√ Ekonomi Kerakyatan : Pengertian, Ciri, Tujuan, Manfaat dan Dampak Terlengkap

Diposting pada
√ Ekonomi Kerakyatan : Pengertian, Ciri, Tujuan, Manfaat dan Dampak Terlengkap
5 (100%) 25 vote[s]

√ Ekonomi Kerakyatan : Pengertian, Ciri, Tujuan, Manfaat dan Dampak Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Ekonomi Kerakyatan. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Ekonomi Kerakyatan : Pengertian, Ciri, Tujuan, Manfaat dan Dampak Terlengkap
√ Ekonomi Kerakyatan : Pengertian, Ciri, Tujuan, Manfaat dan Dampak Terlengkap

 

Pengertian Ekonomi Kerakyatan

 

Ekonomi Kerakyatan merupakan suatu sistem ekonomi yang mendasar pada ketahanan ekonomi rakyat. Dimana ekonomi rakyat tersebut sendiri menjadi aktivitas ekonomi ataupun usaha yang dijalankan oleh rakyat secara swadaya untuk mengatur sumber daya ekonomi apa saja yang bisa dijalankan dan otoritaskan yang disebut dengan Usaha Kecil dan Menegah (UKM) terpenting pada bagian pertanian, peternakan, kerajinan, makanan, dan lain-lainnya, yang mengarah untuk melengkapi keperluan dasar dan keluarganya tanpa harus mendedikasikan kepentingan masyarakat lainnya.

 

 

Ciri – Ciri Ekonomi Kerakyatan

 

  • Merupakan penguasa kebutuhan hidup masyarakat yang merupakan Negara atau pemerintah dari Negara tersebut. Seperti air, bahan bakar minyak, dan sumber daya lainnya.
  • Peranan Negara di dalam ekonomi ini sangat penting tetapi tidak menjadi dominan dan juga peranan dari pihak swasta yang memiliki posisi penting akan tetepi tidak dapat mendominasi pula. Maka tidak mungkin suatu kondisi ekonomi komando atau juga ekonomi liberal dapat terjadi. Pihak tersebut saling mensupport antara satu dengan lainnya.
  • Di dalam suatu perekonomian masyarakat ini merupakan suatu bagian yang amatlah penting di karenakan kegiatan produksi ini di lakukan, dipimpin, dan juga di awasi oleh anggota masyarakat.
  • Buruh atau juga modal yang tidak mendominasi perekonomian yang menyebabkan ekonomi ini di dasari atas suatu asas kekeluargaan.

 

 

Tujuan Ekonomi Kerakyatan

 

  • Membangun negara yang merdeka secara ekonomi, berdaulat secara politik dan Berbudaya serta kepribadian yang baik
  • Mendorong pemerataan pendapatan setiap masyarakat
  • Mendorong pertumbuhan perekonomian yang berkesinambungan
  • Meningkatkan efisiensi perekonomian nasional

 

 

Manfaat Ekonomi Kerakyatan

 

  • Dapat mewujudkan kedaulatan rakyat
  • Dapat mendorong semangat kewirausahaan
  • Hubungan antara produksi, distribusi dan konsumsi sangat baik.

 

 

Dampak Ekonomi Kerakyatan

 

  • Akan timbul kemiskinan dimana-mana.
  • Kesejahteraan rakyat akan semakin turun dan tidak terperhatikan oleh kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
  • Investor enggan untuk datang berinvestasi.
  • Timbul kriminalitas berupa tindak kejahatan karena tingkat ekonomi yang rendah membuat seseorang melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Ada kesenjangan antara para pengusaha dan masyarakat kecil dalam hidup bernegara.
  • Tidak adanya ekonomi kerakyatan didalam kebijakan-kebijakan yang dibuat.
  • Ada perasaan rakyat merasa disisihkan dalam kebijakan itu.

 

 

Penyelesaian Ekonomi Kerakyatan

 

  • Menerapkan sistem ekonomi pancasila
  • Melibatkan rakyat dalam membuat kebijakan-kebijakan ekonomi sehingga kebijakan dapat terasa untuk semua golongan.
  • Menjamin keselamatan para investor dan saham-sahamnya yang ditanamkan di perusahaan yang ada dinegara.
  • Meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memberikan pengajaran tentang perekonomian yang baik seperti apa.
  • Update terhadap kebijakan negara luar dan perekonomian internasional yang sedang terjadi sehingga tidak salah dalam membuat kebijakan.
  • Menerapkan kejujuran dalam pemerintahan dan menghapuskan korupsi yang merugikan rakyat dan pemerintahan.

 

 

Kelebihan Ekonomi Kerakyatan

 

  • Rakyat yang kurang mampu bisa mendapati perbuatan hukum yang sama ataupun adil dalam masalah perekonomian.
  • Bisa menyampaikan perhatian lebih pada rakyat kecil melewati beraneka macam rencana operasional yang sah.
  • Sistem ekonomi kerakyatan bisa membentuk otonomi rakyat.
  • Bisa mendatangkan aktivitas ekonomi yang lebih bernilai dalam fase rakyat dan juga bisa menciptakan jiwa kewirausahaan.
  • Transaksi antara produksi, distribusi dan konsumsi sangat efektif dan efisien.
  • Interaksi antara produksi, distribusi dan konsumsi akan saling membutuhkan dan sangat efektif dan efisien.

 

 

Kekurangan Ekonomi Kerakyatan

 

  • Akan berlangsung penerapan membagi uang kepada rakyat, penerapan tersebu sangat tidak produktif bagi pihak manapun, termasuk bagi rakyat itu sendiri.
  • Penerapan membagi uang tersebut secara tidak paham dapat membuat usaha kecil dan menengah serta koperasi yang selama tersebut tidak berkuasa bisa kompetitif dalam suatu teknik pasar, dapat menjadi sangat bersandar pada tindakan tersebut.
  • Masih minimnya ilmu rakyat tentang Investasi, kondisi tersebut bisa menimbulkan kemiskinan terlalu lama ataupun perpindahan roda yang pelan.
  • Minimnya pelaksanan dari manajemen.
  • Tidak terdapat sokongan yang optimum dari pemerintah, meskipun peran pemerintah sangat penting tetapi tidak berpengaruh.
  • Harus dicermati, ketika tidak dicermati dengan seksama akan banyak koruptor.

 

 

Faktor Pendorong Ekonomi Kerakyatan

 

  • Kurangnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat dalam membuat suatu sistem perekonomian dan kebijakan-kebijakan yang diambil.
  • Kurangnya antusiasme masyarakat terhadap proses saat akan membuat kebijakan ekonomi.
  • Semakin maraknya ekonomi krisis di negara yang berkembang.
  • Kurangnya kepercayaan investor ntuk menanamkan sahamnya disuatu negara karena sistem politik yang kacau dan kebijakan ekonomi yang tidak menguntungkan
  • Telatnya kebijakan-kebijakan ekonomi yang dibuat oleh pemerintah dalam menanggapi keadaan saat era globalisasi ini, tidak tepat waktu.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Ekonomi Kerakyatan : Pengertian, Ciri, Tujuan, Manfaat dan Dampak Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ 18 Pengertian Pengawasan Menurut Para Ahli Terlengkap

Baca Juga :  √ Resiko Usaha : Pengertian, Klasifikasi, Jenis, Faktor, Cara Mengatasi dan Contoh Terlengkap

Baca Juga :  √ Quality Control : Pengertian, Tugas, Prinsip, Fungsi dan Tujuan Terlengkap

Baca Juga :  √ Gaya Hidup : Pengertian, Indikator, Jenis dan Faktor yang Mempengaruhi Terlengkap