√ Sistem Ekonomi Tradisional : Pengertian, Ciri, Kelebihan, Kekurangan dan Contoh Terlengkap

Diposting pada

√ Sistem Ekonomi Tradisional : Pengertian, Ciri, Kelebihan, Kekurangan dan Contoh Terlengkap Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel kesayangan Anda.

Pada pembahasan kali ini, akan membahas mengenai Sistem Ekonomi Tradisional. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.

 

√ Sistem Ekonomi Tradisional : Pengertian, Ciri, Kelebihan, Kekurangan dan Contoh Terlengkap
√ Sistem Ekonomi Tradisional : Pengertian, Ciri, Kelebihan, Kekurangan dan Contoh Terlengkap

 


Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional merupakan salah satu sistem ekonomi dimana segala aktivitas perekonomian dilaksanakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan kebiasaan atau tradisi dari generasi ke generasi.

 


Sejarah Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional kemungkinan sudah ada sejak manusia ad, tetapi awalnya setiap manusia hanya mengkonsumsi barang yang mereka produksi sendiri.

Sehingga tidak terlibat dengan seseorang atua kelompok lain dan belum mengenali sistem barter, mungkin karena akal dan hasil pemikiran dan juga kebutuhan yang terus meningkat dengan berkembangnya zaman.

Manusia merasakan kekurangan dengan sistem yang dipakai ketika itu, kemudian muncul sistem barter yang dianggap dapat memenuhi keperluan lain yang tidak dapat diproduksi sendiri.

Seperti nelayan yang menukarkan ikan yang ditangkap kemudian ditukar dengan beras dari petani. Sistem ini disebut dengan Sistem Ekonomi Tradisional.

Seiring berjalannya waktu, sistem ini terus dipakai dan diturunkan ke generasi selanjutnya.

Tetapi sekarang ini sudah jarang kita menemukan sistem ekonomi tradisional di sekitar kita.

Baca Juga :  √ Sensus Penduduk : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Ciri, Jenis dan Metode Terlengkap

Sebab, perkembangan manusia membuat terciptanya sistem baru yang dirasa lebih efektif dan efisien menjadikan sistem ekonomi tradisional mulai ditinggalkan.

Sekarang ini sistem tersebut bisa ditemukan pada masyarakat pedesaan di suatu negara berkembang.

 


Ciri – Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

  • Masyarakatnya belum mengenal uang dan proses transaksi masih memakai metode barter.
  • Masyarakat masih mengandalkan hasil alam dan tenaga manusia sebagai modal utama kegiatan ekonomi.
  • Pemerintah tidak terlibat langsung dalam aktivitas perekonomian dan hanya berperan menjaga ketertiban umum.
  • Tujuan utama aktivitas perekonomian adalah untuk memenuhi kehidupan dan bukan untuk mencari keuntungan.
  • Kegiatan ekonomi masih terikat dengan tradisi dan budaya masyarakat.
  • Teknik produksi masih sangat sederhana dan dipelajari dari generasi sebelumnya.
  • Jenis produksi masih berdasarkan kebutuhan dan kemampuan.
  • Tidak ada pembagian kerja yang jelas karena kegiatan ekonomi (berkebun, beternak, bertani) dilakukan secara mandiri atau bersama-sama.
  • Hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan dan saling tolong-menolong.

 


Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional

  • Hubungan yang terjadi antara individu di dalam masyarakat sangatlah kuat karena mereka masih saling tolong menolong.
  • Kegiatan perekonomian juga dilakukan berdasarkan kejujuran karena tujuannya memang untuk memenuhi kebutuhan bukan untuk mencari keuntungan.
  • Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si miskin dengan si kaya karena pendapatan yang didapatkan cenderung lebih merata.
  • Pemerintah hanya berperan dalam mengawasi saja sehingga tidak ada monopoli perekonomian dengan pihak pemerintah.
  • Dalam sistem ekonomi Tradisional tidak mengenal namanya inflasi, pengangguran yang meningkat dan masih banyak lainnya yang sering dihadapi oleh sistem ekonomi lainnya.

 


Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

  • Pola pikir masyarakat secara umum yang masih statis, karena di daerah pedesaan masih minim pengetahuan dan keterampilan tentang penggunaan tekonologi modern. Seperti penggunaan komputer, laptop, smartphone dan lain-lain
  • Tidak ada kerjasama antar individu atau masyarakat
  • Sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan
  • Jenis dan jumlah barang yang diproduksi sering tidak mencukupi kebutuhan.
  • Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah.
  • Sulit menetapkan ukuran dari barang yang dipertukarkan.
  • Kualitas barang hasil produksi masih rendah.
Baca Juga :  √ Lingkungan Kerja : Pengertian, Jenis, Manfaat, Faktor dan Indikator Terlengkap

 


Contoh Sistem Ekonomi Tradisional

  • Indonesia menjadi salah satu negara yang masih menggunakan sistem ekonomi ini. namun, hanya saja wilayah yang masih menggunakan adalah wilayah terpencil dan pedesaan dimana aksesnya masih sulit. Beberapa wilayah tersebut seperti Papua, Nduga dan lainnya.
  • Afrika Tengah juga sebagian besar desanya masih menggunakan sistem ekonomi ini. beberapa wilayah tersebut seperti Mobaye, Mbaiki, Batangafo dan lainnya.
  • Malawi merupakan negara penyandang gelar termiskin di dunia. negara ini hanya mengandalkan perekonomian dari pertanian saja. bahkan transaksi yang dilakukan juga masih menggunakan cara barter.
  • Ethiopia juga termasuk negara termiskin di dunia. negara ini juga mengandalkan pertanian dalam hal perekonomiannya.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Sistem Ekonomi Tradisional : Pengertian, Ciri, Kelebihan, Kekurangan dan Contoh Terlengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :