√ Produk Domestik Bruto (PDB) : Pengertian, Fungsi, Rumus dan Jenis Terlengkap

Diposting pada
√ Produk Domestik Bruto (PDB) : Pengertian, Fungsi, Rumus dan Jenis Terlengkap
5 (100%) 14 vote[s]

√ Produk Domestik Bruto (PDB) : Pengertian, Fungsi, Rumus dan Jenis Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Produk Domestik Bruto (PDB) : Pengertian, Fungsi, Rumus dan Jenis Terlengkap
√ Produk Domestik Bruto (PDB) : Pengertian, Fungsi, Rumus dan Jenis Terlengkap

 

Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB)

 

Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) merupakan suatu perhitungan dari keseluruhan nilai suatu barang dan jasa yang dapat diproduksi suatu negara dalam periode tertentu (biasanya satu tahun) yang juga digunakan untuk dapat mengukur tingkat kemampuan perekonomian negara.

Hasil pengukuran tersebut dapat mencerminkan kinerja ekonomi, sehingga semakin tinggi PDB atau GDB sebuah negara maka akan semakin baik kinerja ekonomi di negara tersebut.

PDB  ini merupakan sebuah indikator tingkat pertumbuhan ekonomi di suatu negara.

Kegiatan perekonomian di suatu negara yang akan menghasilkan suatu barang dan jasa yang diproduksi oleh warga negaranya, perusahaan negara dan sebuah perusahaan swasta.

Dalam hal ini, sebuah perusahaan swasta ialah sebuah perusahaan asing dan domestik yang beroperasi di wilayah Indonesia.

 

 

Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB) Menurut Para Ahli

 

1. McEachern

Produk Domestik Bruto (PDB) ialah salah satu jumlah nilai pasar dari suatu barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh sumber daya yang berada dalam suatu negara pada jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun.

Produk Domestik Bruto juga dapat digunakan untuk dapat mempelajari perekonomian dari waktu ke waktu.

 

2. Herlambang dkk

Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) yaitu beberapa total pendapatan yang dapat dihasilkan didalam suatu negara, termasuk pada pendapatan orang asing yang bekerja di dalam suatu negara.

PDB ini mengukur nilai barang dan jasa yang di produksi di suatu wilayah negara (domestik) tanpa membedakan suatu kewarganegaraan pada suatu periode tertentu.

 

3. Prasetyo

PDB yakni seluruh barang dan jasa yang dapat dihasilkan atau diproduksi oleh seluruh warga masyarakat pada suatu wilayah negara yang masih bersangkutan (termasuk produksi warga negara asing di negara tersebut) dalam suatu periode tertentu biasanya dalam satu tahun.

Baca Juga :  √ Insentif : Pengertian, Prinsip, Tujuan, Bentuk dan Jenis Terlengkap

 

4. Sadono

Gross Domestic Product (GDP) merupakan beberapa nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam suatu wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun).

PDB ini menghitung hasil suatu produksi suatu perekonomian tanpa memperhatikan siapa pemilik faktor produksi tersebut.

 

5. Mankiw

PDB ialah jumlah suatu produk barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam satu tahun.

Produk Domestik Bruto ini dapat mengukur nilai total barang dan jasa suatu negara tanpa membedakan kewarganegaraan.

 

 

Fungsi Produk Domestik Bruto

 

  • PDB ini dapat dihitung berdasarkan jumlah nilai tambah (value added) yang dihasilkan seluruh kegiatan hasil produksi di dalam perekonomian. Hal ini, juga peningkatan PDB dapat mencerminkan peningkatan balas jasa kepada faktor sebuah produksi yang digunakanalam proses produksi.
  • PDB dapat dihitung atas dasar konsep siklus aliran (circulair flow concept). Artinya, pada perhitungan PDB mencakup nilai suatu produk yang dapat dihasilkan pada suatu periode tertentu. Perhitungan ini juga tidak mencangkup perhitungan pada suatu periode sebelumnya. Pemanfaatan suatu konsep aliran dalam menghitung PDB memungkinkan seseorang untuk dapat membandingkan jumlah output pada tahun ini dengan tahun sebelumnya.
  • Batas wilayah perhitungan PDB yakni pada suatu Negara (perekonomian domestik). Hal ini dapat memungkinkan untuk mengukur sampai sejauh mana suatu kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah maupun mendorong berbagai kegiatan perekonomian domestik.

 

 

Pendekatan Perhitungan Produk Domestik Bruto

 

1. Pendekatan Pendapatan
Pendekatan pendapatan yakni salah satu metode yang dapat menghitung Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang dapat mengukur pendapatan seperti upah, sewa, bunga, dan laba yang diterima oleh semua faktor produksi dalam memproduksi suatu barang akhir.

 

Pendekatan pendapatan dirumuskan sebagai berikut ini:

 

GDP = Pendapatan Nasional + Depresiasi + (Pajak Tidak Langsung – Subsidi) + Pembayaran Faktor Netto Kepada Luar Negeri

 

Terdapat empat komponen pendekatan pendapatan, yaitu sebagai berikut ini :

  • Pendapatan nasional yakni salah satu pendapatan total yang dapat diterima oleh berbagai faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara suatu negara. Pendapatan nasional ini terdiri dari kompensasi para karyawan, pendapatan perusahaan perorangan, laba perusahaan, bunga bersih, dan juga pendapatan sewa.
  • Depresiasi yang dapat dihitung dari aktiva modal yang aus atau ketinggalan zaman, maka aktiva tersebut akan mengalami penurunan nilai.
  • Pajak tidak langsung ini minus subsidi. Pajak tidak langsung ini juga meliputi pajak penjualan, bea cukai, dan biaya lisensi. Sedangkan subsidi ialah sebuah pembayaran yang dilakukan oleh pemerintah tanpa mendapatkan suatu imbalan barang atau jasa.
  • Pembayaran pada faktor neto untuk luar negeri sama dengan pembayaran pada pendapatan faktor (pendapatan atas faktor produksi) untuk luar negeri dapat dikurangi penerimaan pendapatan faktor dari luar negeri.
Baca Juga :  √ Manajemen Kas : Pengertian, Tujuan, Sumber, Aspek, Motif Dan Faktornya Lengkap

 

2. Pendekatan Pengeluaran
Pendekatan pengeluaran yakni suatu metode yang dapat menghitung Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang untuk mengukur jumlah yang dikeluarkan pada semua barang akhir selama satu periode tertentu.

Pendekatan pengeluaran dirumuskan sebagai berikut ini :

 

GDP = C + I + G + (EX – IM)

 

Keterangan :

C   : Konsumsi
I    : Investasi
G   : Konsumsi dan Investasi Pemerintah
EX : Ekspor
IM : Impor

 

Terdapat empat komponen pendekatan pengeluaran, yaitu sebagai berikut ini :

  • Konsumsi yang dapat dimasukkan dalam perhitungan Gross Domestic Product (GDP) yakni suatu bentuk pengeluaran konsumsi pribadi dan rumah tangga. Ada tiga kategori utama pada pengeluaran konsumen yaitu suatu barang yang tahan lama, barang tidak tahan lama, dan jasa.
  • Investasi yang dapat dilakukan oleh perusahaan atau rumah tangga untuk sebuah modal baru yang meliputi pabrik, peralatan, persediaan dan struktur perumahan baru.
  • Konsumsi dan investasi pemerintah yang dapat mencakup pengeluaran pemerintah federal, negara bagian, dan pemerintah lokal untuk dapat membeli beberapa barang-barang akhir dan jasa.
  • Ekspor Neto yakni selisih pada antara ekspor dan impor. Alasan memasukkan ekspor netto yakni karena Gross Domestic Product (GDP) hanya dapat menghitung suatu barang dan jasa domestik.

 

3. Pendekatan Produksi
Pendekatan Produksi yaitu salah satu metode menghitung Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang dapat mengukur nilai produksi yang dapat diciptakan oleh berbagai faktor produksi yang ada di suatu negara tanpa membedakan apakah sebuah faktor produksi itu milik orang luar negeri atau warga negara itu sendiri.

Pendekatan produksi dirumuskan sebagai berikut ini :

 

GDP = Sewa + Upah + Bunga + Laba

 

 

Jenis – Jenis PDB

 

  • PDB Riil atau Harga Tetap yaitu salah satu total nilai harga barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam sebuah periode tertentu (umumnya satu tahun) dan dinilai berdasarkan pada harga yang berlaku dalam kurun waktu tertentu.

 

  • PDB Nominal atau Harga Berlaku yaitu total dari nilai harga suatu barang dan jasa yang dapat dihasilkan oleh suatu negara dalam kurun waktu tertentu dan juga dinilai menurut harga yang berlaku pada saat dilakukan penilaian.
Baca Juga :  √ Pengertian, Konsep, Cara Menghitung, dan Manfaat Pendapatan Nasional Terlengkap

 

 

Rumus GDP (Gross Domestic Product) atau PDB (Produk Domestik Bruto)

 

GDP = Konsumsi + Investasi + Pengeluaran Pemerintah + (Ekspor – Impor)

 

GDP = C + I + G + (X – M)

 

Keterangan :

  • C : Private Consumption atau biasa disebut sebagai pengeluaran konsumen di dalam perekonomian. Private Consumption di dalam rumah tangga misalnya yaitu : makanan, biaya sewa, biaya kesehatan dan lainya.
  • I : Investasi bisnis yang dapat mencakup modal di dalamnya, contohnya ialah sebuah pertambangan ataupun pembelian software.
  • G : Goverment jumlah nilai dari jasa dan suatu barang yang di beli pada pemerintah , jumlah itu termasuk untuk gaji para karyawan, jaminan sosial penduduk maupun pembelian senjata.
  • X : Export kotor, export disini termasuk export yang dapat mencakup suatu negara termasuk pada sebuah barang dan jasa untuk konsumsi luar negeri.
  • M : Import kotor jumlah nilai dari sebuah barang maupun jasa yang di konsumsi pada penduduk dalam suatu negeri.
  • NX : Next export , didapat dari sebuah export kotor dan dikurangi import kotor, yang rumusnya ialah NX + X – M

 

 

Contoh Soal PDB

 

Suatu negara mempunyai pendapatan nasional sebagai berikut ini :

  • Konsumsi masyarakat Rp 80.000.000
  • Pendapatan laba usaha Rp 30.000.000
  • Pengeluaran negara Rp 400.000.000
  • Pendapatan sewa Rp 20.000.000
  • Pengeluaran investasi Rp 70.000.000
  • Ekspor Rp 40.000.000
  • Impor Rp 30.000.000

 

Hitunglah GDP dari negara tersebut?

 

Jawab :

 

GDP = C + I + G + (X – M)

GDP = 80.000.000 + 70.000.000 + 400.000.000 + (40.000.000 – 30.000.000)

GDP = 550.000.000 + 10.000.000

GDP = 560.000.000

Jadi besarnya GDP atau PDB dari negara tersebut yakni Rp 560.000.000

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Produk Domestik Bruto (PDB) : Pengertian, Fungsi, Rumus dan Jenis Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :