√ Depresiasi : Pengertian, Faktor dan Metode Penyusutan Terlengkap

Diposting pada

√ Depresiasi : Pengertian, Faktor dan Metode Penyusutan Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Depresiasi. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Depresiasi : Pengertian, Faktor dan Metode Penyusutan Terlengkap
√ Depresiasi : Pengertian, Faktor dan Metode Penyusutan Terlengkap

 

Pengertian Depresiasi

 

Depresiasi merupakan suatu alokasi yang dibuat secara sistematis untuk mengecilkan atau mengurangi jumlah aset selama masa manfaat.

Penerapan depresiasi atau penyusutan aktiva tetap pada keuangan perusahaan dapat mempengaruhi laporan keuangannya dan juga perubahan pajak penghasilan perusahaan.

Depresiasi seringkali dianggap sebagai kerugian dalam perhitungan nilai, namun bagi seorang akuntan yang memahami laporan keuangan dapat memandang depresiasi sebagai alat untuk alokasi biaya.

 

 

Pengertian Depresiasi Menurut Para Ahli

 

1. Zaki Baridwan

Depresiasi merupakan sebagian dari harga perolehan aktiva tetap yang secara sistematis dialokasikan menjadi biaya stai periode akuntansi.

 

2. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

Depresiasi ialah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

3. Sofyan Harahap

Depresiasi yaitu pengalokasian harga pokok aktiva tetap selama masa penggunaanya atau dapat juga kita sebut sebagai biaya dibebankan terhadap produksi akibat pengunaan aktiva tetap itu dalam proses produksi.

 

4. Kleso, Weygant dan Warfield

Depresiasi yakni sebuah proses akuntansi untuk mengalokasikan biaya aset berwujud menjadi biaya secara sistematis dan nasional terhadap periode yang diharapkan dapat memanfaatkan penggunaan aset tersebut.

 

 

Faktor – Faktor dalam Menentukan Beban Penyusutan

 

1. Harga Perolehan (Cost)

Yaitu uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul dan biaya-biaya lain yang terjadi dalam memperoleh suatu aset dan menempatkannya agar dapat digunakan.

 

2. Nilai Sisa (Residu)

Nilai sisa suatu aset yang dipenyusutan adalah jumlah yang diterima bila aset itu dijual, ditukarkan atau cara-cara lain ketika aset tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi, dikurangi dengan biaya-biaya yang terjadi pada saat menjual/menukarnya.

 

3. Taksiran Umur Kegunaan (Masa Manfaat)

Taksiran umur kegunaan (masa manfaat) suatu aset dipengaruhi oleh cara – cara pemeliharaan dan kebijakan-kebijakan yang dianut dalamreparasi.

Taksiran umur ini bisa dinyatakan dalam satuan periode waktu,satuan hasil produksi atau satuan jam kerjanya. Dalam menaksir umur (masa manfaat) aset, harus dipertimbangkan sebab-sebab keausan fisik dan fungsional.

 

 

Metode Depresiasi dalam Akuntansi Bisnis

Dalam perusahaan terdapat beberapa metode depresiasi yang umum digunakan. Sesuai dengan pengertian depresiasi diatas, dimana mengharuskan seorang akuntan untuk menggunakan metode depresiasi yang rasional dan sistematis.

Misalnya dalam sebuah contoh studi kasus, perusahaan Anda ingin membeli mesin produksi baru untuk tujuan tertentu maka dapat digambarkan sebagai berikut ini :

  • Biaya Mesin Produksi Baru = Rp500 juta
  • Estimasi Waktu Manfaat = 5 tahun
  • Estimasi Nilai Sisa = Rp50 juta
  • Umur Produktif = 30 ribu jam

Dari contoh tersebut, maka ada beberapa metode depresiasi yang bisa Anda gunakan untuk menghitung beban penyusutan keuangan perusahaan Anda, diantaranya yaitu :

 

1. Metode Garis Lurus (Straight-Line Method)

Metode ini disebut juga Straight-Line Method dan merupakan metode yang paling sering digunakan untuk menghitung beban penyusutan. Metode ini fokus pada penyusutan sebagai fungsi dari waktu dan bukan dari fungsi penggunaan.

Rumus perhitungannya ialah sebagai berikut :

  • Biaya Penyusutan = (Biaya Perolehan Aset – Nilai Residu) : (Masa Manfaat Aset)
  • Beban penyusutan = (Rp500 juta – Rp50 juta) : 5 = Rp 90 juta

Namun penggunaan metode ini dinilai kurang realistis karena kegunaan aktiva sama setiap tahunnya.

 

2. Metode Beban Menurun (Decreasing Charge Method)

Metode ini merupakan sebuah metode penyusutan dipercepat dimana menyediakan biaya penyusutan lebih tinggi pada tahun awal dan beban rendah pada periode selanjutnya.

Fokus utama pada metode ini adalah beban penyusutan lebih banyak pada tahun awal karena aktiva mengalami penurunan pada tahun tersebut.

Metode ini dibagi menjadi dua bagian yaitu seperti berikut :

 

  • Metode Jumlah Angka Tahun

Perhitungan penyusutannya menggunakan pecahan dengan pembilang angka tahun (5+4+3+2+1=15) dan jumlah tahunnya menjadi penyebut.

Pada metode ini, pembilang menurun tahun demi tahun dan penyebut tetap konstan (5/15, 4/15, 3/15, 2/15 dan 1/15).

 

  • Metode Saldo Menurun

Metode saldo menurun menggunakan biaya penyusutan (dalam persentase) berupa beberapa kelipatan dari metode garis lurus. Misalnya, tarif saldo menurun berganda untuk aktiva 10 tahun akan menjadi 20% (dua kali biaya garis lurus, yaitu 1/10 atau 10%).

 

3. Metode Aktivitas (Unit Penggunaan atau Produksi)

Pada metode ini mengansumsikan penyusutan sebagai fungsi dari produktivitas atau penggunaan dan bukan dari segi berlalunya waktu.

Dengan gambaran diatas, penentuan umur penyusutan mesin produsi tidak memiliki masalah tertentu karena penggunaan relatif mudah diukur.

Misalkan mesin produksi digunakan 4.000 jam di tahun pertama, maka beban penyusutannya dapat dihitung sebagai berikut ini :

Beban penyusutan = [(Rp 500 juta – Rp 50 juta) x 4.000]: 30 ribu = Rp60 juta.

Namun metode ini memiliki keterbatasan karena tidak tepat digunakan pada situasi penyusutan berdasarkan waktu dan bukan aktivitas.

 

4. Metode Depresiasi Khusus

Dalam pengertian depresiasi sudah dijelaskan bahwa tujuannya adalah untuk mengetahui penyusutan manfaat aset perusahaan. Namun pada beberapa khasus, perusahaan tidak bisa memilih salah satu metode depresiasi diatas karena aktiva yang terlibat memiliki karakteristik yang unik atau membutuhkan penerapa khusus.

Ada dua metode khusus yang bisa Anda terapkan pada kasus tersebut yaitu seperti berikut :

  • Metode kelompok dan gabungan; sering digunakan pada aktiva yang cukup homogen dan memiliki fungsi yang hampir sama.
  • Metode campuran dan kombinasi; diterapkan sesuai dengan keinginan akuntan.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Depresiasi : Pengertian, Faktor dan Metode Penyusutan Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ ISO : Pengertian, Jenis, Tujuan dan Manfaat Terlengkap

Baca Juga :  √ 27 Contoh BUMN di Indonesia Terlengkap

Baca Juga :  √ Manajemen Kepegawaian : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Ruang Lingkup Terlengkap

Baca Juga :  √ Rekening Koran : Pengertian, Fungsi dan Cara Mengajukan Terlengkap