daftar Pustaka

Berbagai sumber referensi dari sumber buku yang kita dapat bisa dicantumkan pada bagian ini. ada beberapa kaidah juga di dalam cara membuat daftar pustaka. Misalnya saja, kita dapat menulis secara berurutan seperti nama pengarang, tahun terbitan, judul, tempat penerbitan, dan nama penerbit.

Baca Juga :  Akuntansi Adalah

Jika susunan jurnal sudah benar, maka selanjutnya bagaimana cara kita supaya jurnal layak dijadikan sebagai referensi. Untuk mencapai hal tersebut bukan soal yang cukup mudah. Ada 8 unsur yang harus ada di dalam jurnal Anda. Berikut ini penjabarannya:

1. Informasi Dapat Dipertanggung jawabkan

Cara membuat jurnal yang layak dijadikan sebagai referensi, pertama dilihat dari informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterbitkan secara berkala. Bahasa isi dan judul yang digunakan untuk cara membuat jurnal singkat, bermakna, tepat, dan penyampaiannya mudah dan dapat dipahami, sehingga orang mudah untuk mengacu. Pemilihan bahasa pun harus mudah dicerna dan dimengerti namun tetap menggunakan bahasa yang baku. Penulisan isi pun menunjukan di bidang ilmu tertentu yang dikuasi oleh peneliti.


2. Kelembagaan Penerbit

Kelembagaan yang menerbitkan jurnal juga harus dengan jelas. Secara tidak langsung, kelembagaan penerbit yang ditunjuk akan berperan sebagai badan hukum. Mereka bertugas memberi jaminan atas kesinambungan dana dan naungan hukum. Bentuk lembaganya pun bervariasi, ada yang berbentuk organisasi profesi, kelembagaan penelitian dna pengembangan, perguruan tinggi ataupun institusi bentuk lain.


3. Manajemen Pengelolaan dan Sustansi penyuntingan

Kriteria penilaian substansi dan manajemen dalam cara membuat jurnal setidaknya telah mengikuti dengan ketentuan mitra bebestari, mutu penyuntingan, kualifikasi anggota, memahami petunjuk dan mutu penulis. Termasuk juga mutu penyuntingan format dan manajemen pengelolaan terbitan.

Ketentuan mitra bebestari setidaknya jurnal telah dinyatakan dan dikualifikasi minimal 3 tahun kebelakang. Sementara untuk mutu penyuntingan substansi tergantung dari keterlibatan mitra bebestari. Keterlibatan ini diukur dari kualitas isi tulisan yang diterbitkan yang meliputi bahasa yang digunakan dalam jurnal.


4. Substansi Tulisan

Subtansi tulisan dapat dinilai dari cangkupan keilmuan, aspirasi wawasan, keorisinalan karya, sumbangan dari penelitian terhadap masyarakat, dampak ilmiah, kemutakhiran acuan sumber, analisis-sintesis dan kesimpulan.

Cakupan keilmuan terbitan meliputi cabang ilmu, spesialis, superspesialis, disiplin ilmu dan bungai rampai. Penilaian aspirasi wawasan yang diukur lebih pada sisi geografis, meliputi luas daerah, asal negara. Semakin luas cakupannya, semakin mendapatkan nilai yang lebih baik.


5. Gaya Penulisan

Gaya penulisan jurnal dapat kita lihat dari bagaimana keefektifan judul, dengan pencantuman nama penulis, penulisan kelembagaan penulis, dan perhatikan pula penulisan abstrak.
Penilaian gaya penulisan dalam cara membuat jurnal yang lain juga dilihat dari sistematika penulisan sdi bagian bab. Apakah sudah urut atau belum. Jika sudah urut dan sistematis maka jurnal dapat dikatakan baik dan bagus.


6. Penulisan yang Rapi

Tampilan yang rapi memberikan kenyamanan untuk di baca dan tingkat keterbacaan yang lebih tinggi. Penampilan disini menyangkut tentang penyajian format yang digunakan dalam penulisan. Seperti memperhatikan pengaturan ukuran bidang tulisan, margin kanan-kiri-atas dan bawah. Jarak antar kalimat juga diperhatikan, agar tidak terlilhat terlalu rapat.


7. Keberkalaan

Jurnal dianggap dikatakan lolos dari keberkalaan jika telah memenuhi beberapa kriteria penilaian yang meliputi penilaian jadwal penerbitan, penomoran penerbitan dan halaman. adapun kriteria lain, seperti peng-indek-an setiap jilid dan volume.


8. Penyebarluasan

Jurnal dikatakan layak disebarluaskan jika memenuhi 3 syarat ini. Yakni, jumlah kunjungan unik pelanggan yang banyak, kelengkapan identitas artikel dan pengindeksan secara internasional dan memiliki reputasi yang baik.


Contoh Jurnal

Berikut Ini saya akan memberikan beberapa contoh jurnal untuk dapat kalian pelajari atau bersama teman agar kamu paham cara membuat sebuah jurnal, yang baik dan benar jika sewaktu nanti kamu mendapatkan tugas untuk membuat jurnal, ini adalah contoh jurnal sebagai berikut :

  1. Contoh Jurnal Skripsi
  2. Contoh Jurnal Penelitian
  3. Contoh Jurnal Ilmiah Singkat
  4. Contoh Jurnal Ilmu Komunikasi
  5. Contoh Jurnal Kesehatan Masyarakat

1. Contoh Jurnal Skripsi

Simulasi Ketebalan Efektif ZnS Menyerap Radiasi Alfa Menggunakan SRIM

ABSTRAK

Radiasi berjenis alfa memiliki kemampuan menembus material yang cukup rendah. Dalam penelitian ini digunakan sumber radiasi alfa berupa Am-241 dengan jumlah energi mencapai 5.485 MeV. Menggunakan material ZnS, radiasi alfa dapat diubah menjadi cahaya yang kemudian menjadi sumber energi listrik bagi photovoltaic. Penelitian ini menggunakan metode simulasi SRIM.

PENDAHULUAN

ZnS atau Zinc Sulfida adalah material semikonduktor yang ramah lingkungan. Material ZnS ini memiliki energi band gap besar yaitu 3,66 eV. Material ZnS memiliki karakteristik berupa stabilitas kimia yang baik, transmitansi cahaya yang baik serta hamburan kecil. Material ZnS banyak digunakan di berbagai aplikasi solar sel, peralatan optoelektronik, dan fotokatalis.

Aplikasi SRIM merupakan aplikasi simulasi untuk menghitung jumlah energi yang terdeposisi di dalam material. SRIM adalah seperangkat program yang berisi kode komputasi berbasis quantum dengan memperhitungkan sisa energi per jarak yang dilewati oleh radiasi.

METODE PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketebalan efektif material ZnS ketika dilewati oleh radiasi alfa dari Am-241 berenergi 5,485 MeV. Data-data karakteristik material ZnS dimasukkan ke dalam aplikasi SRIM seperti data massa jenis dan kepadatan molekul. Selanjutnya dimasukkan data karakteristik radiasi alfa seperti energinya.

Simulasi dilakukan menggunakan aplikasi SRIM selama setengah jam. Selanjutnya data diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Data terakhir yang diolah, kemudian ditampilkan dalam bentuk grafik.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil simulasi menggunakan aplikasi SRIM diperoleh hasil bahwa tebal material ZnS yang efektif adalah 22 mikrometer. Pada ketebalan 22 mikrometer energi dari radiasi alfa sudah terserap seluruhnya. Ketebalan sebaiknya tidak melebihi batas 22 mikrometer karena dikhawatirkan akan menyebabkan cahaya yang dihasilkan oleh radiasi alfa ikut menghilang.

Dari simulasi juga diperoleh kesimpulan bahwa energi radiasi alfa paling banyak terserap pada ketebalan 17 mikrometer. Semakin tinggi massa jenis material yang dilewati radiasi, maka semakin pendek jarak tempuh radiasi alfa.


2. Contoh Jurnal Penelitian

Pengaruh Aktivitas Manusia Terhadap Populasi Fitoplankton Danau Lido

ABSTRAK

Danau Lido merupakan danau yang terletak di daerah Bogor, Jawa Barat. danau ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk tambak ikan, pariwisata, serta kebutuhan lainnya. Aktivitas di tepian danau yang cukup masif dapat menyebabkan perubahan terhadap kesuburan perairan. Maka, penting dilakukan penelitian komposisi fitoplankton serta status kesuburan perairan.

PENDAHULUAN

Fitoplankton merupakan organisme autotrof dari plankton yang bisa membuat makanan sendiri. Plankton sendiri merupakan kelompok dari biota akuatik yang termasuk tumbuhan dan juga hewan yang hidup secara melayang dan juga terapung pasif di perairan. Oleh karena itu, fitoplankton adalah kelompok utama yang memasok makanan bagi ekosistem perairan.

Fitoplankton yang merupakan produsen primer perairan juga berperan menghasilkan oksigen. Semakin tinggi keberadaan fitoplankton maupun zooplankton akan menunjukkan bahwa perairan semakin subur. Banyak tidaknya populasi plankton pada suatu perairan dipengaruhi oleh kondisi fisik perairan tersebut dan juga migrasi yang diakibatkan perubahan suhu dan arus air.

Danau Lido adalah danau yang terletak di daerah Bogor yang secara masif dimanfaatkan oleh masyarakat untuk sebagai tambak ikan dan juga untuk pariwisata. Aktivitas manusia yang masif di sekitar danau dikhawatirkan dapat berpengaruh terhadap populasi fitoplankton. Populasi fitoplankton yang menurun akan menjadi indikator ketidaksuburan danau.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dan juga eksperimen. Metode kajian pustaka digunakan untuk mengumpulkan data terkait penelitian sebelumnya yang dilakukan di Danau Lido. Metode kajian pustaka menggunakan sumber data dari paper, jurnal, buku, dan penelitian lainnya.

Sementara metode eksperimen dilakukan dengan mengambil sampel air Danau Lido di beberapa titik. Sampel diambil di titik tempat yang banyak dilakukan aktivitas manusia, kemudian dibandingkan dengan hasil sampel air yang diambil di tempat dengan sedikit aktivitas manusia. Sampel air yang diperoleh kemudian diperiksa di laboratorium universitas.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil penelitian di laboratorium diketahui bahwa jumlah populasi fitoplankton di daerah dengan aktivitas manusia tinggi dan aktivitas manusia yang cukup rendah menunjukkan hasil yang relatif sama. Kelimpahan populasi tertinggi didominasi oleh kelompok Bacillariophyceae. Dari hasil pengolahan terhadap status kesuburan danau lido menunjukkan bahwa status kesuburannya eutrofik.

Hasil kesuburan ini diperoleh dengan menggunakan tiga parameter, yakni TRIX, TSI, serta Indeks Nygaard. Oleh karena itu, dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa masifnya aktivitas di sekitar Danau Lido belum terlalu berpengaruh terhadap tingkat kesuburan perairan.


3. Contoh Jurnal Ilmiah Singkat

Analisis Karakteristik Kain Tenun Dibuat dari Serat Tanaman Lidah Mertua

ABSTRAK

Tanaman lidah mertua merupakan tanaman yang banyak ditanam sebagai tanaman hias di Indonesia. Tanaman lidah mertua memiliki kandungan serat alami yang cukup baik sebagai bahan baku untuk tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik kain yang dibuat dari serat tanaman lidah mertua. Diketahui nilai kekuatan tarik hasil tenun kain belum memenuhi standar SNI.

PENDAHULUAN

Tanaman lidah mertua adalah tanaman yang mudah dibudidayakan di indonesia karena tidak membutuhkan banyak air dan cahaya. Tanaman ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Karakteristik serat daun lidah mertua hampir sama dengan serat pada daun nanas. Karakteristik pada serat daun lidah mertua adalah tidak mudah rapuh, panjang, dan mengkilat.

Kandungan selulosa dan lignin pada lidah mertua cukup tinggi. Oleh karenanya, serat tanaman daun lidah mertua sangat efektif untuk dijadikan sebagai bahan baku industri tekstil. Serat pada daun tanaman lidah mertua juga sudah banyak dimanfaatkan pada industri otomotif untuk memperkuat serat polyester.

METODE PENELITIAN

Pada penelitian ini serat daun lidah mertua diambil dengan menggunakan manual. Penelitian ini dilakukan di daerah Bandung yang memiliki tempat perkembangbiakan daun lidah mertua. Setelah dilakukan pengambilan daun lidah mertua, kemudian sampel dibawa ke laboratorium teknologi proses untuk dicek kandungan air dan warna di dalamnya.

Serat tanaman daun lidah mertua yang telah diambil kemudian ditenun menjadi kain. Setelah kain tenun jadi, selanjutnya kain diuji dengan beberapa parameter seperti sifat fisik serat, sifat mekanik serat, karakteristik bahan baku, dan rendemen serat kering.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai rendemen total dari serat kering sebesar 1 4%. Kekuatan tarik kain tenun yang dihasilkan belum memenuhi standar nasional Indonesia, sehingga perlu dilakukan strategi lain dalam mengolah serat daun lidah mertua menjadi kain. Sementara untuk kekuatan sobek kain telah memenuhi standar nasional Indonesia.


4. Contoh Jurnal Ilmu Komunikasi

Analisis Efektivitas Metode Humas Mengenalkan Logo Universitas pada Publik Internal

ABSTRAK

Logo menjadi sebuah tanda identitas penting yang harus dimiliki oleh setiap instansi termasuk pendidikan. Membangun identitas melalui logo tentulah menjadi pekerjaan yang tidak mudah dan harus memerlukan sinergitas bersama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mengumpulkan berbagai data baik dari wawancara, dokumentasi, dan observasi.

PENDAHULUAN

Jumlah perguruan tinggi dalam negeri kini semakin meningkat, baik itu perguruan tinggi negeri maupun swasta. Masing-masing perguruan tinggi terus bersaing untuk menjadi yang terbaik dari segi kualitas dan kebermanfaatan terhadap masyarakat. Oleh karena itu, masing-masing perguruan tinggi harus memiliki sebuah identitas khusus yang mencerminkan keberadaannya kepada publik.

Identitas suatu instansi pada hakikatnya adalah simbol yang berwujud seragam, nama, logo, jargon, kendaraan, maupun bentuk bangunan. Tujuan media identitas adalah untuk merepresentasikan keberadaan di hadapan publik. Kesuksesan perguruan tinggi dalam membangun branding di mata publik sangat bergantung kepada kinerja dan strategi penyelenggara komunikasi, yakni humas.

METODE PENELITIAN

Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan meninjau fakta yang ada di lapangan. Wawancara kepada pihak internal humas perguruan tinggi dilakukan untuk mendapatkan informasi dan data yang mendukung. Selain itu, dilakukan juga riset lapangan terkait sejauh mana tingkat efektivitas promosi humas perguruan tinggi dengan menyebarkan kuesioner ke masyarakat.

Kuesioner berisi pertanyaan umum yang dapat menilai sudah sejauh mana masyarakat menyadari logo perguruan tinggi sebagai representasi instansi tersebut. Sampel diambil secara acak dengan rentang usia mulai dari 17 tahun ke atas. Masyarakat yang menjadi sampel penelitian adalah mereka yang berada satu kota dengan perguruan tinggi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil analisis data literatur diketahui bahwa humas perguruan tinggi menggunakan berbagai media promosi dalam upaya memperkenalkan logo perguruan tinggi. Strategi pengenalan dilakukan setelah sebelumnya mempertimbangkan beberapa aspek,yaitu menetapkan tujuan promosi, menetapkan khalayak, dan memilih sarana yang sesuai.

Media promosi yang digunakan oleh humas adalah online melalui website dan media sosial, media cetak (spanduk, buku saku, brosur, baliho, serta katalog), juga menggunakan media kendaraan bus perguruan tinggi. Analisis pembahasan dari masing-masing tahapan dijelaskan di bawah ini:

1. Menetapkan Tujuan Humas Mengenalkan Logo Perguruan Tinggi

Humas menetapkan tujuan dalam mengenalkan logo perguruan tinggi adalah dalam rangka membangun citra perguruan tinggi. Humas menggunakan analisis SWOT untuk menilai strategi pengenalan yang tepat kepada objek promosi. Humas juga melakukan penilaian terhadap ancaman yang mungkin menghadang strategi.

2. Menentukan Khalayak untuk Mengenalkan Logo Perguruan Tinggi

Penetapan khalayak sasaran haruslah jelas agar tujuan, taktik dan strategi pemasaran dapat memperoleh hasil terbaik. Sesuai dengan peran humas perguruan tinggi yang bertugas untuk membangun citra perguruan tinggi di depan publik. Oleh karena itu, humas perguruan tinggi harus selalu bekerja keras untuk mempromosikan logo perguruan tinggi ke hadapan publik.

Khalayak yang dipilih dalam penelitian ini adalah masyarakat yang ada di sekitar perguruan tinggi dan di dalam provinsi tempat perguruan tinggi berada. Tujuannya adalah untuk menilai sudah sejauh mana keberhasilan promosi humas.

3. Menetapkan Saluran

Strategi menentukan saluran media harus didasarkan kepada target khalayak yang telah ditetapkan sebelumnya. Target khalayak dengan rentang usia 17 sampai 40 tahun umumnya sadar dan aktif menggunakan teknologi digital.

Oleh karena itu, dipilih saluran digital berupa website dan sosial media. Sementara itu, untuk dapat menjangkau seluruh rentang masyarakat maka dipilih saluran media cetak.


5. Contoh Jurnal Kesehatan Masyarakat

Analisis Terhadap Siklus 5 Tahunan Demam Berdarah di Indonesia

ABSTRAK

Penyakit demam berdarah menjadi salah satu jenis penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat indonesia. Beberapa daerah di tanah air sering mengalami pandemi demam berdarah atau disebut kejadian luar biasa (KLB) penyakit demam berdarah. Siklus KLB terjadi dalam rentang waktu setiap lima tahunan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis siklus 5 tahunan demam berdarah.

PENDAHULUAN

Penyakit demam berdarah telah beberapa kali menyebabkan terjadinya kejadian luar biasa di daerah di Indonesia. Pada tahun 1998 misalnya telah terjadi kejadian luar biasa demam berdarah dengan tingkat kematian mencapai 72.400 terkena demam berdarah dan 1.414 meninggal dunia.

Kejadian demam berdarah di indonesia paling banyak didominasi di daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara. Dari daerah-daerah ini terdapat empat jenis serotipe virus dengue, yakni serotipe virus dengue satu sampai serotipe virus dengue empat.

Apabila terjadi reaksi silang antara serotipe virus dengue maka dapat menimbulkan syok pasien DBD. Reaksi syok atau renjatan pada pasien DBD bisa berakibat fatal seperti pendarahan. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan penelitian dan evaluasi terhadap kasus kejadian luar biasa demam berdarah di Indonesia.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini yang menggunakan metode kajian pustaka dengan mengumpulkan data-data dari sumber primer dan sekunder. Sumber data yang digunakan berupa data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, buku, jurnal penelitian, paper dan wawancara. Data ini kemudian diolah untuk dilihat trend perkembangan kasus epidemi demam berdarah di tanah air.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa manifestasi infeksi virus dengue sangat beragam. Jenis infeksi virus ada yang tanpa gejala, gejala ringan berupa demam kemudian demam dengue, demam berdarah dengue, serta sindrom renjatan atau syok dengue. Sindrom syok dengue paling umum terjadi apabila penderita sebelumnya sudah terinfeksi serotipe virus dengue yang berbeda.

Ada banyak faktor yang berperan terhadap munculnya kejadian luar biasa demam berdarah di tanah air. Faktor perubahan cuaca menjadi faktor yang paling dominan. Perubahan cuaca dari hujan ke panas, saat nyamuk yang membawa virus DBD paling besar berkembang biak. Banyaknya wadah yang dibiarkan tergenang air menjadi tempat perkembangbiakan utama nyamuk Aedes aegypti.


Itulah Teman-teman yang dapat saya sampaikan tentang Contoh Jurnal Serta Cara Membuatnya Dengan Struktur Yang Baik & Benar. semoga teman-teman yang telah membaca mendapat wawasan tambahan,Terimakasih


Baca Juga Artikel Lainnya :