√ Perencanaan Agregat : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Karakteristik, Sifat dan Strategi Terlengkap

Diposting pada

√ Perencanaan Agregat : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Karakteristik, Sifat dan Strategi Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Perencanaan Agregat. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Perencanaan Agregat : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Karakteristik, Sifat dan Strategi Terlengkap
√ Perencanaan Agregat : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Karakteristik, Sifat dan Strategi Terlengkap

 


Pengertian Perencanaan Agregat


Perencanaan Agregat (Aggregate Planning) merupakan salah satu proses perencanaan kuantitas dan pengaturan waktu Output (keluaran) untuk jangka waktu menengah sekitar 3 bulan hingga 1 tahun.

 


Pengertian Perencanaan Agregat Menurut Para Ahli


1. Hendra Kusuma

Perencanaan agregat ialah suatu hubungan antara perencanaan harian atau penjadwalan dengan perencanaan jangka panjang. Untuk menyusun rencana agregat, pertama-tama harus diidentifikasi pentingnya mengukur output.

 

2. Mohamad Syamsul Ma’arif dan Hendri Tanjung

Perencanaan agregat ini memiliki horizon waktu sekitar 12 bulan, dengan memperbarui rencana secara berkala. Tingkat permintaan agregat terdiri dari satu atau beberapa produk.

 

3. Schreder

Perencanaan agregat berkenaan dengan penyesuaian tingkat penawaran dan tingkatr permintaan atas output selama jangka waktu menengan yait sampai 12 bulan ke depan.

 

4. Wikipedia

Perencanaan agregat yaitu segala kegiatan operasional yang memiliki rencana agregat untuk proses produksi untuk jangka waktu 3 sampai 18 bulan ke depan dan untuk memunculkan ide terhadao manajemen seperti berapa kuantitas sumber daya material atau lainnya yang harus diproduksi dan kapan harus diproduksi agar suapaya total biaya operasional organisasi tetap berada pada tingkat minimum pada periode tersebut.

 

5. Nasution

Perencanaan agregat yakni sebuah perencanaan produksi untuk menentukan berapa unit volume produk yang harus diproduksi setiap periode bulannya dengan menggunakan kapasitas maksimum yang tersedia.

 

6. Render
Perencanaan agregat atau penjadwalan agregat merupakan salah satu pendekatan untuk menentukan kuantitas dan waktu produksi pada jangka menengah (3 hingga 18 bulan ke depan).

Baca Juga :  √ Kesempatan Kerja : Pengertian, Faktor yang Mempengaruhi, Jenis dan Informasi yang Harus Diperhatikan Terlengkap

 


Tujuan Perencanaan Agregat

 

1. Pengumpulan (Aggregation)

  • Berfokus pada general course of action.
  • Konsisten dengan tujuan strategik dan tujuanumumperusahaan.
  • Rencana produksi dan staffing dikelompokan menurutpengelompokan besar, produk-produk yang sejenis, jasa-jasa, unit tenaga kerja maupun unit waktu.

 

2. Kelompok Produk (Product families)

Perusahaan kan dapat mengelompokkan produk atau jasa ke dalam kelompok-kelompok besar, dengan tujuan menghindari detail yang terlalu banyak pada tahap-tahap proses perencanaan.

 

3. Tenaga kerja (Labor)
Perusahaan juga dapat mengelompokkan tenaga kerja melalui beberapa cara (tergantung dari fleksibilitas tenaga kerja).


4. Waktu (Time)
Waktu perencanaan ialah jangka menengah yang memiliki arti antara 3 bulan sampai dengan 18 bulan. Biasanya perencanaan ini dilakukan secara bulanan atau triwulanan.

 

 


Karakteristik Perencanaan Agregat

  • Dapat dinyatakan dalam kelompok produk atau famili (aggregate). 
  • Satuan unit yang tergantung jenis produk (ton, liter, kubik, jam mesin atau jam orang).
  •  Satuan unit bisa dikonversikan ke bentuk satuan rupiah.
  •  Setelah satuan unit ditetapkan maka salah satu factor konversi juga harus ditetapkan.
  •  Horizon perencanaan yang cukup panjang (5 tahun).

 

 


Fungsi Perencanaan Agregat

  • Alat komunikasi antara managemen teras (top management) dan manufaktur.
  • Pegangan untuk merancang jadwal induk produksi.
  • Menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisten terhadap rencana strategis perusahaan.
  • Sebagai alat ukur performansi proses perencanaan produksi.
  • Menjamin kemampuan produksi konsisten terhadap rencana produksi.
  • Memonitor hasil produksi aktual terhadap rencana produksi dan membuat penyesuaian.
  • Mengatur persediaan produk jadi untuk mencapai target produksi dan rencana strategis.
  • Mengarahkan penyusunan dan pelaksanaan jadwal induk produksi.

 

 


Sifat Perencanaan Agregat

Perencanaan agregat menurut istilah agregat berarti mengombinasikan sumber daya yang sesuai ke dalam jangka waktu keseluruhan.

Dengan prediksi permintaan, kapasitas fasilitas, tingkat persediaan, ukuran tenaga kerja, dan input yang saling berhubungan, perencana harus memilih tingkat output untuk suatu fasilitas selama 3-18 bulan yang akan datang.

Dalam perencanaan agregat, rencana produksi tidak menguraikan per produk namun menyangkut berapa banyak produk yang akan dihasilkan tanpa mempermasalahkan jenis produk tersebut.

Baca Juga :  √ 23 Pengertian Struktur Organisasi Menurut Para Ahli Terlengkap

Sebagai contohnya yaitu pada perusahaan pembuat mobil, hanya memperhitungkan berapa banyak mobil yang akan dibuat, namu bukan berapa banyak mobil dua pintu atau empat pintu atau berapa banyak mobil berwarna merah atau biru.

 


Strategi Perencanaan Agregat

 

1. Tipe Strategi Pilihan Kapasitas

  • Mengubah Tingkat Persediaan – Para manajer dapat meningkatkan persediaan selama perioda permintaan rendah untuk memenuhi permintaan yang tinggi di masa datang. Jika strategi tersebut dipilih, maka biaya yang berkaitan dengan penyimpanan, asuransi, penanganan, keusangan, pencurian, dan modal yang di investasikan akan meningkat. Pada umumnya, biaya tersebut berkisar 15-40 % dari nilai barang setiap tahunnya. Di sisi lain, saat perusahaan memasuki masa dimana permintaan terus meningkat, maka kekurangan yang terjadi bisa mengakibatkan penjualan yang hilang disebabkan lead-time yang lebih panjang dan pelayanan pelanggan yang lebih buruk.
  • Meragamkan Ukuran Tenaga Kerja Dengan Cara Mengkaryakan atau Memberhentikan – Hal ini diberlakukan untuk menyesuaikan tingkat produksi. Seiring karyawan baru membutuhkan pelatihan dan rata-rata produktivitas menurun untuk sementara sehingga mereka menjadi terbiasa. Pemberhentian atau PHK, tentu saja menurunkan moral semua pekerja dan bisa mendorong ke arah produktivitas yang lebih rendah.
  • Meragamkan Tingkat Produksi Melalui Lembur atau Waktu Kosong – Terkadang tenaga kerja bisa di jaga tetap konstan dengan meragamkan waktu kerja yang bermacam-macam, mengurangi banyaknya jam kerja saat permintaan rendah dan menambahi jam kerja saat permintaan naik. Sekalipun begitu saat permintaan sedang tinggi, terdapat keterbatasan seberapa banyak lembur yang bisa dilakukan. Upah lembur membutuhkan lebih banyak uang, dan terlalu banyak lembur bisa membuat titik produktivitas pekerja secara keseluruhan merosot. Lembur juga bisa menyiratkan naiknya biaya overhead yang dibutuhkan untuk menjaga agar fasilitas bisa tetap berjalan. Disisi lain, pada saat permintaan menurun, perusahaan harus menyerap waktu kosong pekerja yang biasanya merupakan proses yang sulit.
  • Subkontrak – Suatu Perusahaan bisa mendapatkan kapasitas sementara dengan melakukan subkontrak pekerjaan selama perioda permintaan tinggi. Akan tetapi, subkontrak ini memiliki beberapa kekurangan diantaranya mungkin mahal; membawa resiko dengan membuka pintu klien bagi pesaing dan seringkali susah mendapatkan pemasok subkontrak yang sempurna, yang selalu dapat mengirimkan produk bermutu tepat waktu.
  • Penggunaan Karyawan Paruh Waktu – Karyawan paruh waktu bisa mengisi kebutuhan tenaga kerja tidak terampil.
Baca Juga :  √ 19 Pengertian Kepuasan Kerja Menurut Para Ahli Terlengkap

 

2. Tipe Strategi Pilihan Permintaan

  • Mempengaruhi Permintaan – Saat permintaan rendah, perusahaan bisa mencoba untuk meningkatkan permintaan melalui iklan, promosi, kewiraniagaan, dan potongan harga. Contohnya AC pendingin udara paling murah dijual pada waktu musim dingin. Bagaimanapun, bahkan iklan khusus, promosi, penjualan, dan penetapan harga tidak selalu mampu menyeimbangkan permintaan dengan kapasitas produksi.
  • Tunggakan Pesanan Selama Perioda Permintaan Tinggi – Tunggakan pesanan merupakan pesanan yang diterima perusahaan namun tidak mampu (secara sengaja atau kebetulan) untuk dipenuhi pada saat itu. Jika pelanggan mau menunggu tanpa kehilangan kehendak baik mereka ataupun pesanannya, tunggakan pesanan adalah strategi mungkin untuk dijalankan. Banyak perusahaan melakukan tunggakan pesanan, namun pendekatan tersebut sering mengakibatkan hilangnya penjualan.
  • Bauran Produk yang Counterseasonal Suatu teknik penghalusan yang secara luas digunakan para manufaktur adalah mengembangkan sebuah bauran produk yang terdiri dari barang counterseasonal. Bagaimanapun, perusahaan yang mengikuti pendekatan tersebut dapat mendapati diri mereka terlibat dengan produk di luar target pasar mereka.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Perencanaan Agregat : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Karakteristik, Sifat dan Strategi Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :