√ Lengkap Pengambilan Keputusan : Pengertian, Dasar, Fungsi, Faktor dan Proses

Diposting pada
√ Lengkap Pengambilan Keputusan : Pengertian, Dasar, Fungsi, Faktor dan Proses
4.9 (97%) 20 votes

√ Lengkap Pengambilan Keputusan : Pengertian, Dasar, Fungsi, Faktor dan Proses Hai sobat sarjanaekonomi.co.id bertemu lagi dalam pembahasan Pengambilan Keputusan. Pada artikel ini akan dibahas secara lengkap mengenai Pengambilan Keputusan yang  sebagian para pembisnis pasti harus bisa dalam mengambil suatu keputusan tersebut. Oke, simaklah penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ Lengkap Pengambilan Keputusan : Pengertian, Dasar, Fungsi, Faktor dan Proses

 

Pengertian Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan merupakan suatu hasil atau keluaran dari proses yang mental atau kognitif yang mengusung pada pemilihan jalur perbuatan antara beberapa pilihan yang tersedia.

Definisi lain dari pengambilan keputusan atau Decision Making yaitu suatu proses pemikiran dalam sebuah pemulihan dari beberapa alternatif atau kemungkinan yang paling sesuai dengan nilai atau tujuan individu untuk bisa mendapatkan hasil atas solusi tentang prediksi kedepan.

 

 

Pengertian Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli

1. Suharnan (2005)

Pengambilan Keputusan ialah suatu proses memilih atau menentukan berbagai kemungkinan diantara situasi-situasi yang tidak pasti.

 

2. Baron Dan Byre (2008)

Pengambilan Keputusan ialah suatu proses melalui kombinasi individu atau kelompok dan bisa mengintegrasikan informasi yang ada dengan tujuan memilih satu dari berbagai kemungkinan tidankan.

 

3. Simon (1993)

Pengambilan Keputusan ialah suatu bentuk pemilihan dari berbagai alternatif tindakan yang mungkin dipilih yang prosesnya dapat melalui mekanisme tertentu dengan harapan akan menghasilkan suatu keputusan yang terbaik.

 

4. Terry (2003)

Pengambilan Keputusan yaitu suatu pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi melalui pemilihan satu diantara alternatif-alternatif yang memungkinkan.

 

5. Wang Dan Ruhe (2007)

Pengambilan Keputusan ialah suatu proses yang memilih pilihan yang lebih disukai atau suatu tindakan dari antara alternatif atas dasar kriteria atau strategi yang diberikan.

 

6. Dermawan (2004)

Pengambilan Keputusan ialah suatu proses yang dapat dipengaruhi oleh banyak kekuatan termasuk lingkungan organisasi dan pengetahuan, kecakapan dan motivasi.

Pengambilan keputusan ini merupakan ilmu dan seni pemilihan alternatif solusi atau tindakan dari sejumlah alternatif solusi dan tindakan yang berguna menyelesaikan masalah.

 

7. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan

Pengambilan Keputusan ialah suatu pemilihan keputusan atau kebijakan yang didasarkan atas kriteria tertentu, proses ini meliputi dua atau lebih, yaitu alternatif karena seandainya hanya ada satu alternatif tidak ada keputusan yang diambil.

 

 

Fungsi Pengambilan Keputusan

  • Pangkal permulaan ialah dari semua aktifitas manusia yang sadar dan terarah baik secara individual maupun secara kelompok, baik secara institusional maupun secara organisasional
  • Sesuatu yang bersifat futuristik artinya dapat bersangkutpaut dengan masa yang akan datang, dimana efeknya atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.

 

 

Tujuan Pengambilan Keputusan

1. Bersifat Tunggal

Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal ini terjadi apabila keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah, artinya bahwa sekali diputuskan, tidak ada kaitannya dengan masalah lain.

 

2. Bersifat Ganda

Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda ini terjadi apabila keputusan yang dihasilkan menyangkut lebih dari satu masalah, artinya suatu keputusan yang diambil itu sekaligus memecahkan dua (atau lebih) masalah yang bersifat kontradiktif atau yang bersifat tidak kontradiktif.

 

 

Unsur – Unsur Pengambilan Keputusan

  • Tujuan dari pengambilan suatu keputusan.
  • Indentifikasi alternatif-alternatif keputusan untuk dapat memecahkan masalah.
  • Perhitungan mengenai suatu faktor-faktor yang tidak dapat diketahui sebelumnya atau diluar jangkauan manusia.
  • Sarana atau alat untuk dapat mengevaluasi atau mengukur hasil dari suatu pengambilan keputusan.

 

 

Dasar Pengambilan Keputusan

Menurut Terry dalam Sanusi (2000:16) menyatakan pada umumnya pengambilan keputusan seseorang memiliki dasar antara lain yakni :

1. Intuisi

Keputusan yang diambil dengan dasar intuisi atau perasaan ini lebih bersifat subjektif yaitu mudah terkena sugesti, pengaruh luar dan faktor kejiwaan lainnya. Pengambilan keputusan menurut intuisi ini memerlukan waktu yang singkat untuk masalah yang mempunyai dampak terbatas.

 

2. Pengalaman

Pengalaman dan kemampuan untuk bisa memprediksi apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu mempermudah pemecahan masalah.

 

3. Fakta

Keputusan dengan dasar fakta data atau suatu informasi yang cukup ialah keputusan yang baik dan solid, namun untuk mendapatkan informasi yang cukup sangat sulit.

 

4. Wewenang

Keputusan dengan dasar wewenang ini akan memunculkan sifat rutin dan mengasosiasikan dengan praktik diktatorial, keputusan dengan dasar wewenang kadang sering juga membuat pembuatan keputusan melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan justru menjadi kabur atau kurang jelas.

 

5. Rasional

Keputusan yang sifatnya rasional ini berhubungan dengan daya guna, masalah yang dihadapi memerlukan pemecahan rasional. Keputusan yang dibuat dengan dasar pertimbangan rasional yang lebih bersifat objektif.

 

 

Gaya Pengambilan Keputusan

Gaya pengambilan keputusan ialah bagaimana seseorang dapat melakukan intepretasi, merespon dan juga cara seseorang bereaksi kepada situasi yang dihadapinya. Menurut Kuzgun, terdapat empat gaya pengambilan keputusan antara lain yaitu :

  • Rational (Rasional)
    Gaya pengambilan keputusan ini ditandai dengan suatu strategi yang sistematis dan berencana dengan orientasi masa depan yang jelas.
  • Intuitive (Intuisi)
    Gaya pengambilan keputusan ini ditandai dengan suatu ketergantungan terhadap pengalaman batin, fantasi dan kecenderungan untuk mengambil keputusan dengan cepat tanpa banyak pertimbangan atau pengumpulan informasi.
  • Dependent (Dependen)
    Gaya pengambilan keputusan ini yaitu menolak tanggung jawab terhadap pilihan mereka dan melibatkan tanggung jawab kepada orang lain. Dengan bahasa lain, gaya ini cenderung pada suatu keputusan orang lain yang mereka anggap sebagai figur otoritas seperti orang tua, keluarga dan teman.
  • Indecisiveness (Keraguan)
    Gaya pengambilan keputusan ini lebih mengarah kepada menghindari suatu situasi pengambilan keputusan atau tanggung jawab terhadap orang lain.

 

 

Faktor Pengambilan Keputusan

Syamsi menyatakan terdapat beberapa faktor yang menjadi pengaruh dalam pengambilan keputusan antara lain yaitu :

  • Keadaan internal
  • Tersedianya informasi dibutuhkan
  • Kondisi ekstrem
  • Kepribadian dan kecakapan pengambilan keputusan

 

 

Proses Pengambilan Keputusan

  • Mengidentifikasi Keputusan
    Langkah pertama dalam membuat suatu keputusan yang tepat adalah mengenali permasalahan serta memutuskan untuk mengatasi hal itu, dan juga bisa menentukan alasan tentang mengapa keputusan ini akan membuat perubahan bagi konsumen atau karyawan.
  • Mengumpulkan Informasi
    Selanjutnya, saatnya untuk mengumpulkan informasi sehingga dapat membuat suatu keputusan berdasarkan data dan fakta. Tahap ini membutuhkan suatu penilaian untuk memnentukan informasi apa yang relevan dengan keputusan yang ada dan bagaimana cara mendapatkannya. Supaya efektif, sebelumnya definisikan apa yang perlu diketahui yang dapat berpengaruh dengan keputusan, dan tentukan siapa saja yang perlu dilibatkan.
  • Mengidentifikasi Alternatif
    Dengan memahami permasalahan, mengidentifikasi kemungkinan dan mensimulasikannya akan lahir suatu opsi-opsi keputusan. Opsi tersebut yang dipertimbangkan untuk bisa diambil salah satunya sebagai keputusan.
  • Menimbang Bukti
    Menurut pakar manajemen Phil Higson dan Anthony Sturgess, dalam langkah seperti ini diperlukan “mengevaluasi kelayakan, penerimaan dan keinginan” untuk dapat mengetahui alternatif manakah yang terbaik. Pengambil keputusan baik itu manajer atau eksekutif atau pelaku usaha harus mampu mempertimbangkan pro dan kontra kemudian harus memilih opsi yang memiliki peluang keberhasilan tertinggi. Mencari opini kedua yang dipercaya mampu memberikan perspektif yang baru terhadap permasalahan juga mungkin akan sangat membantu.
  • Memilih Alternatif Pilihan
    Ketika tiba waktunya untuk bisa membuat suatu keputusan, pastikan bahwa adanya resiko yang menempel pada keputusan yang dipilih. Atau, alternatif lainya, dengan memilih suatu kombinasi dari beberapa alternatif setelah sepenuhnya memahami informasi serta potensi resikonya.
  • Bertindak
    Selanjutnya, setelah keputusan diambil dan harus segera dibuat rencana implementasi. Hal ini melibatkan suatu kegiatan mengidentifikasi sumberdaya yang diperlukan serta mendapatkan dukungan dari karyawan dan para pemangku kepentingan. Mengumpulkan orang lain yang setuju dengan suatu keputusan yang diambil adalah komponen kunci untuk melaksanakan rencana kita secara efektif.
  • Meninjau Kembali
    Langkah penting ini namun paling sering diabaikan dalam proses pengambilan keputusan adalah mengevaluasi keputusan. Apabila suatu keputusan yang diambil tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan,segeralah tinjau kembali dan telusuri secara runtut apa yang menyimpang atau tidak sesuai.

 

Demikianlah pembahasan tentang  √ Lengkap Pengambilan Keputusan : Pengertian, Dasar, Fungsi, Faktor dan Proses.  Semoga dengan adanya ulasan ini bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari untuk para pembaca. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga :  √ Lengkap Pengambilan Keputusan : Pengertian, Dasar, Fungsi, Faktor dan Proses

Baca Juga :  √ Manajemen Strategi : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Sifat, Cara dan Tahapannya Terlengkap

Baca Juga :  √ Manajemen Bisnis : Pengertian, Fungsi, Kompenan, dan Perencanaannya Lengkap

Baca Juga :  √ Manajemen Kas : Pengertian, Tujuan, Sumber, Aspek, Motif Dan Faktornya Lengkap