√ Sistem Ekonomi Campuran : Pengertian, Ciri, Macam, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap

Diposting pada

√ Sistem Ekonomi Campuran : Pengertian, Ciri, Macam, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Sistem Ekonomi Campuran. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Sistem Ekonomi Campuran : Pengertian, Ciri, Macam, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap
√ Sistem Ekonomi Campuran : Pengertian, Ciri, Macam, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap

 

Pengertian Sistem Ekonomi Campuran

 

Sistem Ekonomi Campuran merupakan salah satu sistem ekonomi yang saling bekerjasama pada pihak pemerintah dan swasta untuk menjalankan laju perekonomian didalam suatu negara.

Disebut dengan sistem ekonomi campuran karena merupakan salah satu kombinasi antara sistem ekonomi Liberal (kapitalis) dengan suatu sistem ekonomi Komando (terpusat).

Dalam pelaksanaannya, sistem ekonomi ini memperbolehkan pihak swasta untuk melakukan aktivitas perekonomian namun terdapat intervensi dari pemerintah di negara yang bersangkutan.

Negara yang menganut sistem ekonomi campuran diantaranya yakni seperti saja Maroko, Malaysia, Philipina, Perancis dan RRC.

 

 

Sejarah Sistem Ekonomi Campuran

 

Munculnya sistem ekonomi campuran ini dimulai karena adanya sebuah pertentangan keras antara pemegang ideologi liberalisme (kapitalisme) yang menggunakan suatu sistem ekonomi pasar dengan pemegang ideologi Sosialisme (komunisme) yang menggunakan suatu sistem ekonomi komando.

Karena banyaknya konflik diantara kedua kelompok tersebut, para ahli berusaha untuk dapat membangun sistem ekonomi dengan cara menggabungkan ciri dasar antara kedua ideologi tersebut dengan mengambil suatu unsur terbaik dari keduanya.

Baca Juga :  √ Opini Audit : Pengertian, Tahapan dan Jenis Terlengkap

Salah satu teori yang dapat digunakan dalam suatu pembentukan sistem ekonomi campuran yaitu sebuah teori yang dinyatakan oleh Hegel.

Hagel mengatakan bahwa perkembangan sebuah pemikiran akan mencapai bentuk terbaiknya melalui proses dialetik (komunikasi) menuju suatu sintesa.

Kemudian negara yang menolak ideologi liberalisme dan komunisme mulai berdiskusi tentang ideologi yang bisa diterapkan untuk negaranya, sehingga digunakanlah ideologi campuran juga mendasari munculnya sistem ekonomi campuran ini.

 

 

Ciri – Ciri Sistem Ekonomi Campuran

 

  • Pemerintah dan pihak swasta berperan aktif dan sama dalam kegiatan ekonomi (Pemerintah dan swasta memiliki peran yang sama).
  • Sumber daya vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh pemerintah.
  • Jenis dan jumlah barang yang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
  • Pihak swasta diberikan kebebasan dalam batasan yang telah ditentukan pemerintah.
  • Perencanaan, peraturan dan penetapan kebijakan di bidang ekonomi disusun oleh pemerintah.
  • Persaingan yang terjadi di pasar merupakan persaingan bersih yang di awasi langsung oleh pemerintah.

 

 

Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

 

  • Dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah bisa ikut mengatur, mengawasi, menstabilkan dan memajukan ekonomi nasional secara keseluruhan, dengan mendorong atau menumbuhkan inisiatif swasta.
  • Sulit dalam menentukan batas antara kegiatan ekonomi yang seharusnya dilakukan pemerintah dan swasta.
  • Sulit dalam menentukan batas antara sumber produksi yang dapat dikuasai oleh pemerintah dan swasta.
  • Tidak mempunyai kejelasan tentang seberapa besar pengaruh pemerintah dalam aktivitas ekonomi.

 

 

Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

 

  • Hak individu diakui
  • Penetapan harga dalam perekonomian lebih terkendali.
  • Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
  • Adanya kebebasan berusaha.
  • Kestabilan ekonomi terjamin.
  • Pemerintah memperhatikan usaha sektor menengah dan kecil.
Baca Juga :  √ 40 Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli Terlengkap

 

 

Tujuan Sistem Ekonomi Campuran

 

Tujuan pemerintah ikut serta dalam sistem ekonomi campuran yaitu untuk menyelesaikan aktivitas ekonomi yang mengalami fluktuasi atau gelombang ekonomi yang tajam, selainitu juga melindungi masyarakat yang berpindah tertindas dan lemah.

Ini berarti tujuan dari sistem ekonomi campuran adalah untuk menghindari penguasaan secara penuh terhadap sumber daya ekonomi dari golongan masyarakat.

Campur tangan pemerintah berbentuk dengan peraturan-peraturan yang bertujuan untuk mengawasi dan mengatur aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh pihak swasta agar berjalan dengan norma yang wajar.

Selain itu pemerintah juga memiliki kebijakan dan peraturan pada bidang fiskal dan moneter yang bertujuan agar perekonomian berjalan dengan lancar dan pesat tanpa terjadi masalah ekonomi seperti pengangguran dan inflasi.

 

 

Macam – Macam Sistem Ekonomi Campuran

 

  • Pemerintah membatasi pihak swasta untuk mengelola sektor tertentu, khususnya pada bidang yang terikat hidup orang banyak.
  • Pemerintah mempunyai wewenang dan turut ikut campur untuk mengatur mekanisme pasar melewati berbagai kebijakan ekonomi.
  • Pemerintah ikut turut campur tangan untuk segala kegiatan ekonomi dalam mengeluarkan berbagai kebijakan ekonomi.
  • Pemerintah mengakui hak milik setiap individu selama kegiatan tersebut tidak merugikan kepentingan banyak masyarakat.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Sistem Ekonomi Campuran : Pengertian, Ciri, Macam, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :