√ Globalisasi Ekonomi : Pengertian, Bentuk, Dampak dan Contoh Terlengkap

Globalisasi Ekonomi

SarjanaEkonomi.Co.IDHai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Globalisasi Ekonomi. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

√ Globalisasi Ekonomi : Pengertian, Bentuk, Dampak dan Contoh Terlengkap


Pengertian Globalisasi Ekonomi

Globalisasi ekonomi merupakan salah satu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana berbagai negara di seluruh dunia menjadi kekuatan pasar yang satu dan semakin terintegrasi tanpa hambatan atau batasan teritorial negara.


Bentuk Perwujudan Globalisasi Ekonomi

1. Globalisasi Produksi

Dimana, dalam hal ini sebuah perusahaan akan melakukan produksi di beberapa negara untuk menekan biaya produksi.

Langkah ini dilakukan disebabkan oleh tingkat upah cukup rendah di negara-negara tersebut, murahnya tarif bea masuk, dan adanya infrastruktur yang memadai, hingga iklim usahanya kondusif.

Salah satu contoh perusahaan yang sering terlibat dalam proses globalisasi adalah perusahaan manufaktur.


2. Globalisasi Pembiayaan

Perusahaan global dalam hal ini memiliki akses untuk mendapatkan pinjaman atau melakukan kegiatan investasi (baik dalam bentuk portofolio maupun langsung) di semua negara seluruh dunia.

Contohnya, PT. Telkom dalam upaya memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT. Jasa Marga dalam usahanya memperluas jaringan jalan tol telah menggunakan sistem pembiayaan dengan pola build-operate-transfer (BOT) bersama mitra usaha dari mancanegara.


3. Globalisasi Tenaga Kerja

Hadirnya tenaga kerja asing ini merupakan salah satu gejala terjadinya globalisasi di bidang tenaga kerja.

Dalam kondisi ini, perusahaan akan mampu untuk memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia yang sesuai dengan tingkatannya.

Baca Juga :  Pengertian Modernisasi Menurut Para Ahli

Contohnya, bisa dilihat dari penggunaan staf profesional dari tenaga kerja yang sudah memiliki pengalaman internasional atau pemanfaatan buruh kasar yang umumnya diperoleh dari negara-negara berkembang.


4. Globalisasi Jaringan Informasi

Globalisasi jaringan informasi merupakan sebuah wujud keempat yang dimiliki. Perwujudannya dapat dilihat pada pola kehidupan masyarakat suatu negara yang sudah dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari berbagai negara di dunia.

Salah satunya disebabkan oleh majunya teknologi, jadi sarana informasi seperti radio, televisi, media cetak maupun online sudah sangat mudah diakses oleh masyarakat.

Jaringan komunikasi yang makin maju juga ikut serta dalam membantu meluasnya pasar ke penjuru dunia untuk produk yang sama.

Contoh : Brands terkenal seperti Gucci atau Louis Vitton, Franchise Fast Food, hingga restaurant pizza sudah ada di dalam pasar dunia.

Sehingga, berdampak pada selera masyarakat di negara lain, baik yang berada di kota maupun desa yang sudah menuju kepada selera global.


5. Globalisasi Perdagangan

Globalisasi perdagangan yang menjadi suatu bentuk terakhir dari globalisasi ekonomi.

Pada bidang perdangan, globalisasi terwujud dalam bentuk penyeragaman dan penurunan tarif serta penghapusan hambatan-hambatan non tarif. Sehingga kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi makin ketat, cepat dan adil.


Dampak Positif Globalisasi Ekonomi

  • Meningkatnya Produksi Global – Melalui spesialisasi dan perdagangan, maka faktor-faktor produksi dunia dapat digunakan lebih efesien, output dunia kian bertambah dan masyarakat akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang pada gilirannya dapat berakipat pada meningkatnya pembelanjaan dan tabungan.
  • Meningkatnya Kemakmuran Suatu Negara – Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat berbagai negara lebih banyak mengimpor barang dari luar negeri. Ini menyebabkan konsumen mempunyai lebih banyak pilihan barang. Selain itu, konsumen dapat menikmati barang dengan harga yang lebih rendah dan lebih baik.
  • Meluasnya Pasar Produk Domestik – Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara mendapatkan pasar jauh lebih luas disbanding pasar dalam negeri.
  • Memperoleh Lebih Banyak Modal Dana Tingkat Teknologi yang Lebih Baik – Modal yang dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati negara-negara berkembang akibat kekurangan modal dan tenaga terdidik serta tenaga ahli berpengalaman.
  • Menyediakan Dana Tambahan bagi Pembangunan di Bidang Ekonomi – Pembangunan di berbagai sektor lainnya bukan hanya dikembangkan perusahaan asing, namun terutama investasi dari perusahaan swasta domestik. Perusahaan ini kerap memerlukan modal dari bank atau pasar saham. Dana luar negeri terutama dari negara maju yang masuk pasar uang dan pasar modal dalam negeri membantu penyediaan modal yang dibutuhkan.
Baca Juga :  Holding Company

Dampak Negatif Globalisasi Ekonomi

  • Menghambat Pertumbuhan di Sektor Industri – Globalisasi ekonomi menyebabkan negara-negara berkembang tidak bias lagi memakai tarif tinggi untuk memproteksi industri yang baru berkembang (infant industry). Sehingga, perdagangan luar negeri yang cukup bebas menimbulkan hambatan bagi negara berkembang dalam memajukan sektor industry. Selain itu, semakin meningkatnya ketergantungan pada industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional
  • Memperburuk Neraca Pembayaran – Globalisasi ekonomi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, jika suatu negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak akan berkembang. Kondisi ini dapat saja memperburuk neraca pembayaran. Efek buruk lain terhadap neraca pembayaran yakni pembayaran neto pendapatan untuk faktor produksi dari luar negeri cenderung mengakibatkan defisit. Bertambah banyaknya investasi asing menyebabkan arus pembayaran keuntungan (pendapatan) dari investasi ke luar negeri akan makin meningkat.
  • Sektor Keuangan Semakin Tidak Stabil – Arus investasi (modal) portofolio yang semakin besar menjadi salah satu efek dari globalisasi. Investasi dalam hal ini terutama meliputi partisipasi dana dari luar negeri ke pasar saham. Di saat pasar saham mengalami peningkatan, dana ini akan mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah baik dan nilai uang akan bertambah baik. Dan sebaliknya, di saat harga-harga saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran cenderung menjadi makin buruk serta nilai mata uang dalam negeri merosot. Ketidakstabilan di sektor keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi secara keseluruhan.
  • Memperburuk Prospek Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang – Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dlam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk.
Baca Juga :  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

Contoh Globalisasi Ekonomi

  • Produk Indonesia, dalam hal ini secara khusus produk mie instan sudah dikenal di berbagai negara di dunia
  • Penggunaan kendaraan bermotor yang datang dari luar negeri
  • Penggunaan teknologi yang kini banyak dinikmati oleh masyarakat di tanah air

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Globalisasi Ekonomi : Pengertian, Bentuk, Dampak & Contohnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.


Baca Juga Artikel Lainnya :

Send this to a friend